[Round 3] Edward Kalashnikov - The Shaking Wind

Dialah Akero Kaoze, satu-satunya manusia yang selamat dari perang yang terjadi di desa asalnya—atau bisa dikatakan, satu-satunya manusia yang membunuh seribu manusia lainnya menggunakan salah satu dari sabit kembarnya.

Akero melihat sosok Edward yang berlumuran darah dan kenangan buruk itu kembali terbesit di benaknya.

“Jadi, bagaimana kalau kita mulai sekarang?” Edward tidak membuang lebih banyak waktu dan langsung melemparkan sebuah tombak lagi ke arah Akero.

TRANG

Suara sabit yang dipegang oleh Akero beradu dengan tombak yang dilontarkan oleh Edward. Membuat Edward tersenyum karena kali ini ia tidak  terlalu kecewa dan tersinggung oleh penempatannya bersama seorang wanita. Edward dapat merasakan bahwa Akero hampir sama dengan dirinya dan berbau sama dengan dirinya, bau darah. Ya, Edward bisa merasakan bahwa Akero sudah membunuh banyak manusia. Perbedaan mereka, menurut Edward, hanya satu. Akero salah masuk faksi.

“Kenapa?”

Akero sedikit terkesiap namun ia tetap waspada.

“Kenapa kau masuk ke Heroes padahal kau sama denganku?” Edward menyeringai.

Ferrum terbelalak. “Sama? Apa maksudnya?”

“Akuilah, Akero… Kau dan aku—”

Akero melemparkan sabitnya ke arah Edward dan membuat pemuda berjubah itu segera bereaksi untuk menghindar. Edward melompat ke belakang saat sabit itu kembali ke tangan Akero. Sialnya, Edward menginjak salah satu gambar anak panah yang menjadi batas arena pertarungannya. Tubuh Edward terlempar kea rah yang ditunjuk panah itu.

“Apa-apaan?” Edward berusaha bangkit sementara Akero memandang Edward dengan waspada. Ia tidak mengerti darimana Edward tahu soal masa lalunya, namun cukup! Tidak boleh ada yang melihat masa lalunya—terakhir kali Stellia, dan kini gadis itu sudah tidak bersisa apa-apa.

Rexanne melihat beberapa panah yang menjadi batas arena mereka bergerak. Ia pernah melihat dan mendengar soal kandang vektor, dan soal anak-anak panah ini. Jika seseorang menyentuh salah satu anak panah yang berada di lantai tersebut, maka orang tersebut akan terlempar ke arah anak panah tersebut menunjuk.

“Cih, benar-benar merepotkan.” Rexanne mengangkat Desert Eagle-nya dan merubah penampilannya ke dalam mode pertarungan. Ia benar-benar tidak suka keadaan ini. Dipasangkan dengan pemuda yang keras kepala, ditambah lagi dengan peraturan kemenangan tim? Huh, tidak pernah terpikir di benak Rexanne untuk bertarung demi melindungi orang lain selain orang yang ia sayangi.

Edward kembali maju dan menyerang Akero. Namun kali ini bukan hanya menggunakan tombaknya, ia juga melemparkan beberapa bola api kecil yang segera dihempas oleh kekuatan angin Akero. Sejujurnya ia terkejut mendapat lawan—lagi-lagi—seorang pengendali api. Apakah ini hukuman Tsuki untuknya, karena ia berniat ingin berhenti bertarung.

“Tsk.” Akero sadar ia tidak bisa menggunakan banyak elemen anginnya karena angin akan memperbesar api lawannya. Dan ia—dengan sangat terpaksa—harus melawan Edward dengan kekuatan fisiknya.

Melesat seperti angin, Akero maju sembari membawa sabitnya dan melawan Edward yang juga melesat bersama tombak apinya. Sebenarnya fisik Akero yang kecil merugikannya, namun panjangnya mata sabitnya bisa menciptakan jarak sehingga Edward tidak bisa menyentuhnya, apalagi memberinya serangan fisik.

Benar saja, Edward mundur saat sabit itu hampir mengenai dagunya. Sedikit berputar, Akero menggerakkan sabitnya ke kaki Edward. Siapapun pasti tidak akan bisa berdiri jika kakinya ditebas, meskipun orang itu menjuluki dirinya sebagai penyihir terhebat.

