[Round 5] Edward Kalashnikov - Bloody Tear in Despair

Car 11

 

Guncangan—atau getaran—akan ledakan yang beberapa menit yang lalu terjadi membuat penyihir tuli itu bangun dari kondisi tidak sadarkan diri. Perlahan ia mengerjapkan matanya dan menelaah sekitar. Gerbong itu kosong, dan ada angka sebelas di atas pintu. Edward berdiri dengan segera dan mulai berkeliling, menuju gerbong dua belas.

Tidak ada yang aneh di dalam gerbong itu selain perasaan heran karena sipil yang berada di gerbong itu bentuknya berbeda-beda. Selama ini Edward hanya melihat manusia dari satu masa, namun kali ini ia melihat berbagai macam manusia dari berbagai masa. Ada yang berpakaian sama dengan dirinya, ada yang berpakaian lebih agak modern, dan ada yang bahkan berpakaian seperti orang-orang masa depan.

Edward berjalan di antara tempat duduk mereka dan menemukan salah satu penumpang duduk paling ujung yang sangat mirip dengan orang yang dikenalnya, seorang gadis berambut marun panjang, kakinya tidak memakai alas dan ada bekas jahitan di pipi kirinya.

Edward mencengkram dadanya. Entah sudah berapa lama ia tidak melihat gadis itu. Sejak penyerangan di Oase, ia kehilangan gadis yang sudah susah payah ia bangkitkan. Setengah berlari, Edward mendatangi gadis itu.

“Melody?”

Gadis yang dipanggil menoleh dan tersenyum pada Edward. Tidak ada pembicaraan apapun diantara keduanya, dan Edward tidak tahu harus menanyakan apa—terlalu banyak yang ingin ia tanyakan. Gadis itu melirik ke arah pintu belakang gerbong sehingga membuat Edward mengikuti arah pandangnya. Setengah penasaran, Edward melangkah ke pintu dan mengintip keadaan gerbong sebelah, gerbong tiga belas.

Di dalam sana, dua gadis sedang bertarung satu sama lain. Ia mengenali gadis yang memakai pakaian putih dengan rambut coklat panjang sembari memegang senapan.  Siapa lagi kalau bukan gadis pemarah dari heretik. Sementara gadis satunya membuat Edward membeliakkan mata. Gadis berambut hijau dengan sepasang pedang kembar di tangannya membuat darahnya mendidih dan naik ke kepala. Gadis yang melukainya—dan seharusnya terbunuh—di tengah hutan Einzbern itu kini dengan semangat menghalau serangan scythe milik Rexanne.

“KURANG AJAR! BERANINYA KAU MASIH HIDUP!!” geram Edward memukul pintu gerbong dua belas.

Edward merasa seluruh penumpang gerbong memperhatikan dirinya, namun ia tidak peduli. Dendam akan rasa malunya dilukai oleh anak kecil seperti Hilya lebih besar akan malunya berteriak seperti orang gila. Ia menoleh ke arah Melody untuk meminta izin pergi, namun sosok Melody sudah tidak disana.

Wha—Akh, siapa peduli!” serunya menggeser pintu dengan kasar.

Edward melintasi kait penyambung gerbong dengan tergesa.  Buru-buru ia membuka pintu gerbong tiga belas dan bersiap melangkah ke dalam, jika saja Rexanne tidak sigap menahan langkahnya dengan sebuah muntahan AS50 pada lantai di hadapannya.

“Jangan masuk, penyihir bodoh!”

“Hei, kau mau membunuhku?!” bentak Edward tak kalah nyaring.

Rexanne terbang dan mencengkram kepala Hilya kemudian melemparkan gadis itu ke ujung ruangan. Rexanne hanya ingin meminta time out untuk menyingkirkan si penyihir dari gerbong tiga belas.

“Kau ingin kita mati disini? Apa kau tidak ingat apa yang Blackz katakan?!” tanya Rexanne kasar sembari mencengkram kerah Edward.

“Singkirkan tanganmu, wanita! Aku punya masalah dengan anak kecil itu!!” Edward menepis tangan Rexanne, dan Rexanne menyambutnya dengan sebuah hantaman di pipi hingga Edward tersungkur ke besi penyambung gerbong.

“Kau tahu, aku  bisa membunuhmu kapan saja. Tapi kali ini kau kubiarkan hidup agar bisa melawan dua Heroes yang lain.”

Edward bangkit dan menghantamkan kepala gadis itu ke pintu gerbong. “Tidak boleh ada perempuan yang menghajarku.”

“Makanya, percayalah padaku. Semua akan percuma kalau kau masuk ke gerbong yang sama denganku dan anak itu.”

“Aku tidak akan puas jika tidak menghajarnya dengan kedua tanganku!” Edward berseru dan melangkahkan kakinya, bersiap membuka pintu gerbong tiga belas, namun Rexanne dengan cepat menyeretnya ke gerbong dua belas, membuka pintunya dan menghempaskan penyihir itu kesana.

