Your Song

            Alunan lagu itu masih terdengar olehku. Alunan lagu yang dinyanyikan oleh seseorang di seberang sana, seberang jendela kamarku. Terdengar sangat lembut dan menentramkan hati walau hanya bermodalkan suara dan petikan gitar. Aku melirik jam yang tergantung di sudut kamarku, pukul delapan malam. Seperti biasa orang itu selalu bernyanyi di kamarnya di waktu-waktu sekarang. Aku merasa seperti ingin tertawa saat menyadari bahwa aku bahkan hapal waktu saat dia akan bernyanyi, kemudian seperti biasa aku akan bersiap-siap duduk manis di dalam kamar sambil dengan tenang mendengarkan nyanyiannya. Jika orang lain menghapal waktu dimulainya acara televisi atau siaran radio, aku malah menghapal waktu saat orang itu akan bernyanyi.

            Detik demi detik berlalu. Aku masih di sini, di kamarku, di depan meja belajarku. Menatap layar komputer  saat jari-jariku dengan riangnya menari di atas keyboard, diiringi oleh lagu yang orang itu nyanyikan dan orang itu tidak akan pernah tahu apa yang aku lakukan saat ini, menulis tentang dirinya.

            Aku adalah Nayla, dan orang itu adalah Adam. Rumah kami bersebelahan. Kamarnya tepat berseberangan dengan kamarku dan sama-sama terdapat di lantai atas. Dari kamarku aku bisa mendengarnya bernyanyi, dari jendela kamarku aku dapat melihatnya dengan jelas karena dia selalu membuka lebar jendelanya tapi aku tidak pernah berani menatapnya, aku hanya sekali-sekali melirik kesana, melihat dia sedang duduk di atas tempat tidur sambil bernyanyi dan memainkan gitarnya. Kadang aku berandai bahwa dia akan memanggilku dari jendela, kemudian dia duduk di samping jendelanya, bernyanyi untukku. Dan aku akan melihat dan mendengarnya bernyanyi hingga aku tertidur.

            Aku berhenti mengetik lalu menyandarkan kepalaku di meja. Nyanyiannya sudah berhenti, mungkin karena aku terlalu serius mengetik atau karena tadi aku melamun hingga tidak menyadarinya.  Tiba-tiba aku dikejutkan oleh gumpalan kertas yang mengenaiku. Siapa yang telah melemparkannya? Aku memungut gumpalan kertas itu dan melihat ke arah jendela—tempat satu-satunya yang memungkinkan sebagai asal datangnya kertas ini. Kemudian aku melihatnya... Adam. Berdiri di samping jendela kamarnya dan melihat tepat ke arahku. Dia tersenyum dan mengisyaratkanku untuk membuka dan membaca kertas yang kupegang. Diakah yang tadi melemparkannya?

            Aku membuka gumpalan kertas itu kemudian membaca tulisaannya: Do you want to hear my song? Jantungku berdegup kencang. Apakah ini mimpi? Apakah yang seperti ini mungkin? Aku berjalan menghampiri jendela dan dia semakin tersenyum lebar ke arahku.

            “Ganggu ga? Gue baru buat lagu baru. Mind to hear that and give a comment? Hehe,” ujarnya di seberang sana.

            “Sure,” jawabku seraya membalas senyumnya dan dia mulai bernyanyi.  Entah karena suasana hatiku yang bahagia atau karena dia yang bernyanyi untukku atau memang lagunya adalah lagu terindah yang pernah kudengar? Aku merasa seperti terbang saat mendengarnya.

            “Gimana?” ujarnya setelah petikan gitar terakhir.

            “Bagus bangettt!” jawabku antusias.

            “Bener? Thanks. Itu lagu pertama yang gue ciptain. Hehe,” ujarnya seraya menggaruk kepalanya yang aku yakin sebenarnya sama sekali tidak gatal.

            “Iya. Kamu berbakat.”

            “Yah tapi gue belum sehebat itu kok. Masih harus banyak latian.”

