Amelia (3)

3

And yet women—good women—frightened me because they eventually wanted your soul, and what was left of mine, I wanted to keep – Charles Bukowski

 

          Aku sangat ingat pada awal perjumpaan kita. Ketika bel sekolah berbunyi dan kau berjalan tertunduk malu di balik pakaian seragammu. Seluruh mata berpusat padamu. Mereka memandang rendah dirimu, seperti kau adalah makhluk dari dunia lain yang mencoba bersikap sama seperti mereka. Namun disaat orang lain jijik padamu, aku merasa kau bagaikan malaikat yang jatuh dari surga.

            Dia menyusuri kepadatan pedestrian Shibuya dengan tenang dan tanpa terlihat. Bagaikan predator yang mengamati mangsanya di balik semak, ia melihat satu per satu orang yang berlalu lalang. Dia sangat cermat dan teliti dalam memerhatikan orang-orang di sekitarnya yang tidak menyadari dirinya ada.

            Keramaian dan kepadatan pedestrian sama sekali tidak mempengaruhi perburuannya. Semakin banyak orang, ia pun semakin waspada. Ia mengamati mereka semua dengan seksama. Sekelompok wanita pebisnis muda yang keluar dari restoran mewah, seorang pria yang kebingungan mencari putranya yang hilang di tengah kerumunan, sekelompok pelajar wanita yang usai berbelanja di toko distro terkenal, dan yang paling menangkap perhatiannya adalah, seorang gadis berpenampilan gotik lolita berambut cokelat yang baru saja keluar dari sebuah toko buku dengan senyum riang.

            Aku sangat senang saat kau menyadari keberadaanku. Juga saat kau sama sekali tidak memandang hina diriku seperti orang lain lakukan terhadapku. Aku masih sangat ingat akan kecintaanmu pada buku dan memintaku ikut masuk ke dalam dunia imajinasimu. Dunia imajinasi yang keindahannya tiada tara, dimana hanya kita yang memilikinya.

            Mengetahui gadis itu istimewa di matanya, dengan sabar dia mengikuti ke mana gadis itu pergi. Dari langkahnya, dia tahu gadis itu sedang tergesa-gesa menuju rumah karena kegelapan malam enggan menanti lebih lama. Dia melihat gadis itu bergegas menuju halte bis dimana dia menanti bis berikutnya datang untuknya.

            Tanpa menyadari sepasang mata buas mengamatinya, hendak menariknya menuju dunia lain.

            Kau menjadi pelita yang menuntunku di kegelapan. Kaulah satu-satunya yang ada untukku disaat orang lain sedikit pun tidak mau melihatku. Aku ingat sekali saat itu kau seperti diciptakan hanya untukku. Aku selalu mempercayai ucapanmu, sehingga aku teringat betapa rindunya aku akan mendengar suaramu yang indah. Akan kulakukan segala cara agar kubisa mendengar suaramu lagi.

            Ketika bis itu tiba dan gadis itu hendak menaikinya, seseorang menahan lengannya agar dia tidak ikut naik. Ketika dia menoleh, seorang pemuda tampan berambut cokelat berdiri di belakangnya. Dia terlihat kebingungan. Gadis itu berpikir mungkin dia seorang turis muda yang tersesat di Shibuya.

            Terkesan oleh ketampanannya, gadis itu tidak menyadari bahaya yang mengintainya. “Ada yang bisa kubantu?”

            “Ngg... maaf mengganggumu...” pria itu berkata dengan bahasa Jepang yang kurang lancar. “Tapi aku mencari stasiun terdekat di sini. Kau bisa membantuku?”

            “Tentu saja. Kau beruntung. Jaraknya tidak terlalu jauh dari sini.” Jawab gadis itu ramah.

            “Sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu karena ini pasti akan sangat merepotkanmu...” pria tampan itu berujar. Dia memperlihatkan sebuah peta transportasi kota Tokyo. “Aku sama sekali tidak bisa membaca huruf kanji, jadi aku tidak memahami petunjuk jalan yang ada disini.”

            “Tidak masalah. Aku bisa mengantarmu ke stasiun itu.” Gadis itu sama sekali tidak keberatan.

            Tampak rasa lega di wajah pemuda itu. Mata birunya yang menghipnotis gadis ituberseri-seri tanpa dosa. “Benarkah? Terima kasih!”

            Akhirnya seperti gadis bertudung merah yang sedikit pun tidak sadar bahwa dia sedang menuntun seekor serigala untuk menerkamnya, gadis itu mengantarkannya ke stasiun yang si pemuda maksudkan. Sambil berjalan, mereka berkenalan. Gadis itu pun tahu turis tampan yang ditemuinya ini adalah mahasiswa kedokteran yang berasal dari Irlandia dan memutuskan pergi ke Jepang untuk menghabiskan masa liburnya.Si gadis terkejut sang pemuda ternyata berasal dari negeri yang sangat jauh.

            Ketika mereka sudah mencapai tikungan menuju stasiun, gadis itu berhenti dan berkata, “Nah, kau tinggal berbelok di sini, kau akan mencapai stasiun yang kau maksud.”

            Namun kini ketika ia menoleh ke pemuda itu, keramahan dan kepolosannya hilang entah ke mana. Gadis itu terperanjat saat pemuda berwajah malaikat itu sekarang menggenggam pisau yang diacungkan ke arahnya.

            “Turuti setiap kataku maka kau akan selamat.” Sorot matanya kini berubah menjadi dingin, dan ucapan bahasa Jepangnya sangat lancar dan mengalir bagaikan es. Membuat sang gadis kelu dan tidak sanggup bergerak.

