[Round 2] Albiero Keith - Only Ero Can Save The World

IRRS Chekov, markas utama dari para klan Heroes yang di pimpin oleh pemuda misterius berfetish loli pettan bernama Tsuki, hari ini pun terlihat terbang dengan kecepatan santai di angkasa yang luas.

Namun ada yang berbeda dari biasanya.

Kapal berteknologi canggih dengan desain mirip Fraxinus tersebut kali ini tidak melayang diam di ruang antar dimensi, tapi berada di langit biru yang luas di planet yang kita kenal dengan baik sejak kita lahir hingga sekarang, yaitu planeptu— err, maksudku planet Bumi.

Di dalam kapal yang hanya berisi pegawai dan pelayan suram dengan baju bernomor punggung walau sebenarnya mereka bukan pemain bola itu tetap terlihat tenang dan damai seperti biasa. Tanpa ada keributan atau semacamnya, benar-benar pemandangan yang menentramkan hati, dan sebenarnya tidak cocok dengan situasi mereka saat ini yang sedang dalam keadaan perang.

Perang.

Benar sekali, alasan dari keberadaan kapal ini, dan juga orang-orang di dalamnya termasuk para Heroes adalah karena perang. Peperangan yang terjadi antara pemuda berfetish loli bernama Tsuki melawan makhluk hitam bulat unyuw yang disebut Blackz. Sungguh nama yang sangat generic, saking generiknya bahkan mungkin sudah tidak ada serial televisi dengan tokoh yang bernama seperti itu.

Alasan kenapa perang ini terjadi juga sebenarnya sangat mainstream, yaitu karena memperebutkan sebuah dunia yang disebut dengan Golden Realms atau apalah itu. Padahal kupikir mereka bisa mencari sebab yang lebih keren, tapi yah siapalah saya ini kritik kritik, yang penting ikut saja apa kata panitia.

 

“Sial! Bagaimana ini??”

 

Suara teriakan penuh amarah memecahkan konsentrasi narrator yang sedang menjelaskan garis besar dari cerita yang sedang berlangsung. Suara teriakan tersebut berasal dari ruang kendali kapal. Apakah yang sedang terjadi, mari kita periksa bersama-sama.

 

“Tenanglah sedikit! Bertingkah panik pun tidak ada gunanya dalam situasi seperti ini!” Clive, sang gadis kecil bertopi bundar, dan kalau tidak bundar bukan topi Clive (wait! Apa ini?!) berusaha menenangkan rekannya, Deus.

“Tenang katamu?? Bagaimana aku bisa tenang dalam keadaan seperti ini?!” Deus, sang pemuda berkulit hitam dengan model rambut hitam putih ala dokter Black Jack, kembali menyahut dengan kesal.

“Pria bernama Blackz itu, dia benar-benar licik!”

Mendengar keluhan dan protes dari Deus yang tidak ada habisnya, Clive menghela nafas lelah.

“Kita tidak bisa menyebutnya licik, bagaimanapun ini sudah kesepakatan di antara papa dan pria bernama Blackz itu, jadi kita tidak bisa menolak keputusannya.” Jelas Clive dengan nada tenang.

“Tapi tetap saja, lokasi pertarung kali ini sangat merugikan pihak kita!” Deus kembali protes.

“Skeptikal World memang kelihatannya merugikan bagi pihak kita yang mayoritasnya berkekuatan supernatural, tapi di sisi lain, hal itu juga memiliki keuntungan bagi kita.”

“Keuntungan? Keuntungan apa?”

“Harusnya kau sudah menyadarinya, selain pihak kita, pihak Heretic juga mayoritasnya berkekuatan supernatural, yang intinya kekuatan mereka juga berkurang dalam pertarungan, membuat kedua pihak menjadi imbang.”

“Tapi kan tetap saja…”

“Deus!”

Clive yang tiba-tiba menyahut lantang membuat Deus tersentak sesaat.

“Ke-kenapa?” Tanya Deus yang terkejut.

“Apa kau segitu tidak percayanya pada kemampuan dari para petarung kita?”

Pertanyaan Clive tersebut membuat Deus terperangah. Kedua mata dan mulutnya menganga lebar. Ucapan Clive barusan sepertinya berhasil mengetuk hati Deus, mengingatkannya pada sesuatu yang dia lupakan sejak tadi.

Kepercayaan!

Benar sekali, ini bukan masalah lemah atau kuatnya dirimu, tapi tentang kepercayaanmu pada rekan-rekanmu dalam pertarungan. Karena sekuat apapun musuh yang dihadapi, selama kita bersama dan saling percaya satu sama lain, tidak ada yang tidak mungkin untuk dilakukan.

Menyadari hal itu, Deus tersenyum lebar. Kedua matanya berbinar-binar seraya menatap lurus pada Clive.

“Kau benar sekali Clive, hampir saja aku melupakan hal yang sangat penting dalam hidup ini,” Ucapnya seraya tersenyum penuh keyakinan.

“Tidak masalah, sebagai rekan sudah semestinya untuk saling mengingatkan,” Balas Clive dengan senyum lebar dan mata yang juga berbinar-binar.

“Clive…”

“Deus…”

Keduanya saling mengulurkan tangan perlahan, dan ketika kedua tangan tersebut sudah hampir menyatu, tiba-tiba—

“Apakah kalian membutuhkan bantuan?”

Sebuah suara misterius mengalihkan perhatian Clive dan Deus. Keduanya berpaling menuju sumber suara, dan menemukan sumber suara yang ternyata berasal dari tengah ruang kendali yang luas.

“Si-siapa kalian?” Untuk kesekian kalinya pertanyaan klise itulah yang pertama kali keluar dari mulut Deus.

Keduanya terperangah tidak percaya. Karena yang melontarkan pertanyaan barusan adalah seorang, atau lebih tepatnya sekelompok orang misterius berjubah hitam dengan wajah yang tertutup oleh tudung jubah.

“Bagaimana kalian bisa masuk?!” Kali ini giliran Clive yang melontarkan pertanyaan.

“Kalau kalian ingin tahu siapa kami?” Orang misterius berjubah yang berdiri paling kiri tiba-tiba angkat suara.

“Hanya satu jawabannya,” Kali ini orang berjubah yang berdiri di sampingnya yang bicara.

“Kami datang untuk membela cinta dan perdamaian!” Dilanjutkan oleh orang berjubah di sebelahnya lagi.

“Dan membasmi kejahatan dari muka bumi ini!” Orang di sampingnya kembali melanjutkan.

“Kami adalah…”

 

“PASUKAN PELINDUNG BUMI! BAKARANGER!!”

 

Kelompok berjubah misterius tersebut menyahut kompak seraya memasang pose norak, dan secara ajaib, semua benda yang saat itu berada di belakang mereka langsung meledak seperti kembang api warna warni.

“GYAAAAAH!! KEBAKARAAAAAAAN!!”

Clive yang panik langsung meraih tabung pemadam yang terletak tidak jauh dari tempatnya dan berusaha mati-matian untuk memadamkan api yang mulai menjalar di ruang kendali.

Di sisi lain, Deus masih tetap berdiri dengan posisi siaga. Keringat mulai membasahi wajahnya yang terlihat serius sekaligus waspada.

“Sebenarnya apa tujuan kalian?” Tanya Deus sekali lagi.

“Sudah kami katakan, kami datang untuk membantu kalian!” Jawab orang berjubah yang berdiri di tengah.

“Kalau begitu bantu aku!!” Teriak Clive yang masih berusaha memadamkan api. Sepertinya gadis itu lupa kalau dia punya kekuatan untuk melenyapkan semua api itu dalam sekejap.

Tanpa memperdulikan Clive yang kerepotan sendiri, kelompok orang berjubah tersebut kembali menghadap Deus sambil mempertahankan pose norak mereka.

“Jangan mengabaikanku!!” Protes Clive.

“Aku tidak percaya pada orang-orang aneh yang mencurigakan seperti kalian!”

“Jadi kau ingin menguji kemampuan kami?” Orang berjubah yang berdiri paling tengah itu melangkah maju beberapa langkah.

Deus semakin waspada, walau dia tahu kalau dirinya memiliki kemampuan super, tapi entah kenapa dia merasa kalau dirinya tidak bisa meremehkan orang-orang yang berdiri di hadapannya saat ini.

Melawan mereka sekaligus jelas bukan pilihan yang tepat, satu-satunya cara adalah memisahkan mereka dan menghabisinya satu-persatu, namun bagaimana caranya?

Deus berpikir keras, dan dengan waspada dia mulai menghitung jumlah musuhnya. Ada satu…dua…tiga….lima….enam… Ada enam orang yang saat ini berdiri di hadapannya.

Tunggu, enam orang?

Deus mengernyitkan dahi. Setelah mengusap matanya beberapa kali, dia kembali menghitung jumlah lawannya. Dan tetap saja jumlah mereka ada enam orang.

“Kenapa ada enam orang?!” Sahutnya dengan raut wajah yang tidak percaya.

Tanpa bicara lagi, Deus langsung berbalik menghadap panel kendali kapal dan menekan salah satu tombol yang ada di sana.

Dengan di iringi suara Beeep pelan, tiba-tiba lantai tempat kelompok berjubah misterius tersebut berpijak seketika lenyap, dan keenam orang itu pun langsung jatuh tanpa sempat melakukan apa-apa.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..!!!”

Suara teriakan keenam orang tersebut semakin lama semakin samar, hingga akhirnya tidak terdengar lagi.

“Fuuuuh, hampir saja!” Ucap Deus lega seraya mengusap dahinya dengan punggung tangan.

“Guoblooook!! Kenapa kau menjatuhkan mereka?!” Protes Clive yang terkejut dengan perbuatan rekannya tersebut.

