[Road to Round 4] Edward Kalashnikov - Goodbye Luke

Suasana Oase masih tetap tenang saat semua peserta kembali dari arena pertarungan yang Blackz informasikan sebagai Dungeon yang diciptakan oleh Moon. Altem berjalan paling depan, disusul oleh Hideya, Edward, Haruo, Rexanne yang digendong oleh Luke. Rupanya satu-satunya peserta perempuan di Heretic itu kehilangan kesadarannya. Luke berharap ia hanya pingsan, karena denyut nadi Rexanne kembali terdengar meski lemah—atau itu hanya keinginannya saja?

“Selamat datang kembali, keenam peserta yang selamat.”

Haruo tercekat mendengar ucapan selamat datang Blackz. Enam? Jika ia tidak salah ingat, mereka pergi bertujuh. Altem tidak terlalu peduli dengan jumlah peserta yang tersisa disini, sedangkan Hideya dan Edward tidak bisa mendengar ucapan selamat datang Blackz yang hampir mirip desisan.

Haruo memandang ke sekeliling, dan ia tidak melihat sosok phallus yang biasa berguling dengan bolanya atau menumpang pada salah satu peserta agar bisa mencapai tempat tujuan.

“Kalian sudah melakukan yang terbaik di pertarungan kali ini. Beristirahatlah.” Xia Loo tersenyum dan mengangguk, dan mempersilakan keenam peserta kembali ke kamarnya.

Luke berjalan perlahan dan mengantarkan Rexanne ke kamar gadis itu seharusnya berada. Ia tidak mungkin membawa Rexanne ke kamarnya meski ia tahu ini kesempatannya untuk menyerang Rexanne yang tidak sadar. Tidak, bukan ia takut dengan kemarahan Rexanne jika gadis itu tahu bahwa dirinya telah bangun di kamar yang salah, namun menyerang gadis yang tidak sadarkan diri akan mencoreng harga dirinya sebagai seorang gentleman.

Luke memandang wajah Rexanne cukup lama sembari tersenyum. Agak sulit dibayangkan gadis pemarah seperti Rexanne menjadi pendiam seperti ini. Ia terkikik pelan jika mengingat sikap Rexanne yang tidak pernah bisa jujur pada dirinya sendiri, dan sejujurnya ia sedikit merindukan teriakan Rexanne pada dirinya. Bukan, Luke bukan seorang masokis, namun ia senang melihat energi hidup dari seseorang.

“Cepatlah sadar, Rexanne.” Luke menundukkan kepalanya dan mencium kening gadis itu.

“Apa aku mengganggu sesuatu?” Xia berdiri di pintu kamar Rexanne.

Luke tersenyum dan menggeleng. “Tidak, kau tidak mengganggu apapun. Apakah kau akan mengobati lukanya?”

Xia mengangguk singkat dan melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan tempat Rexanne terbaring. Luke sedikit bergeser, memasukkan tangan pada kedua saku celananya, dan ia menitip pesan pada Xia sebelum keluar ruangan tersebut.

“Kumohon, selamatkan dia. Terima kasih.”

Xia menatap punggung Luke yang perlahan menghilang seiring dengan dittutupnya pintu kamar Rexanne. Sejujurnya, Xia merasa ada yang tidak biasa dari Luke yang selama ini ia tahu, namun kali ini ia diam saja karena sekarang ia harus mengobati pejuang wanita dari faksi Heretic ini.

 

***

Read previous post:  
25
points
(5666 words) posted by dismyname 6 years 46 weeks ago
62.5
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fantasi | Battle of Realms | HxH
Read next post:  
Be the first person to continue this post
70

Karena bukan Round...
titip poin

thank you bang

80

huwaaaa.... selamat tinggal kakakk, nti kalo mati suri adik tirimu ini bkal nyamperin dirimu di alam baka Q_Q/ #ehh
.
wee kak Dee gabung2in canon dari peserta lain O.o
.
ditunggu battlenya lawan abang Ferrum ~*w*)~
btw sy punya firasat kita bakal ketemu lgi niy mdah2an ketemu lagi ='w'=

hwhhwhwhwhw.. battlenya aja haw haw gini. Main kuda-kudaan
:v
.
Aneh ya kalau saya gabung-gabungin canon?

wkwkk apa pula itu haw haw XD
ayyeeyy, battle ceria brsama abang Ferrum \' 3 ')/ #dessh
.
ndak aneh si kak, cma kalo kta kak Ivan konsisten aja www
takutnya dunia BOR jadi saling bertabrakan *widih bahasa sy kyak yg ngerti konsep dunia bor aja XDD #plakk
.
asal ndak rancu aja (disini sy kaget Rexie yg di versi r3 Ed ndak knpa2 mendadak sekarat) ya bisa diakalin si brhubung sy jg suka gbung2in canon 'w')d *digantung

loh, saya ndak jelasin di sini ya?
Si Rexie emang dilihat sama Ed gapapa awalnya.
.
Ini deh.

.
"namun yang Edward tahu gadis itu berlari di depannya saat dirinya mengistirahatkan kakinya yang—secara tak sengaja—tertusuk tombak kawannya sendiri, Haruo."
.
Ini kan R3 nya Edward soal Rexie. Yang diliat sama Edward si Rexanne emang ga kenapa2 awalnya, tapi entah apa yang terjadi di depan si gadis malah luka2

nah, itu maksud sya ! >w<)7

Bebas kok...

Mau gabungin canon, mau Canon sendiri.