Kage No Sekai : chp2 : Boy meet Girls

Setelah menyelesaikan homeroom, Kannou-sensei memberesekan barang-barangnya dan berkata, "Pelajaran biasa akan dimulai besok. Kalau ada yang masih lapar, cafeyaria sekolah masih buka sampai jam satu siang nanti."

"Sensei, saat mengatakan soal lapar, kau memandangku, kan?" suara kyouko terdengar lantang.

"Benarkah? Aku kita aku cuma..." namun kalimat Kannou-sensei dipotong oleh bunyi bel pengumuman, diikuti oleh suara seorang staff yang bergema lewat pengeras suara sekolah.

"Perhatian semua guru, dimohon melapor ke ruang rapat. Para siswa diharap segera kembali ke kelasnya masing-masing dan diharap tidak meninggalkan kelas samapi pemberintahian lebih lanjut."

Beberapa siswa tampak kecewa, sebagian yang lain tampak penasaran pada apa yang terjadi

"Change of plan!" kannou-sensei berseru, "kalian akan menulis sepuluh lemba essay dalam bahasa inggris jika ada yang berani keluar kelas."

"Woaaaa! Kejam!" komentar kyouko.

"Sudah berapa kali kau mendapatkan hukuman itu?" kei bertanya pada Kyouko dengan wajah jahil.

"Tolong jangan ingatkan aku!" keluh kyouko.

"Sampai nanti, sensei!" kata para siswa saat kannou-sensei meninggallkan kelas.

Yukito menemukan dirinya tak tahu harus melupakan apa. Ia masih belum terlalu percaya diri mendekati dan mengajak ngobrol teman-teman barunya. Saat siswa pindahan itu menatap seisi kelas dalam diam, sebuah tangan menepuk bahunya.

“Yo, Takahoshi!”

Yukito menatap sang pemilik tangan, seorang pemuda dengan rambut berantakan yang familiar.

“Kannou, kan?”

“Yep, Kannou Keichi,” Jawab Keichi sambil menarik kursinya ke dekat bangku Yukito, “Panggil saja aku Kei. Kau tak ingin dikira memanggil ayahku saat ia ada di kelas, kan?” Yukito tertawa kecil, “Jadi, bagaimana kota ini? Kau menyukainya?”

“Aku benci perbukitan,” Jawab Yukito, pikirannya kembali terngat pada bukit di depan sekolah yang harus ia daki selama bersekolah di sini.

“hahaha! Aku tahu! Aku sangat mengerti, kawan!” Keichi tertawa keras, “Aku juga mengutuk sekolah kita. Harusnya kita tak perlu lagi peljaran olahraga kalau setiap pagi sudah harus mendaki bukit!”

“banyak hal yang terlihat besar di kota ini,” Yukito menambahkan.

“Benarkah?” Keichi tampak bingung, “Oh, Mungkin karena kau belum terbiasa. Aku juga tersesat di hari pertamaku sekolah di sini. Apa kau perlu pemandu tur saat pulang sekolah nanti?”

“Oh, tidak perlu,” Jawab Yukito, “Aku sudah punya janji dengan sepepuku dan teman-temannya.”

“Wah? Dengan anak-anak perempuan?” wajah Keichi tampak bersinar mendegar kata ganti perempuan digunakan dalam kalimat Yukito. Yukito membawa wajahnya mundur lebih jauh dari Keichi yang tampak sangat tertarik pada apa yang barusan ia katakan.

“I…Iya,” jawab Yukito gugup.

“Bagaimana kalau aku menemanimu?” Keichi menawarkan, “Bukankah tidak nyaman dikelilingi oleh banyak anak perempuan?”

“Tidak juga, Mereka kelihatan menyenangkan,” balas Yukito sambil mengingat kawan-kawan Kaname.

“Oh, Ayolah! Kenalkan aku pada mereka,” Keichi tampak putus asa, “Aku akan mentraktirmu!” tawarnya.

“Ooh! Apa ada yang bilang traktiran?” Datang suara lain dari belakang Kechi, “Ada yang mau mentraktir makanan? Boleh aku ikut?”

“Kyouko! Bukankah tadi masih tidur!” Keichi bangkit dari bangkunya, terkejut akan kehadiran gadis di belakang punggungnya yang tersenyum jahil.

“Jangan ubah topic pembicaraan!” Kyouko bersikeras, “Kita bakal ke kantin, kan? Dan ini traktiranmu, kan?”

“Tawaranku untuk ‘Kita’ itu berlaku untuk Takahoshi dan aku, bukan kau dan aku!” Balas keichi kesal.

“Haah! Ayolah, pelit amat!” protes Kyouko.

“Aku pelit? Bagaimana kalau kau bayar dua ribu yen yang aku pinjamkan tahun lalu?”

