[Round 5] Edward Kalashnikov - Bloody Tear in Despair

 

Seorang pemuda terbatuk ditengah kepulan asap yang masih menyelimuti gerbong lima. Tidak ada benda yang rusak di dalam sana, kecuali kaca jendela yang pecah dan bekas hitam di segala penjuru. Pemuda itu bersyukur kekuatannya bekerja meski ia harus menghirup asap bekas ledakan.

“Sial, jaheku habis..” Ia merogoh saku jaketnya agak terburu.

Di seberang sana, Edward merasakan bahwa jiwa lawannya masih ada. Dengan emosi ia melemparkan tombak api yang segera menerobos kepulan asap, menuju ke arah Albiero. Albiero yang melihat sebuah api biru melesat ke arahnya, segera mengerahkan tangan kanannya untuk menonaktifkan sihir tersebut.

Sayangnya itu bukan sekedar api, setelah sihir berhasil dinulifikasi, sebuah tombak berhasil melesat ke arahnya dan menyerempet bahunya. Edward melesat maju saat Albiero tengah memegangi bahunya. Dengan tombak yang lain, ia menusuk dada kiri Albiero.  Albiero tidak mau kalah, ia menggerakkan tangan kirinya, ke arah dada Edward dan mengeluarkan barrier-nya. Sedikit termundur, Edward memaksakan diri untuk maju dan terus menancapkan tombaknya. Ia tidak peduli jika akhirnya ia merasa dadanya yang sekeras tempurung kura-kura itu perlahan retak. Keduanya sama-sama keras kepala, tidak ada yang mau mengalah.

Satu semburan darah dari Albiero mengakhiri pertarungan dari keduanya. Tubuh Edward tersungkur beberapa jengkal dari tubuh Albiero yang setengah bersimpuh bertopang pada tombak yang menembus tubuhnya.

Edward terbatuk darah.

“Kurang ajar!!”

Dengan kasar, ia mencabut tombak pada tubuh Albiero dan mulai mencacah kepala pemuda berjaket tersebut—sama dengan yang dilakukannya pada anak kecil sebelum pertarungan dimulai.

 

*

 

Seorang gadis membuka pintu gerbong lima dan menemukan dua jasad tak berbentuk disana. Ruangan tidak sepenuhnya berwarna merah. Sebagian besar ruangan didominasi oleh warna hitam, dan bau hangus jasad manusia masih menguar. Gadis itu lantas memusatkan perhatian ke ujung gerbong. Ia menyadari jaket berwarna hitam-ungu dan rambut coklat yang bersimbah darah adalah seorang pemuda yang familiar dengan dirinya.

“Jadi, Albiero sudah tumbang?” gumamnya pelan.

Buru-buru ia masuk ke dalam gerbong empat dan menemukan seorang pemuda berjubah duduk tertunduk di salah satu bangku penumpang.

“Edward!!”

“Heh, kau masih hidup rupanya,” sahut Edward sok saat melihat gadis berambut coklat di hadapannya.

“Huh, bukankah seharusnya aku yang mengatakan itu padamu?” Gadis itu—Rexanne—melengos. Ia sedikit kecewa, baik karena sudah cemas dengan Edward dan kenyataan bahwa Edward belum mati—Well, setidaknya dia akan mati.

“Penyihir itu telah kubunuh.”

“Penyihir?” Rexanne mengernyitkan alisnya.

“Penyihir berambut coklat. Kau lihat mayatnya kan?”

Rexanne mencoba mengingat. Apakah penyihir yang Edward maksud adalah Albiero?

“Tapi kurasa masih ada penyihir lain, yang mengendalikan benda ini.” Edward berkata dengan serius. “Aku akan menghabisi penyihir itu.”

“Penyihir lain?”

“Kau tidak usah ikut, tunggu disini saja.” Edward berdiri, menepuk kepala Rexanne dan mendaratkan telapak tangannya disana. “Aku sudah cukup beristirahat.”

Rexanne merasa risih kepalanya ditepuk.

“Ed, bisakah kau melepaskan tanganmu dari kepalaku? Aku bukan anak kecil yang harus kamu cemaskan.”

Edward tidak menghiraukan. Ia justru menekan kepala Rexanne dengan tangannya.

“Hey, Edward?” Rexanne mencoba melepaskan tangan Edward, namun percuma. Sesuatu seperti menahannya.

