Membuat Teru Teru Bozu untuk Adik

Teru-Teru-bozu, bozu Teru

Jangan membuat esok hari yang cerah

Seperti langit dalam mimpi suatu waktu

Jika cerah aku akan memberimu sebuah bel emas

 

            Langit mendung sore hari ini. Adik tidak berhenti merengek sedari tadi, ia ingin dibuatkan Boneka Teru Teru Bozu. Aku buatkan Boneka Teru Teru Bozu dengan beberapa lembar selampai dan benang jahit. Aku tidak mahir membuat Boneka Teru Teru Bozu. Mira kadang rewel kalau aku tidak bisa membuat itu dengan baik. Padahal hanya sederhana, tapi menurutnya aku membuatnya terlalu sulit. Sering kuprotes padanya mengapa badan Boneka Teru Teru Bozu hanya selembar kertas atau gumpalan selampai. Aku bilang padanya membuat badan yang logis lebih baik.

            Tiga boneka telah selesai kubuat. Ketiga-tiganya malah tidak mirip dengan Boneka Teru Teru Bozu pada umumnya, badannya serupa badan manusia. Tiga boneka itu kuikat di jari telunjukku lewat benang yang terikat di lehernya, kemudian kugoyang-goyang di depan wajah adik.

            Dia merengek lagi. Bonekanya kecil, adik tidak suka. Ia mau boneka yang besar. “Bonekanya kecil. Hujan tidak tidak suka boneka kecil, nanti dia menangis,” ungkap adik.

            Aku tertawa melihat tingkah lugunya. Tapi sayang sekali, selampai yang kami punya tidak cukup untuk membuat boneka Teru Teru Bozu besar. Seandainya saja Mira masih bersama kami disini, dia pasti bisa membuat Boneka Teru Teru Bozu yang besar. Adik pasti tidak akan merengek lagi.

 

Teru-Teru-bozu, bozu Teru

Jangan membuat esok hari yang cerah

Jika Anda membuat keinginan saya menjadi kenyataan

Kami akan minum anggur dan beras manis

 

            Sore kala itu berselimut jingga. Setengah matahari berpendar cahayanya di penghujung kaki bumi. Lalu burung-burung pekatik terbang beramai-ramai dengan angkuh, sebagian jingga menjadi hitam. Kemudian di belakangnya mengikuti awan kelabu yang berkelebat.

            Aku telah berjanji pada adik sore ini. Saudara kandung kami akan datang berkunjung dari sekolahnya yang jauh. Adik selalu bertanya-tanya padaku perihal Mira. Mungkin karena waktu itu, Mira adalah orang yang selalu bersamanya sewaktu dia mulai pandai mengingat. Aku selalu menjawab Mira pasti akan datang.

            Tapi adik sepertinya cukup tahu dengan janji-janji manisku. Aku pun juga tidak nyaman terus berbohong. Selalu terlintas di pikiranku menjelaskan semuanya kepada adik bahwa Mira sudah tiada, tapi pasti dia tidak akan mengerti.

            Sesuai dengan ramalan cuaca, sore ini langit mendung. Malam nanti pasti hujan mengguyur seisi kota. Aku cukup senang, kuberi tahu adik kalau cuaca mendung, Mira tidak akan datang malam ini. Dia akan kembali tidak esok hari, mungkin lebih lama.

            Sore ini kubuatkan Boneka Teru Teru Bozu serupa manusia. Tapi tidak kubilang serupa manusia pada adik, namun serupa kue kering bikinan almahrum nenek.

 

Teru-Teru-bozu, bozu Teru

Jangan membuat esok hari yang cerah

Tetapi jika awan menangis

Lalu aku akan memotong kepala [1]

 

            Hujan turun dengan deras setelah sebelumnya matahari menyembunyikan dirinya di balik gunung-gunung. Aku masih juga belum selesai berkutat dengan tiga Boneka Teru Teru Bozu serupa manusia yang kubongkar menjadi gumpalan selampai.

