[Road to Round 4] Edward Kalashnikov - Goodbye Luke

Lebih dari 24 jam telah terlewati.

Edward berjalan melintasi lorong kamar-kamar peserta menuju ruang serba guna. Saat melewati kamar Rexanne, ia melihat seorang pemuda yang lebih muda darinya sedang berdiri di ambang pintu sembari melipat tangan di dada. Pemuda itu tidak memperhatikan Edward yang kini terpaku memandangnya dengan heran. Ia hanya memperhatikan Rexanne yang masih terbaring belum sadarkan diri dan sedang dirawat oleh Xia San Loo.

Edward melirik ke dalam kamar dan melihat sosok Rexanne yang masih tertidur. Edward ingat betul bahwa gadis itu adalah teman bertarungnya di dalam kandang saat dirinya melawan Akero. Entah sudah berapa banyak cercaan yang ia lontarkan pada gadis itu, dan gadis itu juga berteriak padanya. Edward tidak tahu apa yang dikatakan oleh gadis itu saat mereka berdua adu mulut, namun yang Edward tahu gadis itu berlari di depannya saat dirinya mengistirahatkan kakinya yang—secara tak sengaja—tertusuk tombak kawannya sendiri, Haruo.

“Jadi dia tumbang juga, heh?” Edward berbisik dan melanjutkan langkahnya menuju ruang serba guna.

Luke yang seolah tidak menghiraukan Edward sebenarnya mendengar dengan jelas desisan penyihir tuli tersebut. Namun yang dipikirannya saat ini adalah sosok gadis yang masih terbaring.

“Bagaimana?” tanya Luke saat Xia berdiri usai mengganti perban di tubuh Rexanne.

“Kulihat kau sangat peduli padanya.”  Xia tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Luke.

“Apakah hal yang aneh jika kau peduli pada orang yang kau sayangi?”

Xia hanya tersenyum. “Tidak.”

Luke tidak mendengar jawaban apa-apa dari Xia. Namun ia sudah tidak melihat warna kematian di tubuh Rexanne, dipastikan bahwa Rexanne akan sadar sebentar lagi. Tidak ingin menganggu gadis itu, Luke beranjak pergi dari ambang pintu.

 

*

 

Edward membolak-balik buku yang dibawanya ke ruang serba guna. Ia memang sudah mempelajari bab terakhir buku tua pemberian Artie saat ia baru menjadi anggota di perkumpulan para penyihir. Sebagai anggota termuda, Artie memperlakukannya sangat spesial. Hanya Edward yang tidak menerima perlatihan keras sebagai seorang calon penyihir. Entah karena usia Edward yang masih enam tahun kala itu atau Artie teringat dengan puteranya yang sudah meninggal, yang jelas Artie sangat menyayangi Edward.

Alis Edward bertaut saat ia menemukan sebuah bab tentang mengendalikan api yang ada di sekitar. Jika selama ini dirinya menggunakan api biru yang berasal dari dalam tubuh, ternyata ia juga bisa mengendalikan api biasa yang ada di sekelilingnya. Sebuah kesalahan selama 17 tahun Edward mendalami sihir, ia tidak pernah bertanya maupun membaca buku pemberian Artie. Baginya sudah cukup menggunakan kekuatan yang dimilikinya, dan bahkan selama ini ia tidak perlu turun tangan karena Melody yang mengeksekusi korban-korban yang ia kehendaki. Ya, selama 3 tahun belakangan—lebih tepatnya sejak ia menghidupkan Melody kembali, ia selalu memerintah Melody.

“Sedang baca apa?” tanya Luke yang baru saja masuk ke ruang serba guna.

Edward tidak menghiraukan, matanya masih terpaku pada buku yang ia baca. Luke menggeleng, dan hampir melupakan bahwa orang yang dihadapannya tidak bisa mendengar. Satu tarikan ia berhasil membuat Edward menoleh karena bukunya diambil.

“Hei.”

Luke membolak-balik buku itu tidak mengerti.