Perlahan, Rexanne merasakan sensasi aneh dari dalam tubuhnya.

Panas.

“Edward! Lepaskan! Brengsek, apa yang kau lakukan?!! EDWARD!!”

Edward memejamkan matanya dan menekan telapak tangannya di atas kepala Rexanne. Susah payah, Rexanne mengeluarkan Desert Eagle-nya dan mengarahkannya pada perut Edward.

“Aku bilang… lepaskan!!” seru Rexanne tersengal.

Edward terbeliak.

Suara letusan tembakan terdengar.

Read previous post:  
43
points
(7678 words) posted by dismyname 7 years 5 days ago
61.4286
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fantasi | Battle of Realms | HxH
Read next post:  
100

Akhirnya agak anti-klimaks. Tapi progress ronde ini mulai dari pra ronde sampai hari-h nya sangat bagus. Gorenya saya suka. Penuh darah dan sadis ^_^.
.
+4

Makasih, bang Manik ^_^

80

Dari semua r5, ini serius favorit saya. Saya ga akan ngomong sekedar soal battle - saya suka eksekusi ceritanya. Mulai dari perlahan ngebuka dengan cerita nasib mereka yang keliminasi, ngebangun sesuatu yang potensial buat canon edward, dan si ed sendiri keliatan jadi main char banget di cerita ini dengan gimana dia ngadepin karakter" lain satu persatu
.
+4

Uwaa.. Thank you kak Sam udah mau mampir... :3
.
Awalnya itu sebenarnya RTR yang belum sempat ketulis.. Hehehe

>[Edward melepaskan jubahnya dan
mengibasnya di atas lantai. Dari dalam jubah,
keluarlah sosok Tobari Hideya yang juga tidak
sadarkan diri, sama seperti Haruo.
Xia mendekati jasad Hideya ]
^
hmmm...jadi masi idup apa mati?

> [ia menyerah bergerak dan kembali
ke wujud asalnya yang berupa manusia.
Albiero juga merasakan hal yang sama dengan
si kelelawar. Tubuhnya terasa berat, namun ia
coba untuk bertahan sampai kelelawar tersebut
tidak bisa menggerakkan badannya.]
^
bukannya da jadi manusia?

>mencacah itu bukannya memotong hingga halus ya? bukannya tombak cm bisa nusuk?

>sayap rexie ga bisa buat terbang...whwhhwhwhwhhw

>kenapa ada bbrp page yg rasanya sama persis, adakah yang saya lewatkan? kenapa battle yg lbh berasa battle hanya vs albie? rexie nya mati mudah...dan...altem di trick...whwhhwhwhwhwhwh
.
.
#unggg...maaf saya kasih +3...karena battle nya...berasa "koq gitu doank" (kecuali vs albi)....
maappppppp....
TT A TT

1. Jasad mestinya tubuh.
.
2. seharusnya itu "kelelawar--yang telah jadi manusia--"
.
Thank u...
.
Well.. ujung tombak nusuk emang, tapi kalau ditekan terus2an ya halus juga... Saya gituin tikus sih #eh
.
Yay! emang fokus ke albie mbak
.
Makasih ya udah mampir

kau.....sadis nak....

=A=

>[Edward melepaskan jubahnya dan
mengibasnya di atas lantai. Dari dalam jubah,
keluarlah sosok Tobari Hideya yang juga tidak
sadarkan diri, sama seperti Haruo.
Xia mendekati jasad Hideya ]
^
hmmm...jadi masi idup apa mati?

> [ia menyerah bergerak dan kembali
ke wujud asalnya yang berupa manusia.
Albiero juga merasakan hal yang sama dengan
si kelelawar. Tubuhnya terasa berat, namun ia
coba untuk bertahan sampai kelelawar tersebut
tidak bisa menggerakkan badannya.]
^
bukannya da jadi manusia?

>mencacah itu bukannya memotong hingga halus ya? bukannya tombak cm bisa nusuk?

