[Round 4] Edward Kalashnikov - Ironical Life

 

Greed’s Mansion

 

Edward melangkahkan kaki dan memandang ke seluru penjuru rumah. Benar-benar sebuah mansion seorang bangsawan. Jujur saja, Edward hanya pernah melihat desain interior seperti ini  satu kali saat dirinya tidak sengaja beristirahat di sebuah dahan pohon di samping sebuah istana. Intinya ruangan yang ia masuki kurang lebih sama, ada sofa besar, dan sebuah figura besar di antara dua buah tangga di lantai dua. Di dalam figura itu, terpampang sosok yang tidak asing lagi bagi Edward.

“Hah?! Si Blackz?!”

“Master Blackz.” Xia—yang entah sejak kapan berada di belakang Edward—mengkoreksinya.

Edwrad terperanjat. Bukan karena ia tidak bisa mendengar apa yang Xia katakan, melainkan hembusan napas yang ia rasakan di tengkuknya.

“Kau!!”

Xia tersenyum. “Bagaimana, apa pertarunganmu lancar?”

“Khh!!” Edward menggertakkan giginya. “Belum. Ia lari bagai pengecut.”

“Huh, apa kau kalah darinya?”

“Tidak.” Edward melengos dan mengalihkan pandangannya.

“Lalu, bagaimana targetmu?” Link muncul dan menusuri tangga.

Edward memandang bingung, karena ia tidak mendengarkan ucapan Link. Xia tersenyum dan mengulang pertanyaan tersebut. Sekali lagi, Edward melengos.

“Pengganggu itu membawanya.”

“HAH! Payah!” Link menghampiri Edward dengan senyum yang meremehkan.

“APA KATAMU?!”

“Blackz apa kau mendengar itu?” Link berbisik dan tiba-tiba saja sesosok hitam layaknya manusia tempelan keluar dari figura besar di lantai dua.

“Ya. Jelas sekali.”

Edward terhenyak. Kali ini ia melihat sosok hitam itu melompat menghampirinya.

“Khh—” Sebuah tekanan yang cukup besar dirasakan Edward saat berhadapan langsung dengan sosok hitam pemimpin faksi tersebut.

“Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?”

“Kk---“ Edward masih belum bisa menjawab namun matanya masih mengatakan bahwa ia akan menyelesaikan tugasnya.

“Apakau akan menghabisi mereka demi kemenangan kita?”

Edward mengangguk gugup. Blackz menyeringai dan membalik badannya, pergi. Saat itulah, Edward bisa merasakan tekanan yang terasa meremas jantungnya perlahan menghilang.

Blackz menghentikan langkah dan menolehkan kepalanya tanpa berbalik kemudian berkata,

“Kali ini pastikan anak buah Moon tidak tersisa lagi.”

Edward tidak mendengar apa-apa, dan ia tidak bisa membaca bibir Blackz. Ia hanya menatap Blackz datar, menunggu pria hitam itu kembali ke atas kemudian berbalik. Namun saat ia akan melangkahkan kaki, Link menahan bahu penyihir itu.

“Target utamamu adalah membunuh salah satu penduduk.”

“Aku tahu,” balas Edward ketus.

“Kalau kau ingin cepat pergi dari sini, cari saja penduduk lain untuk kau bunuh.”

Edward meludah. “Cih, aku tahu apa yang aku lakukan. Lagipula aku tidak akan melepaskannya.”

“Kau tahu, Link benar.” Xia ikut ambil suara.

“Kau tidak mengerti apa-apa, gadis. Ini urusanku dan pengganggu itu. Aku harus membunuhnya sebelum ia muncul di hadapanku.” Edward melengos kemudian berbalik, melangkahkan kaki keluar mansion.

 

*

 

Edward berjalan sembari memandang langit. Seandainya saja langit tiba-tiba gelap karena mendung pekat, maka ia akan berubah menjadi anjing untuk melacak dimana target dan musuhnya berada.