            “Whoa kamu kan latian tiap malem!”  Aku hampir saja menutup mulutku dengan tangan setelah menyadari apa yang baru saja kukatakan.  Apa yang akan dipikirkannya nanti setelah mengetahui bahwa mendengar nyanyiannya adalah kegiatan rutinku setiap malam?

            “Eh tau darimana?”

            “Kan ke... kedengeran. Hehe,” jawabku sekenanya.

            Setelah itu kami berbincang-bincang mengenai banyak hal. Tentang mimpinya untuk menjadi seorang musisi, tentang mimpiku untuk menjadi seorang penulis, tentang hal-hal kecil serta canda dan tawa. Aku tidak habis pikir, semuanya seperti mimpi. Aku yang tadinya hanya bisa mendengarkan dan menikmati lagunya secara diam-diam, aku yang tadinya hanya bisa menulis tentangnya, berkhayal tentangnya,  diam-diam memperhatikannya, tapi tidak pernah berani menyapanya, kini sedang berbicara padanya. Jika ini adalah mimpi, tolong beritahu aku bagaimana caranya agar tidak terbangun...

...

            Aku membuka mataku perlahan saat sinar matahari menerobos masuk melalui kaca jendela yang kubiarkan terbuka semalam. Oh tidak. Aku tertidur? Bagaimana dengan Adam malam itu? Apa aku jatuh tertidur tanpa mengatakan apapun? Aku melirik jam dinding di kamarku lagi, pukul delapan pagi. Untung hari ini adalah hari minggu.

            Aku mulai menjalani rutinitas pagi, namun apa yang terjadi semalam membuatku menjadi lebih semangat. Aku tidak sabar bertemu dengan Adam dan berbicara dengannya lagi. Kali ini aku tidak akan ragu untuk menyapanya, maka kulangkahkan kakiku dengan riang saat keluar rumah dan saat itu juga aku melihat Adam di sana, di depan rumahnya.

            Adam menoleh ke arahku kemudian dia tersenyum. Bahkan sinar matahari di pagi hari ini tidak sebanding oleh cerahnya senyum Adam di mataku. Oh sejak kapan kata-kataku menjadi hiperbola seperti ini?

            “Eh dam, ntar jadi kan?” Aku baru saja akan menyapanya ketika tiba-tiba kakakku, Nandra muncul dari dalam rumah. Jadi tadi Adam tersenyum pada kakak?

            “Jadi dong,” jawab Adam masih dengan senyumnya lalu menatapku sekilas. Tentu saja, senyumnya juga pasti ditujukan untukku. Aku pun ikut tersenyum.

            “Gimana lagu baru lo buat lomba besok?” tanya Kak Nandra lagi.

            Lagu baru? Jangan-jangan yang semalam. Ternyata lagu itu untuk diikutsertakan dalam perlombaan.

           “Beres. Doain ya bro,” jawab Adam lagi.

           “Sip. Mana gue dengerin dulu sini haha.”

            Aku menghembuskan napas. Mereka mengobrol seolah aku tidak ada.

           “Eits, yang pertama denger harus orang yang spesial lah.”

           Deg. Apa yang baru saja kudengar tadi? Jika aku adalah orang yang pertama mendengar lagunya tadi malam, apa itu berarti bahwa aku adalah orang yang spesial itu? Aku mulai berharap.

          “Maksud lo Hana?”

           Eh? Hana siapa?

           “Yep. Ini gue baru mau ke rumah dia hehe, duluan ya Nan, Nay!” seru Adam padaku dan kakak sebelum beranjak pergi.          

            Apa maksudnya? Apa Hana adalah pacarnya? Lalu yang semalam itu apa? Jangan beritahu aku bahwa apa yang terjadi semalam hanyalah mimpi! Aku menghambur masuk ke dalam rumah, berlari ke kamarku lalu mulai mencari. Mencari sesuatu yang mungkin dapat membuktikan bahwa semalam benar-benar nyata. Pasti masih ada di sini, gumpalan kertas yang Adam lemparkan semalam.

            Tidak ada... ternyata tidak ada. Tubuhku terkulai lemas di lantai. Senyum yang dia tujukan untukku, nyanyian yang dia nyanyikan untukku, perbincangan hangat itu, semuanya hanya ada dalam mimpiku semalam. Tentu saja, hal seperti itu mana mungkin nyata?