            Aku memutar otak bagaimana caranya agar Boneka Teru Teru Bozu yang besar dan bagus dapat kubuat. Adik merengut disamping bantal yang besarnya hampir dua kali lipat badannya. Karena melihatku belum bisa menjinakkan hujan, dipeluknya bantal dengan kecewa.

            Melihat adik yang kian tidak sabar, aku jadi ingat Mira lagi. Dia bilang Boneka Teru Teru Bozu bikinanku mirip Boneka Voodoo. Aku tertawa mendengarnya. Sore terakhir antara kami berdua kami isi dengan membuat Boneka Teru Teru Bozu versinya dan versiku sendiri sebanyak-banyaknya.

            Saat hendak kami gantung diatas kosen jendela, kubilang padanya Boneka Teru Teru Bozu yang mirip Boneka Voodoo punyaku ini sebagai simbol keberadaanya. Kehadirannya mampu melenyapkan sepi dan mengusir kemuraman. Aku tersenyum simpul, tapi ekspresi Mira tidak sesuai ekspektasiku. Dia seperti terkejut. Kugantung bonekaku di kosen jendela, benang yang kulilit di lehernya kuikat di paku. Esoknya kami tidak membuat boneka bersama-sama lagi.

            Di awal malam ini kubuat Boneka Teru Teru Bozu yang persis sama seperti waktu terakhir kali aku bersama Mira. “Adik, tidak apa-apa, ya, kalau bonekanya tidak besar, kan kamu masih kecil, bonekanya juga pasti kecil. Lihat deh, boneka ini mirip kamu, apalagi kalau kakak tambahin baju dan rambut!”

            Lalu kugantung Boneka Teru-Teru Bozu serupa manusia yang lebih mirip Boneka Voodoo itu di kosen jendela. Adik mungkin lelah menunggu, jadi dia tidur lebih cepat.

 

[1] Teru Teru Bozu oleh Kyoson Asahara

Read previous post:  
45
points
(1607 words) posted by Dedalu 8 years 47 weeks ago
64.2857
Tags: Cerita | Cerita Pendek | kehidupan | Dedalu | kembang api | ramadan
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer hewan
hewan at Membuat Teru Teru Bozu untuk Adik (8 years 43 weeks ago)
60

Err ... cuplikan cerita yang aneh. Karena sudut pandangnya orang pertama, jadi semakin bias. Aku, adik, dan nenek, semua tanpa nama. Hanya ada Mira ...
--
Dan si adik akan ikut mati? Baguslah, Teru-Teru Lazu
--
Dari teknik narasi sudah lumayan. Meskipun agak terganggu pada bagian kata ganti, sehingga agak baur antara adik dan Mira di satu bagian cerita.
--
Dan almahrum ...? Typo~
Saya lebih senang menggunakan kata "mendiang". Lebih netral.

70

kurang ngerti..miranya meninggal kenapa ? krn boneka toru toru bozu yg mirip boneka voodoo kah ? ._. hhehe

90

Hmm, sulit kucerna nih ceritanya. >.< Tapi saya ngebayangin akunya bocah kecil kayak Gabriel... Teru-Teru Bozu item.

Writer Dem Aileen
Dem Aileen at Membuat Teru Teru Bozu untuk Adik (8 years 43 weeks ago)

Kesimpulanku; ceritanya setting luar negeri, tapi bukan jepang. Dan potongan puisinya; dia sebenarnya gak niat bikin hari jadi cerah ya? -_- Lalu, tentang Mira itu, jangan² sebenarnya dia dibunuh sama si Aku.
.
Benih yang Ingin Kembali Tumbuh

Writer hamdan15
hamdan15 at Membuat Teru Teru Bozu untuk Adik (8 years 43 weeks ago)
70

ahh, eeee...
nyerah nggak ngerti juga.
.
btw, ane baru tahu almarhum itu rupanya "almahrum" ya?
jadi miskonsepsi massal nih...

2550

huaa~ aku gak ngerti QAQ
.
tpi kata2 per kalimatnya bagus bgt Lazu >w<)d