[Round 3] Edward Kalashnikov - The Shaking Wind

“Kenapa wajahmu kaget sekali? Tidak sadar kalian sudah menghancurkan mereka berdua?”

Rexanne tidak mengatakan apapun. Ia benar-benar tidak sadar telah mengalahkan Ferrum.

“Halo… Kenapa malah kaku begitu?”

“Apa kami bisa keluar sekarang?”

“Wow… Sabarlah, gadis Heretic. Kalian bisa keluar.”

Rexanne tidak mau membuang waktu lebih lama lagi disini. Masih ada tiga arena lagi yang harus ia lalui—jika melihat denah yang ditunjukkan Blackz—sebelum akhirnya ia bisa kembali ke Oase. Setelah bunyi ‘KLIK’ terdengar, Rexanne menarik jubah Edward dan menyeret penyihir yang sudah hampir tidak bisa bergerak itu.

“Kenapa kau bicara sendiri, gadis?”

Rexanne menoleh ke arah Edward, dan baru menyadari bahwa Edward tidak bisa mendengarkan ucapan Deus. Oleh karena itu ia menggerakkan bibirnya perlahan agar Edward bisa membacanya.

“Kita sudah mengalahkan mereka.”

“Hmph..” Edward tersenyum sombong. “Akhirnya kau bisa menembak pria itu…”

Rexanne sedikit tercekat saat mendengar ucapan Edward. Ia mulai berpikiran bahwa Edward sengaja menaikkan emosinya agar ia bisa segera menghabisi Ferrum. Rexanne menoleh ke arah lain, berdalih mencari pintu ke arena selanjutnya.

“A-aku bisa me-membunuhnya tanpa kau bantu kok.”

Edward tidak mendengarkan gumaman Rexanne dan pasrah saat Rexanne membawanya ke arena Pillar Block Maze.

 

*

 

“Kurasa kau sudah bisa berjalan sendiri.” Rexanne melepaskan genggamannya pada jubah Edward. Membawa pria dengan tinggi badan 180 cm tidaklah mudah untuk Rexanne. Namun sekarang ia pikir Edward sudah bisa bangkit dan berjalan sendiri, menuju arena selanjutnya.

“Kita dimana?” tanya Edward yang melihat sekeliling. “Kenapa banyak pilar disini?”

Rexanne menghela napas. Entah harus berapa kali lagi ia menjelaskan pada Edward apa yang disampaikan Blackz pada saat briefing. Ia berharap Edward tidak akan bertanya apapun, dan mengikutinya saja.

Suara hantaman dua buah benda logam terdengar nyaring. Tidak jarang terdengar suara debuman  terdengar dan bayangan orang berlari terlihat di sela-sela pilar yang sempit. Ya, di ruangan ini masih berlangsung pertarungan Nolan melawan Luke dan Hilya melawan Haruo.

“Perubahan peraturan. Ikuti saja aku.”

Edward tidak mengerti apa yang terjadi.  Namun jika memang ada perubahan peraturan, semuanya masuk akal, mulai tidak segera dipindahkannya ia dari arena pertarungan menuju Oase, dan kebebasan menggunakan sihir. Kali ini ia hanya bisa mengikuti dengan tertatih kemana Rexanne berjalan.

Otot kaki kiri Edward terasa nyeri, perut kanannya juga. Ia sudah tidak bisa lagi beregenerasi jika ia tidak ‘mati’. Namun ‘mati’ di tempat seperti ini bisa mengantarnya ke kematian yang sebenarnya.

CREP

Edward terkejut saat ia merasakan sesuatu menancap di paha kanannya. Sebuah tombak  api yang tidak sengaja melesat ke arahnya dari sela pilar. Susah payah ia mencabut tombak itu dan membuangnya ke sembarang arah, kemudian ia bergerak perlahan ke balik pilar.

Rexanne tidak merasakan apapun di belakangnya dan saat ia menoleh, tidak ada sosok Edward disana. Sedikit panik, ia memanggil Edward hingga akhirnya ia sadar, Edward tidak akan mendengarnya.

“Akh, sial.”

Rexanne kembali berbalik dan berlari menuju arena selanjutnya saat ia menyadari bahwa masih ada pertarungan yang berlangsung di arena penuh pilar ini. Ia tidak bermaksud meninggalkan Edward, ia hanya berharap bahwa Edward bisa menyusulnya.

Sementara itu, di balik pilar yang tidak disadari Rexanne, Edward duduk kepayahan dan berusaha untuk bernapas. Darahnya mengucur dari paha kanannya, dan ia sudah tidak mampu menutup lukanya. Perlahan, kesadaran penyihir itu menghilang, bersamaan tersungkurnya tubuh itu ke lantai.

 

to be continued (?)