            Sejak awal dia memang berada jauh dari jangkauanku. Dia hanya mengenalku sebagai adik dari temannya, yang tinggal di samping rumahnya, yang diam-diam mengaguminya... ah tidak. Dia tidak pernah tahu bagian yang terakhir itu.

            Dia adalah cinta pertamaku. Sejak tahun lalu, saat pertama kali aku pindah kesini. Awalnya biasa saja. Perasaanku ini tidak bisa disebut sebagai cinta pada pandangan pertama tapi mungkin bisa disebut sebagai cinta pada pendengaran pertama. Apa kalimat itu terdengar lucu? Aku memang jatuh cinta padanya atau lebih tepatnya pada nyanyiannya saat pertama kali mendengarnya bernyanyi, nyanyiannya seakan telah mengangkat kesedihanku di waktu itu. Setelah itu aku selalu mendengar nyanyiannya setiap malam dan mulai hapal waktu saat dia akan bernyanyi. Kemudian aku mulai memperhatikannya dan mulai memahaminya melalui lagunya. Aku dapat mengetahui bagaimana suasana hatinya dari lagu yang dia nyanyikan.

            Tapi aku adalah seorang pecundang. Aku tidak berani memberitahu siapapun mengenai perasaanku. Aku hanya mampu menulisnya ke dalam ceritaku. Secara tidak langsung, dia dan lagunyalah yang memberiku inspirasi untuk menulis dan aku berterimakasih untuk itu walaupun lagunya bukan ditujukan untukku.

 

-cherryblossom:)-

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer kaochanisa
kaochanisa at Your Song (7 years 47 weeks ago)
80

Sudut pandang yang aku lihat dari cerita ini bagus..
aku selalu suka lihat cerita romance yang kamu buat, karena sudut pandang kamu dalam nulis suatu cerita itu beda banget..
pertahanin ya! ^^

Writer cherryblossoms
cherryblossoms at Your Song (7 years 47 weeks ago)

beda dimananya kao-chan ? hhehe tp makasih >_<

Writer Shinichi
Shinichi at Your Song (7 years 51 weeks ago)
70

ah...
sepertinya saya kuciwa :D entah bagaimana menyampaikannya lewat komentar ini. setidaknya ada beberapa hal yang membuat saya merasa seperti itu.

yang pertama adalah cara pengenalan nama tokoh. saya pikir menyebutkan nama tokoh seperti yang kamu lakukan dalam cerita ini sudah terlalu kuno #plak. aku adalah Nayla. namanya adalah Subarkah. ia bernama Paijo. perempuan cantik bermata sendu itu bernama Bunga. yang seperti itu menurut saya terlalu sekolah tua :D saya pikir kamu butuh cara lain, semisal tidak menyebutkan nama dalam narasi, melainkan dalam dialog. misalnya seseorang memanggil tokoh. atau cara lain yang tidak dalam situasi "perkenalan diri" seperti hal di atas. itu menurut saya kurang menarik dan bagimu, langsung, nggak berkembang.

berikutnya tentang kuciwa adalah kenapa Adam berbahasa Inggris, sementara lagu yang ia ciptakan itu tidak disebutkan sebait atau dua bait liriknya? kenapa kamu suka mereka berbahasa Inggris siy? ahak hak hak. lama2 saya bisa jadi terkesan sentimen negatif dengan bahasa asing itu #plak. selain mungkin itu "keren" bagi penulisnya, atau biasa aja, atau sekadar belajar, atau semacamnya, saya nggak menemukan mengapa itu harus menggunakan bahasa sedemikian. cerpen itu padat sebab singkat. maka bisa diasumsikan apa yang membentuknya benar-benar dibutuhkan. dengan kata lain itu harus ada. dan saya nggak menemukan kenapa dialog bahasa inggris itu harus ada :) mungkin kamu, bila ingin tetap menggunakan "cara" membuat dialog seperti itu harus membuat alasannya: yang berhubungan dengan cerita tentu saja. dan bukannya soal selera lho ;)

