[Road To Round 1] Albiero Keith - DIIIAAAAAMMM!!

Kegelapan…

 

Hanya itu yang dilihat oleh Keith saat membuka kedua matanya.

 

Lalu perlahan, cahaya mulai menyeruak memasuki kedua matanya, menerangi penglihatan sang pria suram yang seolah baru saja terbangun dari tidur panjang.

 

“Di mana….ini?”

 

Pertanyaan klise pada diri sendiri terucap oleh Keith saat kedua matanya mulai bisa beradaptasi dengan cahaya ruangan.

 

Dia menemukan dirinya duduk dengan wajah menempel pada meja yang dingin, di sebuah ruangan seperti bar yang kosong tanpa ada seorangpun disana selain dirinya.

 

Pria berambut cokelat itu mengusap kepalanya yang terasa sakit seperti baru ditabrak kereta, lalu menguap lebar, menyebarkan gas beracun yang amat menusuk hidung siapapun kecuali sumber racun itu sendiri. Kenapa? Karena kau pasti tidak berpikir kalau ikan gembung akan mati karena racunnya sendiri kan?

 

“Kenapa aku ada di tempat seperti ini?” Keith kembali bertanya pada dirinya sendiri, yang tidak mungkin dijawab oleh dirinya sendiri pula.

 

Sambil berusaha mengingat-ngingat kembali apa yang terjadi padanya hingga dirinya bisa berada di tempat itu, Keith bangkit dari kursi tempatnya duduk.

 

Seingatnya, dia sedang bertarung dengan seorang pria berjanggut tipis yang disebut Sylar, lalu setelah itu dia tidak sadarkan diri, entah apa yang terjadi setelah itu, dia sama sekali tidak tahu.

 

Keith menghela nafas pendek, rasanya tidak ada gunanya juga kalau terus memikirkan apa yang terjadi, karena yang sudah terjadi maka terjadilah.

 

Dengan gerakan malas, Pria berjaket hitam itu mulai melangkahkan kaki menuju pintu. Namun, baru saja dia melangkah, tanpa sengaja kakinya menendang sesuatu seperti kaleng minuman. Saat menoleh ke arah kakinya, kedua matanya melotot lebar, karena dia menemukan puluhan kaleng WJK berserakan di sekitar kakinya, membuat sebuah pemandangan yang amat sulit dipercaya bahkan oleh dirinya sendiri.

 

“Ap-apaaa iniiii..?!”

 

Keith berteriak histeris. Apa yang sebenarnya terjadi, darimana asalnya kaleng-kaleng WJK yang berserakan di bawah kakinya tersebut. Dengan raut wajah yang masih belum bisa menerima kenyataan, Keith menelan ludah.

 

Tidak…itu tidak mungkin terjadi..!

 

Mati-matian Keith berusaha menyangkal segala kemungkinan yang muncul dalam kepalanya, dari mulai semalam dia minum-minum sampai teller hingga ada pesta WJK yang diadakan oleh para pria-pria kesepian, Keith sama sekali tidak mau menerima semua kemungkinan tersebut.

 

Keith melangkah hingga menabrak meja dengan punggungnya. Selembar kertas melayang jatuh dari atas meja.

 

Tanpa pikir lagi Keith langusng membungkuk dan memungut kertas tersebut.

 

Pada kertas tersebut tertulis…

 

 

Kamu sedang membaca tulisan ini.

 

 

“Sama sekali tidak berguna!” Bentak Keith sambil merobek-robek kertas tersebut.

 

Keith mendengus kesal, seharusnya dalam keadaannya yang seperti itu, dia akan menemukan kertas berisi pesan atau petunjuk yang penting, tapi kenapa malah pesan tidak jelas yang ditemukannya, apakah ini ulah orang yang kurang kerjaan?

 

Dengan perasaan kesal Keith menendangi kaleng-kaleng minuman yang berserakan. Selembar kertas lain kembali melayang dari balik kaleng-kaleng tersebut akibat tendangan tadi.

 

Keith kembali memungut kertas tersebut, sambil berharap semoga kertas kali ini berisi pesan yang berguna, Keith mulai membaca isi kertas tersebut.

 

Pada kertas tersebut tertulis…

 

 

Jika kamu membaca pesan ini, berarti kau sudah merobek kertas yang tadi.

 

 

“Cukup sudah!!” Keith kembali berteriak kesal sambil menginjak-injak kertas berisi pesan penting tersebut.

 

Sang pria suram semakin suram, dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi, apakah ini hanya nasib sialnya ataukah dia sedang berada di acara TV lawak yang mengerjai korbannya hanya untuk membuat penonton tertawa?

 

Ditengah kesuraman dan kemarahan yang sedang melanda si pria suram, sebuah suara seperti speaker samar-samar terdengar memenuhi ruangan.

 

“Eeh…tes…tes….apa mikrofon ini bekerja?”

 

Diluar dugaan, yang terdengar dari speaker adalah suara anak kecil, dan sepertinya anak perempuan.

 

Tanpa menunggu respon dari Keith, anak perempuan tersebut kembali bicara melalui speaker.

 

“Bagi seluruh peserta, diharap untuk berkumpul di aula kapal. Sekali lagi, kepada seluruh peserta, diharap untuk segera berkumpul di aula kapal, aka nada pengumuman penting untuk kalian semua, jadi tidak ada yang boleh berhalangan hadir, sekian dan terima kasih.”

 

Pengumuman tersebut berkahir begitu saja tanpa ada efek suara khusus di akhir pengumuman.

 

Sambil geleng-geleng kepala, Keith kembali menghela nafas lelah, setelah semua keanehan yang baru saja dialaminya, sekarang dia harus pergi berkumpul di aula kapal yang entah aka nada kejadian apalagi disana.

 

Dengan wajah suram Keith mulai melangkahkan kakinya meninggalkan bar.

 

 

*

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post

saya merasa bahwa Albiero dinistakan oleh authornya sendiri XDD

100

aduh ini sepertinya terlalu banyak breaking te fourth wall
._.
tapi ini epic, lagi ribut malah nyeduh mie... nyalahin si Subur pula
XD

kok sosok saya ga ada!?!!
Wooooy! Woakakak, saya ikutan gajes..

100

kok sosok saya ga ada!?!!
Wooooy! Woakakak, saya ikutan gajes..

90

o_O I...Ini... karya yang luarrrrr biasaaaa.... >.<

70

Komedinya banyak yg maksa brur... terkesan terlalu dibuat2 banget... gak ngalir... *gaya Simon Cowell*

100

“YANG BENAR SAJAAAA…!!” Untuk
kesekian kalinya Ferrum berteriak
geram.

“Jangan main-main dengan kami!!”

“Kenapa canon yang satu ini ngaco
sendiriii??”

“Sebenarnya kita ini ngomongin
apaaaaa?!”

“Sialan tadi aku kesiangan gak
sempat sahuuuur!!”

“Ini pasti ulah subuuuurr!!”

“DIIIIAAAAAAMMM..!!”

^ini epic

Pada kertas tersebut tertulis…
.
Kamu sedang membaca tulisan ini.
.
Pada kertas tersebut tertulis…
.
Jika kamu membaca pesan ini, berarti kau sudah merobek kertas yang tadi.
.
DIIAAAAMMM!!!
.
Sepertinya yang baca ngakak ga pake waras :))

80

wkwkwkwk >.<
.
*kemudian diam .w.)*

90

DIIIAAAAAMMM!!
.
Sepertinya Keith mulai lapar.