“Kembalikan bukuku!!”

“Kenapa kau mempelajari semua ini?” Luke menatap Edward sembari mengembalikan bukunya.

“Apa masalahmu? Aku hanya ingin mengalahkan Heroes.”

“Heh.” Luke menyunggingkan bibirnya dan melengos malas. Ia mengembalikan buku tersebut pada Edward.

Sejak awal Luke tidak terlalu peduli dengan Heroes, Heretics, Realitas Emas, dan bahkan Blackz yang mengklaim diri sebagai pemimpin Heretic.

“Kau tahu, di Heroes ada seorang  yang seharusnya tidak berada di sana,” sahut Edward sembari melihat buku tuanya.

Luke mengernyitkan alis, ingin rasanya bertanya ‘siapa’. Namun sebelum pertanyaan itu terucap, Edward sudah membuka suaranya.

“Orang itu, pria bertopeng yang kulawan. Aku mencium bau darah yang melekat pada tubuhnya.”

Luke mengingat siapa lawan Edward sebelumnya, namun karena ia tidak peduli ia tidak menemukan nama sosok yang dimaksud, tapi ia pernah melihat sosok itu di pertarungan pertama. Oke, meskipun tidak tahu namanya, sosok itu sudah tergambar di kepalanya.

“Aku heran kenapa orang tersebut masuk ke Heroes—”

Edward menggantungkan ucapannya, hidungnya mencium sesuatu yang membuat matanya mendelik. Dengan cepat ia menutup buku tuanya dan berdiri.

“Aku mencium bau kematian. Ada yang mati disini. Bau manusia mati.”

Luke mengernyitkan alis sejenak dan teringat sesuatu.

Rexanne!

Buru-buru ia berlari ke tempat gadis berkuncir dua itu dirawat.

Sepeninggal Luke, Edward kembali duduk, membuka buku tuanya lagi, dan bergumam.

“Ah, baunya hilang.”

 

***

Read previous post:  
25
points
(5666 words) posted by dismyname 7 years 11 weeks ago
62.5
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fantasi | Battle of Realms | HxH
Read next post:  
Be the first person to continue this post
70

Karena bukan Round...
titip poin

thank you bang

80

huwaaaa.... selamat tinggal kakakk, nti kalo mati suri adik tirimu ini bkal nyamperin dirimu di alam baka Q_Q/ #ehh
.
wee kak Dee gabung2in canon dari peserta lain O.o
.
ditunggu battlenya lawan abang Ferrum ~*w*)~
btw sy punya firasat kita bakal ketemu lgi niy mdah2an ketemu lagi ='w'=

hwhhwhwhwhw.. battlenya aja haw haw gini. Main kuda-kudaan
:v
.
Aneh ya kalau saya gabung-gabungin canon?

wkwkk apa pula itu haw haw XD
ayyeeyy, battle ceria brsama abang Ferrum \' 3 ')/ #dessh
.
ndak aneh si kak, cma kalo kta kak Ivan konsisten aja www
takutnya dunia BOR jadi saling bertabrakan *widih bahasa sy kyak yg ngerti konsep dunia bor aja XDD #plakk
.
asal ndak rancu aja (disini sy kaget Rexie yg di versi r3 Ed ndak knpa2 mendadak sekarat) ya bisa diakalin si brhubung sy jg suka gbung2in canon 'w')d *digantung

loh, saya ndak jelasin di sini ya?
Si Rexie emang dilihat sama Ed gapapa awalnya.
.
Ini deh.

.
"namun yang Edward tahu gadis itu berlari di depannya saat dirinya mengistirahatkan kakinya yang—secara tak sengaja—tertusuk tombak kawannya sendiri, Haruo."
.
Ini kan R3 nya Edward soal Rexie. Yang diliat sama Edward si Rexanne emang ga kenapa2 awalnya, tapi entah apa yang terjadi di depan si gadis malah luka2

nah, itu maksud sya ! >w<)7

Bebas kok...

Mau gabungin canon, mau Canon sendiri.