[Road to Round 4] Edward Kalashnikov - Goodbye Luke

Hideya membolak-balik kartu The Fool di tangannya. Sesekali ia memandang langit-langit kamar dan kartu tersebut bergantian. Hideya sadar bahwa kartu itu telah menyelamatkannya dari serangan delusi Insanity Room yang baru beberapa jam lalu ia masuki. Hideya sadar satu hal, di ruangan itu, ia melihat Belle, gadis yang pernah telanjang di depannya saat bertarung di putaran pertama. Gadis yang memberitahunya tentang eksistensi sebuah salinan. Bukan hal yang mengejutkan bagi Hideya jika ia melihat gadis itu hidup kembali. Ya, gadis itu, dirinya, dan beberapa petarung lain yang ia kenal adalah salinan yang seenak hati bisa diciptakan berulang-ulang. Ya, ia sadar ketika dirinya bertemu dengan Mahesa—yang seharusnya ia bunuh di putaran kedua—berdiri menantang di ujung sebuah terowongan sempit sebelum mencapai Insanity Room. Hideya menarik napas, tidak salah jika dirinya mengambil kesimpulan bahwa kehidupannya tidak lebih dari sekedar bidak permainan mereka yang mengklaim diri sebagai pemimpin faksi, bukan?

Permainan, huh? Bukankah ia sudah sangat akrab dengan sesuatu yang bernama permainan?

Sesuatu yang berirama dengan pertaruhan.

Menangkan semuanya untuk bertahan hidup.

..ah! Hideya menyadari satu hal. Bukan saatnya ia memikirkan hal ini sekarang. Menangkan semuanya untuk bertahan hidup mungkin pemikiran yang kurang tepat, karena di realitas ini meskipun ia kalah atau mati, namun jika ‘dewa’ yang menciptakannya mengkehendaki dirinya untuk bertarung bagaikan dua hewan yang sedang diadu, ia akan bangkit lagi.

Hideya menyimpan kartu tersebut di balik rompinya, dan mulai memejamkan mata.

Ya, ia hanya merasa ingin tidur sekarang.

 

***

Read previous post:  
25
points
(5666 words) posted by dismyname 7 years 11 weeks ago
62.5
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fantasi | Battle of Realms | HxH
Read next post:  
Be the first person to continue this post
70

Karena bukan Round...
titip poin

thank you bang

80

huwaaaa.... selamat tinggal kakakk, nti kalo mati suri adik tirimu ini bkal nyamperin dirimu di alam baka Q_Q/ #ehh
.
wee kak Dee gabung2in canon dari peserta lain O.o
.
ditunggu battlenya lawan abang Ferrum ~*w*)~
btw sy punya firasat kita bakal ketemu lgi niy mdah2an ketemu lagi ='w'=

hwhhwhwhwhw.. battlenya aja haw haw gini. Main kuda-kudaan
:v
.
Aneh ya kalau saya gabung-gabungin canon?

wkwkk apa pula itu haw haw XD
ayyeeyy, battle ceria brsama abang Ferrum \' 3 ')/ #dessh
.
ndak aneh si kak, cma kalo kta kak Ivan konsisten aja www
takutnya dunia BOR jadi saling bertabrakan *widih bahasa sy kyak yg ngerti konsep dunia bor aja XDD #plakk
.
asal ndak rancu aja (disini sy kaget Rexie yg di versi r3 Ed ndak knpa2 mendadak sekarat) ya bisa diakalin si brhubung sy jg suka gbung2in canon 'w')d *digantung

loh, saya ndak jelasin di sini ya?
Si Rexie emang dilihat sama Ed gapapa awalnya.
.
Ini deh.

.
"namun yang Edward tahu gadis itu berlari di depannya saat dirinya mengistirahatkan kakinya yang—secara tak sengaja—tertusuk tombak kawannya sendiri, Haruo."
.
Ini kan R3 nya Edward soal Rexie. Yang diliat sama Edward si Rexanne emang ga kenapa2 awalnya, tapi entah apa yang terjadi di depan si gadis malah luka2

nah, itu maksud sya ! >w<)7

Bebas kok...

Mau gabungin canon, mau Canon sendiri.