[Pre-Battle Round 2] Woman on the Verge of Never Breakdown

Cikarang, Indonesia.

 

Pukul menunjukkan pukul delapan malam dan panggung di lapangan pinggir kota itu sudah dikepung oleh ratusan warga. Sebagian besar adalah muda-mudi yang bingung mencari hiburan di malam minggu. Terlebih, kapan lagi mereka bisa menyaksikan artis-artis ibukota manggung di kota mereka.

 

Acara pun akhirnya dimulai, dibuka dengan iringan musik dangdut dari pelbagai alat musik. Penonton langsung bersorak-sorai. Seruan mereka semakin membahana sewaktu MC acara, Saiful Jimal, muncul di atas panggung mengenakan Hawaiian shirt yang dibuka kancingnya, memperlihatkan dadanya yang berbulu. Celananya putih gading, sewarna dengan giginya yang juga putih-kekuningan yang terekspos sempurna di balik cengiran narsis.

 

“HOBA, CIKARAAAANG! MANA SUARANYAAA?”

 

Penonton bergemuruh lagi diiringin tepuk tanga dan siulan.

 

“Mantap banget nih semangatnya! Yeah!” Saipul Jimal membuka acara dengan penuh semangat. “Sudah siap untuk digoyang kan? Pastinya dong, karena TEMPUR DANGDUT LIVE akan segera dimulai sebentar lagi! Tepuk tangan yang meriah!”

 

Seperti rakyat yang dikontrol oleh diktator bertangan besi, para penonton menaati perintah Saiful Jimal tanpa banyak tanya.

 

“Malam ini bakal asyik banget karena kita punya dua penyanyi dangdut yang aduhai mak genjos yang siap menggoyang pinggul Anda sekalian! Dan, salah satunya adalah BULE!”

 

Penonton seperti kesurupan.

 

“Wow! Keren banget kan? Semua ini bisa terealisasi berkat kersajama antara Tempur Dangdut TVI dan Penerbit DIM—Dangdut In Motion—penerbit pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menerbitkan buku-buku bernapaskan dangdut. Penerbit DIM, mendangdutkan sastra, dan menyastrakan dangdut! Tepuk tangannya mana niiih?!”

 

Sekali lagi, penonton diajak mengapresiasi sponsor acara.

 

“Dan, jangan lupa juga untuk membeli novel terbaru terbitan Penerbit DIM, yang berjudul DSC—Dangdut Sejati Club—menceritakan tentang klub dangdut rahasia di sekolah! Pokoknya buat kalian anak muda yang merasa gaul, buku ini wajib dimiliki! Dapatkan segera bukunya di toko-toko buku terdekat! Yeah! Tepuk tangan lagi dong!”

 

Penonton mulai bosan diajak bertepuk tangan. Mereka ingin segera menyaksikan goyangan pantat dan guncangan payudara di atas panggung. Mereka tidak tertarik dengan buku norak seperti itu. Untungnya, Saipul Jimal sudah selesai berpromosi, setidaknya untuk sesi opening kali ini. Dia tahu kalau penontonnya sudah tak sabar untuk menyaksikan fantasi saru mereka terealisasi di atas panggung. Oleh karena itulah, dia segera membuka acara.

 

“Baiklah! Kita langsung saja mulai acara TARUNG DANGDUT LIVE! Tarung Dangdut... Nggak Goyang, Nggak Ada Sawer dari Abang!”

 

Penonton bergairah lagi, terutama para remaja tanggung yang sudah mulai ereksi di balik celana mereka.

 

“Di pojok kiri, ada penyanyi dangdut yang ngetop dengan lagu dangdutnya, Ketika Cinta Mendesah, dan dikenal pula dengan Goyang Pulen-nya, kita beri sambutan yang meriah untuk... CICI PERAWAAAAN!”

 

Penonton menggila ketika seorang penyanyi dangdut bertubuh montok muncul di panggung sembari memutar-mutar panggulnya. Dialah Cici Perawan yang malam ini tubuhnya dibaluk dengan tanktop warna ungu muda dan rok rimple mini bertumpuk.

 

“Penontoooon...” sapa Cici dengan suara mendesah.

 

“OOOOY?!”

 

“Kok pada tegang sih? Cici bikin pulen yuuuukkk.... aa~aaa~hhh....”

 

Dan, siapa yang tidak girang sewaktu Cici memutar dada dan pinggulnya secara bersamaan ke arah yang berlawanan? Itulah Goyang Pulen andalan Cici. Goyang Pulen tersebut semakin dahsyat berkat manik-manik gantung di bagian dada baju juga lipatan rok Cici yang ikut bergoyang sewaktu tubuhnya meliuk-liuk penuh goda.

 

“Di pojok kanan, ada bule yang baru sebulan tinggal di Indonesia dan sudah kepincut oleh lagu dangdut! Kita sambut bule gila kita... NAYALA MEMBARAAAA!”

 

Penonton bersorak tapi kemudian sebagian besar dari mereka berhenti berseru seolah baru tersadar dari mimpi indah. Barangkali mereka mengharapkan seorang bule cantik berambut blonde. Alih-alih menemukan Britney Spears versi dangdut, mereka malah mendapati cewek bertubuh atletis dan berkepala botak.

 

Kendati demikian, Nayala Membara alias Infidel tahu bagaimana cara membuat masyarakat norak dari negara dunia ketiga tersebut kembali menyambutnya dengan hangat.

 

“APHA KHABHAR, INDHONESYAAAA?!” sapa Nayala penuh semangat, mengentalkan aksen Inggrisnya sehingga dianggap bule tulen.

 

Benar saja, para penonton kembali menyorakinya dengan gegap gempita.

 

“SHIAP KESHUWRUWPAN BE’SAMA NAYALAAA?”

 

“WOOO! SIAAAAAP!”

 

Infidel tersenyum. Pancingannya sukses.

 

“Luar biasa! BERI TEPUK TANGAN MERIAH BUAT DUA KONTESTAN KITA!”

 

Sekali lagi, tepuk tangan membahana menggetarkan lapangan bola Haji Mi’un, Cikarang.

 

“Oke! Nggak usah basa-basi lagi, kita mulai Tarung Dangdut kita malam ini,” kata Saiful Jimal ke arah kamera, “Tapi, tentu saja setelah pesan-pesan yang berikut ini! Tetap di TARUNG DANGDUT, Nggak Goyang, Nggak Ada Sawer dari Abang!”

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

Infi benar-benar membaraaa~!!! >,<

HOBAAAA! XD

80

wkwkwwkw anjrit ini bener2 bikin gw ngakak total #gelindingan
.
banyak banget kameo parodi di sini :))
.
Ampuun Dham, Ampuuuun XD

Tiada ampun bagimu :P
Hahahaha

90

Ya ampun Infiii...
segitunya kau patah hati
=0="
.
Btw, banyak plesetan yang ngaco
XD
DSC, FIM... wkakakakak, itung-itung promo nih yee..
:D

Iya. Infi patah hati banget. Fia rese :'(
Hahahahhaa

70

haha.
hahahahahaha.
.
itu nasib saeful jimal gimana akhirnya kk?

Saiful Jimal mengalami troma berkepanjangan :v
Hahahaha

90

Wakakakakak, kenapa TKP nya di Cikarang... Cikarang digoyang~
.
Mau dong di-pulen-in Cici~
.
Infi suram, goyangannya menjijikkan. >.<

Ga tau kenapa milih cikarang :v
Nongol aja di kepala