[Round 5] Edward Kalashnikov - Bloody Tear in Despair

 Kematian Haruo dan Hideya rupanya tidak terlalu berpengaruh—mungkin—pada sikap ketiga peserta yang tersisa. Mata mereka tampak fokus saat memasuki ruang serba guna. Edward bahkan masih tengah memakan hewan besar yang ia pelihara. Sesekali ia membersihkan sela giginya dengan kukunya yang runcing dan berwarna hitam. Edward masih seperti biasanya, hanya saja kali ini ia tidak ketiduran atau tidak mengacuhkan Xia seperti yang biasa ia lakukan.

Rexanne membenarkan posisi twintail-nya. Istirahat dan memulihkan diri kurang dari seminggu memang dirasa sangat kurang oleh Rexanne. Beberapa bagia tubuhnya masih terasa nyeri, namun sudah lebih baik daripada saat ia kembali dari ronde empat. Untung saja pertolongan yang diberikan oleh Xia sangat manjur efeknya.

Altem berdehem saat menerima kertas yang dibagikan oleh Xia. Sedikit malas, ia membuka kertas tersebut dan hanya menemukan sebuah kalimat :

 

Royal Rumble on a Cart

 

Tidak ada penjelasan siapa lawan, dan apa peraturan khusus seperti pertarungan yang sudah-sudah.

“Hanya ini?” tanya Altem.

Blackz mengangguk.

“Tidak ada peraturan khusus, seperti tidak boleh melukai sipil, atau semacamnya?” tanya Rexanne.

Blackz menggeleng.

Edward masih membolak-balik kertasnya untuk menemukan siapa nama lawannya. “Lalu aku harus lawan siapa?”

Ya, itu juga menjadi pertanyaan bagi Altem dan Rexanne yang menyadari bahwa Blackz belum menginstruksikan nama pejuang Hero yang harus mereka lawan.

“Begini…” Blackz berdehem. “Peraturan kali ini mudah. Kalian harus menang dengan cara menjadi orang terakhir yang berada di kereta itu.”

“Orang terakhir? Maksudnya, faksi terakhir yang berada di kereta?”

“Orang terakhir yang hidup.”

“Tunggu, berarti maksudnya kami harus saling bunuh?” Rexanne memandang Blackz dengan tatapan tidak percaya.

“Kalian tentu paham maksudku. Bukankah dari lubuk hati kalian, kalian sangat ingin bertarung melawan satu dengan yang lain?”

“Ap—”

“Huh, aku tidak peduli. Membunuh dua atau ratusan manusiapun sudah tidak berpengaruh apa-apa bagiku. Aku hanya bersyukur, Haruo tidak ikut dalam pertarungan ini.” Altem berkata pelan. Ia menghela napas cukup berat.

Edward menyunggingkan senyumnya sementara Rexanne menelan ludah untuk menahan rasa tidak enak di dadanya.

“Yang terpenting, lawan kalian harus mati. Membunuhnya di tempat, atau melemparnya ke jendela. Semua yang ada di dalam kereta tidak bisa dihancurkan, dan jika ada tiga peserta di dalam satu gerbong yang sama, maka ketiganya harus terlibat pertarungan dan membunuh satu diantaranya agar bisa keluar menuju gerbong selanjutnya.” Blackz berkata dengan cepat.

Rexanne dan Altem mengangguk, namun Edward bersusah payah menangkap gerak bibir Blackz dan hanya menangkap sedikit maksudnya. Yang jelas ia tahu bahwa lawan bisa dilempar ke luar jendela dan semua akses akan terkunci jika ada tiga peserta dalam satu tempat.

“Xia…” Blackz menatap mata tiga peserta tersebut sebelum akhirnya menoleh ke arah wanita yang berdiri di belakangnya. “Lakukan seperti biasa.”

“Baik, Master…”

 

 Xia San Loo maju ke depan para peserta.

“Ketahuilah, ini akan menjadi  perjalanan yang panjang dan berat dari biasanya. Karena dunia yang kalian tuju berbeda dengan biasanya. Kalian akan mengarungi padang pasir waktu.”

“Padang pasir waktu?”

Belum sempat Xia memberikan jawaban, seberkas cahaya berbentuk lingkaran berpendar di lantai tempat ketiga peserta dan segera mengirimkan ketiganya ke dalam dunia paralel tempat ronde kelima diadakan.

“Kembalilah dengan selamat,” gumam Xia.

Blackz dan Link melangkah menghampiri Xia yang masih melihat ke dalam portal.

“Semoga saja mereka dapat memanfaatkan waktu yang ada,” desis Blackz.

