[Round 5] Edward Kalashnikov - Bloody Tear in Despair

 

Suasana makan malam agak terasa berbeda. Meja makan panjang yang semula diramaikan oleh sebelas sosok, kini hanya tersisa lima sosok yang saling diam satu sama lain. Rexanne hanya memutar sendok di atas piringnya, Altem masih dengan cara makannya yang biasa, dan Edward seolah tidak peduli suasana berkabung, ia memakan makanannya dengan sangat lahap.

Bunyi piring yang diletakkan agak kasar oleh Edward memecah keheningan. Perlahan ia beranjak dari kursi dan pergi ke kandang nutria untuk memakan cemilan.

Rexanne memandang Link dan Xia bergantian, sebelum akhirnya membuka suara.

“Dimana Blackz?”

Xia menenggak minumnya sebelum menjawab. “Master sedang ada keperluan. Beliau sedang mengecek tempat untuk pertandingan berikutnya.”

Tentu saja ini bohong. Xia dan Link—mungkin—tidak tahu kemana sosok hitam agung itu pergi. Blackz hanya berpesan untuk mengarang keberadaannya jika ada orang lain bertanya. Rexanne menelan jawaban itu bulat-bulat, ia tidak bertanya apapun lagi, entah apa yang dipikirkan dan dirasakannya saat ini. Satu hal yang pasti, sejak Luke pergi, hari-hari seorang Rexanne tidak sama lagi.

Sesi makan malam diakhiri dengan keheningan dari peserta yang tersisa. Rexanne beranjak dari kursinya dan pergi menuju kamarnya sendiri. Altem juga beranjak dari kursinya, berjalan menuju hutan dan memandang jauh ke langit malam yang bertabur bintang.

“Tidak biasanya Blackz pergi selama ini.” Link menggumam dengan berat.

“Mungkin Master benar-benar belum bisa kembali kesini. Mengingat turnamen ini semakin mendekati akhir.”

Apa yang diucapkan Xia ada benarnya. Link tidak berkata lebih banyak.

 

*

 

Suara gemerisik yang terdengar di salah satu alat komunikasi membuat Link dan Xia waspada. Siapapun itu, pasti ingin mengadakan kontak dengan mereka.

“Ya?” sapa Link menja wab ‘panggilan’ itu.

“Loh, Yami belum kembali, ya?”

Link dan Xia saling berpandangan. Mereka tahu suara siapa itu. Ya, siapa lagi kalau bukan Moon, pemimpin kubu Hero.

“Ada yang bisa dibantu?”

“Oh, tidak. Tidak. Aku hanya ingin mengatakan bahwa tempat untuk bertanding sudah siap. Tolong katakan pada Yami, untuk mengirimkan petarung ke arena tepat saat tengah malam. Bukan malam ini, tapi tiga hari lagi. Dan detailnya akan kuberitahukan jika ia sudah kembali. Itu saja, terima kasih.”

Belum sempat Link dan Xia berkata apa-apa, komunikasi terputus.

“Bagaimana ini? Apakah Master akan kembali esok?”

Link mengangkat bahu. “Mungkin saja, Xia.”

Baru saja Xia dan Link berbalik, seberkas cahaya muncul dibelakang mereka dan menampilkan sosok Blackz yang sedikit…gusar?

“Master…”

“Blackz.”

Blackz melewati kedua orang itu tanpa bicara sedikitpun. Ia hanya berjalan lurus ke arah koridor, menuju kamar peserta yang tidak bisa bertanding lagi.

“Blackz, ada apa?” tanya Link yang segera menyusul langkah Blackz.

“Seperti biasa, kita harus melenyapkan salinan yang sudah tidak bisa dipakai lagi.”

“Tidak, maksudku, apa yang terjadi disana?”

Blackz tidak menjawab. Ia hanya terdiam memasuki kamar Haruo. Sedikit gusar ia melenyapkan pemilik api abadi tersebut. Perlahan, tubuh Haruo terselimuti sesuatu berwarna oranye, yang  kemudian melesat keluar dan berbentuk sebagai burung phoenix sebelum akhirnya menghilang.

Tidak ada lagi jasad Haruo di kamar itu. Tidak ada jejak atas salinannya selain di kenangan salinan yang masih tersisa.

Blackz melangkahkan kakinya keluar dari kamar Haruo dan menuju kamar Hideya.

“Blackz, kau mau apa?” tanya Link yang mampu membuat Blackz menghentikan langkahnya.

Blackz menoleh dengan sinis. “Melenyapkan salinan.”

“Jangan bodoh. Tobari Hideya masih hidup,” sergah Link.

Blackz menghela napas panjang. “Apa kau kira aku bodoh untuk melenyapkan petarung yang cukup kuandalkan jika ia tidak meninggal?”

“Jadi, maksudmu?”

Blackz menggeleng. Ia baru saja akan membuka pintu kamar jika ia tidak merasakan kehadiran orang lain di kamar itu.

Edward Kalashnikov ada disana, berdiri di samping tempat tidur Tobari Hideya.

