[Round 4] Edward Kalashnikov - Ironical Life

 

Ai tersenyum melihat Mia kembali membuka matanya.

“Mia… Syukurlah kau selamat.” Berulang kali Ai memeluk wajah adiknya kemudain menciumnya.

“Ai…” Mia memanggilnya lirih.

“Ya?”

“Sebaiknya kau mati saja.”

Ai terhenyak. “Mi-Mia.. Kau bicara apa?!”

“Karena dirimu aku terluka, Ai. Papa dan Mama benar, kau memang tidak berguna.”

Ucapan Mia membuat Ai tidak bisa mengatakan apa-apa. Satu-satunya orang yang ia sayang membuangnya, menganggapnya sampah. Ai menangis, ia memandang adiknya dengan tatapan tidak percaya. Harapannya hancur. Seharusnya ia mati saja.

“Maafkan aku, Mia. Maafkan aku…”

Ai bersimpuh memohon ampun sementara Mia melengos tidak peduli.

“Kau melukaiku, Ai. Aku tidak bisa memaafkannya.”

“Mia.. Maafkan—kkh…”

Ai tidak bisa menoleh karena seseorang menjambak rambunya dan menariknya ke belakang. Ai hanya bisa melirik ke sosok penarik kepalanya.

Seorang pemuda dengan luka sayat di wajah, mengenakan jubah yang terlihat lebih kotor dari sebelumnya. Ai tidak mampu berkata-kata saat pemuda itu memegang kepalanya.

“Seharusnya kau sadar diri untuk tidak hidup di dunia ini. Tidak ada yang menginginkan sampah sepertimu. Kau harus lebih tahu diri.” Pemuda itu berbisik sebelum akhirnya memutar kepala Ai hingga terdengar bunyi tulang yang patah.

Sang pemuda yang tidak lain adalah Edward berjalan pelan meninggalkan Ai dan Mia yang tersungkur di jalan. Ia tidak peduli dengan Mia yang hanya mengalami luka di paha, ia hanya ingin menuntaskan keinginannya membunuh Ai, dan sudah ia lakukan.

Langit masih gelap, dan Edward terus berjalan sembari menunggu dirinya dikeluarkan dari dimensi tempat ia berada sekarang.

 

continued to next round

 

Read previous post:  
Read next post:  
80

seperti yang sebelumnya~ hhoho
SoL nya mantap, , tp sebab battle'a jd rancu
gegara ada dialog, , "bunuh siapa aja kan bisa, udah beres~"
`
Ferrumnya suruh iket aja si Ai biar ndak kabur~
hhohoho~
#ampoooniii saia guruuuu~
#sungkem!
`
`
titipi +3 di mari untuk pengincaran Ai

80

Iya nih Dee. Tokoh utamanya beneran kayak si Ai, dan Ed jadi kayak villain yang kebetulan aja ini ceritanya bad end #plak
.
Tapi seperti biasa emang dari awal enak dibaca. Soal cerita ya kebebasan penulis lah~
.
+3

Eh beneran ini si Ai yang terasa jadi tokoh utama?
.
Yey,I did it~
.
X3
.
Makasih banyak Kak Sam udah mau mampir

70

Wah si Edward emang kejam, salah satu yg penjahat beneran nih dari Heretik. Utk flashback dan bahan cerita Mia dan Ai, kuliat Mas Dee udah jago nih bikin slice of life. Cuma aja porsi tarungnya Edward ngelawan Ferrum, apakah itu deskripsi jurus, atau emosinya, atau aliran alasan entah kenapa jadi kurang ditonjolkan atau ketutup dibanding ceritanya sang target itu sendiri. Jadi titip +3 dolo hehe

Makasih udah mau mampir plus kasih nilainya pak po...
:D
.
Seperti yang saya katakan di chatroom. Kali ini, saya lebih nonjolin si Target daripada Ferrum. Dan ya, memang itu yang saya lakukan.
.
I have no regret actually. :3

70

Izin komentar...
.
Saya suka bagian awalnya yang penjelasan tentang Ai, begitu mengalir dan mudah diresapi. Ceritanya tegang sampe Edward mau nebas cewek itu.
.
Tapi, semua berubah saat negara api menyerang. #plak
.
Dialog Ai dengan Ferrum itu agak ganjil rasanya, trus cewek itu jadi berasa nyantai sampe debat segala padahal beberapa detik sebelumnya uda deg-degan sampe tak bisa berkata-kata.
.
Hmm, sekarang waktunya menulis.

namanya juga cewek galau. Mau mati aja mikir-mikir.
.
Gimana ngga tenang kalau si cewek udah geer Ferrum bakal nolong dia?
.
Sana nulis :v

50

Yo'i...

wups maap dobel

80

hiks, Edward kamu memang gk manusiawi.. membunuh tanpa penyesalan sama sekali... :'(
.
+4

"Kan manusia ngga nguna. buat apa disesali?"
.
Thanks ya ann, udah mau mampir...