[Round 5] Edward Kalashnikov - Bloody Tear in Despair

 

Xia San Loo berdiri dengan wajah cemas di samping portal. Berkali-kali ia menekan-nekan pipinya agar kecemasan itu tidak terlalu tampak.

“Kau kenapa, Xia?”

“Ah? Aku tidak apa.” Xia menoleh ke arah Link. “Hanya saja, aku merasa ada sesuatu yang berubah.”

Tak berapa lama, sesosok kelabu besar keluar dari dalam portal, di dalam gendongannya sesosok pemuda berambut hitam tertidur pulas.

“Altem, Haruo?!”

Altem meletakkan tubuh Haruo di atas sofa dan membiarkan dirinya duduk di lantai sembari melemaskan kaki. Orang kedua yang keluar dari dalam portal adalah Edward, penyihir tuli yang perlahan menyeret langkahnya—dan wajahnya benar-benar masam.

“Edward?”

Edward tidak mempedulikan Xia dan segera menghempaskan diri  di samping Haruo yang terbaring. Rexanne berjalan pelan keluar dari portal. Xia memperhatikan keempatnya  dengan alis yang sedikit berkerut.

“Sepertinya, Rexanne adalah peserta terakhir yang kembali dari ronde empat..” Link menjelaskan saat melihat portal tertutup.

“Apa ini berarti… Hideya mati di pertarungan?” tanya Xia.

Link angkat bahu. Jika menoleh ke akhir ronde tiga, kemungkinan jawabannya ‘ya’ karena kejadian ini pernah terjadi pada Si Tuas I. Sosok absurd itu tidak ikut kembali ke Oase dengan peserta yang lainnya.

“Mengenai Hideya…” Rexanne mengangkat tangannya, mencoba menginterupsi. “Hideya ada bersama kami.”

Link dan Xia menoleh. Mereka mengernyitkan alis bingung.

“Ah, Hideya…” Rexanne menyenggol bahu Edward, dan penyihir itu memandang Rexanne dengan gusar.

“Apa? Aku masih lelah.”

“Hideya..” Rexanne berbisik tanpa suara, yang penting Edward bisa membaca mulutnya.

“Oh.” Edward melepaskan jubahnya dan mengibasnya di atas lantai. Dari dalam jubah, keluarlah sosok Tobari Hideya yang juga tidak sadarkan diri, sama seperti Haruo.

Xia mendekati jasad Hideya tanpa berkata apapun. Ia masih merasakan sedikit kehangatan di tubuh Hideya. Bernapas lega, Xia bersyukur Hideya hanya pingsan. Sementara itu, Link berjalan mendekat ke arah Haruo dan menyentuh tubuh pemuda itu.

“!”

“Hei, manusia.”

Link yang merasa dipanggil menoleh ke arah Altem yang duduk sembari memandang lurus ke seberang ruangan. Altem tahu, Link menoleh ke arahnya tanpa berkata-kata.

“Dia… Haruo.. Sudah tiada, bukan? Aku bisa merasakannya.”

Altem menggerakkan kepalannya, seolah sedang menggenggam sesuatu. Link menghela napas sebelum akhirnya mengangguk. Melihat anggukan Link, Rexanne hanya bisa menutup mulut dengan kedua tangannya. Xia melirik sekilas, sebelum akhirnya kembali memfokuskan diri ke Hideya. Edward masih terlihat tidak peduli dengan suasana saat ini. Ia hanya menghela napas berat kemudian berdiri.

“Aku mencium bau kematian yang sangat menusuk disini. Aku pergi saja.”

Tanpa ada yang menanggapi ucapannya, Edward sudah menghilang di balik pintu.

 

Suasana ini agak hambar. Rexanne perlahan berdiri dan kembali ke ruangannya.  Link mengangkat tubuh Haruo dan  membawanya ke kamar. Sebelum melangkah, ia menoleh ke arah si besar kelabu.

“Altem, maukah kau membantuku? Tolong bantu aku membawa Hideya kembali ke kamarnya.”

Altem berdiri dan mengangguk. Tanpa mengatakan apapun, Altem bergerak. Ia memindahkan  Hideya agar dapat beristirahat di kamarnya.