Read previous post:  
Read next post:  

hah? aku blum komen Zuko ternyata wew :p

btw, Ed udah keliatan jahatnya, apalagi pake korban2 darah gini. tapi yg rentan adalah gimana cara ngbikin kemampuan api Ed beda dari Haruo. dan utk teknik,mgkn Mas Dee masi harus asah lg gimana nulis intensitas adegan, kapan terkesan sedih,jorok,serem, dramatis, dsb. krn adegan tarung lawan Akero menurutku malah gak seseru adegan tengkar Ed sama Rexie, wkwkw

+3 dolo

apaan Zuko? XDDD
.
makasih banyak pak po... saya akan belajar lagi.
.
ᕦ(ò_óˇ)ᕤ

90

Ed ternyata baik...ed versiku kayanya kasar banget....wkwkkwkwkkwkwk

di cerita Dee Ed mati, di cerita saya malah rexie yg mati...wkwkkwkwkkwkkwkwk

saya suka ceritanya....berantem ama rexie kayanya masih agak segan2 gitu...wkwkkwkwkwkkw
#gapenting

+4

........... baru baca komen ini, sepertinya kita emang sehatri #eh

dia bakal pertahankan orang yang bisa dia manfaatkan... macamAltem, Hideya gt

80

Wuaaa Akeronya dibakar sampe lenyap...
.
Ferrumnya mati ketembak...
.
Jahat, semua orang gemar membunuh!!!
.
#duak
.
Sudah saatnya kalian bertobat nak... >.<
.
+3
.
Maap saya lagi bingung mau komen apa... Kasi nilai aja yah... orz

Lol.
itu udah baik si ed ngulur waktu :v
.
Thanks udah mau mampir

Eddie, ayo kita ketemu sekali lagi dan main siapa yg paling banyak mati~! >w<)d #plakk
.
sy suka hubungan Edward Akero sama2 pmbunuh :o
seakan mereka ditakdirkan utk bertemu (?)
tp sjak kpan Akero peduli sma org lain >.<
suka jg Ed sma Rexie awkwk sma2 pemarah
.
kocak yg pas Deus jadi resepsionis www
.
minusnya, tapi ini sgt IMO, ceritanya berasa komikal.. dn jujur sy rada risih sma SFX (bunyi gagak trmasuk >w<) dan bunyi2an macem 'tsk', 'tch', 'khh'
slain bingung bacanya, kekuatan narasi sharusnya bisa menjelaskan bunyi2 spt itu jd lebi manteb
.
misalnya gini,
Akero meludahi lantai di depan muka sang lawan. Tidak perlu sopan-santun untuk orang yang telah menghina dan merendahkan jati dirinya.
.
ya, itu menurut sy aja si >w< #plakk
.
konsepnya bagus sbnernya, tp imo lg eksekusinya krg greget >.<
+3 dlu ya kak

Kalau ketemu Eddie, Belle akan dianuin.
www
.
He? emang si Akero ada peduli orang lain ya? #malah ndak sadar
.
Iya sih, sebenarnya itu beberapa SFX agak ganggu juga, cuma karena nulisnya kebut jadi mau ndak mau pake sfx.
.
Thank u sarannya <3
Dan makasih lagi udah mau mampir ^_^
.
Ditunggu Belle-nya.
Saya beneran mesti belajar bikin Ending yang greget

80

“Akero milikku. Kau pergi saja jauh-jauh!”
#cieilee Ed x Akero >__< #kemplank!
`
“Apa maksudmu?! Sudah jelas disini tertuli bahwa lawanku adalah Akero Kaoze!”
#tertuli~
`
maka orang tersebut akan terlempar kea rah anak panah tersebut menunjuk.
%sekedar spasi sii%
`
page 4
Edward benci menunggu, oleh akrena itu ia berinisiatid maju terlebih dahulu.
%karena %inisiatif
`
beginilah efek dr special move~
nguras tenaga tp efektif dan bikin diriku berpikir mengapa tidak dipakai saat awal saja sekalian, , >__<
#ampuuniii~
kecuali ada syarat khusus yg lbh greget buat digunakan yg memojokan user buat pakai diakhir-akhir, ,
`
titip +3
`
Haiyhooo~ ternyata Rexanne baik hati XD

Thank you udah mau komen :3 dan koreksi tipo..
Sudah saya edit yang tipo.
.
Menanggapi komen
"nguras tenaga tp efektif dan bikin diriku berpikir mengapa tidak dipakai saat awal saja sekalian"
.
.
Dulu saya udah ada ngomong soal ini. Kekuatan Edward ini sebenarnya ngabisin waktu kurang dari 5 menit kalau dia pake Forbidden level, tapi..... karena author lebay dan sok dramatis, jadi dipanjangin #disampluk
.
Thank u.. Thank u..
.
Dia ngga baik, dia Tsundere