“SEKALI LAGI KAU MENGINJAKKAN KAKI KE GERBONG TIGA BELAS, KULEDAKKAN KEPALAMU!” Rexanne mendengus dan kembali ke gerbong tiga belas untuk melawan Hilya. Sebenarnya Rexanne bisa saja melupakan Hilya dan membiarkan Edward melawan gadis kecil itu. Namun persyaratan ronde ini dan kemungkinan lawannya sangat membuat Rexanne muak.

Cepat atau lambat, ia harus membunuh Altem dan juga Edward, meskipun ia tidak memiliki alasan membunuh mereka berdua—sebelumnya—namun kini tujuannya untuk menjadi satu-satunya yang selamat dan keluar dari sini sedikit mengesampingkan nuraninya. Ia bertekad akan membunuh Altem dan Edward ketika semua Heroes binasa. Masih ada dua lawan selain Hilya. Rexanne tidak mau mengambil resiko menyerahkan Hilya pada Edward dan melawan Albiero. Beruntung jika yang ia lawan adalah Heroes yang lain, namun jika itu Albiero, mungkin dirinya lebih memilih bunuh diri. Atas dasar itulah ia bersikukuh melawan Hilya.

“Maaf lama, ayo kita selesaikan pertarungan ini sekarang juga.” Rexanne berkata dengan sok sembari menutup gerbong tiga belas.

Sementara di hadapannya bukan lagi berdiri seorang anak kecil berambut aqua. Kini yang dihadapannya adalah seorang anak kecil berambut ungu, bermata menyeramkan, dan sedari tadi terus tertawa.

“Heh, kau berubah? Majulah!”

Rexanne dan gadis ungu tersebut sama-sama melesat ke tengah gerbong.

Read previous post:  
43
points
(7678 words) posted by dismyname 6 years 48 weeks ago
61.4286
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fantasi | Battle of Realms | HxH
Read next post:  
100

Akhirnya agak anti-klimaks. Tapi progress ronde ini mulai dari pra ronde sampai hari-h nya sangat bagus. Gorenya saya suka. Penuh darah dan sadis ^_^.
.
+4

Makasih, bang Manik ^_^

80

Dari semua r5, ini serius favorit saya. Saya ga akan ngomong sekedar soal battle - saya suka eksekusi ceritanya. Mulai dari perlahan ngebuka dengan cerita nasib mereka yang keliminasi, ngebangun sesuatu yang potensial buat canon edward, dan si ed sendiri keliatan jadi main char banget di cerita ini dengan gimana dia ngadepin karakter" lain satu persatu
.
+4

Uwaa.. Thank you kak Sam udah mau mampir... :3
.
Awalnya itu sebenarnya RTR yang belum sempat ketulis.. Hehehe

>[Edward melepaskan jubahnya dan
mengibasnya di atas lantai. Dari dalam jubah,
keluarlah sosok Tobari Hideya yang juga tidak
sadarkan diri, sama seperti Haruo.
Xia mendekati jasad Hideya ]
^
hmmm...jadi masi idup apa mati?

> [ia menyerah bergerak dan kembali
ke wujud asalnya yang berupa manusia.
Albiero juga merasakan hal yang sama dengan
si kelelawar. Tubuhnya terasa berat, namun ia
coba untuk bertahan sampai kelelawar tersebut
tidak bisa menggerakkan badannya.]
^
bukannya da jadi manusia?

>mencacah itu bukannya memotong hingga halus ya? bukannya tombak cm bisa nusuk?

>sayap rexie ga bisa buat terbang...whwhhwhwhwhhw

>kenapa ada bbrp page yg rasanya sama persis, adakah yang saya lewatkan? kenapa battle yg lbh berasa battle hanya vs albie? rexie nya mati mudah...dan...altem di trick...whwhhwhwhwhwhwh
.
.
#unggg...maaf saya kasih +3...karena battle nya...berasa "koq gitu doank" (kecuali vs albi)....
maappppppp....
TT A TT

1. Jasad mestinya tubuh.
.
2. seharusnya itu "kelelawar--yang telah jadi manusia--"
.
Thank u...
.
Well.. ujung tombak nusuk emang, tapi kalau ditekan terus2an ya halus juga... Saya gituin tikus sih #eh
.
Yay! emang fokus ke albie mbak
.
Makasih ya udah mampir

kau.....sadis nak....

=A=

>[Edward melepaskan jubahnya dan
mengibasnya di atas lantai. Dari dalam jubah,
keluarlah sosok Tobari Hideya yang juga tidak
sadarkan diri, sama seperti Haruo.
Xia mendekati jasad Hideya ]
^
hmmm...jadi masi idup apa mati?

> [ia menyerah bergerak dan kembali
ke wujud asalnya yang berupa manusia.
Albiero juga merasakan hal yang sama dengan
si kelelawar. Tubuhnya terasa berat, namun ia
coba untuk bertahan sampai kelelawar tersebut
tidak bisa menggerakkan badannya.]
^
bukannya da jadi manusia?

