[Round 5] Edward Kalashnikov - Bloody Tear in Despair

 

“BRENGSEK!!”

Edward bangkit dan hanya memukul dinding gerbong dua belas dengan kasar. Melengos, ia melihat ke seluruh penumpang yang juga melihatnya.

“Apa kalian lihat-lihat?! Mau kubakar, heh?!”

Para penumpang hanya menggelengkan kepala melihat Edward. Tersinggung, Edward menempelkan tangannya pada salah seorang penumpang dan membakarnya. Salah seorang penumpang yang lainnya menghalangi Edward dengan menyeruduk penyihir itu dan mengusirnya dari gerbong dua belas. Edward merutuk dan kembali ke gerbongnya sendiri, gerbong sebelas.

Sekali lagi Edward membeliakkan matanya melihat sosok pria yang duduk di salah satu bangku penumpang di gerbong sebelas. Pria tambun, berkepala botak dengan pandangan teduh meski matanya tidak biasa, dan kini di sekeliling pipi dan dagunya ditumbuhi jambang.

“Kau kan…”

“Lama tak bertemu, Edward…”

“Artie, mengapa kau disini?”

“Aku ingin melihat-lihat keadaanmu. Apa kabar?”

“Aku baik saja, kurasa. Aku kehilangan Melody dan—”

Tunggu. Edward mengernyitkan alis, kenapa ia bisa mendengar ucapan Artie yang bahkan tidak menatap dirinya?

“Hati-hatilah pada apimu Edward. Kau sudah berulang kali menggunakannya. Jika ia membencimu, kau akan binasa.”

“Apa maksudmu?”

Artie tersenyum simpul. “Lihatlah ke tanganmu.”

Edward menurut pada sosok yang dianggapnya ayah ini. Sosok yang ia ‘buang’ saat ia mulai tuli. Namun Artie tidak pernah membuangnya. Edward baru sadar, bahwa Artie telah menganggapnya sebagai anak sendiri, dan selalu mencarinya jika ia bersembunyi.  

“Artie aku tidak menemukan apapun…” intonasinya berjalan lamban saat ia menyadari Artie sudah tidak duduk di tempatnya. “…di tanganku.”

“Artie?”

Edward memandang ke sekeliling, dan ia menyadari bahwa kemungkinan besar semuanya halusinasi.  Melody adalah halusinasi, para penumpang adalah halusinasi, dan kemungkinan besar baik Hilya maupun Rexanne adalah halusinasi meski sakit yang ia rasakan di pipinya tidak seperti halusinasi.

Mendengus, Edward berjalan ke gerbong sepuluh.

 

*

 

Tidak ada hal aneh yang liat di dalam gerbong ini, ia hanya melihat keluar dan mnenemukan bahwa waktu berjalan senada dengan kotak besi tempatnya berada saat ini.

Cepat. Berubah cepat.

Pemuda 23 tahun itu mendongakkan kepalanya ke luar jendela dan melihat betapa panjangnya kendaraan ini. Melihat asap di ujung gerbong, membuat Edward berpikir bahwa ada penyihir lain yang menggerakkan apa yang ia tumpangi saat ini.

Edward mulai berlari, tujuannya hanya satu. Gerbong tempat keluarnya asap dan menantang penyihir itu berkelahi.

 

*

 

Gerbong sembilan terbuka dan sosok seorang pemuda tercipta disana.

Pemuda itu sangat nyentrik jika dilihat dari pakaiannya. Warna-warna menyala pada baju dan celananya serta kacamata besar yang dikenakannya padahal ia tidak sedang skydiving membuat anak anti sosial itu dilirik banyak orang—seharusnya. Namun karena kenyataan bahwa pemuda itu telah meninggal, maka hanya Edward yang bisa melihatnya.

“Kau… bukannya kau sudah mati?” tanya Edward.

Pemuda itu tidak mengatakan apapun. Ia hanya meletup-letupkan permen karet berwarna merah muda pucat di bibirnya.

“Hey, jawab aku…”

Pemuda itu menoleh ke arah Edward dan mengacuhkannya. Edward tidak suka dengan sikap pemuda itu, namun sesuatu seperti melemahkan kekuatan kakinya untuk berdiri.

“Ap—”

Tiba-tiba, pikirannya berputar bagai sebuah film tua. Semua yang ia cintai, semua yang ia rindu, berputar dan mengulik masa-masa lalu yang dikenal sebagai memori. Edward tertunduk, entah apa yang terjadi, namun Edward yakin bahwa kendaraan yang ia tumpangi ini adalah pelakunya.