Ditinggal seorang diri di ruang serba guna, Xia San Loo hanya bisa menatap punggung Altem dan Link yang perlahan menghilang di koridor.

“Master…” gumamnya pelan.

 

Read previous post:  
43
points
(7678 words) posted by dismyname 6 years 48 weeks ago
61.4286
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fantasi | Battle of Realms | HxH
Read next post:  
100

Akhirnya agak anti-klimaks. Tapi progress ronde ini mulai dari pra ronde sampai hari-h nya sangat bagus. Gorenya saya suka. Penuh darah dan sadis ^_^.
.
+4

Makasih, bang Manik ^_^

80

Dari semua r5, ini serius favorit saya. Saya ga akan ngomong sekedar soal battle - saya suka eksekusi ceritanya. Mulai dari perlahan ngebuka dengan cerita nasib mereka yang keliminasi, ngebangun sesuatu yang potensial buat canon edward, dan si ed sendiri keliatan jadi main char banget di cerita ini dengan gimana dia ngadepin karakter" lain satu persatu
.
+4

Uwaa.. Thank you kak Sam udah mau mampir... :3
.
Awalnya itu sebenarnya RTR yang belum sempat ketulis.. Hehehe

>[Edward melepaskan jubahnya dan
mengibasnya di atas lantai. Dari dalam jubah,
keluarlah sosok Tobari Hideya yang juga tidak
sadarkan diri, sama seperti Haruo.
Xia mendekati jasad Hideya ]
^
hmmm...jadi masi idup apa mati?

> [ia menyerah bergerak dan kembali
ke wujud asalnya yang berupa manusia.
Albiero juga merasakan hal yang sama dengan
si kelelawar. Tubuhnya terasa berat, namun ia
coba untuk bertahan sampai kelelawar tersebut
tidak bisa menggerakkan badannya.]
^
bukannya da jadi manusia?

>mencacah itu bukannya memotong hingga halus ya? bukannya tombak cm bisa nusuk?

>sayap rexie ga bisa buat terbang...whwhhwhwhwhhw

>kenapa ada bbrp page yg rasanya sama persis, adakah yang saya lewatkan? kenapa battle yg lbh berasa battle hanya vs albie? rexie nya mati mudah...dan...altem di trick...whwhhwhwhwhwhwh
.
.
#unggg...maaf saya kasih +3...karena battle nya...berasa "koq gitu doank" (kecuali vs albi)....
maappppppp....
TT A TT

1. Jasad mestinya tubuh.
.
2. seharusnya itu "kelelawar--yang telah jadi manusia--"
.
Thank u...
.
Well.. ujung tombak nusuk emang, tapi kalau ditekan terus2an ya halus juga... Saya gituin tikus sih #eh
.
Yay! emang fokus ke albie mbak
.
Makasih ya udah mampir

kau.....sadis nak....

=A=

>[Edward melepaskan jubahnya dan
mengibasnya di atas lantai. Dari dalam jubah,
keluarlah sosok Tobari Hideya yang juga tidak
sadarkan diri, sama seperti Haruo.
Xia mendekati jasad Hideya ]
^
hmmm...jadi masi idup apa mati?

> [ia menyerah bergerak dan kembali
ke wujud asalnya yang berupa manusia.
Albiero juga merasakan hal yang sama dengan
si kelelawar. Tubuhnya terasa berat, namun ia
coba untuk bertahan sampai kelelawar tersebut
tidak bisa menggerakkan badannya.]
^
bukannya da jadi manusia?

>mencacah itu bukannya memotong hingga halus ya? bukannya tombak cm bisa nusuk?

>sayap rexie ga bisa buat terbang...whwhhwhwhwhhw

>kenapa ada bbrp page yg rasanya sama persis, adakah yang saya lewatkan? kenapa battle yg lbh berasa battle hanya vs albie? rexie nya mati mudah...dan...altem di trick...whwhhwhwhwhwhwh
.
.
#unggg...maaf saya kasih +3...karena battle nya...berasa "koq gitu doank" (kecuali vs albi)....
maappppppp....
TT A TT

80

nice story kak dee. dari awal aliran ceritanya enak diikuti. adegan-adegan pembunuhannya juga menarik, sadis-sadis gimana gitu... >_<
.
cuman rasanya kurang greget nih pertarungan edward sama albieronya, kurang in de hoy~ #plak
.
+3

Thanks udah mampir kak sun..
.
Jangan terlalu indehoy, cintanya Edward cuma buat seseorang di Heretic. :v
#plak

50

first kasih poin +3,5

Huaaaa...... Edd, makin kesini makin imuuuutttttt >.<
*cubitin pipi Ed...

