Sehangat yang Lalu

Apapun yang kau lihat

Jika itu aku, tolong jawab pertanyaanku

Langit tak lagi mendung, kita berkeringat di bawah matahari

Ingatkah hari itu?

Kau berteriak saat air laut membasahi

Bau yang sama tidak lagi kuingat

Jangan kecilkan suaramu, meski kau tak ada, bisakah aku memanggil?

 

Jalan bukan satu-satunya untuk sampai

Aku mempunyai hatiku jadi untuk apa aku tertidur?

Kau menghilang lagi walau langit kembali mendung

Hujan tak datang, tapi aku menangis

Bukan langit yang menentu, tapi kau

Haruskan kita kembali?

 

Aku menanyakan banyak hal, aku tak mengerti pada dunia

Langkahku tak mengawali sendunya senja

Aku membenci laut meski kau memanduku
Jika hari itu terulang, kugenggam tanganmu
 
Sekali lagi aku memandang, hatiku sama seperti yang lalu
Pasir putih tak sehangat dulu
Matahari tertutup awan putih, tak ada biru yang berarti
Hei, bolehkan aku mengatakan itu?
Maaf aku tak bisa berhenti
 
Jalan bukan satu-satunya untuk sampai
Aku kembali bersuara
Hujan tak datang, tapi aku menangis
Bukan lagi diriku yang lalu
Aku menanti hari ke depan
 
 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer sekar
sekar at Sehangat yang Lalu (7 years 33 weeks ago)
80

sedih ya dibacanya hihi :')

Writer Maghian
Maghian at Sehangat yang Lalu (7 years 33 weeks ago)

haha :)

Writer larass
larass at Sehangat yang Lalu (7 years 33 weeks ago)
70

Kalau hanya di post bait2 terakhir, 4 dan 5...saya kira sudah mewakili semua bait yang lain. :)

Writer Maghian
Maghian at Sehangat yang Lalu (7 years 33 weeks ago)

wah begitu ya :)

Writer arien arda
arien arda at Sehangat yang Lalu (7 years 33 weeks ago)
70

nice.you will find the answer...

Writer Maghian
Maghian at Sehangat yang Lalu (7 years 33 weeks ago)

yeah thanks :)