[Round 3] Albiero Keith - Gagal WO!

Saat Keith baru saja hendak mendeklarasikan kemenangannya, tiba-tiba rantai yang membelenggu Hideya hancur berkeping-keping. Keith terkejut setengah mati dengan mata melotot. Hideya yang tadinya tidak berdaya dan jatuh hanya setelah satu pukulan tiba-tiba bangkit kembali dengan kekuatan yang luar bisa besar hingga bisa menghancurkan rantai yang membelenggunya.

“[Kau membuatku marah..]”

“[eh?]”

Wajah Hideya yang sejak awal sama sekali tidak menunjukkan emosi apapun kini berubah geram. Sang pria ansos mengangkat tangan kirinya yang memegang kartu bertuliskan “The Tower”.

Wajah Keith yang terkejut berubah pucat saat melihat kartu tersebut. Tidak salah lagi, dia tahu kartu apa yang sedang dipegang oleh Hideya.

“[Jangan-jangan kau…seorang pengguna Elemental Tarot?! Σ(゜д゜;)]”

“[Elemental tarot? Apa itu?]”

Keith menelan ludah, kalau benar Hideya salah satu dari orang-orang terpilih yang dapat menggunakan elemental tarot untuk melawan Daemonia yang selalu membuat manusia jatuh dalam kesuraman, maka itu berarti Hideya adalah lawan yang jauh lebih mengerikan dari yang dia duga.

“[Kalau begitu, satu-satunya cara hanya menggunakan benda pemberian Dimas Pamungkas ini!]”

Dalam posisi siaga Keith merogoh saku jaketnya dan meraih sebuah benda mirip ponsel berwarna merah muda. Hideya memincingkan mata melihat hal itu, namun dirinya sama sekali tidak takut karena saat ini dia masih memiliki kekuatan dari kartu The Tower.

Keith menekan sebuah tombol berbentuk seperti permata dan menyalakan alat di tangannya tersebut, sebuah kartu bergambar muncul dari celah di bagian atas ponsel tersebut dan langsung ditariknya keluar.

“[Radiance that shoots through the heavens,]” Suatu cahaya putih terang perlahan mulai memancar dari alat tersebut.

Hideya mulai waspada dan siap untuk menyerang, namun Keith masih melanjutkan rapalan anehnya.

“[Sparkling across time like a crystal,]” Cahaya yang memancar dari alat tersebut semakin terang.

“[Under that which binds eternal provindence, I command you to show your true form here!”

Kini cahaya tersebut telah menerangi seluruh ruangan hingga membuat Hideya terpaksa melindungi kedua matanya dengan telapak tangan.

“[Awaking!!]”

 

BUUUUMM…!!

 

Suara ledakan keras yang di ikuti oleh gempa yang mengguncang seluruh ruangan membuat Hideya kehilangan keseimbangan, dan saat cahaya yang menyilaukan mata perlahan mulai lenyap, kedua mata Hideya terbelalak lebar, karena tempat dimana dirinya berada saat ini sudah bukan lagi di sebuah ruangan berisi material bangunan—eh, maksudnya alat penyiksaan, melainkan berada di luar angkasa dengan latar galaksi nebula di bawah kakinya.

“[Apa yang terjadi?! Bukankah seharusnya setelah kau menggunakan kartu itu yang muncul adalah sekelompok gadis moe bersenjata, tapi kenapa malah jadi nebula??]” Protes Hideya kesal.

“[Soalnya kata penulis dia sedang ada tugas kalkulus dan jam 10 warnetnya tutup, jadi dengan sangat terpaksa dia tidak jadi menampilkan parodi moe-moe battle yang sedang hangat musim ini,]” Jawab Keith menjelaskan keadaan sang penulis.

“[Penulis keparat, beraninya dia melakukan PHP pada pembaca!]”

“[Protesnya bisa di kolom komentar nanti, sekarang mari kita selesaikan pertarungan ini dengan serangan terakhir!!]”

Keith mengambil kuda-kuda ala Saint Seiya yang baru saja menyelesaikan tiga episode untuk adu bacot dan hendak melakukan serangan klimaks.

“[Haaaaa….!!]”

Sang pria suram memusatkan seluruh kosmo yang ada dalam dirinya pada satu titik, yaitu tangan kanannya, bayangan konstelasi bintang yang melambangkan beruang muncul di balik punggungnya.