“Kenapa?” tanya Link yang melihat Blackz mengurungkan niatnya untuk masuk. Alih-alih masuk, ia justru mengkonsentrasikan pikirannya untuk melenyapkan Hideya dari luar ruangan.

“Ssh..” Blackz meletakkan telunjuknya di bibir.

Di dalam, Edward terus memandang Hideya yang tertidur masih dengan menggunakan google-nya.

“Hei, bocah google, apa kau tahu? Aku mencium kematian yang sangat kuat dari dirimu.”

Edward menyentuh kening Hideya.

Dingin.

“Huh, selamat tinggal kalau begitu.”

Edward berbalik dan berencana akan pergi saat ia merasakan hembusan angin malam Oase yang terlalu dingin. Edward menoleh ke arah tempat tidur Hideya dan menemukan tumpukan kartu truf diatas sana.

Tidak ada lagi sosok Hideya. Hanya ada tumpukan kartu.

“Bagaimana mungkin?” gumamnya.

Edward kembali mendatangi tempat tidur Hideya dan mengambil salah satu kartu. Ia mengobrak-abrik tumpukan dengan tidak sabar. Ia mencari sosok Hideya.

“Jangan bercanda—”

 

*

 

 

Di luar, Blackz mengajak Link untuk kembali ke ruangan tempat Xia berada. Link tidak menanyakan apapun lagi pada Blackz. Ronde kali ini memang berbeda.

Pertama, Blackz pergi dalam waktu yang cukup lama meninggalkan Oase.

Kedua, entah apa yang terjadi pada Blackz sehingga ia gusar seperti ini.

Ketiga, ada dua peserta yang harus tereliminasi bersamaan dan tanpa penundaan eliminasi di ronde sebelumnya. Ini pertama kalinya terjadi dalam turnamen di musim ketiga ini.

Read previous post:  
43
points
(7678 words) posted by dismyname 6 years 48 weeks ago
61.4286
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fantasi | Battle of Realms | HxH
Read next post:  
100

Akhirnya agak anti-klimaks. Tapi progress ronde ini mulai dari pra ronde sampai hari-h nya sangat bagus. Gorenya saya suka. Penuh darah dan sadis ^_^.
.
+4

Makasih, bang Manik ^_^

80

Dari semua r5, ini serius favorit saya. Saya ga akan ngomong sekedar soal battle - saya suka eksekusi ceritanya. Mulai dari perlahan ngebuka dengan cerita nasib mereka yang keliminasi, ngebangun sesuatu yang potensial buat canon edward, dan si ed sendiri keliatan jadi main char banget di cerita ini dengan gimana dia ngadepin karakter" lain satu persatu
.
+4

Uwaa.. Thank you kak Sam udah mau mampir... :3
.
Awalnya itu sebenarnya RTR yang belum sempat ketulis.. Hehehe

>[Edward melepaskan jubahnya dan
mengibasnya di atas lantai. Dari dalam jubah,
keluarlah sosok Tobari Hideya yang juga tidak
sadarkan diri, sama seperti Haruo.
Xia mendekati jasad Hideya ]
^
hmmm...jadi masi idup apa mati?

> [ia menyerah bergerak dan kembali
ke wujud asalnya yang berupa manusia.
Albiero juga merasakan hal yang sama dengan
si kelelawar. Tubuhnya terasa berat, namun ia
coba untuk bertahan sampai kelelawar tersebut
tidak bisa menggerakkan badannya.]
^
bukannya da jadi manusia?

>mencacah itu bukannya memotong hingga halus ya? bukannya tombak cm bisa nusuk?

>sayap rexie ga bisa buat terbang...whwhhwhwhwhhw

>kenapa ada bbrp page yg rasanya sama persis, adakah yang saya lewatkan? kenapa battle yg lbh berasa battle hanya vs albie? rexie nya mati mudah...dan...altem di trick...whwhhwhwhwhwhwh
.
.
#unggg...maaf saya kasih +3...karena battle nya...berasa "koq gitu doank" (kecuali vs albi)....
maappppppp....
TT A TT

1. Jasad mestinya tubuh.
.
2. seharusnya itu "kelelawar--yang telah jadi manusia--"
.
Thank u...
.
Well.. ujung tombak nusuk emang, tapi kalau ditekan terus2an ya halus juga... Saya gituin tikus sih #eh
.
Yay! emang fokus ke albie mbak
.
Makasih ya udah mampir

kau.....sadis nak....

=A=

>[Edward melepaskan jubahnya dan
mengibasnya di atas lantai. Dari dalam jubah,
keluarlah sosok Tobari Hideya yang juga tidak
sadarkan diri, sama seperti Haruo.
Xia mendekati jasad Hideya ]
^
hmmm...jadi masi idup apa mati?

> [ia menyerah bergerak dan kembali
ke wujud asalnya yang berupa manusia.
Albiero juga merasakan hal yang sama dengan
si kelelawar. Tubuhnya terasa berat, namun ia
coba untuk bertahan sampai kelelawar tersebut
tidak bisa menggerakkan badannya.]
^
bukannya da jadi manusia?