ketiga adalah cerita ini nggak memunculkan konflik yang berasa. jadi kesannya datar. apa persoalan yang dihadapi tokoh utama? kuciwa-kah? bagaimana ia mengatasinya? apakah ia telah jatuh ke dalam persoalannya itu secara langsung? lalu terlibatkah ia? hal-hal seperti itu vital dalam sebuah cerpen lho. saya pikir kamu udah cukup mendapatkan masukan sebelumnya. setidaknya cobalah. ini belum menunjukkan perkembanganmu selain idenya :)

dan kekuciwaan terakhir adalah kenapa bukan pake lagu sayaaaaaa??? ahak hak hak :p becanda. yah, yang terakhir lebih kepada, dalam rentang waktu dari cerita kamu sebelumnya (11 minggu), seharusnya cerita yang ini bisa menghadirkan greget yang lebih baik, menunjukkan adanya perkembangan darimu. sepertinya hanya itu yang bisa saya bilang.

btw, bila narasi di sini oke, saya rasa nggak ada bedanya. sebab kamu udah bisa di narasi. hanya saja coba perhatikan paragraf pertama. di dua kalimat terakhir ada sesuatu yang keren yang bisa kamu coba.

perhatikan ini: Aku merasa seperti ingin tertawa saat menyadari bahwa aku bahkan hapal waktu saat dia akan bernyanyi, kemudian seperti biasa aku akan bersiap-siap duduk manis di dalam kamar sambil dengan tenang mendengarkan nyanyiannya.

poin penting adalah "hapal waktu dia akan bernyanyi". itu selanjutnya kamu ulangi di kalimat setelahnya, yakni Jika orang lain menghapal waktu dimulainya acara televisi atau siaran radio, aku malah menghapal waktu saat orang itu akan bernyanyi.

mubajir. kenapa kamu tidak coba pakai gaya "membuka satu per satu dengan pelan-pelan"? :D kamu bisa menarasikan tokoh sedang "ngapain". misalnya duduk, tenang, di kamar, kapan persisnya. lalu di bagian akhir kamu bilang bahwa tokoh menghapal jadwal menyanyi sang cinta pada pendengaran pertamanya. saya rasa menarasikannya seperti itu lebih "show" :) tapi itu hanya pendapat saya. cobain deh. rasanya seperti memberikan pertunjukkan pada pembaca. satu per satu penjelasan situasi, karakter, setting, konflik, dsb, ditunjukkan begitu. ehehehe.

semoga berkenan :)

Writer cherryblossoms
cherryblossoms at Your Song (7 years 51 weeks ago)

halo kk chris..makasih akhirnya komen jg xD
.
soal pengenalan nama..awalnya aku jg mau masukin di dialog kak..ato diselipin dimana gitu tp waktu itu aku bingung dimana karena pas ceritanya selesai ditulis baru sadar kl namanya belom diperkenalkan #fatalbanget jdnya begitu deh. heuheu
.
soal dialog campur bahasa inggris..aku jg gatau sih knp pake itu. udah banyak yg komen soal itu jg haih >_<
.
ohya..soal konflik dalam cerita ini..sebenernya cuma pengen ngangkat ttg cinta yg ga terbalas dan ga terungkap sih..hwhwh
.
yah sepertinya cerita ini memang masih banyak kekurangan. justru krn udah lama ga nulis kak..mungkin kemampuannya malah jd menurun ;_;
.
btw "kuciwa" itu bahasa mana kak ? ahak hak hak. coba dengerin lagu kk ah kapan2 :)

Writer Shinichi
Shinichi at Your Song (7 years 51 weeks ago)

kuciwa itu kucing ras hasil persilangan antara kucing kampung dan kecoak. ahak hak hak :p
yayayaya. alessaaaannnn :p
yodah. ditunggu tulisan berikutnya.
awas aja kalo nggak tambah baik #galak :p
kip nulis
ahak hak hak

Writer cherryblossoms
cherryblossoms at Your Song (7 years 51 weeks ago)

gimana caranya ? x_x hhahaha
sipsip :p

Writer astuti_diana7
astuti_diana7 at Your Song (7 years 51 weeks ago)

Bagus tapi alurnya udah ketebak. Kekurangnya perbaiki EYD nya ya :)

Writer cherryblossoms
cherryblossoms at Your Song (7 years 51 weeks ago)

maaf EYDnya yg salah di bagian mana ya ? kl masalah tanda baca di dialog emang aturannya kayak gitu :) btw makasih udah mampir..salam kenal :)

Writer iman
iman at Your Song (7 years 52 weeks ago)
90

penulis dan musisi hmm jadi nyindir aku nih hehehehe

Writer cherryblossoms
cherryblossoms at Your Song (7 years 51 weeks ago)

kesindir ? cie hhaha :D
.
makasih apresiasinya ya..salam kenal ^^

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Your Song (8 years 2 hours ago)
70

Perasaanku ini tidak bisa disebut sebagai cinta pada pandangan pertama tapi mungkin bisa disebut sebagai cinta pada pendengaran pertama. Apa kalimat itu terdengar lucu?
.
Ya, ya, lucu kok, hehehehe. Akhirnya nongol lagi di Kekom :) Memang, jadi penulis itu (pinginnya) apa aja bisa jadi tulisan ya... Termasuk pengalaman pahit macam patah hati :( Sip sip moga semangatmu menulis menular padaku dan kawan2 yang membutuhkan hehehehe.

Writer Shinichi
Shinichi at Your Song (7 years 51 weeks ago)

ahak hak hak
cinta pada pendengaran pertama
keren! :D #nggakfokusmaukomeng
ahak hak hak

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Your Song (7 years 51 weeks ago)

Akhirnya Kisanak hinggap lagi di Kekom...
Ramaikan lagi forum ini, Bung Shin :)

Writer Shinichi
Shinichi at Your Song (7 years 51 weeks ago)

ehehehehe.
ini baru punya paket internet lagi makanya bisa leluasa online di laptop. saya mulai membiasakan diri lagi niy. ahak hak hak. berasa udah tahunan aja nggak online di mari :D
ntar saya ramaikan semampu saya.
hohohoho :)

Writer cherryblossoms
cherryblossoms at Your Song (7 years 51 weeks ago)

itu kak sinichi aku yg paksa buat komen kak..wkwk #canda
.
btw makasih udah mampir jg kk dayeuh..akhirnya aku jg kembali memposting cerita disini ^o^
.
dan cerita ini bukan tentang aku kok..yah ga semuanya sih xD

Writer Shinichi
Shinichi at Your Song (7 years 51 weeks ago)

aih!
jangan ber-dayeuh (dalih. red) :p
ahak hak hak

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Your Song (7 years 51 weeks ago)

Duh berasa ada yang towal-towel nih :P
Sipsipsip. Mari kita ramaikan lagi. Apalagi banyak pendatang baru. Biar pada tambah semangat nulisnya :D

Writer Shinichi
Shinichi at Your Song (7 years 51 weeks ago)

okesip. ahak hak hak :D

Writer pandaku
pandaku at Your Song (8 years 3 hours ago)
100

bagus n keren mungkin kurangnya dikit aj sih huruf besar kecilnya di teliti lagi

Writer cherryblossoms
cherryblossoms at Your Song (7 years 51 weeks ago)

yg di bagian mana ya ? -.-" btw makasih apresiasinya..salam kenal :D

Writer Addinta Bunga
Addinta Bunga at Your Song (8 years 10 hours ago)
60

Alurnya udah ketebak, sih. Tapi bagus, kayak baca cerita nyata. Ini bener pengalaman? Ciee :)

Writer cherryblossoms
cherryblossoms at Your Song (7 years 51 weeks ago)

bukan kok bukan xD makasih ya..salam kenal~^^

Writer Kuroangel21
Kuroangel21 at Your Song (8 years 15 hours ago)

Keren...
Jadi, keren banget...

Writer cherryblossoms
cherryblossoms at Your Song (7 years 51 weeks ago)

makasih..salam kenal :)