>sayap rexie ga bisa buat terbang...whwhhwhwhwhhw

>kenapa ada bbrp page yg rasanya sama persis, adakah yang saya lewatkan? kenapa battle yg lbh berasa battle hanya vs albie? rexie nya mati mudah...dan...altem di trick...whwhhwhwhwhwhwh
.
.
#unggg...maaf saya kasih +3...karena battle nya...berasa "koq gitu doank" (kecuali vs albi)....
maappppppp....
TT A TT

80

nice story kak dee. dari awal aliran ceritanya enak diikuti. adegan-adegan pembunuhannya juga menarik, sadis-sadis gimana gitu... >_<
.
cuman rasanya kurang greget nih pertarungan edward sama albieronya, kurang in de hoy~ #plak
.
+3

Thanks udah mampir kak sun..
.
Jangan terlalu indehoy, cintanya Edward cuma buat seseorang di Heretic. :v
#plak

50

first kasih poin +3,5

Huaaaa...... Edd, makin kesini makin imuuuutttttt >.<
*cubitin pipi Ed...

Dari berbagai karya kak Dee, disini saya kurang ngerasain Ed kejam :3 imo, kurang deskripsi. *saaayyaaa suka baca deskripsi >.<

dan penyihir yang dikejar Ed seperti tak ngaruh apa-apa dan kayak kurang di-eksplor #pukpukAnonimWizie

Tapi saya suka ngeliat(visualisasi) ed disini.. wkwkwk

Umiii...Makasih >w<
.
Ed sebenarnya masih sedih kehilangan Hideya #Ini bukan BL
.
Wizienya itu ndak ada... Itu kan mesin batu bara :')
.
Thanks sekali lagi XD

80

Eddie.. dirimu selalu sadis... X'D
.
kak Dee pinter banget cara nulis kmatian Hideya hikkss T_T
.
suka cara kematian Rexanne (emg mesti ditipu dgn kelembutan spertinya (?) x'D ) tp paling suka cara matinya Albiero... keren yg pas adegan tombak itu.. >.<
.
smntara Altem cenderung mati konyol wkwkwk
.
eaaa.. dialog caps bertebaran..
.
Ceritanya bagus, cuma IMO kurang berkesan buat saya.. ada Melody, sma bapaknya.. tapi yaudah gitu doang, kyaknya ndak berdampak apa2 sama Edward kecuali galau sesaat.. dan shock gegara bapaknya itu terlalu tell... terlalu tiba2..
.
btw itu pengunjung2 lain ndak panik lihat pembunuhan atau gerbong meledak di deketnya ??
+3

makasih, jadi malu //// (eddie)
.
saya ga tau kayak apa nulisnya. asal aja lol
.
Albie juga susah sebenarnya OAO)w
.
eaaa itu dialog caps ngga tanggung2.. saya lagi suram #apa
.
Melody, Artie, Hideya itu halusinasi ed aja kok. Distorsi waktu.. Dan ya emang bapaknya ngagetin #eh #bapak?
.
Pengunjung cuma di gerbong 12 kayaknya dan mereka semua kayak ga peduli satu sama lain sejakmereka berasal dari dunia yg berbeda. Kalau soal ledakan, saya bikinnya sih seolah itu cuma getaran aja. ga ada suaranya karena masing2 gerbong kedap suara.
.

Makasih udah mampir <3

90

bingung mau komen apa~ >_<
td typo udah, ,
nice dah detail tiap gerbong
titip +4

Makasih bang hael <3
Sampe dobel
.
ditunggu hilyanya :3

90

bingung mau komen apa~ >_<
td typo udah, ,
nice dah detail tiap gerbong
titip +4

80

Edward ini parah banget, anak kecil kepalanya diawur2 gitu. Yang kurasa niat banget dari Mas Dee ini adalah bahwa karakter2 selain Edward juga sesuai banget dgn konsep karakternya, baik itu Rexanne, Albi, Altem, bahkan Blackz. R5 Edward jg dibikin sesuai dgn kanon panitia yg rumit. Paling keren pas bagian adu tusuk vs Albi, taktiknya lawan Altem jg jitu soalnya Altem paling gak bisa tipu2an. Cuma kengerian dari api putihnya aja yang kurang digambarin kayak apa.

kasih +4 ah :D

yey!
Makasih pak po... X3
.
Sebenarnya itu OOC, orz. Dan albiero itu susah dikalahin. uhuhuhu...
.
Makasih udah mau mampir + kasih poin x3
.
Kalau lolos sih, kengerian api putihnya bakal dijelasin di ronde depan.. Kalau sekilas bisa saya jelaskan. Pertama-tama api putihnya itu silau, terus langsung ngerubah apa yang dilahapnya jadi abu. Gt aja sih. cepet kok, paling nggak 5-10 detik.