[Xeno ]Cerpen Kopdar LCDP Surabaya 8 September 2013

Kakinya sudah terasa pegal, mungkin sebentar lagi bocah lelaki ini akan jatuh terjungkal di tepi jalan menuju desanya sendiri. Namun ia tidak boleh berhenti. Ia tidak bisa berhenti. Hidupnya bergantung pada usahanya hari ini.

Untungnya, di tengah jalan, ia menemukan sebuah pohon penumbuh kaki. Langsung saja bocah itu menggoyang-goyangkan batang mungil pohon itu dan menarikan tarian rahasia. Perlahan namun pasti seonggok kaki berwarna keemasan muncul di puncak tertinggi.

Namun masalah terjadi. Bagaimana ia mengambil kaki itu? Panik, Sang Bocah mulai memukul Sang Pohon dengan kesal. Namun tak lama kemudian seorang kakek tua muncul dan menghentikannya. Tanpa suara Sang kakek menangkap tangan bocah itu dan dengan gerakan luar biasa, melemparkan bocah itu ke puncak tertinggi Pohon Penumbuh Kaki.

Si Bocah kaget. Ia bersumpah jantungnya tertinggal di bawah. Untungnya tidak dan ia pun mengambil kaki keemasan tersebut dan menggunakannya untuk turun. Ia harus sampai ke desanya.

“Semuanya lima puluh satu ribu tiga ratus rupiah,” kata Si Kakek saat bocah itu baru mau melanjutkan perjalanan. Si Bocah tidak membawa uang.

“Yah, ternyata berbayar,” keluh bocah itu seraya mengembalikan kaki keemasan. Karena tidak memiliki uang ia pun kembali melangkah gontai, terpaksa, pasrah, meski pada akhirnya tiba di desa dengan selamat. Ia pun hidup bahagia di sana selama-lamanya.

 

Read previous post:  
Read next post:  
Punya ide tentang lanjutan karya ini ? Saat ini belum ada yang menulis lanjutannya. Ayo lanjutkan karyanya.
100

Pohon kaki.. xD Gie onok-onok wae.

Ya itu dia. ^^a

80

kocak XD hahaha...
absurd tapi menghibur. moga lebih banyak lagi bikin karya seperti ini ya eheh eheh eheh.

Makasih dah mampir d.a.y.e.u.h. :)

70

bagus, kayak cerita2 narrative di pelajaran bahasa inggris hehe
cuma satu: kalimat terakhir yg hidup bahagia selamanya itu kok terkesan maksa, ya....

Ehehehe.... Maap klo endingnya aneh. Kalimat itu memang sengaja dipaksain koq. XD
.
Anw, makasih udah mampir, rifkaazzahra. :)