I: The Village Lore

Jauh, jauh di balik gunung, di tengah hutan, di tempat yang tersembunyi oleh cericip burung dan kicauan takhayul, terdapat peri-peri yang bersembunyi di balik kelopak dahlia.

Seperti kupu-kupu, mereka hinggap dari satu bunga ke yang lain, mengintip ke dalam celah di antara batu-batu besar nan tinggi yang membentengi suatu desa. Kau bisa mencium wangi basah dedaunan, aroma bunga-bunga yang dibakar, bahkan halusnya desir rerumputan hijau di jalan setapaknya yang dibuai oleh angin. Kau bisa melihat, rumah-rumah di sana rendah, terbuat dari kayu atau bahkan anyam-anyaman tumbuhan. Dan di dalam, banyak sekali, bisa kau cium, perdu buah beri, anggur, bunga-bunga lili putih, wisteria kemerahan.

Sulit untuk melupakan bagaimana cantiknya kelopak-kelopak bunga itu ketika beterbangan searah angin, hinggap di atas hamparan kulit hewan yang dijemur di antara pepohonan akasia, di atap rumah, di sela sayap-sayap kuda keemasan yang diikat bersama anjing hitam berbulu kaku. Kadang-kadang di atas baskom berisi anggur yang baru saja diinjak-injak, atau atas telaganya yang sebening dan sejernih mata seorang bayi.

Buah-buah ceri hutan mengapung di telaga itu, dipunguti oleh anak-anak berambut perak yang bercengkrama dengan para orang tua mereka, yang, sering kali, terlihat sibuk memejamkan mata seraya menggenggam dedaunan. Dari bentuknya, juga dari serat-serat awan yang berkejaran di atasnya, kau tahu, orang-orang tua ini tengah mengira-ngira kapan akan hujan dan kapan akan terang.

Ini bukanlah desa milik manusia. Pada zaman dahulu kala, konon, seorang penyihir bangsawan jatuh cinta pada veela. Ia ingin menjinakkan kekasihnya yang cantik namun liar; memantrainya, memberinya mantra dan jampi-jampi, lalu mengawininya. Keturunan mereka adalah empat anak separuh manusia, tiga perempuan, satu laki-laki, yang ditolak oleh masyarakat karena terlalu elok dan berbahaya. Mereka menghendaki agar anak dan istri penyihir ini dibunuh, namun si penyihir menolak. Tengah malam, ia mengajak keluarganya kabur, jauh ke dalam hutan, dimana si penyihir menggunakan seluruh kekuatannya untuk bersembunyi.

Pada tanah ia memohonkan batu-batu sebagai benteng, pada kayu ia mengemis perlindungan dari pepohonan yang bisa bergerak. Ia meminta angin untuk menipu pendengaran siapapun yang hendak mendekat, mengizinkan raja peri meminum seteguk darahnya untuk nyanyian penyesat.

Semua itu dilakukannya, sebab ia mencintai keluarganya.

Sayang.

Permintaan-permintaan itu membuatnya menjadi lemah. Si penyihir kehilangan sebagian besar kekuatannya. Ia bahkan tidak bisa lagi memperbaharui jampi yang diberikannya pada veela istrinya, sehingga pada suatu malam sunyi, makhluk itu pun tersadar. Meraung, menangis darah, kulit veela itu berubah menjadi sisik dan dari tangan yang semula berjemari lentik tumbuh sepasang sayap bercakar. Si penyihir, suami yang yang malang, berusaha menyelamatkan diri, namun istrinya lebih kuat. Leher penyihir itu dicekik, jantungnya dicabut. Veela yang marah itu kemudian memanggil angin, mencakari wajahnya sendiri, rambutnya yang indah rontok satu demi satu. Dan akhirnya, ia pun terkulai lemas, turut mati di atas jasad si penyihir suaminya.

Di dekat mereka ada pohon ceri tua yang telah bertahun-tahun tidak berbuah. Pohon itu menghisap darah yang tumpah, daunnya bergesekan, sesaat, dan beberapa bulan kemudian, dari ranting-rantingnya bermunculan bunga-bunga kemerahan beraroma harum. Empat anak separuh-veela yang ditinggalkan orang tua mereka melanjutkan hidup, kawin. Dari empat menjadi dua belas, dua belas menjadi empat puluh, dan begitulah cerita bagaimana desa ini terjadi.

Sekarang kau pun tahu, bahwa tempat ini dibangun karena cinta, dialasi dengan darah. Hutan perawan membentang mengelilinginya, kesakralan alam melindunginya. Kau akan sulit menemukan tempat yang airnya lebih jernih dan buah cerinya lebih manis, namun ada rasa getir yang terjadi di ulu hati jika kau memakannya pelan-pelan. Buah dari pohon ceri raksasa yang kembali berbuah karena telah meminum darah.

Ini cerita yang didengar dari salah satu anak keturunan si penyihir dan si veela. Cerita ini didengarnya dari mendiang ayahnya, entah mendiang ibunya, dan menjadikan pohon ceri itu sebagai bukan tumbuhan, melainkan makhluk yang lebih sakral.

Begini kisahnya;

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer alcyon
alcyon at I: The Village Lore (9 years 2 weeks ago)
100

deskripsinya bagus...

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at I: The Village Lore (9 years 2 weeks ago)
80

narasinya bagus. sbg awal ini cukup memikat. soal "inses" itu, jadi inget anak2 nabi adam bisa berkembang biak sampai banyak seperti sekarang itu kan awalnya inses juga ya *he. yah maksudnya, sbg awal dr suatu masyarakat hal itu bisa dimengerti lah. eh jadi inget juga. pernah ada berita di jawa timur apa ya ada satu desa yang penduduknya secara mental terbelakang, apa itu kalo ga salah bermula dari inses juga ya :-? cmiiw.

Writer Grande_Samael
Grande_Samael at I: The Village Lore (9 years 3 weeks ago)
80

Lorenya asyik nih! (y)
.
Tapi, tapi, cowoknya kan satu, ceweknya tiga... Incest + poligami??? #plak

Writer hamdan15
hamdan15 at I: The Village Lore (9 years 3 weeks ago)

yuri juga kk...

Writer sastrasempoa
sastrasempoa at I: The Village Lore (9 years 3 weeks ago)

^HEH =))

@Sam: Makasih x3 Heeh, mang poligami, asik kan :> *ASIKGIMANA* Terus ya nama kita mirip gitu #pentingbanged

Writer hamdan15
hamdan15 at I: The Village Lore (9 years 3 weeks ago)
80

pendeskripsian settingnya bagus.
.
ceritanya masih menebak2 ....
.
btw, penddk nya masih murni penyihir dan veela gitu jg?
soalnya, ...

Writer sastrasempoa
sastrasempoa at I: The Village Lore (9 years 3 weeks ago)

Soalnya...?

Iya, masih murni, keturunan campuran-sedarah gitu 8D/ Makasih udah baca btw :''|

Writer hqroccfx7
hqroccfx7 at I: The Village Lore (9 years 3 weeks ago)

軍をほうふつさせる投げバッグと多くの違いの詳細することとなる様々 なポケット パック スリングし異なるプラスチック ボトルの水のようなものを保持している周りされているシンプルなコンパートメント、ランチ ボックスの母または父の靴。軍事パターン スタイリッシュなされているし、日常の財務アプリケーションに最適です、これらのパック作業多くのハイキングや他の屋外の毎日プログラムに最適します。
コーチ バッグ
, コーチ 長財布
, coach メンズ

メヌード大きな価値の味を楽しんで、それにもかかわらずあなたの胃袋を持つテクスチャーは実際に悪いものにもお安い御用だとかとカリカリ simeltaneously はだった。フランク ・ ミュラーの腕時計は我々 のスタッフ メンバーとグラフィック デザイナー、フランク ・ ミュラーの信頼性で知られているようです。何、1990 年代半ばを通じて実際にしかし、ポリプロピレンと呼ばれるコンポーネントの実際の洪水を受信を開始しました。呼ばれるこれらのクラッチを見直す必要が pp クラッチはちょうどまさに原因多くの現代のヘビーデューティ チェーンで使用します。
coach 財布
, サッカースパイク アディゼロ
, 激安サッカースパイク

これは意味するいくつかの高級メーカー ブランド グループ全体についての過剰な量を知っている、チャンスさえすることができますここでは、私のビジネスはあなたを大量にスキップまたはだまさ買うことができます。少数の人々 より定期的に著名なデザイナーとインストーラーのブランドは何のウェブサイト参照ファッション全体を読んで最高を理解して現実的な項目を見つける方法を行います。確かに支払いたくない変換偽何かを必要はありません。
ミズノサッカースパイク
, サッカー用品専門店
この危険の木と他の環境のステージ。直接に変換取得する傾向が非常に紙製品が破棄されたとき絶対に家の効果はどの拡張独自の科学者が開発しているより良い選択として有害な内容が提供され、スローされる生分解性袋の利用にもかかわらず彼らは汚染された取得し、完全に排他的な非毒性の内容に変更します。時袋は安っぽい環境がご存知の事実それの声明を聞いたことがある?例えば、あなたが知っているプラスチック フォーラムいっぱいの埋め立て地とは減少され、1000 人の異なるレベルを必要とします。

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at I: The Village Lore (9 years 3 weeks ago)
90

kyaaa~! ini keren, keren, keren!!! suka deskripsinya, suka fantasiahnya, suka pohon cerinya! T^T
.
ditunggu kelanjutannya kak!!

Writer sastrasempoa
sastrasempoa at I: The Village Lore (9 years 3 weeks ago)

Waa makasih banyak ='')) Bukan genre forte saya sih. Oh, suka dark fantasy juga? Kapan-kapan collab yuk 8D/

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at I: The Village Lore (9 years 2 weeks ago)

genre forte apaan kak ?? :o
wuoohh, ayok 'w')/