>mencacah itu bukannya memotong hingga halus ya? bukannya tombak cm bisa nusuk?

>sayap rexie ga bisa buat terbang...whwhhwhwhwhhw

>kenapa ada bbrp page yg rasanya sama persis, adakah yang saya lewatkan? kenapa battle yg lbh berasa battle hanya vs albie? rexie nya mati mudah...dan...altem di trick...whwhhwhwhwhwhwh
.
.
#unggg...maaf saya kasih +3...karena battle nya...berasa "koq gitu doank" (kecuali vs albi)....
maappppppp....
TT A TT

80

nice story kak dee. dari awal aliran ceritanya enak diikuti. adegan-adegan pembunuhannya juga menarik, sadis-sadis gimana gitu... >_<
.
cuman rasanya kurang greget nih pertarungan edward sama albieronya, kurang in de hoy~ #plak
.
+3

Thanks udah mampir kak sun..
.
Jangan terlalu indehoy, cintanya Edward cuma buat seseorang di Heretic. :v
#plak

50

first kasih poin +3,5

Huaaaa...... Edd, makin kesini makin imuuuutttttt >.<
*cubitin pipi Ed...

Dari berbagai karya kak Dee, disini saya kurang ngerasain Ed kejam :3 imo, kurang deskripsi. *saaayyaaa suka baca deskripsi >.<

dan penyihir yang dikejar Ed seperti tak ngaruh apa-apa dan kayak kurang di-eksplor #pukpukAnonimWizie

Tapi saya suka ngeliat(visualisasi) ed disini.. wkwkwk

Umiii...Makasih >w<
.
Ed sebenarnya masih sedih kehilangan Hideya #Ini bukan BL
.
Wizienya itu ndak ada... Itu kan mesin batu bara :')
.
Thanks sekali lagi XD

80

Eddie.. dirimu selalu sadis... X'D
.
kak Dee pinter banget cara nulis kmatian Hideya hikkss T_T
.
suka cara kematian Rexanne (emg mesti ditipu dgn kelembutan spertinya (?) x'D ) tp paling suka cara matinya Albiero... keren yg pas adegan tombak itu.. >.<
.
smntara Altem cenderung mati konyol wkwkwk
.
eaaa.. dialog caps bertebaran..
.
Ceritanya bagus, cuma IMO kurang berkesan buat saya.. ada Melody, sma bapaknya.. tapi yaudah gitu doang, kyaknya ndak berdampak apa2 sama Edward kecuali galau sesaat.. dan shock gegara bapaknya itu terlalu tell... terlalu tiba2..
.
btw itu pengunjung2 lain ndak panik lihat pembunuhan atau gerbong meledak di deketnya ??
+3

makasih, jadi malu //// (eddie)
.
saya ga tau kayak apa nulisnya. asal aja lol
.
Albie juga susah sebenarnya OAO)w
.
eaaa itu dialog caps ngga tanggung2.. saya lagi suram #apa
.
Melody, Artie, Hideya itu halusinasi ed aja kok. Distorsi waktu.. Dan ya emang bapaknya ngagetin #eh #bapak?
.
Pengunjung cuma di gerbong 12 kayaknya dan mereka semua kayak ga peduli satu sama lain sejakmereka berasal dari dunia yg berbeda. Kalau soal ledakan, saya bikinnya sih seolah itu cuma getaran aja. ga ada suaranya karena masing2 gerbong kedap suara.
.

Makasih udah mampir <3

90

bingung mau komen apa~ >_<
td typo udah, ,
nice dah detail tiap gerbong
titip +4

Makasih bang hael <3
Sampe dobel
.
ditunggu hilyanya :3

90

bingung mau komen apa~ >_<
td typo udah, ,
nice dah detail tiap gerbong
titip +4

80

Edward ini parah banget, anak kecil kepalanya diawur2 gitu. Yang kurasa niat banget dari Mas Dee ini adalah bahwa karakter2 selain Edward juga sesuai banget dgn konsep karakternya, baik itu Rexanne, Albi, Altem, bahkan Blackz. R5 Edward jg dibikin sesuai dgn kanon panitia yg rumit. Paling keren pas bagian adu tusuk vs Albi, taktiknya lawan Altem jg jitu soalnya Altem paling gak bisa tipu2an. Cuma kengerian dari api putihnya aja yang kurang digambarin kayak apa.

kasih +4 ah :D

yey!
Makasih pak po... X3
.
Sebenarnya itu OOC, orz. Dan albiero itu susah dikalahin. uhuhuhu...
.
Makasih udah mau mampir + kasih poin x3
.
Kalau lolos sih, kengerian api putihnya bakal dijelasin di ronde depan.. Kalau sekilas bisa saya jelaskan. Pertama-tama api putihnya itu silau, terus langsung ngerubah apa yang dilahapnya jadi abu. Gt aja sih. cepet kok, paling nggak 5-10 detik.