[Round 4] Edward Kalashnikov - Ironical Life

“GAAAH!” Edward mencabut pipa besi itu dari paha kanannya. “Dasar brengsek!”

Edward duduk sejenak untuk meregenerasi pahanya. Untung saja tidak terlalu dalam hingga bisa ia sembuhkan dengan regenerasi. Tapi tetap saja rasa nyeri itu ada. Mungkin untuk beberapa menit ia tidak bisa mengejar Ferrum dan buruannya.

“Ahhhh~~~” Edward menghela napas lega tatkala rasa nyeri itu perlahan hilang. “Sekarang saatnya menghabisi kedua orang itu.”

Edward berlari menembus tembok dan tibalah ia di depan sebuah stadium.

“Sial, kemana mereka pergi?!”

Edwrad mengambil ancang-ancang untuk merubah diri menjadi seekor anjing, namun sayang matahari muncul hingga kekuatannya tidak berfungsi sebagaimana seharusnya.

Edward mendecak. Ia jelas tidak bisa menggunakan kemampuan melacaknya. Jika mencium sesuatu, ia bahkan harus mendekat ke arahnya targetnya.

“Jadi, aku harus kemana?”

Setelah menimbang dengan sangat tidak bijak, Edward memutuskan pergi ke barat. Ia tidak tahu dengan pasti dimana Ferrum dan targetnya bersembunyi, yang jelas saat ini ia melangkahkan kakinya pergi.

Edward menyusuri jalan dan melihat Hideya berlari keluar dari sebuah bangunan.

“HEY! HIDEYA!”

Yang dipanggil tidak menoleh, bahkan justru mulai berlari. Edward mulai ingat bahwa Hideya juga tidak bisa mendengar seperti dirinya.

“Ah sial…” Edward menggumam pelan dan memutuskan untuk pergi ke gedung tempat Hideya keluar tadi.

“Huh? Greed’s Mansion?

 

***

Read previous post:  
Read next post:  
80

seperti yang sebelumnya~ hhoho
SoL nya mantap, , tp sebab battle'a jd rancu
gegara ada dialog, , "bunuh siapa aja kan bisa, udah beres~"
`
Ferrumnya suruh iket aja si Ai biar ndak kabur~
hhohoho~
#ampoooniii saia guruuuu~
#sungkem!
`
`
titipi +3 di mari untuk pengincaran Ai

80

Iya nih Dee. Tokoh utamanya beneran kayak si Ai, dan Ed jadi kayak villain yang kebetulan aja ini ceritanya bad end #plak
.
Tapi seperti biasa emang dari awal enak dibaca. Soal cerita ya kebebasan penulis lah~
.
+3

Eh beneran ini si Ai yang terasa jadi tokoh utama?
.
Yey,I did it~
.
X3
.
Makasih banyak Kak Sam udah mau mampir

70

Wah si Edward emang kejam, salah satu yg penjahat beneran nih dari Heretik. Utk flashback dan bahan cerita Mia dan Ai, kuliat Mas Dee udah jago nih bikin slice of life. Cuma aja porsi tarungnya Edward ngelawan Ferrum, apakah itu deskripsi jurus, atau emosinya, atau aliran alasan entah kenapa jadi kurang ditonjolkan atau ketutup dibanding ceritanya sang target itu sendiri. Jadi titip +3 dolo hehe

Makasih udah mau mampir plus kasih nilainya pak po...
:D
.
Seperti yang saya katakan di chatroom. Kali ini, saya lebih nonjolin si Target daripada Ferrum. Dan ya, memang itu yang saya lakukan.
.
I have no regret actually. :3

70

Izin komentar...
.
Saya suka bagian awalnya yang penjelasan tentang Ai, begitu mengalir dan mudah diresapi. Ceritanya tegang sampe Edward mau nebas cewek itu.
.
Tapi, semua berubah saat negara api menyerang. #plak
.
Dialog Ai dengan Ferrum itu agak ganjil rasanya, trus cewek itu jadi berasa nyantai sampe debat segala padahal beberapa detik sebelumnya uda deg-degan sampe tak bisa berkata-kata.
.
Hmm, sekarang waktunya menulis.

namanya juga cewek galau. Mau mati aja mikir-mikir.
.
Gimana ngga tenang kalau si cewek udah geer Ferrum bakal nolong dia?
.
Sana nulis :v

50

Yo'i...

wups maap dobel

80

hiks, Edward kamu memang gk manusiawi.. membunuh tanpa penyesalan sama sekali... :'(
.
+4

"Kan manusia ngga nguna. buat apa disesali?"
.
Thanks ya ann, udah mau mampir...