Dan itu benar terjadi,

“Wow!” Hampir saja Edward percaya Tuhan jika ia tidak menangkap sosok wanita berperawakan sedang, dan memiliki wajah yang hampir sama dengan targetnya.

Edward tidak ingin membuang waktu, ia mengubah diri menjadi seekor anjing dan mendekati gadis itu.

“Oh, apa kau tersesat, anjing?” gadis itu mengangkat tubuh anjing yang tiba-tiba menggelayut di kakinya.

Edward menatap gadis itu dengan malas, namun ia mencium aroma yang sama dengan targetnya. Perlahan tubuh anjingnya diletakkan kembali ke tanah. Gadis itu mulai berjalan dan Edward mengikutinya.

“Kau tahu, di tengah kekacauan ini, aku tidak menyangka kakakku akan selamat. Ayo, kita pergi ke Rabbit Hutch bersama. Aku menyukai mata merahmu, akan kukatakan pada kakakku untuk memeliharamu.”

Sesekali gadis itu menoleh ke anjing hitam yang berjalan di sampingnya. Edward tidak peduli dengan apa yang dikatakan gadis yang baru ia temui itu. Ia hanya yakin bahwa sebentar lagi ia akan bertemu dengan targetnya.

 

***

Read previous post:  
Read next post:  
80

seperti yang sebelumnya~ hhoho
SoL nya mantap, , tp sebab battle'a jd rancu
gegara ada dialog, , "bunuh siapa aja kan bisa, udah beres~"
`
Ferrumnya suruh iket aja si Ai biar ndak kabur~
hhohoho~
#ampoooniii saia guruuuu~
#sungkem!
`
`
titipi +3 di mari untuk pengincaran Ai

80

Iya nih Dee. Tokoh utamanya beneran kayak si Ai, dan Ed jadi kayak villain yang kebetulan aja ini ceritanya bad end #plak
.
Tapi seperti biasa emang dari awal enak dibaca. Soal cerita ya kebebasan penulis lah~
.
+3

Eh beneran ini si Ai yang terasa jadi tokoh utama?
.
Yey,I did it~
.
X3
.
Makasih banyak Kak Sam udah mau mampir

70

Wah si Edward emang kejam, salah satu yg penjahat beneran nih dari Heretik. Utk flashback dan bahan cerita Mia dan Ai, kuliat Mas Dee udah jago nih bikin slice of life. Cuma aja porsi tarungnya Edward ngelawan Ferrum, apakah itu deskripsi jurus, atau emosinya, atau aliran alasan entah kenapa jadi kurang ditonjolkan atau ketutup dibanding ceritanya sang target itu sendiri. Jadi titip +3 dolo hehe

Makasih udah mau mampir plus kasih nilainya pak po...
:D
.
Seperti yang saya katakan di chatroom. Kali ini, saya lebih nonjolin si Target daripada Ferrum. Dan ya, memang itu yang saya lakukan.
.
I have no regret actually. :3

70

Izin komentar...
.
Saya suka bagian awalnya yang penjelasan tentang Ai, begitu mengalir dan mudah diresapi. Ceritanya tegang sampe Edward mau nebas cewek itu.
.
Tapi, semua berubah saat negara api menyerang. #plak
.
Dialog Ai dengan Ferrum itu agak ganjil rasanya, trus cewek itu jadi berasa nyantai sampe debat segala padahal beberapa detik sebelumnya uda deg-degan sampe tak bisa berkata-kata.
.
Hmm, sekarang waktunya menulis.

namanya juga cewek galau. Mau mati aja mikir-mikir.
.
Gimana ngga tenang kalau si cewek udah geer Ferrum bakal nolong dia?
.
Sana nulis :v

50

Yo'i...

wups maap dobel

80

hiks, Edward kamu memang gk manusiawi.. membunuh tanpa penyesalan sama sekali... :'(
.
+4

"Kan manusia ngga nguna. buat apa disesali?"
.
Thanks ya ann, udah mau mampir...