“Soalnya ada enam orang!! Biasanya kan Ranger itu ada lima orang, tapi mereka ada enam orang!!”

“Tapi kan biasanya di tengah serial selalu ada ranger tambahan!! Kau ini tidak pernah nonton sampai tamat ya?!”

“Uuuugh…Tapi kan…!!”

“Padahal kita bisa memanfaatkan mereka, tapi kenapa malah kau jatuhkan?!”

“Uuuughh…!!”

Deus semakin panik, dia sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi, dan di tengah kepanikannya tersebut, tiba-tiba pria berambut hitam putih tersebut berlari dan melompat ke dalam lubang tempat kelompok jubah misterius tadi jatuh.

“DI SANAAAAAAAA…!!!” Teriak Deus seraya terjun bebas dari ketinggian seratus ribu kaki.

“DEEEUUUUUUSSSS….!!!” Sahut Clive yang terkejut setengah mati melihat rekannya melompat keluar dari kapal.

 

***

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post

Setting tahun berapa nih

100

+3 soalnya
.
1. Adegannya panjang namun ga bosenin.
2. Parodi ero kocak libido beam magma :v
3. Power rangernya ke mana tuh? :v

80

Duh, saya perasaan pernah liat pas adegan jatuh bareng-bareng terus bikin cincin itu, cuma lupa itu parodi dari mana
.
Btw... ini Albiero beneran live up to his name jadi full eros ya di sini. Saya kira bakal mainan variasi apa lagi dari Barrier/Breaker-nya, tapi ternyata malah fokus ke ero sejak Dimas Pamungkas muncul..
.
Apa telanjang itu bisa dibilang Form baru?
.
Kelihatannya adegan Albi - Rexanne pasti dapet banyak kecaman ya. Saya termasuk yang biasa aja sih karena tau ceritamu emang full throttle parodi dari awal, jadi itu disengaja. Cuma ini pasti double-edged sword - tergantung orang bisa nikmatin atau malah jadi jengah karenanya.
.
Dan salut beginian bisa sampe 10k
.
+3

Duh, saya perasaan pernah liat pas adegan jatuh bareng-bareng terus bikin cincin itu, cuma lupa itu parodi dari mana
.

Ini dari film IRON MAN 3, kalau ndak salah.
Waktu pesawatnya presiden dibajak

2550

Albi harus melawan tuas =A=
.
okey, jadi menurutmu sihir itu apa??
bdsrkan ksimpulan yg sudah saya telaah slma mplajari sihir hitam #cielah sihir jg mbutuhkan energi batin n spiritual, sperti perasaan, emosi, pikiran, jg kekuatan jiwa
olh krn itu gk smbrgn org yg bisa menggunakan sihir klo gk bisa menguasai dirinya, tpi ya itu pendapat pribadi saya sih
terus sihir yg menurut author Albi tu seperti apa??? kalau kekuatan imajinasi mendadak jadi kenyataan tanpa usaha sma skali bukan sihir???
.
sy suka akhirnya yg albi nylmatin Rexie wkwk
.
sy benci eronya, berasa ada di warung remang2 pinggir jalan, sma skali gk elit (?)
.
tapi sy suka konsep yg tlnjg = kekuatan jiwa, sy jg pk konsep itu di ronde 1 tapi scr implisit (?) wkwk #duesh #abaikan
.
tpi suka konsepnya itu doang, slebihnya menjijikkan....
.
tipo dimana2
.
maka dari itu tidak bisa lebih dr +2
.
maapkan sy pak guruuu >.<
.
oia sy jg suka yg pas jatoh brg2 itu.. itu beri hitam! >,<

Hiks, maap aku jadi ngerasa bhw pertarungan ini jadi hambar krn tlalu bnyk unsur joke di dalamnya. Ero power pun kalo diniatin jadi sumber kekuatan utk canon Albiero, kurasa akan jd senjata makan tuan krn konsep ero yg dipaksain utk jd pembangun karakter yg mau dikembangin dgn serius utk battle, kurasa bakal ngerusak plot keseluruhan. +2

80

buteeet~ makin Ero aja iky~ wkwkwk
Albi menyelamatkan Hilya? wiw~ berkesinambungan kita , ,
(≧◡≦)

titip +3
gegara referensinya ketahuan alias parodi mepet
(>ʃƪ<) (>ʃƪ<) but nays setori!

80

wakakkakakak
P1 tetep bikin ngakak.
Ada IRON MAN.
Kamu kira ini THE AVENGERS ? =A=
.
DP STRIKE AGAIN!
.
Wahai para lelaki di dunia, pinjamkan libido kalian padaku. << NGAKAK
.
Typo :
Planeptu (p1)
Aka, khusu (p2)
Berbarah, pakaina (p3)
cahay, it uterus [ini jorok wwww], bermabut, idak (p7)
putrid (p8)
.
Duh,
+3

edited

70

What the....
O.o