“Maksudmu?” tanya Link. “Apa ada yang belum kau  sampaikan pada mereka?”

“Setiap gerbong akan meledak setiap dua puluh menit. Gerbong terakhir akan meledak pertama dan terhitung sejak mereka tiba disana.”

“Meledak? Bagaimana dengan sipil yang kemungkinan ada disana?”

“Aku dan Moon sudah tidak peduli lagi.”

Link menghela napasnya dengan berat. “Kenapa kau tidak mengatakannya pada mereka, Blackz?”

“Kupikir akan sangat menarik jika tidak kuberitahu soal itu.”

“Mereka bisa mati.”

“Dan kita masih bisa menghidupkan mereka lagi jika mereka memang berpotensi untuk digunakan.”

Link menggeleng. “Apa yang kau lihat selama kau pergi, Blackz?”

Blackz menengadahkan kepalanya, menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya berucap, “Akhir dari semua ini. Semua salinan itu harus dilenyapkan.”

Tanpa bicara sepatah katapun lagi, Blackz meninggalkan ruangan.

Read previous post:  
43
points
(7678 words) posted by dismyname 6 years 48 weeks ago
61.4286
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fantasi | Battle of Realms | HxH
Read next post:  
100

Akhirnya agak anti-klimaks. Tapi progress ronde ini mulai dari pra ronde sampai hari-h nya sangat bagus. Gorenya saya suka. Penuh darah dan sadis ^_^.
.
+4

Makasih, bang Manik ^_^

80

Dari semua r5, ini serius favorit saya. Saya ga akan ngomong sekedar soal battle - saya suka eksekusi ceritanya. Mulai dari perlahan ngebuka dengan cerita nasib mereka yang keliminasi, ngebangun sesuatu yang potensial buat canon edward, dan si ed sendiri keliatan jadi main char banget di cerita ini dengan gimana dia ngadepin karakter" lain satu persatu
.
+4

Uwaa.. Thank you kak Sam udah mau mampir... :3
.
Awalnya itu sebenarnya RTR yang belum sempat ketulis.. Hehehe

>[Edward melepaskan jubahnya dan
mengibasnya di atas lantai. Dari dalam jubah,
keluarlah sosok Tobari Hideya yang juga tidak
sadarkan diri, sama seperti Haruo.
Xia mendekati jasad Hideya ]
^
hmmm...jadi masi idup apa mati?

> [ia menyerah bergerak dan kembali
ke wujud asalnya yang berupa manusia.
Albiero juga merasakan hal yang sama dengan
si kelelawar. Tubuhnya terasa berat, namun ia
coba untuk bertahan sampai kelelawar tersebut
tidak bisa menggerakkan badannya.]
^
bukannya da jadi manusia?

>mencacah itu bukannya memotong hingga halus ya? bukannya tombak cm bisa nusuk?

>sayap rexie ga bisa buat terbang...whwhhwhwhwhhw

>kenapa ada bbrp page yg rasanya sama persis, adakah yang saya lewatkan? kenapa battle yg lbh berasa battle hanya vs albie? rexie nya mati mudah...dan...altem di trick...whwhhwhwhwhwhwh
.
.
#unggg...maaf saya kasih +3...karena battle nya...berasa "koq gitu doank" (kecuali vs albi)....
maappppppp....
TT A TT

1. Jasad mestinya tubuh.
.
2. seharusnya itu "kelelawar--yang telah jadi manusia--"
.
Thank u...
.
Well.. ujung tombak nusuk emang, tapi kalau ditekan terus2an ya halus juga... Saya gituin tikus sih #eh
.
Yay! emang fokus ke albie mbak
.
Makasih ya udah mampir

kau.....sadis nak....

=A=

>[Edward melepaskan jubahnya dan
mengibasnya di atas lantai. Dari dalam jubah,
keluarlah sosok Tobari Hideya yang juga tidak
sadarkan diri, sama seperti Haruo.
Xia mendekati jasad Hideya ]
^
hmmm...jadi masi idup apa mati?

> [ia menyerah bergerak dan kembali
ke wujud asalnya yang berupa manusia.
Albiero juga merasakan hal yang sama dengan
si kelelawar. Tubuhnya terasa berat, namun ia
coba untuk bertahan sampai kelelawar tersebut
tidak bisa menggerakkan badannya.]
^
bukannya da jadi manusia?

>mencacah itu bukannya memotong hingga halus ya? bukannya tombak cm bisa nusuk?