Ilusi, halusinasi—atau apapun itu telah mempengaruhi emosi Edward. Dirinya yang telah mengklaim bahwa semua manusia harus mati, tidak terkecuali keluarganya sendiri. Dirinya juga mengklaim bahwa mereka yang telah mati tidak patut ditangisi karena dengan kematian mereka, membuktikan bahwa mereka tidak berguna.

“Ini pasti ulah penyihir itu!! Aku harus menghentikannya sebelum ia merusak pikiranku!!”

Sembari menahan kepalanya yang semakin sakit, Edward berlari antar gerbong untuk mencapai gerbong utama.

 

Read previous post:  
43
points
(7678 words) posted by dismyname 6 years 48 weeks ago
61.4286
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fantasi | Battle of Realms | HxH
Read next post:  
100

Akhirnya agak anti-klimaks. Tapi progress ronde ini mulai dari pra ronde sampai hari-h nya sangat bagus. Gorenya saya suka. Penuh darah dan sadis ^_^.
.
+4

Makasih, bang Manik ^_^

80

Dari semua r5, ini serius favorit saya. Saya ga akan ngomong sekedar soal battle - saya suka eksekusi ceritanya. Mulai dari perlahan ngebuka dengan cerita nasib mereka yang keliminasi, ngebangun sesuatu yang potensial buat canon edward, dan si ed sendiri keliatan jadi main char banget di cerita ini dengan gimana dia ngadepin karakter" lain satu persatu
.
+4

Uwaa.. Thank you kak Sam udah mau mampir... :3
.
Awalnya itu sebenarnya RTR yang belum sempat ketulis.. Hehehe

>[Edward melepaskan jubahnya dan
mengibasnya di atas lantai. Dari dalam jubah,
keluarlah sosok Tobari Hideya yang juga tidak
sadarkan diri, sama seperti Haruo.
Xia mendekati jasad Hideya ]
^
hmmm...jadi masi idup apa mati?

> [ia menyerah bergerak dan kembali
ke wujud asalnya yang berupa manusia.
Albiero juga merasakan hal yang sama dengan
si kelelawar. Tubuhnya terasa berat, namun ia
coba untuk bertahan sampai kelelawar tersebut
tidak bisa menggerakkan badannya.]
^
bukannya da jadi manusia?

>mencacah itu bukannya memotong hingga halus ya? bukannya tombak cm bisa nusuk?

>sayap rexie ga bisa buat terbang...whwhhwhwhwhhw

>kenapa ada bbrp page yg rasanya sama persis, adakah yang saya lewatkan? kenapa battle yg lbh berasa battle hanya vs albie? rexie nya mati mudah...dan...altem di trick...whwhhwhwhwhwhwh
.
.
#unggg...maaf saya kasih +3...karena battle nya...berasa "koq gitu doank" (kecuali vs albi)....
maappppppp....
TT A TT

1. Jasad mestinya tubuh.
.
2. seharusnya itu "kelelawar--yang telah jadi manusia--"
.
Thank u...
.
Well.. ujung tombak nusuk emang, tapi kalau ditekan terus2an ya halus juga... Saya gituin tikus sih #eh
.
Yay! emang fokus ke albie mbak
.
Makasih ya udah mampir

kau.....sadis nak....

=A=

>[Edward melepaskan jubahnya dan
mengibasnya di atas lantai. Dari dalam jubah,
keluarlah sosok Tobari Hideya yang juga tidak
sadarkan diri, sama seperti Haruo.
Xia mendekati jasad Hideya ]
^
hmmm...jadi masi idup apa mati?

> [ia menyerah bergerak dan kembali
ke wujud asalnya yang berupa manusia.
Albiero juga merasakan hal yang sama dengan
si kelelawar. Tubuhnya terasa berat, namun ia
coba untuk bertahan sampai kelelawar tersebut
tidak bisa menggerakkan badannya.]
^
bukannya da jadi manusia?

>mencacah itu bukannya memotong hingga halus ya? bukannya tombak cm bisa nusuk?

