Surat Hujan

Hujan yang turun dengan tulus

Mencoba menapaki setiap jejak-jejak hari
Lagi dan lagi

Tiada yang terlewatkan dalam hatinya
Tiada yang dalam yang tak bertepi baginya

Hujan dalam kerasnya hari-hari kemudian
Dan hujan akan tetap datang untuk melembutkan
Dan hujan akan selalu tulus mengutarakan setiap perasaan
Dan hujan yang datang
Ketika kita saling terdiam memandang di suatu sore yang penuh dengan pertanyaan

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer toik
toik at Surat Hujan (8 years 48 weeks ago)

Komen-komen kalian membosankan semua, IQ ?

Writer arsenal mania
arsenal mania at Surat Hujan (8 years 48 weeks ago)

jadi, yang kagak ngebosenin gimana tong?
minta dipuji?
yaelah
udah bagus komennya ngasih kritik. daripada gua caci maki doang?
iya dah tulisanlu bagus, tapi kagak beres <<<< begini? atau?
benerbener dah

Writer arsenal mania
arsenal mania at Surat Hujan (8 years 48 weeks ago)

saya setuju sama kommen di bawah masalah "dan". satu udah cukup, diulangulang malah jadi aneh. takarannya kelebihan. juga bagian ini nih:
"tiada yang terlewatkan dalam hatinya
tiada yang dalam yang tak bertepi baginya"
astaga itu berlebihan untuk sebpasang kalimat yang pendek. ini coba saya gubah, kali aja bisa jadi reverensi buat nanti:
.
"Hujan turun dengan tulus

menapaki jejak-jejak hari
Lagi dan lagi

Tiada yang terlewatkan dalam hatinya
dalam yang tak bertepi baginya

Hujan dalam kerasnya hari-hari kemudian
akan tetap datang untuk melembutkan
selalu tulus mengutarakan perasaan
hujan yang datang
Ketika kita saling terdiam memandangi sore yang penuh
dengan pertanyaan"
.
kirakira gitu deh
saya laper, cheers

Writer kazturi
kazturi at Surat Hujan (8 years 48 weeks ago)
70

Wah menarik, tetapi kata "dan" untuk menguatkan ya?lebih bagus kalau gak diulang kayaknya.oiya baris pertamanya juga enak kalau dipadatkan, kata "yang"-nya bisa dihilangkan.