>sayap rexie ga bisa buat terbang...whwhhwhwhwhhw

>kenapa ada bbrp page yg rasanya sama persis, adakah yang saya lewatkan? kenapa battle yg lbh berasa battle hanya vs albie? rexie nya mati mudah...dan...altem di trick...whwhhwhwhwhwhwh
.
.
#unggg...maaf saya kasih +3...karena battle nya...berasa "koq gitu doank" (kecuali vs albi)....
maappppppp....
TT A TT

80

nice story kak dee. dari awal aliran ceritanya enak diikuti. adegan-adegan pembunuhannya juga menarik, sadis-sadis gimana gitu... >_<
.
cuman rasanya kurang greget nih pertarungan edward sama albieronya, kurang in de hoy~ #plak
.
+3

Thanks udah mampir kak sun..
.
Jangan terlalu indehoy, cintanya Edward cuma buat seseorang di Heretic. :v
#plak

50

first kasih poin +3,5

Huaaaa...... Edd, makin kesini makin imuuuutttttt >.<
*cubitin pipi Ed...

Dari berbagai karya kak Dee, disini saya kurang ngerasain Ed kejam :3 imo, kurang deskripsi. *saaayyaaa suka baca deskripsi >.<

dan penyihir yang dikejar Ed seperti tak ngaruh apa-apa dan kayak kurang di-eksplor #pukpukAnonimWizie

Tapi saya suka ngeliat(visualisasi) ed disini.. wkwkwk

Umiii...Makasih >w<
.
Ed sebenarnya masih sedih kehilangan Hideya #Ini bukan BL
.
Wizienya itu ndak ada... Itu kan mesin batu bara :')
.
Thanks sekali lagi XD

80

Eddie.. dirimu selalu sadis... X'D
.
kak Dee pinter banget cara nulis kmatian Hideya hikkss T_T
.
suka cara kematian Rexanne (emg mesti ditipu dgn kelembutan spertinya (?) x'D ) tp paling suka cara matinya Albiero... keren yg pas adegan tombak itu.. >.<
.
smntara Altem cenderung mati konyol wkwkwk
.
eaaa.. dialog caps bertebaran..
.
Ceritanya bagus, cuma IMO kurang berkesan buat saya.. ada Melody, sma bapaknya.. tapi yaudah gitu doang, kyaknya ndak berdampak apa2 sama Edward kecuali galau sesaat.. dan shock gegara bapaknya itu terlalu tell... terlalu tiba2..
.
btw itu pengunjung2 lain ndak panik lihat pembunuhan atau gerbong meledak di deketnya ??
+3

makasih, jadi malu //// (eddie)
.
saya ga tau kayak apa nulisnya. asal aja lol
.
Albie juga susah sebenarnya OAO)w
.
eaaa itu dialog caps ngga tanggung2.. saya lagi suram #apa
.
Melody, Artie, Hideya itu halusinasi ed aja kok. Distorsi waktu.. Dan ya emang bapaknya ngagetin #eh #bapak?
.
Pengunjung cuma di gerbong 12 kayaknya dan mereka semua kayak ga peduli satu sama lain sejakmereka berasal dari dunia yg berbeda. Kalau soal ledakan, saya bikinnya sih seolah itu cuma getaran aja. ga ada suaranya karena masing2 gerbong kedap suara.
.

Makasih udah mampir <3

90

bingung mau komen apa~ >_<
td typo udah, ,
nice dah detail tiap gerbong
titip +4

Makasih bang hael <3
Sampe dobel
.
ditunggu hilyanya :3

90

bingung mau komen apa~ >_<
td typo udah, ,
nice dah detail tiap gerbong
titip +4

80

Edward ini parah banget, anak kecil kepalanya diawur2 gitu. Yang kurasa niat banget dari Mas Dee ini adalah bahwa karakter2 selain Edward juga sesuai banget dgn konsep karakternya, baik itu Rexanne, Albi, Altem, bahkan Blackz. R5 Edward jg dibikin sesuai dgn kanon panitia yg rumit. Paling keren pas bagian adu tusuk vs Albi, taktiknya lawan Altem jg jitu soalnya Altem paling gak bisa tipu2an. Cuma kengerian dari api putihnya aja yang kurang digambarin kayak apa.

kasih +4 ah :D

yey!
Makasih pak po... X3
.
Sebenarnya itu OOC, orz. Dan albiero itu susah dikalahin. uhuhuhu...
.
Makasih udah mau mampir + kasih poin x3
.
Kalau lolos sih, kengerian api putihnya bakal dijelasin di ronde depan.. Kalau sekilas bisa saya jelaskan. Pertama-tama api putihnya itu silau, terus langsung ngerubah apa yang dilahapnya jadi abu. Gt aja sih. cepet kok, paling nggak 5-10 detik.