Amelia (2)

2

 

          Sebuah mobil sedan berhenti di depan sebuah rumah kosong yang sudah dibeli oleh si pemilik mobil tersebut. Pria itu turun dari mobilnya, menatap puas rumah sederhana namun terlihat seperti istana megah di matanya itu. Memang tidak terlalu besar, namun dia yakin dia bisa membesarkan putri kecilnya dengan baik di rumah itu.

            “Kita sudah sampai, Hoshi-chan...” pria itu membuka pintu mobil di sampingnya, membangunkan seorang gadis kecil yang tertidur pulas sejak mereka tiba di bandara.

            “Nggh...” gadis itu terbangun. “Kita ada dimana, Ayah?”

            Sang ayah menarik gadis itu ke gendongannya. “Kita sudah tiba di rumah baru, sayang. Kau suka?”

            Si gadis kecil menatap rumah baru di depannya. Ia tersenyum ketika matanya menangkap semak mawar kuning yang besar di sudut pekarangan rumah. “Ayah, itu bunga apa?”

            “Oh, itu bunga mawar. Bunganya indah sekali, kan?”

            “Bolehkah aku memetiknya?” tanya si gadis.

            “Boleh. Tapi hati-hati dengan durinya, ya.”

            Dia kembali tersenyum saat ayahnya mengizinkannya. Langsung saja dia meloncat turun dari gendongan ayahnya dan berlari secepat mungkin ke arah semak-semak itu.

            Sang ayah tergelak melihat betapa senangnya putri kecilnya akan tempat tinggal barunya. Sebentar lagi truk yang membawa perabotan mereka akan segera datang. Dia harus bersiap-siap.

            “Halo! Selamat datang! Kau pasti tetangga baru kami!” seorang pria paruh baya memanggil sang ayah dari rumah di samping miliknya. Tanpa ragu dan dipenuhi keramahan pria itu keluar dari rumah bersama istri dan kedua anaknya, mendekati sang ayah.

            “Terima kasih!” jawab sang ayah.

            “Perkenalkan, kami keluarga Hiroaki. Aku Tatsuro. Ini istriku, Mina dan kedua anakku, Kai dan adiknya, Chi.” Keluarga bahagia itu memperkenalkan diri.

          “Aku Yasuji Maeyama.” Sang ayah membungkuk untuk memperkenalkan diri. “Aku bersama putriku, Hoshi.”

            “Oh... dimana dia?” Mina terlihat senang sang ayah ternyata memiliki seorang putri.

            Yasuji menunjuk ke arah semak-semak dimana mereka semua melihat Hoshi yang dimaksud ternyata sedang asyik memetik bunga yang mekar satu per satu.

            “Hoshi! Kemarilah! Ada yang ingin berkenalan denganmu!” Yasuji memanggil anaknya. Secepat kilat Hoshi berlari sambil membawa banyak sekali bunga mawar yang telah ia petik, sampai ia tidak bisa mengulurkan tangannya untuk berkenalan.

            “Haha! Putri Anda lucu sekali.” Tatsuro tertawa melihat tingkah polah Hoshi yang menggemaskan.

            “Dia juga sangat manis. Kai dan Chi memiliki teman baru sekarang.” Mina melihat kedua anaknya.

            Chi tersenyum senang melihat teman barunya dan menyapa gadis berambut cokelat itu. “Halo, Hoshi-chan. Salam kenal, namaku Chi.”

            Hoshi yang belum memahami bahasa Jepang tidak tahu harus menjawab apa saat teman barunya mengajaknya berkenalan. Yasuji pun menerjemahkan ucapan yang baru saja dikatakan Chi ke bahasa Inggris. Setelah tahu, Hoshi terlihat sangat senang ada gadis kecil seusianya mengajaknya berkenalan. Sebagai permintaan maaf dan balasan untuk salam perkenalan itu, Hoshi memberikanbunga mawar yang digenggamnya untuk Chi dan ketiga anggota keluarganya.

            “Terima kasih, Nak. Kau baik sekali.” Mina memuji sikap Hoshi.

            Yasuji ikut tersenyum dan membelai rambut putrinya. Rasa bahagianya tidak terbendung ketika tahu Hoshi sangat menyukai rumah barunya dan ramah kepada tetangganya. Dari situ dia tahu ini akan menjadi awal yang baik untuk kehidupan baru mereka.

Read previous post:  
41
points
(3523 words) posted by Mhysa 7 years 17 weeks ago
68.3333
Tags: Cerita | Novel | thriller | amelia | Cinta | jepang | misteri | pembunuhan
Read next post:  
Writer azraelsalvatore
azraelsalvatore at Amelia (2) (7 years 15 weeks ago)
80

emm kayaknya emang di tiap novel menurut aku perlu ada part kayak gininya, biar lebih ngedeskripsiin asal mula si tokoh, oke lanjut!!

Writer Mhysa
Mhysa at Amelia (2) (7 years 15 weeks ago)

aah... makasih banyak udah dibaca!! ^^

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Amelia (2) (7 years 17 weeks ago)
60

saya merasa bagian ini tidak perlu, karena dalam sebelumnya kasus telah dimunculkan....jadi ini seperti mengaburkan plot cerita sebelumnya....

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Amelia (2) (7 years 17 weeks ago)
70

Waha pendek euy. Suasana masa kecil yang tenang2 saja. Bernuansa kenangan. Tapi di bagian berikut (atau berikut2nya lagi), bakal ada acara potong-kaki XP Lanjutkan, mbak :D Apakah penulisan novel ini sudah tuntas?

Writer Mhysa
Mhysa at Amelia (2) (7 years 17 weeks ago)

okeeee ^^d
oh engga, ini masih panjang banget ceritanya. :D