“[Ko-konstelasi itu….]” Hideya mundur beberapa langkah saat melihat konstelasi bintang bergambar beruang dengan kedua mata hitam bundar dan mulut yang meneteskan liur tersebut. “[Tunggu, sepertinya ada yang salah dengan rasi bintang itu!!]”

“[Inilah kekuatan dari rasi bintang beruang stalker, Pedobear zodiac!]”

 Hideya menelan ludah, ini pertama kalinya dia melihat kekuatan yang luar biasa dari seorang manusia. Saking imbanya kekuatan tersebut hingga membuat dirinya OOC secara total!!

“[Apapun trik yang kau gunakan, tetap tidak akan bisa mengalahkan kartu arcanagramku!]”

Hideya mengikuti Keith mengambil kuda-kuda ala Saint Seiya, kosmo mulai terpusat pada kartu yang dipegangnya dan mengalir ke seluruh tubuh. Konstelasi berbentuk kartu muncul dibalik punggungnya.

“[OOORRRYYYAAAAAAAA….!!]”

“[HAAAAAAAAAAA…..!!”

Sambil meneriakan nama juru masing-masing yang sama-sama norak, keduanya mengayunkan kepalan tangan, berusaha menghantam satu sama lain.

Tangan kanan Keith yang bersinar terang dan tangan kanan Hideya yang juga bersinar terang beradu, menciptakan bola cahaya raksasa luar biasa terang yang menyilaukan mata.

 

*

Saat cahaya yang memenuhi ruangan mulai lenyap, tampaklah sosok keduanya yang berdiri dalam posisi memukul, namun yang aneh adalah keduanya sama sekali tidak bergerak dan hanya diam dengan kedua mata terbelalak lebar seraya melihat ke arah kepalan tangan masing-masing.

“Ap-apa…”

“[Ini…tidak mungkin…]”

Keduanya sama-sama terkejut, namun Hideya jauh lebih terkejut dari Keith, karena….

 

Dirinya melempar kertas…

 

Sedangkan Keith melempar gunting…

 

Gunting melawan kertas, yang berarti kemenangan di pihak gunting.

 

Keith memenangkan pertarungan adu gunting batu kertas melawan Hideya!!

 

“Aku…aku menaaaaaaaaaang…!!”

Keith bersorak gembira menyambut kemenangannya di ronde ketiga ini, sedangkan Hideya jatuh bertekuk lutut dengan wajah lesu. Sesaat kemudian dinding ruangan yang tadinya menjadi pemisah antara mereka dengan dunia luar perlahan lenyap seperti asap, dan memperlihatkan ribuan penonton yang duduk di tribun stadium yang menonton penrtarungan keduanya sejak awal hingga akhir.

Para penonton ikut bersorak menyambut kemenangan jagoan mereka, kertas berwarna-warni berjatuhan dari langit bersama dengan ratusan jepretan blitz kamera yang mengambil gambar sang juara.

 

*

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
80

Albiero, kupercayakan kemenangan faksi hero padamu.
.
+4

90

+3
.

Karena meski ceritanya bikin saya ngakak, aturan soal kemenangan timnya nggak dicantumkan di sini. Selain itu ... konsistenlah, kalau emang mau bikin parodi moe, bikinlah itu :v
.
Jangan diganti kalkulus dong :v

90

Janken ujung-ujungnya..
XD
.
Ada apa ini dengan Hero?
.
_+4
.
suka twistnya

80

parodi moe-moe, , saia tidak menonton anime series sii~ jd tidak tahu sdng bahas apa di mari~ TnT #kuhu~ #kemplank~
`
lol~ kok jd jankenpon, , #yasudahlah memang begitu tulisannya XD
~
nice titip +4

Writer uyuu
uyuu at [Round 3] Albiero Keith - Gagal WO! (6 years 41 weeks ago)

Asli twistnya keren! Langsung +4 !

80

the fool!
.
#praangg
.
#JLEB!
.
wakwakkaaw XDD
.
kocak sumpah, Hideya dibully, cma yg sy sayangkan cuma bawa2 penulisnya kali ya #jleb
.
kmarin uda kasi +2 jadi +3 nih
rsanya Keith hrus slalu ada utk 4th wall breaker wkwkwk