“AKH!”

Edward terjatuh ketika kaki kirinya tertebas oleh sabit Akero. Beruntunglah ia sempat reflek untuk menghindar dan ia mampu untuk beregenerasi sehingga ia masih bisa berdiri meski kaki kirinya terasa seperti kejang otot saat ini.

Akero mundur perlahan, kembali dalam posisi waspadanya. Ia cukup lihai untuk menghindari anak-anak panah vektor yang terus bergerak. Bukannya ia tidak tahu mengenai anak-anak panah menyebalkan ini, namun dirinya dan Ferrum telah menunggu berjam-jam lamanya. Cukup untuk mengamati tempat yang tadinya tertutup oleh cangkang. Lagipula Tsuki sudah menjelaskan lebih dulu tentang lokasi ini kepada para Heroes—termasuk dirinya.

“Brengsek!!” Edward menggeram. Ia benar-benar membenci orang yang dianggapnya munafik. “Jangan berlagak suci! Aku tahu kau sama denganku. Bagaimana? Bukankah kau juga menikmatinya? Membunuh mereka—”

Ucapan Edward terhenti tatkala sebuah sabit melayang ke arahnya. Ferrum terperanjat. Benarkah Akero telah membunuh orang? Satu hal yang sangat ditentang oleh Ferrum : pembunuhan yang terjadi di depannya.

“Akero, kau—”

“Kau lengah, Tuan.”

Ferrum terhenyak. Seorang gadis tiba-tiba berdiri di hadapannya, mengacungkan Desert Eagle pada dagunya. Ferrum melirik ke arah gadis itu dan ia memegang pistol yang diacungkan ke dagunya. Rexanne sadar bahwa Ferrum memiliki kekuatan menyerap metal, sebelum pria itu menyerap Desert Eagle-nya, ia sudah melompat ke belakang untuk menghindar.

Akero memandang benci pada Edward. Kebencian pertama, fakta bahwa Edward adalah pengendali api—dan ia sangat benci api. Kebencian kedua, kini Edward seolah berusaha mempermainkan ketenangan jiwanya dengan mengungkit masa lalu kelamnya. Api dan darah—dua hal yang bisa mengingatkan Akero pada kejadian yang membuatnya terasingkan dari klan.

Edward kembali maju dan melemparkan bola api serta tombak api beruntun pada Akero sedangkan Akero hanya bertahan pada sabitnya. Jika ia ingin mengeluarkan Theta controller maupun Hell Tornado, bukan tidak mungkin angin yang mengelilinginya justru akan membakarnya. Ia hanya bergantung pada Hell Moon, keberuntungan anak panah vektor dan cakar yang tersembunyi. Ia akan menggunakan cakar itu jika memang terdesak.

BRAK

Edward terhempas oleh sebuah hantaman dari atas. Ya, Rexanne menendangnya—entah sengaja atau tidak.

“Hei, Gadis! Apa-apaan ka—” Edward menghentikan ucapannya ketika sebuah anak panah vektor bergerak di lantai. “Uh..”

Well, jangan salah paham. Aku tidak sengaja menendangmu, kok.”

“Lain kali, urus pertarunganmu sendiri.”

“Lain kali akan kulakukan.”

Rexanne tersenyum simpul, sama seperti  Edward.

 

***

Read previous post:  
Read next post:  

hah? aku blum komen Zuko ternyata wew :p

btw, Ed udah keliatan jahatnya, apalagi pake korban2 darah gini. tapi yg rentan adalah gimana cara ngbikin kemampuan api Ed beda dari Haruo. dan utk teknik,mgkn Mas Dee masi harus asah lg gimana nulis intensitas adegan, kapan terkesan sedih,jorok,serem, dramatis, dsb. krn adegan tarung lawan Akero menurutku malah gak seseru adegan tengkar Ed sama Rexie, wkwkw

