[Round 3] Edward Kalashnikov - The Shaking Wind

Kini Edward bisa memfokuskan perhatiannya pada Akero. Pria bertopeng itu tetap tenang sementara Edward berulang kali mendengus, entah kesal atau lelah. Edward benci menunggu, oleh karena itu ia berinisiatif maju terlebih dahulu. Edward mengeluarkan pedang dan membakarnya sembari berlari ke arah Akero. Akero memasang kuda-kuda, dan dengan satu gerakan putar ia berhasil menangkis ayunan pedang yang dilayangkan Edward padanya. Edward belum kehilangan kuasa atas pedang itu meski tekanan dari sabit Akero terasa sangat besar.

Edward berkeringat, mencoba mengangkat pedangnya dan menepis tekanan sabit Akero sama saja seperti usaha anak enam tahun mengangkat seratus liter air sekali jalan. Dengan kata lain, hampir mustahil, apalagi ketika Edward menyadari bahwa pedang apinya retak karena sabit Akero.

“Ukh!” Edward melonggarkan perlawanannya hingga membuat Akero bisa memutar sabit hingga ujungnya mengenai Edward.  Namun sedikit sial, sabit itu hanya menggores perut kiri Edward dan dengan mudahnya Edward menutup luka tersebut.

Edward terperanjat namun tidak ada waktu untuk berpikir bagaimana bisa Akero bergerak seperti itu. Tak butuh lama untuk Edward memunculkan sebuah tombak api, dan ia kembali menyerang Akero. Akero tidak tahu harus bertahan berapa lama hanya dengan sabit kembarnya karena Edward tidak memberinya kesempatan untuk melakukan metode lain, bahkan untuk menyatukan sabit kembar tersebut dan kembali mengaktifkan hell moon.

Suara dentang dua logam yang beradu menggema memenuhi ruangan yang terlalu luas untuk dihuni empat orang. Edward memutar kakinya, mengarahkannya pada wajah Akero ketika pria bertopeng itu masih konsentrasi pada tombak api Edward. Tepat saat Akero menoleh, kaki kanan Edward mendarat tepat di pipi Akero.

Akero tersungkur, namun itu adalah kesempatan baginya untuk menyatukan sabit kembarnya.

 

*

 

Di sisi lain kandang vektor, Ferrum sedikit kepayahan menghadapi Rexanne mengingat lawannya adalah seorang wanita dan ia tidak memiliki alasan apapun untuk melawan Rexanne. Rexanne sendiri tidak tahu mengapa ia berusaha keras melawan Ferrum, namun suasana hatinya sedang buruk saat ini—yah, suasana hatinya selalu buruk sih. Terperangkap bersama dengan orang keras kepala yang sombong dan tidak sadar akan kekurangan diri memang menyebalkan.

“Huh.”

Rexanne tersenyum dan terus menembakkan peluru dari Desert Eagle-nya ke arah Ferrum. Sesekali gadis itu melompat dan melayang menghindari anak panah vektor yang terkadang bergerak bebas di bawahnya.

Sementara itu Ferrum berusaha menyerap Fe dari selongsong peluru yang berhamburan dan balik menyerang Rexanne.

 

*

 

“Apa kau tahu, pria bertopeng?”

Akero mengangkat kepalanya, memandang Edward dalam-dalam namun tidak mengatakan apapun. Ia menggenggam tongkat sabitnya erat-erat, bersiap melukai Edward sekali lagi sehingga Edward tidak bisa menggunakan apinya.

Satu hal yang Akero ketahui, stamina Edward berkurang sedikit demi sedikit setiap kali ia menyerang menggunakan api, terdengar dari desau napas yang jedanya semakain lama semakin singkat.

Edward menyunggingkan senyumnya. “Seharusnya kita menjadi teman. Apiku dan anginmu, berdua kita bisa menghancurkan umat manusia.”

Akero menggertakkan giginya, dan pegangan pada sabitnya kian erat.