>sayap rexie ga bisa buat terbang...whwhhwhwhwhhw

>kenapa ada bbrp page yg rasanya sama persis, adakah yang saya lewatkan? kenapa battle yg lbh berasa battle hanya vs albie? rexie nya mati mudah...dan...altem di trick...whwhhwhwhwhwhwh
.
.
#unggg...maaf saya kasih +3...karena battle nya...berasa "koq gitu doank" (kecuali vs albi)....
maappppppp....
TT A TT

80

nice story kak dee. dari awal aliran ceritanya enak diikuti. adegan-adegan pembunuhannya juga menarik, sadis-sadis gimana gitu... >_<
.
cuman rasanya kurang greget nih pertarungan edward sama albieronya, kurang in de hoy~ #plak
.
+3

Thanks udah mampir kak sun..
.
Jangan terlalu indehoy, cintanya Edward cuma buat seseorang di Heretic. :v
#plak

50

first kasih poin +3,5

Huaaaa...... Edd, makin kesini makin imuuuutttttt >.<
*cubitin pipi Ed...

Dari berbagai karya kak Dee, disini saya kurang ngerasain Ed kejam :3 imo, kurang deskripsi. *saaayyaaa suka baca deskripsi >.<

dan penyihir yang dikejar Ed seperti tak ngaruh apa-apa dan kayak kurang di-eksplor #pukpukAnonimWizie

Tapi saya suka ngeliat(visualisasi) ed disini.. wkwkwk

Umiii...Makasih >w<
.
Ed sebenarnya masih sedih kehilangan Hideya #Ini bukan BL
.
Wizienya itu ndak ada... Itu kan mesin batu bara :')
.
Thanks sekali lagi XD

80

Eddie.. dirimu selalu sadis... X'D
.
kak Dee pinter banget cara nulis kmatian Hideya hikkss T_T
.
suka cara kematian Rexanne (emg mesti ditipu dgn kelembutan spertinya (?) x'D ) tp paling suka cara matinya Albiero... keren yg pas adegan tombak itu.. >.<
.
smntara Altem cenderung mati konyol wkwkwk
.
eaaa.. dialog caps bertebaran..
.
Ceritanya bagus, cuma IMO kurang berkesan buat saya.. ada Melody, sma bapaknya.. tapi yaudah gitu doang, kyaknya ndak berdampak apa2 sama Edward kecuali galau sesaat.. dan shock gegara bapaknya itu terlalu tell... terlalu tiba2..
.
btw itu pengunjung2 lain ndak panik lihat pembunuhan atau gerbong meledak di deketnya ??
+3

makasih, jadi malu //// (eddie)
.
saya ga tau kayak apa nulisnya. asal aja lol
.
Albie juga susah sebenarnya OAO)w
.
eaaa itu dialog caps ngga tanggung2.. saya lagi suram #apa
.
Melody, Artie, Hideya itu halusinasi ed aja kok. Distorsi waktu.. Dan ya emang bapaknya ngagetin #eh #bapak?
.
Pengunjung cuma di gerbong 12 kayaknya dan mereka semua kayak ga peduli satu sama lain sejakmereka berasal dari dunia yg berbeda. Kalau soal ledakan, saya bikinnya sih seolah itu cuma getaran aja. ga ada suaranya karena masing2 gerbong kedap suara.
.

Makasih udah mampir <3

90

bingung mau komen apa~ >_<
td typo udah, ,
nice dah detail tiap gerbong
titip +4

Makasih bang hael <3
Sampe dobel
.
ditunggu hilyanya :3

90

bingung mau komen apa~ >_<
td typo udah, ,
nice dah detail tiap gerbong
titip +4

80

Edward ini parah banget, anak kecil kepalanya diawur2 gitu. Yang kurasa niat banget dari Mas Dee ini adalah bahwa karakter2 selain Edward juga sesuai banget dgn konsep karakternya, baik itu Rexanne, Albi, Altem, bahkan Blackz. R5 Edward jg dibikin sesuai dgn kanon panitia yg rumit. Paling keren pas bagian adu tusuk vs Albi, taktiknya lawan Altem jg jitu soalnya Altem paling gak bisa tipu2an. Cuma kengerian dari api putihnya aja yang kurang digambarin kayak apa.

kasih +4 ah :D

yey!
Makasih pak po... X3
.
Sebenarnya itu OOC, orz. Dan albiero itu susah dikalahin. uhuhuhu...
.
Makasih udah mau mampir + kasih poin x3
.
Kalau lolos sih, kengerian api putihnya bakal dijelasin di ronde depan.. Kalau sekilas bisa saya jelaskan. Pertama-tama api putihnya itu silau, terus langsung ngerubah apa yang dilahapnya jadi abu. Gt aja sih. cepet kok, paling nggak 5-10 detik.