+3 dolo

apaan Zuko? XDDD
.
makasih banyak pak po... saya akan belajar lagi.
.
ᕦ(ò_óˇ)ᕤ

90

Ed ternyata baik...ed versiku kayanya kasar banget....wkwkkwkwkkwkwk

di cerita Dee Ed mati, di cerita saya malah rexie yg mati...wkwkkwkwkkwkkwkwk

saya suka ceritanya....berantem ama rexie kayanya masih agak segan2 gitu...wkwkkwkwkwkkw
#gapenting

+4

........... baru baca komen ini, sepertinya kita emang sehatri #eh

dia bakal pertahankan orang yang bisa dia manfaatkan... macamAltem, Hideya gt

80

Wuaaa Akeronya dibakar sampe lenyap...
.
Ferrumnya mati ketembak...
.
Jahat, semua orang gemar membunuh!!!
.
#duak
.
Sudah saatnya kalian bertobat nak... >.<
.
+3
.
Maap saya lagi bingung mau komen apa... Kasi nilai aja yah... orz

Lol.
itu udah baik si ed ngulur waktu :v
.
Thanks udah mau mampir

Eddie, ayo kita ketemu sekali lagi dan main siapa yg paling banyak mati~! >w<)d #plakk
.
sy suka hubungan Edward Akero sama2 pmbunuh :o
seakan mereka ditakdirkan utk bertemu (?)
tp sjak kpan Akero peduli sma org lain >.<
suka jg Ed sma Rexie awkwk sma2 pemarah
.
kocak yg pas Deus jadi resepsionis www
.
minusnya, tapi ini sgt IMO, ceritanya berasa komikal.. dn jujur sy rada risih sma SFX (bunyi gagak trmasuk >w<) dan bunyi2an macem 'tsk', 'tch', 'khh'
slain bingung bacanya, kekuatan narasi sharusnya bisa menjelaskan bunyi2 spt itu jd lebi manteb
.
misalnya gini,
Akero meludahi lantai di depan muka sang lawan. Tidak perlu sopan-santun untuk orang yang telah menghina dan merendahkan jati dirinya.
.
ya, itu menurut sy aja si >w< #plakk
.
konsepnya bagus sbnernya, tp imo lg eksekusinya krg greget >.<
+3 dlu ya kak

Kalau ketemu Eddie, Belle akan dianuin.
www
.
He? emang si Akero ada peduli orang lain ya? #malah ndak sadar
.
Iya sih, sebenarnya itu beberapa SFX agak ganggu juga, cuma karena nulisnya kebut jadi mau ndak mau pake sfx.
.
Thank u sarannya <3
Dan makasih lagi udah mau mampir ^_^
.
Ditunggu Belle-nya.
Saya beneran mesti belajar bikin Ending yang greget

80

“Akero milikku. Kau pergi saja jauh-jauh!”
#cieilee Ed x Akero >__< #kemplank!
`
“Apa maksudmu?! Sudah jelas disini tertuli bahwa lawanku adalah Akero Kaoze!”
#tertuli~
`
maka orang tersebut akan terlempar kea rah anak panah tersebut menunjuk.
%sekedar spasi sii%
`
page 4
Edward benci menunggu, oleh akrena itu ia berinisiatid maju terlebih dahulu.
%karena %inisiatif
`
beginilah efek dr special move~
nguras tenaga tp efektif dan bikin diriku berpikir mengapa tidak dipakai saat awal saja sekalian, , >__<
#ampuuniii~
kecuali ada syarat khusus yg lbh greget buat digunakan yg memojokan user buat pakai diakhir-akhir, ,
`
titip +3
`
Haiyhooo~ ternyata Rexanne baik hati XD

Thank you udah mau komen :3 dan koreksi tipo..
Sudah saya edit yang tipo.
.
Menanggapi komen
"nguras tenaga tp efektif dan bikin diriku berpikir mengapa tidak dipakai saat awal saja sekalian"
.
.
Dulu saya udah ada ngomong soal ini. Kekuatan Edward ini sebenarnya ngabisin waktu kurang dari 5 menit kalau dia pake Forbidden level, tapi..... karena author lebay dan sok dramatis, jadi dipanjangin #disampluk
.
Thank u.. Thank u..
.
Dia ngga baik, dia Tsundere