Yukito kemudian memilih mengabaikan pertengkaran kecil mereka dan kemudian menarik ponselnya keluar dari sakunya. Sebuah pesan dari Kanako yang menanyakan apakah boleh ia memberikan emailnya pada kawan-kawannya yang langsung dibalas Yukito dengan ‘Silahkan’.

Saat Yukito mengembalikan ponselnya, Pengeras suara di kelas kembali berbunyi,

“Perhatian semua murid, Ada sebuah insiden di dalam distrik sekolah. Polisi telah dikerahkan untuk berpatroli di sekitar sekolah. Tolong tetap tenangdan hubungi orang tua atau wali kalian dan secepat mungkin meninggalkan sekolah. Jangan mengganggu polisi yang bertugas. Aku ulangi…”

Mendengar itu, Pembicaraan tentang insiden semakin keras dan ramai di kelas Yukihito. Bahkan pertengkaran Kyouko dan Keichi berheti dan mereka beralih ke topik yang sama.

“Apakah ini terjadi lagi?” Keichi bertanya, “aku hanya berharap bisa memecahkan insiden ini sebelum yg baru muncul.”

“Huh…kau masih memikirkan itu?” Kyouoko menatap Keichi dengan wajah sebal, “Ah, Takahoshi! Sampai ketemu besok!”

“Maaf ya, Aku duluan!” Jawab Yukito sambil meninggalkan kelas.

“Besok, kau harus kenalkan aku pada sepupumu dan teman-temannya, oke!?” teriak Keichi.

Mengabaikan Kecihi, Yukito bergegas ke ruang loker dan kebetulan menangkap Kanako berdiri bersama teman-temannya di sisi ruang loker kelas satu. Setelah menukar sepatunya, Yukito menghampiri Kanako dan teman-temannya tanpa suara.

“Heh! Mendadak muncul di belakang kami, paling tidak katakana sesuatu!” Protes Miki.

“Ada apa, Hitomi-san?” Tanya Yukito.

Hitomi menunjukkan sebuah amplop merah muda yang baru saja ia tarik dari loker sepatunya. Kanako tampak terkejut sementara Miki tampak tertarik dan menatap amplop itu lekat-lekat.

“Surat cinta?” Miki memastikan.

“Wa! Kau sangat beruntung, Hitomi-chan!” kata Kanako kagum.

“Jadi itu yang namanya surat cinta?” Yuu menatap surat itu sebelum kembali menatap Hitomi, “Ini pertama kalinya aku melihat surat cinta. Penasaran ingin membaca tapi aku tahu itu melanggar privasimu. Jadi apa yang akan kau lakukan?”

“Yukito-kun tak pernah mengirim surat cinta?” Tanya Hitomi penasaran, “Aku akan membacanya lebih dulu dan memutuskan kemudian.”

“Tidak. kalau aku ingin mengatakan cinta, aku akan menyatakannya secara langsung,” jawab Yukito.

“Woaa! Yukito-kun terdengar seperti orang dewasa sekali!” kata Hitomi.

“Yukito-san terdengar seperti seorang kakak!" kata Miki, "Tidak. Tunggu, Yukito! jadilah kakakku!" pinta Miki dengan ekspresi dramatis.

Yukito menyentil dahi Miki dengan kesal saat mendengar apa yang gadis itu baru saja katakana.

“kakak…” Yukito menangkap bisikan Kanako dan mengerutkan kening. Ada apa?

“Ayo pulang, sebelum ada guru yang meneriaki kita untuk pergi dari sekolah,” Kata Yukito yang diikuti oleh persetujuan tiga gadis di sekelilingnya.

Read previous post:  
47
points
(3426 words) posted by Illyasviel_Emiya 7 years 14 weeks ago
58.75
Tags: Cerita | Novel | fantasi | jepang | Lite Novel | school life | slice of life
Read next post:  
70

sebenernya lg males baca cerbung..tp coba membaca cerita ini eh keterusan sampe abis. hhaha ceritanya asyik utk diikuti ^^ walopun banyak typo seperti "dating" yang harusnya "datang" ato "mengoreki" yg mungkin maksudnya "mengoreksi" ya ?
.
karakter2nya menarik. walo aku jg setuju dgn salah 1 komen disini..sikap yukito saat melihat monster agak kurang natural :3
.
sekian..salam kenal :D

60

"Kesenangan adalah milikku..."
The pleasure is mine... tapi ga segitunya juga ambil terjemahan dari gugel translate...

Tulis dengan bahasa yang lebih natural, misal, "Senang bertemu/berkenalan dengan Anda."

“Mereka selalu dalam kondisi stress. Ntah karena di bully atau keadaan rumah yang tak stabil.”

Stress itu terlalu umum, coba kau definisikan sendiri stress itu apa. Kebanyakan kerjaan juga bisa bikin stress berat...
Lain halnya kalau kau bikin mereka ditemukan dalam kondisi syok atau meracau seperti orang gila (kalau mau lebih spesifik).

Oke, sekarang bagian komen, typo lumayan bikin saya agak tersendat bacanya. Lalu untuk adegan hilangnya Kanako, kalau memang sebelumnya ada kejadian serupa, bukankah seharusnya para guru sudah mencari duluan, atau setidaknya menghubungi orang tua Kanako. Kecuali kalau Kanako memang tipe siswi yang sering bolos, maka reaksi guru juga akan, meh...

Untuk Yukito, bagiku reaksi dia kurang believable. Tiba-tiba berada di tempat penuh kegelapan yang terlihat asing, tapi masih terlalu santai. Kamen rider kah si Yukito ini? Lalu melihat serigala di belakang Kanako, masih santai, bahkan masih berusaha mendekati Kanako setelah dia didorong. Seorang pemburu pun akan siaga kalau lihat serigala, apalagi anak sekolahan.

Dan ga tahan komen, kalau Yukito bisa berubah jadi Yukihito, dan Yukiti~

Intinya, reaksi Yukito itu terlalu berani untuk siswa biasa.

Normalnya, setelah melihat keanehan seperti itu, Yukito akan lari sambil narik tangan Kanako segera setelah mereka bertemu, entah ke mana, pokoknya lari berusaha menjauh dari tempat aneh itu. Apalagi ada serigalanya...

Btw, ini digabung sama komen buat chap 1. Ga terlalu banyak yang bisa kukomen di sana.

Okay, that's it from me, take care and have a nice day~ :D

70

kaget ujug2 jadi fantasi hehehe. ga ngerti kenapa tau2 bisa gitu haha. mungkin entar diperjelas. sebenernya sampai bagian keenam itu saya masih ga kena sih ini mau nyeritain apa. tapi saya coba aja terus membacanya dan sesekali tergelitik bagian yang menurut saya lucu (misal, jerman ternyata bukan negara berbahasa inggris wahaha...). baru sampai di bagian ketujuh tampaknya cerita ini mulai menjurus ke satu permasalahan. jadi rasanya seperti sebelum2nya itu kita berada di pantai yang sangat lebar, mengenali biotanya, lalu setelah bermain2 ke sana kemari, kita menemukan gua yang tampak mencekam dan digiring untuk memasukinya, yang suasananya berbeda dg sebelumnya. (weks, perumpamaan apa ini? =_=a).
terima kasih udah mempertimbangkan pembaca non-otaku seperti saya dg tidak menggunakan terlalu banyak bahasa jepang hehe.
saya jadi bertanya2, apakah mungkin tipe novel slice of life begini yang tampaknya di jepang udah jamak, diterapkan juga utk kehidupan sekolah di indonesia. mungkin di sini teenlit ya istilahnya. tapi rasa2nya ada perbedaan suasana gitu, antara teenlit indonesia dg slice of life jepang, walaupun yang diceritakan mungkin sama2 kehidupan sekolah. cuman karena ini slice of life ala jepang yang ditulis dl bahasa indonesia jadinya unik aja. ah maaf jadinya melantur ke mana2 dan ga ngulas yang ada dalam cerita itu sendiri hehe :P kalau boleh berapologi, ini sekadar berbagi pikiran saja :) moga penulisan cerita ini bisa dituntaskan.

80

i found something interesting here...
Adik (kandung) Yukito meninggal beberapa tahun lalu
kakak (kandung) Kanako meninggal 2 tahun lalu. entah berhubungan atau tidak, sama-sama menanggung beban perasaan yang sama dengan kehilangan orang yang penting bisa jadi flag bagus~ <3
.
enggak dibahas hubungan miki-keichi gimana bisa kenal satu sama lain? dan agak aneh rasanya kalo di bagian "halo kouhai" imo...
.
menanggapi author notes, apa masih menyenangkan? ya tentu saja... walau ini fantasi, tapi SoLnya masih tetep kentel... saya menganggap fantasi yang ada sebagai tambahan penyedap untuk mempererat hubungan antar MC-heroine~ yang pastinya nanti akan membuat interaksi antar karakter yang lebih munya-munya fuwa-fuwa~ <3 >w<
#abaikan
.
apa di chapter berikutnya saya dapat menyaksikan kelahiran seorang crossdresser mahou shoujo?

Writer ldyrdy
ldyrdy at Kage No Sekai : chp2 : Boy meet Girls (7 years 13 weeks ago)
100

wah... asalnya saya kira ini cuma slice of life doang ceritanya... menarik kok.. penasaran apa yang terjadi berikutnya... kalau menurut categories, mungkin genrenya bakal berubah jadi supranatural dan super power? hehehe... lnajutkan kk...