Dari berbagai karya kak Dee, disini saya kurang ngerasain Ed kejam :3 imo, kurang deskripsi. *saaayyaaa suka baca deskripsi >.<

dan penyihir yang dikejar Ed seperti tak ngaruh apa-apa dan kayak kurang di-eksplor #pukpukAnonimWizie

Tapi saya suka ngeliat(visualisasi) ed disini.. wkwkwk

Umiii...Makasih >w<
.
Ed sebenarnya masih sedih kehilangan Hideya #Ini bukan BL
.
Wizienya itu ndak ada... Itu kan mesin batu bara :')
.
Thanks sekali lagi XD

80

Eddie.. dirimu selalu sadis... X'D
.
kak Dee pinter banget cara nulis kmatian Hideya hikkss T_T
.
suka cara kematian Rexanne (emg mesti ditipu dgn kelembutan spertinya (?) x'D ) tp paling suka cara matinya Albiero... keren yg pas adegan tombak itu.. >.<
.
smntara Altem cenderung mati konyol wkwkwk
.
eaaa.. dialog caps bertebaran..
.
Ceritanya bagus, cuma IMO kurang berkesan buat saya.. ada Melody, sma bapaknya.. tapi yaudah gitu doang, kyaknya ndak berdampak apa2 sama Edward kecuali galau sesaat.. dan shock gegara bapaknya itu terlalu tell... terlalu tiba2..
.
btw itu pengunjung2 lain ndak panik lihat pembunuhan atau gerbong meledak di deketnya ??
+3

makasih, jadi malu //// (eddie)
.
saya ga tau kayak apa nulisnya. asal aja lol
.
Albie juga susah sebenarnya OAO)w
.
eaaa itu dialog caps ngga tanggung2.. saya lagi suram #apa
.
Melody, Artie, Hideya itu halusinasi ed aja kok. Distorsi waktu.. Dan ya emang bapaknya ngagetin #eh #bapak?
.
Pengunjung cuma di gerbong 12 kayaknya dan mereka semua kayak ga peduli satu sama lain sejakmereka berasal dari dunia yg berbeda. Kalau soal ledakan, saya bikinnya sih seolah itu cuma getaran aja. ga ada suaranya karena masing2 gerbong kedap suara.
.

Makasih udah mampir <3

90

bingung mau komen apa~ >_<
td typo udah, ,
nice dah detail tiap gerbong
titip +4

Makasih bang hael <3
Sampe dobel
.
ditunggu hilyanya :3

90

bingung mau komen apa~ >_<
td typo udah, ,
nice dah detail tiap gerbong
titip +4

80

Edward ini parah banget, anak kecil kepalanya diawur2 gitu. Yang kurasa niat banget dari Mas Dee ini adalah bahwa karakter2 selain Edward juga sesuai banget dgn konsep karakternya, baik itu Rexanne, Albi, Altem, bahkan Blackz. R5 Edward jg dibikin sesuai dgn kanon panitia yg rumit. Paling keren pas bagian adu tusuk vs Albi, taktiknya lawan Altem jg jitu soalnya Altem paling gak bisa tipu2an. Cuma kengerian dari api putihnya aja yang kurang digambarin kayak apa.

kasih +4 ah :D

yey!
Makasih pak po... X3
.
Sebenarnya itu OOC, orz. Dan albiero itu susah dikalahin. uhuhuhu...
.
Makasih udah mau mampir + kasih poin x3
.
Kalau lolos sih, kengerian api putihnya bakal dijelasin di ronde depan.. Kalau sekilas bisa saya jelaskan. Pertama-tama api putihnya itu silau, terus langsung ngerubah apa yang dilahapnya jadi abu. Gt aja sih. cepet kok, paling nggak 5-10 detik.