 

***

Read previous post:  
Read next post:  

hah? aku blum komen Zuko ternyata wew :p

btw, Ed udah keliatan jahatnya, apalagi pake korban2 darah gini. tapi yg rentan adalah gimana cara ngbikin kemampuan api Ed beda dari Haruo. dan utk teknik,mgkn Mas Dee masi harus asah lg gimana nulis intensitas adegan, kapan terkesan sedih,jorok,serem, dramatis, dsb. krn adegan tarung lawan Akero menurutku malah gak seseru adegan tengkar Ed sama Rexie, wkwkw

+3 dolo

apaan Zuko? XDDD
.
makasih banyak pak po... saya akan belajar lagi.
.
ᕦ(ò_óˇ)ᕤ

90

Ed ternyata baik...ed versiku kayanya kasar banget....wkwkkwkwkkwkwk

di cerita Dee Ed mati, di cerita saya malah rexie yg mati...wkwkkwkwkkwkkwkwk

saya suka ceritanya....berantem ama rexie kayanya masih agak segan2 gitu...wkwkkwkwkwkkw
#gapenting

+4

........... baru baca komen ini, sepertinya kita emang sehatri #eh

dia bakal pertahankan orang yang bisa dia manfaatkan... macamAltem, Hideya gt

80

Wuaaa Akeronya dibakar sampe lenyap...
.
Ferrumnya mati ketembak...
.
Jahat, semua orang gemar membunuh!!!
.
#duak
.
Sudah saatnya kalian bertobat nak... >.<
.
+3
.
Maap saya lagi bingung mau komen apa... Kasi nilai aja yah... orz

Lol.
itu udah baik si ed ngulur waktu :v
.
Thanks udah mau mampir

Eddie, ayo kita ketemu sekali lagi dan main siapa yg paling banyak mati~! >w<)d #plakk
.
sy suka hubungan Edward Akero sama2 pmbunuh :o
seakan mereka ditakdirkan utk bertemu (?)
tp sjak kpan Akero peduli sma org lain >.<
suka jg Ed sma Rexie awkwk sma2 pemarah
.
kocak yg pas Deus jadi resepsionis www
.
minusnya, tapi ini sgt IMO, ceritanya berasa komikal.. dn jujur sy rada risih sma SFX (bunyi gagak trmasuk >w<) dan bunyi2an macem 'tsk', 'tch', 'khh'
slain bingung bacanya, kekuatan narasi sharusnya bisa menjelaskan bunyi2 spt itu jd lebi manteb
.
misalnya gini,
Akero meludahi lantai di depan muka sang lawan. Tidak perlu sopan-santun untuk orang yang telah menghina dan merendahkan jati dirinya.
.
ya, itu menurut sy aja si >w< #plakk
.
konsepnya bagus sbnernya, tp imo lg eksekusinya krg greget >.<
+3 dlu ya kak

Kalau ketemu Eddie, Belle akan dianuin.
www
.
He? emang si Akero ada peduli orang lain ya? #malah ndak sadar
.
Iya sih, sebenarnya itu beberapa SFX agak ganggu juga, cuma karena nulisnya kebut jadi mau ndak mau pake sfx.
.
Thank u sarannya <3
Dan makasih lagi udah mau mampir ^_^
.
Ditunggu Belle-nya.
Saya beneran mesti belajar bikin Ending yang greget

80

“Akero milikku. Kau pergi saja jauh-jauh!”
#cieilee Ed x Akero >__< #kemplank!
`
“Apa maksudmu?! Sudah jelas disini tertuli bahwa lawanku adalah Akero Kaoze!”
#tertuli~
`
maka orang tersebut akan terlempar kea rah anak panah tersebut menunjuk.
%sekedar spasi sii%
`
page 4
Edward benci menunggu, oleh akrena itu ia berinisiatid maju terlebih dahulu.
%karena %inisiatif
`
beginilah efek dr special move~
nguras tenaga tp efektif dan bikin diriku berpikir mengapa tidak dipakai saat awal saja sekalian, , >__<
#ampuuniii~
kecuali ada syarat khusus yg lbh greget buat digunakan yg memojokan user buat pakai diakhir-akhir, ,
`
titip +3
`
Haiyhooo~ ternyata Rexanne baik hati XD

Thank you udah mau komen :3 dan koreksi tipo..
Sudah saya edit yang tipo.
.
Menanggapi komen
"nguras tenaga tp efektif dan bikin diriku berpikir mengapa tidak dipakai saat awal saja sekalian"
.
.
Dulu saya udah ada ngomong soal ini. Kekuatan Edward ini sebenarnya ngabisin waktu kurang dari 5 menit kalau dia pake Forbidden level, tapi..... karena author lebay dan sok dramatis, jadi dipanjangin #disampluk
.
Thank u.. Thank u..
.
Dia ngga baik, dia Tsundere