>mencacah itu bukannya memotong hingga halus ya? bukannya tombak cm bisa nusuk?

>sayap rexie ga bisa buat terbang...whwhhwhwhwhhw

>kenapa ada bbrp page yg rasanya sama persis, adakah yang saya lewatkan? kenapa battle yg lbh berasa battle hanya vs albie? rexie nya mati mudah...dan...altem di trick...whwhhwhwhwhwhwh
.
.
#unggg...maaf saya kasih +3...karena battle nya...berasa "koq gitu doank" (kecuali vs albi)....
maappppppp....
TT A TT

80

nice story kak dee. dari awal aliran ceritanya enak diikuti. adegan-adegan pembunuhannya juga menarik, sadis-sadis gimana gitu... >_<
.
cuman rasanya kurang greget nih pertarungan edward sama albieronya, kurang in de hoy~ #plak
.
+3

Thanks udah mampir kak sun..
.
Jangan terlalu indehoy, cintanya Edward cuma buat seseorang di Heretic. :v
#plak

50

first kasih poin +3,5

Huaaaa...... Edd, makin kesini makin imuuuutttttt >.<
*cubitin pipi Ed...

Dari berbagai karya kak Dee, disini saya kurang ngerasain Ed kejam :3 imo, kurang deskripsi. *saaayyaaa suka baca deskripsi >.<

dan penyihir yang dikejar Ed seperti tak ngaruh apa-apa dan kayak kurang di-eksplor #pukpukAnonimWizie

Tapi saya suka ngeliat(visualisasi) ed disini.. wkwkwk

Umiii...Makasih >w<
.
Ed sebenarnya masih sedih kehilangan Hideya #Ini bukan BL
.
Wizienya itu ndak ada... Itu kan mesin batu bara :')
.
Thanks sekali lagi XD

80

Eddie.. dirimu selalu sadis... X'D
.
kak Dee pinter banget cara nulis kmatian Hideya hikkss T_T
.
suka cara kematian Rexanne (emg mesti ditipu dgn kelembutan spertinya (?) x'D ) tp paling suka cara matinya Albiero... keren yg pas adegan tombak itu.. >.<
.
smntara Altem cenderung mati konyol wkwkwk
.
eaaa.. dialog caps bertebaran..
.
Ceritanya bagus, cuma IMO kurang berkesan buat saya.. ada Melody, sma bapaknya.. tapi yaudah gitu doang, kyaknya ndak berdampak apa2 sama Edward kecuali galau sesaat.. dan shock gegara bapaknya itu terlalu tell... terlalu tiba2..
.
btw itu pengunjung2 lain ndak panik lihat pembunuhan atau gerbong meledak di deketnya ??
+3

makasih, jadi malu //// (eddie)
.
saya ga tau kayak apa nulisnya. asal aja lol
.
Albie juga susah sebenarnya OAO)w
.
eaaa itu dialog caps ngga tanggung2.. saya lagi suram #apa
.
Melody, Artie, Hideya itu halusinasi ed aja kok. Distorsi waktu.. Dan ya emang bapaknya ngagetin #eh #bapak?
.
Pengunjung cuma di gerbong 12 kayaknya dan mereka semua kayak ga peduli satu sama lain sejakmereka berasal dari dunia yg berbeda. Kalau soal ledakan, saya bikinnya sih seolah itu cuma getaran aja. ga ada suaranya karena masing2 gerbong kedap suara.
.

Makasih udah mampir <3

90

bingung mau komen apa~ >_<
td typo udah, ,
nice dah detail tiap gerbong
titip +4

Makasih bang hael <3
Sampe dobel
.
ditunggu hilyanya :3

90

bingung mau komen apa~ >_<
td typo udah, ,
nice dah detail tiap gerbong
titip +4

80

Edward ini parah banget, anak kecil kepalanya diawur2 gitu. Yang kurasa niat banget dari Mas Dee ini adalah bahwa karakter2 selain Edward juga sesuai banget dgn konsep karakternya, baik itu Rexanne, Albi, Altem, bahkan Blackz. R5 Edward jg dibikin sesuai dgn kanon panitia yg rumit. Paling keren pas bagian adu tusuk vs Albi, taktiknya lawan Altem jg jitu soalnya Altem paling gak bisa tipu2an. Cuma kengerian dari api putihnya aja yang kurang digambarin kayak apa.

kasih +4 ah :D

yey!
Makasih pak po... X3
.
Sebenarnya itu OOC, orz. Dan albiero itu susah dikalahin. uhuhuhu...
.
Makasih udah mau mampir + kasih poin x3
.
Kalau lolos sih, kengerian api putihnya bakal dijelasin di ronde depan.. Kalau sekilas bisa saya jelaskan. Pertama-tama api putihnya itu silau, terus langsung ngerubah apa yang dilahapnya jadi abu. Gt aja sih. cepet kok, paling nggak 5-10 detik.