[Road to Round 4] Edward Kalashnikov - Goodbye Luke

Edward duduk di atas ranjangnya yang keras. Sesekali ia menatap tangannya, memastikan bahwa kali ini musuhnya benar-benar mati. Edward menyadari satu hal yang berada di luar nalarnya. Di arena Pillar Block Maze, tepatnya saat ia sedang duduk dan beristirahat dari luka yang ia terima akibat pertarungannya dengan Akero Kaoze, sekilas ia melihat seorang gadis berambut hijau yang terkadang berubah menjadi ungu, bertarung dengan pemuda berjaket abu kehitaman dari faksi Si Hitam. Satu yang tidak bisa dipahami Edward:

Bagaimana mungkin?

Bagaimana mungkin gadis yang ia sinyalir bernama Hilya tersebut masih ada di turnamen ini? Ia berani sumpah demi Iblis panutannya berserta seluruh pengikutNya, bahwa ia sudah membunuh Hilya pada pertarungan pertama. Jika benar Hilya masih hidup dan masih mengikuti pertarungan, ia akan melakukan sesuatu pada gadis cilik yang telah mencoreng harga dirinya sebagai penyihir terhebat dari Inggris abad 13.

Edward melepaskan jubahnya sambil terus memfokuskan pikiran pada sosok Hilya yang berhasil membuatnya mengalami retak tulang, namun di tengah pemikiran tersebut, otaknya mulai memikirkan hal lain, gadis yang ia temui di parkiran pada pertarungan keduanya. Gadis berambut kemerahan yang mirip sekali dengan saudarinya yang kini masih menghilang—menurutnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Belle. Belle, gadis yang berhasil membelah tulang bahunya dan mengacaukan pikirannya atas Melody. Kekecewaan sedikit membutakannya, dan ia tidak tahu apakan tombak yang ia lempar menembus leher Belle mampu membuat gadis itu mati atau ia akan hidup lagi seperti Hilya.

“Hhh…” Edward tidak merasa senang kalaupun ia berhasil membunuh Belle. Entahlah, apa karena Belle terlalu mirip Melody?

Edward membuka bajunya dan menggulung celananya yang kumal, melihat luka yang ia terima dari Akero. Ia sadar benar bahwa luka ini tidak akan sembuh begitu saja jika ia tidak beristirahat secara penuh untuk beregenerasi. Ia sedikit merasa beruntung bahwa Rexanne membantunya di pertarungan. Gadis itu benar-benar beda dengan makhluk besar berbulu yang ikut mengeroyoknya pada pertarungan kedua.

Edward melipat jubah dan bajunya diatas bantal dan merebahkan dirinya di tempat tidur yang dirasa tidak nyaman. Ia memejamkan mata, memulai ritual regenerasinya seperti biasa.

 

***

Read previous post:  
25
points
(5666 words) posted by dismyname 7 years 11 weeks ago
62.5
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fantasi | Battle of Realms | HxH
Read next post:  
Be the first person to continue this post
70

Karena bukan Round...
titip poin

thank you bang

80

huwaaaa.... selamat tinggal kakakk, nti kalo mati suri adik tirimu ini bkal nyamperin dirimu di alam baka Q_Q/ #ehh
.
wee kak Dee gabung2in canon dari peserta lain O.o
.
ditunggu battlenya lawan abang Ferrum ~*w*)~
btw sy punya firasat kita bakal ketemu lgi niy mdah2an ketemu lagi ='w'=

hwhhwhwhwhw.. battlenya aja haw haw gini. Main kuda-kudaan
:v
.
Aneh ya kalau saya gabung-gabungin canon?

wkwkk apa pula itu haw haw XD
ayyeeyy, battle ceria brsama abang Ferrum \' 3 ')/ #dessh
.
ndak aneh si kak, cma kalo kta kak Ivan konsisten aja www
takutnya dunia BOR jadi saling bertabrakan *widih bahasa sy kyak yg ngerti konsep dunia bor aja XDD #plakk
.
asal ndak rancu aja (disini sy kaget Rexie yg di versi r3 Ed ndak knpa2 mendadak sekarat) ya bisa diakalin si brhubung sy jg suka gbung2in canon 'w')d *digantung

loh, saya ndak jelasin di sini ya?
Si Rexie emang dilihat sama Ed gapapa awalnya.
.
Ini deh.

.
"namun yang Edward tahu gadis itu berlari di depannya saat dirinya mengistirahatkan kakinya yang—secara tak sengaja—tertusuk tombak kawannya sendiri, Haruo."
.
Ini kan R3 nya Edward soal Rexie. Yang diliat sama Edward si Rexanne emang ga kenapa2 awalnya, tapi entah apa yang terjadi di depan si gadis malah luka2

nah, itu maksud sya ! >w<)7

Bebas kok...

Mau gabungin canon, mau Canon sendiri.