[Round 1] X-Hunters - Roll call is shameful [2/6]

Hitam, Semuanya menghitam.

Aku telah membaca kedua puluh [realitas] yang terjadi diluar sepengetahuanku di, mereka semua terjadi begitu dekat dengan apa yang terjadi. [Remnant of the Copies] yang seharusnya ikut hancur saat aku menyatukan [Realitas] penyisihan, dan saat [Moon] menghilangkan [Realitas] lamanya.

trekrek tek tek”

… dalam kelapku aku mengetahui Xia melihat ke arahku

trekrek tek tek”

Dia gelisah, Dia tidak pernah melihatku membaca suatu [Realtas] semarah ini, tapi dia salah aku tidak marah.

trekrek tek TEK”

Jari-jari kananku yang kuketukkan beriringan saat membaca cerita itu akhirnya berhenti, Bagi Xia itu artinya aku sudah bisa diajak berkomunikasi.

“Master Blackz, Ini sangat meresahkan hati Xia melihat Master begitu tidak marah?”

“Aku tidaklah marah Xia,” Kulebarkan senyumanku, menenangkan hatinya yang bergejolak. mungkin hanya dia yang bisa melihatnya. “Aku hanya mendapatkan satu hal yang berarti, cukup untuk membuatku sibuk.”

Aku berdiri dari kursi panjang yang ada di depan pondokan Oaseku, melangkah turun perlahan melewati balkon, Xia mengikutiku dari belakang.

“Aku tidak pernah melihat Master seperti ini.”

“Kau tidak pernah melihatku secara seluruhnya, Xia.”

Link yang menelantangkan tubuhnya dibawah pohon melihatku sedang berbicara dengan Xia, melihat ekspresi kami berdua ia bergerak mendekat.

“Tiga! Tiga [pencipta] telah mengganggu permainanku dengan [Moon], Boneka rusak yang pemilik karakter asli Amelia Elburn, sang Cyborg yang menjaga penembak sok gaya dan satu lagi orang yang belum kutemui selama ini.”

Xia tetap mendengar apapun yang kukatakan walau aku tahu dia tidak mengerti, sedangkan Link yang mengetahui pengalaman sang alkemis tahu maksud dari penjelasanku barusan.

“Kedua [pencipta] itu telah terganggu dengan kenyataan aku menyalin karakter mereka dan memaksa mereka meningkatkan salinan itu menjadi karakter asli.”

“Lalu yang terakhir?” Link yang mengerti maksudku menelaah lebih lanjut tentang kegelisahanku.

“Aku tidak mengenalnya, aku belum pernah bertemu dengannya, tapi dalam [Realitas] buatannya ia mencanangkan diri untuk menggagalkan permainanku dan [Moon], kurasa ia tertarik dengan [Realitas emas]yang kami perebutkan, kini ia memimpin [Remnant of the Copies]”

Xia menyadari apa akhirnya yang aku maksud dengan [Remnant of the Copies], dan Link malah tenggelam lebih dalam dengan kenyataan diluar sebuah [Realitas].

“Link! Xia! Ikuti langkahku!” hentakku tegas.

“Iya Master!”

Go ahead!

Aku melangkahkan kaki hitamku membawa mereka berputar dari pondokan menuju dermaga yang ada di danau.

Saat aku melangkah aku merasakan mereka, ketakutan yang berkecamuk di pikiran Xia yang tidak pernah melihatku seperti ini entah bersemangat atau marah? Dan Link yang ikut bersemangat dia merasakan akan diberikan tugas yang sangat menantang.

Akhirnya aku berada di ujung dermaga danau, kuulurkan tangan kiriku membuka telapaknya. Tongkat Jaring terbentuk.

“Darah [pencipta]” dengan menggunakan ujung kail yang tajam, aku menggoreskan telunjukku. Sebuah lingkaran hitam terbentuk di ujung tanganku. Darah yang keluar jika aku memakai avatar yang seperti ini.

Setetes darah itu cukup untuk menjadikan sesuatu, entah itu narasi, eksposisi, setting ataupun karakter memiliki kekuatan seperti pencipta. Setetes darah yang kutuangkan pada Setting Danau itu menjadikan danau itu seperti sebuah layar. Dua puluh empat Hexagonal terbentuk dan tersebar di berbagai permukaan danau.

