[Round 2] Akero Kaoze - The Damned Heroes

(+)

Skybridge, Petronas Tower.

“Albiero, sudah jelas bahwa pertarungan ini hanya akan membuat hidupmu sia-sia. Seperti yang kubilang tadi, menyerahlah sebelum aku membunuhmu.” ujar Rexanne sambil menopang senapan laras panjang di bahunya.

Albiero Immanuel Keith, sang Absolut Defender beringsut mundur dari tempatnya berbaring, tubuhnya penuh dengan luka, dibanjiri darah yang mengucur dari pelipisnya, Albiero berusaha dengan keras agar kesadarannya tidak hilang, tebasan pedang hitam Rexanne sebelumnya hampir saja membuat kepalanya hilang sebagian.

“Bodoh! Mana mungkin aku menyerah pada wanita tua dan menyedihkan sepertimu!” Albiero meludahkan darah dari mulutnya. “Aku masih bisa bertarung tahu!”

Rexanne menyeringai, ia mulai berlutut dan membersihkan scope snipernya, ”Kau tahu, jarak antara kita kurang lebih tujuh meter, dan dalam jarak sedekat ini AS50 ku bisa menghancurkan kepalamu dalam sekali tembakan.” Rexanne mulai mengarahkan moncong senapannya pada kepala Albiero.

“Si.. si.. sial!” Albiero sadar, setelah semua usahanya mengalahkan Rexanne tidak berhasil, mungkin kemungkinannya menang dari pertarungan ini sangat kecil.

"Absolut barrier..." dengan kekuatan yang tersisa, Albiero mencoba membuat perisai untuk mengantisipasi serangan Rexanne.

Rexanne membidik dengan mantap, ia menahan nafasnya untuk meningkatkan akurasi tembakkannya. Diliputi aura membunuh yang pekat, Rexanne menarik pelatuk senapannya tanpa ragu.

Bersamaan dengan letusan senapan Rexanne yang nyaring, sesosok manusia jatuh dengan kecepatan luar biasa, menembus atap kaca di antara Albiero dan Rexanne. Dan sesaat sebelum sosok itu menghantam lantai di bawahnya, peluru Rexanne secara kebetulan bersarang di salah satu bagian tubuhnya. memuncratkan darah segar ke sekeliling jembatan yang dipenuhi oleh kaca transparan.

Sosok manusia itu tidak bergerak, cairan berwarna merah pekat mulai mengisi retakan-retakan lantai akibat hempasan tubuhnya.

Albiero dan Rexanne terpaku menyaksikan kejadian yang cepat tersebut, Rexanne bangkit dari posisi berlututnya kemudian beranjak mendekati sosok manusia yang malang tersebut.

Rexanne membalik tubuh yang terbaring di hadapannya, Ia melihat sesosok pria dengan pelipisnya yang  robek terbuka, mengeluarkan darah yang tidak sedikit. Meskipun setengah kepalanya terbelah dan tubuhnya penuh dengan luka yang mengerikan, namun Rexanne masih bisa mengenalinya karena pria tersebut berasal dari faksi yang sama dengannya, heretic.

"Haruo..." Rexanne bergidik.

Tidak lama kemudian, sebuah kilatan cahaya menyilaukan mengisi pandangan kedua rival tersebut, dan samar-samar, mereka mendengar suara gemuruh yang menggelegar, suara yang bercampur antara patahan logam, pecahan kaca, dan suara-suara lain yang tidak terdeskripsikan.

Kedua rival itu saling bertatapan dengan kecemasan yang begitu terlihat. Secara bersamaan dan perlahan, mereka berdua mengalihkan pandangannya ke atas, menelusur langit malam yang seharusnya ada disana.

Tepat di atas jembatan ini, mereka berdua melihat sebuah benda raksasa jatuh bebas dengan anggun, membelah udara dengan suaranya yang menderu keras. Albiero mencoba menangkap wujud benda tersebut dengan memicingkan matanya, hingga akhirnya ia melihat kilatan cahaya memantul dari sebuah tiang raksasa pada benda yang meluncur tersebut.

"Hei, hei.. itu kan..."

"Menara Petronas..." timpal Rexanne lemah.

Dan mereka berdua terlambat menyadari bencana yang menghampiri mereka, karena sesaat setelah itu, patahan menara dengan ukuran yang luar biasa besar merangsek jembatan tempat mereka berpijak. Menghantam dan melebur semua benda yang dipertemukan secara paksa, Diiringi oleh suara gemuruh yang mengerikan, bongkahan bangunan itu berhasil meluluh lantakkan jembatan yang didominasi oleh kaca dan beton tersebut.

Memutus paksa sang skycraper dengan cara yang kejam.

Seakan belum puas dengan kehancuran yang telah dihasilkannya, patahan menara tersebut kembali meluncur dengan bebas, membawa pasukan baru berupa patahan skyscraper, bersiap meratakan apapun yang ada dibawahnya,

Patahan menara itu meninggalkan sang menara kembar,

 yang kini tak lagi kembar..,

(+)

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
90

bagus

80

Saya suka format maju-mundur pake [+]/[-] dan keterangan lokasi tempat di awal. Beneran salut bikin template kayak gini - mungkin karena saya pemerhati beginian
.
Sempet kurang sreg di page 3 karena berantemnya beneran langsung tanpa ba-bi-bu dan exchanging dialogue sama sekali....meski deskripsi yang jalan selama pertarungannya harus dikasih jempol
.
CMIIW, setau saya yang baku itu mengubah, bukan merubah. Tapi ini masalah teknis doang sih buat saya - toh bukan typo yang ngeganggu cerita juga
.
Ahaha, bener juga.. Dari awal Akero itu emang berasa anomali, ternyata udah disiapin buat jadi semacem antihero toh? Nice.. Jadi penasaran gimana kalau Akero lanjut terus
.
Makin ke balakang sejujurnya saya malah jadi sedikit bosan disuguhi full-blown deskripsi tanpa bumbu dialog sama sekali. Meski saya baca...tapi harus saya akui kurang ringan buat saya lahap langsung, hahaha (ini sih mungkin faktor sayanya, jadi subjektif)
.
+3

thx uda baca sam, well sebenernya gw paling gak bisa kalo bikin dialog, kaya di cerita ini, perbincangan antara Tsuki dan Akero makan waktu lebih dari 3 hari buat selesain. semntara yang lain beresnya cepet bgt. itu alesan knapa dalam cerita gw gak suka banyak dialog, emang mesti banyak latian lagi sih . huhu..
-
yep, antihero. :D
-
salah satu target waktu gw bikin cerita ini sbenernya bikin 3 orang ngasi +4 ama cerita gw. dan salah satunya elo. tck, ternyata gw gagal :(

Saya tadinya juga mau ngasih nilai +4, tapi ada dua minus yang ngehalangin saya buat ga ngasih. Pertama, saya sebenernya tipe penikmat cerita ringan, jadi kurang enjoy ketika disuguhin sesuatu yang tanpa dialog - karena kurang dinamis buat saya. Dan kedua - mungkin sama kayak Ann - ada yang berasa kurang dari revelation Akero-Tsuki. Berasa kurang nendang, kayak '..eh? terus?', gitu
.
Tapi overall ini tetep kemajuan dan lebih bagus dari ronde sebelumnya buat saya

*numpang komennya kak Sam, gara2 dikutuk gak bisa komen*
misi ya kakk... m(_ _)m
.
wueheee... Akero saya mule menyukaimu, kemana gagakmu eh ???
sayang ya sekubu, Akero jdi slah satu yg pengen bgt saya lawan XD #duesh
.
battle nya.. saya ini plg suka dgn interaksi antar OC, dan sy gak nemu apa2 slain bak-bik-buk-jegerr!
.
saya juga suka alur maju mundur ini, lumayan nda bikin bosen >.< #plakk
.
saya juga suka gaya bahasanya hohoo, juga suka gorenya ~ <3
.
teruss... saya nyaris kasi +4 kalo ada sesuatu yg bisa jadi kejutan antara Tsuki - Akero.. tapi sy blm nemuin sesuatu yg istimewa..
.
uhk, +3 duluu ><

hell oo ann,
-
err.. gagaknya itu, ke.. ke.., , eh liat ada UFO!!!
-
sengaja bakbikbuk gitu biar panitia suka #eh
-
well, same here ann, gw salah satu yang menyayangkan amelia gak masuk. dia salah satu karakter yg pengen bgt gw lawan.
-
oww syit, gw kira revelation akero bahwa dia heretic bisa ngasi kejutan. --'
-
terima kasih.

80

Penggunaan alur maju mundurnya kubilang cukup sukses membantu proses baca saya. #wedee
.
Karena, sejujurnya saya kurang menikmati adegan battlenya. Bagus sih, detail, tapi intonasinya kurang. Ga kerasa tinggi rendah tensi pertarungannya, jadi kerasa kayak baca kalimat tanpa titik dan koma. Ketegangan saat kedua petarung maju, saat2 terdesak, counter attack, ga begitu jelas perbedaannya.
.
Tapi seperti kubilang di atas, alur maju mundurnya cukup menyelamatkan. Saya suka cerita pas ngobrol sama Tsukinya, tentang Heretic yang diangkat jadi Hero. >.<
.
Btw, page yang paling depan, kurang efektif sih menurutku. Apa ya istilahnya... Naruh scene akhir di awal cerita itu biasanya kan untuk merangsang rasa penasaran pembaca. Cuman yang ditaruh di page satu itu adalah sesuatu yang bisa dibilang ga usa dipasang juga pembaca hususnya pembaca BoR uda tahu, kayak :
- Haruo yang mati
- Menara petronas roboh
- Menaranya nimpa jembatan
Mungkin harusnya bisa diakali kayak di scene itu justru yang dilihatin sekarat si Akero, yang nanti di revelationnya ternyata Akero membalikkan keadaan di saat terakhir.
.
Ngomong-ngomong, apa maksudnya ini pertarungan terakhir Akero???
.
+3

hell oo samael
-
intonasi yah, bisa dijelasin lebi detil gak apa penyebabnya? apa pace cerita ini kecepetan sampe bikin impresi kaya gitu?
-
ok, noted. tadinya emang buat narik perhatian pembaca sih. hehe
-
kemungkinan besar ya, makanya gw buka konflik gini disini buat prepare cerita selanjutnya.
-
thx samael.

90

Mengeluarkan darah kental yang muncul malu-malu >> duh bahasanya.
.
merupa = berupa?
.
Overall, saya suka ceritanya.
Matinya Haruo sadis ya. I love scatter brain *v*)b (+)
Tapi.... kenapa ngga lebih bakbikbuk. Kuraaang DX (-)
.
Akero pinter, bisa nahan dan nyimpan magisnya. (+)
.
Satu lagi, saya suka alur Maju-Mundurnya. Dan ngga bikin saya pusing atau terganggu, padahal alurnya campur. (++)
.
Love it.
Akero, sini masuk Heretic
.
+4

hell oo dee..
-
yay! bisa ngasi hiburan utk sesama penikmat cerita sadis itu sesuatu bgt dah :D
-
tengs, gw kwatir padahal bisa bikin bingung pembaca.
-
makasi uda baca bro