kapanpun

                                kapanpun kau  boleh datang

                                kan kusambut dengan rentangan tangan terbuka

                                senyum manis  tersimpan  hanya untukmu seorang

                                juga kesetiaan tersembunyikan

               

                                kapanpun kau siap

                                hari ini, esok, lusa, dan seterusnya

                                sebagai sahabat, teman  lama

                                atau mungkin kekasih orang

                               

                                namun diam-diam hati kecilku berbicara

                                bisakah kau dengar?

                                lebih dari itu

                                aku  ingin kau datang sebagai pendamping setia  yang selalu kutunggu

                               

                                tiba-tiba

                                seketika itu juga, aku langsung malu

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer vlotska
vlotska at kapanpun (8 years 44 weeks ago)
90

kalau hati yang berbicara.. hati juga yang mendengar...

Writer Filumena
Filumena at kapanpun (8 years 46 weeks ago)

biarlah dia bebas menjadi dirinya, tanpa kau kekang dengan sebilah kata menunggu, kecuali jika tanpa paksaan dia datang kemudian berkata lalu buktikan mencintaimu.

selebihnya jangan terlalu banyak berharap, kecuali jika kau telah hafal rasanya terjatuh

Writer bakhsayanda
bakhsayanda at kapanpun (8 years 46 weeks ago)
70

Nice :)

Writer zasdar
zasdar at kapanpun (8 years 47 weeks ago)
100

hoo-ha!

Writer naela_potter
naela_potter at kapanpun (8 years 47 weeks ago)
70

Sebuah puisi tentang seseorang yang diam-diam mencintai :)
Dua bait pertama cukup terasa rasa sayang penulis. Bait ketiga, terasa pengharapannya. Di bait terakhir, penulis tiba-tiba merasa malu akan harapannya. Hmm. Memiliki perasaan tidak perlu malu walau tidak diungkapkan, menurut saya. Karena, perasaan itu milik siapa saja dan telah diatur oleh-Nya. Sedikit pulasan romantis dan konotasi pasti lebih apik :) Selamat berkarya! :)

Writer muras
muras at kapanpun (8 years 47 weeks ago)

terimakasih masukannya. setuju, perihal malu oleh sebab si penulis puisi adalah wanita :)