            “A... apa maumu? Kau ingin uang dariku?” gadis itu mencoba untuk bernegosiasi dengannya.

            Aku tidak menginginkan apa pun darimu selain suaramu yang selalu menceritakan banyak sekali kisah indah padaku. Tidak ada hal lain yang sanggup melebihi keinginanku untuk memilikimu. Aku tidak ingin semuanya berakhir.         

Pria itu bergeming. Tahu penawarannya tidak berhasil, gadis itu mencoba sekali lagi, “Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku?”

            “Masuk ke dalam mobil itu.” perintah pria itu seraya menunjuk sebuah sedan hitam yang terparkir tidak jauh dari mereka. “Jangan berteriak, atau aku tidak akan segan melukaimu.”

            Dipenuhi oleh rasa takut, gadis itu mematuhi perintahnya. Begitu memasuki mobil, sang gadis baru sadar dia telah diperdayai oleh pemuda itu. Membawanya ke daerah sepi dimana tidak banyak saksi bisa melihat perbuatannya.

            “Buatlah dirimu nyaman di sana.” Pemuda itu menduduki kursi pengemudi. “Aku akan membawamu ke suatu tempat.”

            “Ke... ke mana? Apa kau akan membunuhku?” tanya si gadis ketakutan. Si pemuda hanya tersenyum simpul. Sebelum gadis itu bisa berbuat apa pun, dia langsung menghantamkan sebuah benda tumpul ke kepala gadis itu hingga dia tersungkur di atas jok mobil.

            Si gadis nyaris tidak tahu apa yang menghantamnya begitu cepat sampai dia kini merasakan pandangan matanya berbayang. Kesadarannya terenggut begitu cepat. Tetapi sebelum kegelapan menyelimuti dirinya, dia mendengar kata terakhir yang diucapkan pemuda itu kepadanya. Pertanyaan terakhir darinya yang belum terjawab.

            Akan kubawa kau kembali ke suatu tempat, dimana kita bisa bersatu selamanya. Ke sebuah tempat bernama surga, dimana seharusnya kau berada...

Read previous post:  
21
points
(762 words) posted by Mhysa 7 years 48 weeks ago
52.5
Tags: Cerita | Novel | thriller | Cinta | jepang | misteri | pembunuhan
Read next post:  
Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Amelia (3) (7 years 47 weeks ago)
100

kembali ke jalur yang benar...hehehe

saya terhipnotis dalam bagian ini, hingga tak terasa sudah sampai ke kata terakhir...

Saya pun sudah menciptakan beberapa asumsi kasar dari sini...

tetap tulis dan kirim sampai tamat... ^_^

Writer deni_indraw
deni_indraw at Amelia (3) (7 years 47 weeks ago)

Lanjutkan

Writer melanilily
melanilily at Amelia (3) (7 years 47 weeks ago)

Bagus ceritanya, jadi ingin terus baca dan baca karena penasaran dengan kelanjutan ceritanya.. :) ditunggu yah kelanjutannya.. :)

Writer Mhysa
Mhysa at Amelia (3) (7 years 47 weeks ago)

terima kasih banyak udah dibaca!! ^0^

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Amelia (3) (7 years 48 weeks ago)
80

hihihihi... saya ga tau mau komentar apa :P karena saya merasa terjerat membacanya dan ini layak untuk dilanjutkan. sebetulnya, lagi2, ini mengingatkan saya sama cerita2 kriminal di intisari atau serial AS atau manapun, tapi dg penjabaran yang lebih apa ya, detail? keseharian? barangkali nanti bakal ada sisi kemanusiawian (oh istilah apa ini :P) dari si orang sadis berdarah dingin diselipkan di sini. ah saya jadi keingetan lagi, kali ini sama novel The Lovely Bones. itu juga cerita kriminal, tentang gadis yang diperkosa terus dibunuh tetangganya, lalu disembunyikan di kulkas dan jasadnya enggak pernah ketemu. arwah si gadis kmd bisa mengikuti kehidupan orang2 yang dia tinggalkan, bahkan menyelami masa lalu (atau mimpi ya?) orang yang membunuhnya. jadi seakan ada sisi manusiawi yang hendak diselipkan juga, gitu.

Writer Mhysa
Mhysa at Amelia (3) (7 years 48 weeks ago)

terima kasih yang amat sangat banyak karena sudah setia membaca ceritaku ini!! >w<

Iya, inspirasiku memang kebanyakan dari serial-serial tv AS dan film Lovely Bones juga salah satunya. Terus dari sekian banyak potongan-potongan inspirasi tersebut, aku olah lagi hingga jadi cerita yang seperti ini.. ^^

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Amelia (3) (7 years 48 weeks ago)

AS katanya tingkat kejahatannya paling tinggi di dunia jadinya banyak cerita2 kriminal *kayak pernah baca di mana gitu

Writer Mhysa
Mhysa at Amelia (3) (7 years 48 weeks ago)

oh ya? :0
wah, serem juga ya. makanya cerita-cerita yang ditayangin mereka berasa banget nyatanya karena emang terinspirasi dari kenyataan.. .__.

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Amelia (3) (7 years 47 weeks ago)

baca cerita dari awal sampai sini dengan komentar anda berdua membuat saya ingin posting cerita yang berbau pembunuhan dengan kata-kata eksplisit, sementara ini saya tahan keinginan itu, takut ada yang tidak suka...