“Link, Xia, apa yang kau lihat?”

 “Semua [realitas] terpisah yang diciptakan oleh para petarung”

“Tetapi bukankah petarung hanya ada 16 master?”

Aku menghembuskan nafas panjang, akan sulit menjelaskannya.

“Delapan [realitas] sebelah yang berada di pinggiran sebelah kanan…” aku menunjuk kepada {realitas] yang kusokong “… adalah [realitas] para prajuritku, sebaliknya yang dipinggiran kiri adalah Realitas yang disokong oleh [Moon]”

“Maka yang ditengah itu adalah yang disokong oleh [Pencipta] misterius tersebut itu!” Link segera menyimpulkan penjelasanku setelah melihat beberapa prajurit terbuang dari kubuku yang muncul di berbagai [realitas] yang ada di tengah itu.

“Aku memiliki misi untuk kalian, aku tidak yakin apakah [Moon] akan menghiraukan keberadaan [pencipta] misterius ini, tapi aku ingin kalian masuk ke salah satu [realitas] itu, dengan begitu [realitas] baru tercipta, dan carilah sebisa mungkin siapa dibalik pergerakan [Remnant of the Copies] ini, membunuh 1 atau 2 petarung tidaklah merupakan masalah, saat pencipta itu menggunakan kekuatanya mempertahankan mereka, aku akan melacaknya!”

“Siap master!” Xia berlutut mendengarkan perintahku yang baginya merupakan Firman sang maha Kuasa.

“Sip, bertarung lagi!” Link menggeretakkann jarinya tidak sabar dengan petualangan di depan mata.

“Ah, haruskah aku melakukannya?” Jaka memasang tampang memelas agar tidak melakukan misi ini.

“Eh…. EEHHHHHH!”

Whoaaaaaaaa”

“Waaaaaaa”

Xia dan Link kaget melihat ada orang keempat yang muncul tiba-tiba, Jaka kaget mengapa ia bisa berada di sebuah dermaga danau kecil dan ia langsung diberikan misi oleh orang-orangan gambar itu.

“Mengapa dia di sini?”

“Apa yang ia lakukan di sini, Master?”

 Xia dan Link bertanya serentak setelah melihat Jaka.

“MENGAPA AKU ADA DI SINI!” teriakan bingung Jaka lebih kencang daripada pertanyaan Xia dan Link.

“Dia sama seperti kalian karakter yang aku ciptakan untuk sedikit bermain dengan Salinan [Realitas emas]. Para [Remnant of the Copies] itu menyerang dalam berpasangan, dan jika kalian menghentikan hanya satu pasang, itu berarti kalian tidak terlalu merusak kesinambungan mereka. untuk itu aku menggunakan petarung ketiga.”

Secara tiba-tiba sebuah informasi yang paling diperlukan Jaka mengisi benaknya dan juga benak Doppelgruh yang berdiam di dalam hatinya.

“Jaka…” Aku memanggil pemuda itu dengan lembut, secara efektif aku segera merasakan kecemburuan Xia mendengarkan panggilanku. Aku memanggilnya seperti itu karena kasihan, aku tahu otak bodohnya tidak mungkin bisa menangkap ataupun mengerti informasi yang baru saja berkelebat di pikirannya, “… Doppelgruh di dalam dirimu lebih bijaksana, dan dia bisa menjawab semuanya, kau tidak perlu bertanya  langsung kepadaku lagi”

“Kalian bertiga!” aku mengacungkan tongkat jalaku kepada mereka, benang pancing itu mengulur panjang dan melingkari mereka. “Selamat Jalan!”

Sekali ayunan, kubanting mereka kedalam kolam danau. Mereka bertiga jatuh ke dalam hexagonal yang dibintangi oleh sepasang petarung aneh dari [Remnant of the Copies], Petani dan juga pelipat kertas.

*****

[yang didengar lisan oleh karakter] = yang disebut oleh Blackz

[Moon] = Tsuki.

[Realitas] = Cerita.

[Pencipta] = penulis.

[Remnant of the Copies] = Kubu pemberontak.

Read previous post:  
Read next post: