Ghoost!! - Chapter 1

 

Chapter 1: Last Wish of Queen is Playing FPS Online.

 

Di sebuah game center.

Suasana di dalam game center itu sangat ramai. Berbagai jenis orang berkerumun pada satu tempat game tipe shooting. Mereka menonton pertandingan yang dilakukan oleh dua orang player  yang mengadu keahlian menembak zombie yang menyerang mereka.

Beep.

Game itu berbunyi tanda waktu telah habis. Skor akhir dari pertarungan dua orang itu diperlihatkan dan nilai perfect  diperoleh oleh seorang player  yang memakai topeng kucing. Lawannya setelah tahu dia kalah segera menunduk dan mengucapkan terimakasih kepada player itu. Player itu menjawab dengan senang bahwa dia juga suka dengan teknik menembak lawannya, setelah itu dia berbalik kearah penonton yang berada dibelakangnya sambil berteriak seperti pemenang gladiator.

Cewek bertopeng kucing itu memakai jas lab putih yang panjang dan dipadani dengan blouse hijau bercorak merah serta rok mini berwarna hijau juga. Dia memiliki rambut yang berwarna hijau pendek juga yang diatas kepalanya terdapat sebuah kacamata renang.

“Siapa lagi yang ingin mati--?” dia berteriak sambil tersenyum kepada kerumunan didepannya.

“Saya, saya, Queen.” “Tidak, saya saja.” “Saya yang maju.” “Aku juara nasional game online” “Aku saja.” “Tidak. Aku mohon, pilih aku jadi lawanmu, Queen.”

Sekumpulan laki-laki yang mengerumuninya memohon kepadanya, dan mencoba mencari-cari alasan agar dipilih sebagai lawan dari pemenang 114 game berturut-turut itu.

Cewek berambut hijau yang dipanggil Queen itu mengangguk-ngangguk dengan senang. Jika dilihat dari jauh, mereka seperti sekumpulan fans yang berkumpul meminta tandatangan idolnya.

Kringg-kringgg.

Bunyi ringtone berdering dari saku jas labnya yang besar. Cewek itu mengambilnya dan membaca sms yang diterimanya. Sedetik kemudian,

“Semuanya, maaf banget. Queen ada urusan yang penting. Lain kali kita main-main lagi yah?”

Cewek itu segera turun dari arena permainan itu dan segera keluar dari game center itu. Sedangkan kerumunan yang mengelilinginya terlihat kecewa dan segera membubarkan dirinya dengan sendirinya.

>.<

Di atas sebuah gedung dekat taman kota.

Ditengah gelapnya langit tanpa bintang dan bulan, kibaran jas putih Queen terlihat seperti pemandangan monokrom. Dia berdiri di ujung atap gedung itu, melihat kebawah, kearah taman kota itu.

Dibelakangnya terdapat seorang pria berkacamata berumur 21 tahun yang membawa tablet sambil berbicara kepadanya.

“Bagaimana situasinya?” Queen bertanya kepada pria itu.

“4 orang ghooster sedang berada di lokasi yang sama. Di taman kota itu. Satu orang ghooster telah mati ditembak. Satu orang lagi belum diketahui keberada—”

“Apakah penduduk sudah dievakuasi dan menghindar dari taman kota ini?”

“Sudah. Di perempatan jalan sudah dipasang tanda perbaikan jalan dan se—”

“Sejauh ini, berapa banyak korban jiwa penduduk kota?”

“Untuk saat ini, belum ada satupun korban. Oh maaf, ada satu, tapi dia berubah menjadi vampir dan mencoba membunuh seseorang. Akankah kita menolo—”

“Tentu saja. Selama aku adalah Queen, tidak akan kubiarkan satu orangpun manusia di kotaku ini mati akibat game  bodoh ini,” jawab Queen sambil tersenyum pasti.

“Tapi, persiapan udah siap, Queen. Kita bisa menghabisi keempat ghooster itu sekarang juga. Ini bisa mengacaukan rencana ki—”

“Aku tidak akan membiarkan satu nyawapun mati di kotaku. Mengerti?”

Setelah mengatakan itu, Queen terjun dari atap bangunan itu. Dia meluncur jatuh, namun sebelum dia mendarat di aspal, tubuhnya berubah menjadi kabut dan menghilang ditiup angin.

Yang tersisa hanyalah pria berkacamata yang mengeluh dan mengeluarkan FR F2 sniper rifle dari tasnya.

>< 

Di sebuah jalanan gelap.

Cowok itu lega setelah terlepas dari genggaman maut yang akan membunuhnya. Namun, semenit kemudian, dia tahu bahwa kematian mengejarnya lagi. Digelapnya malam, sepasang mata merah mengejarnya dan dia semakin ketakutan. Dia berlari dan berlari hingga tiba disebuah gang gelap yang buntu.

“Heh. Ketemu,” suara yang tidak asing itu menyapanya.

“Mia--, Mia--, kenapa kamu—”

Cewek yang mengejarnya kelihatannya tidak berniat untuk mengobrol dan bercanda lagi kepada cowok itu. Dia membuka mulutnya lebar-lebar, memperlihatkan gigi taring besarnya, dan melesat mengejar leher cowok itu.

“Berhenti,” Queen tiba tepat pada waktunya.

““Queen...?”” kedua orang itu serentak berkata seperti melihat raja.

“Berhenti disitu. Aku tidak mencoba untuk mencampuri urusan kalian. Namun, dengarkan aku. Kumohon.”

Kedua orang itu terperangah saat Queen menundukkan kepalanya kepada mereka, dan cewek itupun akhirnya menyerah.

“Queen, dia telah membunuhku. Apakah dia pantas untuk hidup?” tanya cewek itu lagi.

“Bukannya kamu masih hidup? Itu masih hidup,” balas cowok dibelakangnya dengan kasar.

“Aku mati, bodoh. Aku telah jadi vampir. Kamu lihat taring dan mata merahku. Itu tanda aku vampir tahu. Bodoh,” cewek itu tidak bisa menahan tangisannya lagi dan air mata berlelehan dari matanya.

“Ah, maaf,” cowok itu berkata tanpa mempedulikan perasaan cewek itu.

Plak.

Queen menampar pipi kanan pria itu dengan keras. Beberapa gigi cowok itu rontok dan terlempar dari mulutnya.

“Aaaaauh...”

“Apakah ini cukup?” tanyanya kepada cewek itu.

“Tapi,....”

“Aku akan mengubahmu menjadi manusia lagi. Aku janji. Setelah itu, kamu tinggalkan dia. Bagaimana?”

Cewek vampir itu mengangguk. Dia percaya dan yakin bahwa Queen bisa mengatasi masalah ini. Karena dia adalah ......

>.<

Setelah menyelesaikan masalah penduduk kotanya, Queen berjalan di kerumunan orang-orang di trotoar menuju ke gedung tempat dia semula berada. Sebenarnya, dia bisa saja berubah menjadi kabut lagi dan segera tiba di gedung itu. Namun, karena dia malas jadi dia menyerah dengan pilihan itu. Sehingga, disinilah dia berjalan bersama ribuan penduduk kotanya.

“Hei, kamu ghooster  juga ya?”

Seorang cowok berusia 17 tahun, berseragam sekolah, bertopeng kucing memanggilnya.

“Eh?” Queen berhenti berjalan dan cowok itu akhirnya berhasil mencapainya.

“Namaku Asset. Salam kenal. Ah, Asset itu bukan nama asliku. Tapi, Asset cukup keren, jadi aku memakai nama Asset aja. Namamu?” tanyanya dengan riang.

“Queen. Kamu ghooster ?” Queen melongo heran.

“Iya. Kamu mau kemana? Aku ikut yah? Aku nggak tahu mau kemana nih. Tempat bermalam saja aku tidak punya. Yah? Please?

Cowok yang memanggil dirinya Asset itu memohon kepadanya di tengah kerumunan orang ramai. Queen menjadi malu, dan segera menarik tangan Asset. Mereka berdua segera berjalan bersama di tengah malam itu.

>.<

“Queen, kemana saja? Persiapan sudah selesai. Situasi semakin gawat. Aku minta perintah untuk memusnahkan mereka semua,” suara pria berkacamata itu terdengar dari handphone di telinga Queen.

“Tidak. Aku akan segera tiba di lokasi. Aku akan bernegosiasi kepada mereka. Kamu jangan bertindak diluar perintahku. Mengerti?”

“---Mengerti.”

 

Setelah Queen mendengar situasi semakin gawat, dia segera berubah menjadi kabut lagi –meninggalkan Asset yang kecapaian mengejarnya - dan segera tiba di taman kota.

Dia terkejut.

Situasi yang gawat? Ini bukan situasi yang gawat lagi. Ini benar-benar situasi yang paling gawat dan sangat gawat, pikirnya.

Di depannya bergelimpangan tubuh-tubuh ghooster  yang mengenaskan. Kebanyakan mereka ditimpa dan ditusuk oleh jam-jam besar yang turun dari langit. Kabut malam menghilang, dan di ujung penglihatannya, terlihatlah pelaku itu.

Dan, pelaku itu tersenyum sinis kepadanya. Dan berkata,

“Queen!! Lama tidak berjumpa.”

“Midnight.”

>.<

Read previous post:  
63
points
(1048 words) posted by hamdan15 8 years 45 weeks ago
63
Tags: Cerita | Cerita Pendek | misteri | fantasy | ghoost | supernatural
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer stukasa
stukasa at Ghoost!! - Chapter 1 (8 years 43 weeks ago)
80

sekilas ketika aq membaca cerita ini seperti Mix antara Anime Dulalala....!!! ama K-Project ya. tapi aq suka

Writer hamdan15
hamdan15 at Ghoost!! - Chapter 1 (8 years 43 weeks ago)

yap. byk pengaruh dr durarara!! sih sbnarnya...

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Ghoost!! - Chapter 1 (8 years 43 weeks ago)
70

hm iya setuju sama sastrasempoa, dari segi penulisan memang mudah dibaca walau masih ada yang kurang tepat, semisal pemakaian kata depan dan angka itu kalo di awal kalimat ditulisnya pake huruf. mulanya kebayang kayak anime/manga, tapi seterusnya dipikir enak juga novel fantasi kayak gini, apa aja bisa terjadi hehehe.

Writer sastrasempoa
sastrasempoa at Ghoost!! - Chapter 1 (8 years 43 weeks ago)
80

nah, lupa nge-points /shoot

Writer sastrasempoa
sastrasempoa at Ghoost!! - Chapter 1 (8 years 43 weeks ago)

Pace-nya cepet, tapi enak dibaca. Paling ngena malah part cerita pertama menurutku.

Anyway, it's a delicate cup of tea for everyone, good evening c:

Writer hamdan15
hamdan15 at Ghoost!! - Chapter 1 (8 years 43 weeks ago)

salam kenal dan selamat malam jg, kk sastra...><
.
makasih, memang dibikin sesimple mgkin sih ceritanya.

Writer rifkaazzahra
rifkaazzahra at Ghoost!! - Chapter 1 (8 years 43 weeks ago)
70

Queen cepat tanggap banget kesannya.

Writer hamdan15
hamdan15 at Ghoost!! - Chapter 1 (8 years 43 weeks ago)

dia lord, penguasa, president, sejenis gitu lah di kota itu kak...

Writer Grande_Samael
Grande_Samael at Ghoost!! - Chapter 1 (8 years 43 weeks ago)
80

jadi ghoosternya uda pada mati semua dibunuh ma Midnight?
.
pace ceritanya cepat banget nih.

Writer hamdan15
hamdan15 at Ghoost!! - Chapter 1 (8 years 43 weeks ago)

belum kk.
kejam juga 4 orang mati pdhl baru chap.1.
.
kan klo topengnya blum hancur, blum mati. . .