Cinta Bertepuk Sebelah Tangan (part 2)

Hari berganti hari. Aku semakin dekat dengan Nifa. Meski kami tak sekelas, tapi kami dapat berteman dengan dekat. Bahkan, dia mengenalkan teman-teman dekatnya. Dan aku juga mengenalkan teman dekatku, dia sebangku denganku, namanya Ranti. Ranti adalah anak perempuan berjilbab, berkulit putih, memakai kacamata, dan memakai kawat gigi.

Hari ini, aku dan Ranti berkunjung ke kelas Nifa. Kemudian, kulihat Nifa sedang bersama dua orang teman dekatnya.

“Nadila, perkenalkan. Ini dua orang teman dekatku. Yang memakai jilbab bernama Fina, dan yang berambut panjang bernama Zahra,” kata Nifa memperkenalkan teman dekatnya.

Fina adalah seorang anak perempuan berjilbab, berkulit kecokelatan, dan bertubuh lumayan tinggi.Zahra adalah seorang anak perempuan berambut panjang, berkulit putih, bertubuh lumayan tinggi, dan memakai kacamata.Aku dan Ranti lalu berkenalan dengan Fina dan Zahra.Kami berlima pun menjadi teman mulai hari itu.

Hari berganti hari. Hari ini latihan angklung meski hari ini bukan hari Rabu. Hari ini hari Senin dan latihan angklung karena besok akan ada tampil di sebuah gedung pertunjukan seni di daerah Kosambi, dalam rangka pertunjukan seni di gedung tersebut. Sekolah kami diundang oleh pengamat seni di gedung tersebut.

Sore ini ruang angklung terlihat ramai. H-1 latihan angklung untuk tampil di gedung pertunjukan seni. Namun, tak semua anggota datang. Anak laki-laki yang memainkan akom itu tidak datang. Padahal, dalam tim angklung, yang diperlukan adalah para pengiring dahulu, baru pemain angklung biasa. Pengiring adalah orang-orang yang memainkan akom, kontra bass, gendang, kahoon. Karena latihan belum mulai, aku dan Nifa berbincang-bincang.

“Nadila, kamu sudah pernah main game online yang bernama Ameba Pico, belum?” tanya Nifa.

“Ameba Pico? Game online yang seperti apakah itu?” jawabku heran karena baru mendengar nama game itu.

“Di game itu, kamu bisa membuat karaktermu sendiri, ingin memakai baju apa, berambut dan berwajah bagaimana, itu terserah kamu. Lalu, kamu bisa mendekorasi ruanganmu sendiri. Ingin warna apa untuk temboknya, tempat tidur ingin yang bagaimana, itu terserah kamu. Selain itu, di game tersebut kamu bisa bertemu dengan orang-orang di seluruh dunia yang memainkan game tersebut, juga di dalam game tersebut, terdapat mini games juga, pasti kamu suka! Aku sudah lama memainkan game itu,” cerita Nifa dengan semangat.

“Hm… Oke deh, kalau ada waktu luang aku akan mencoba memainkan game itu,” kataku menanggapi cerita Nifa.

Dan setelah kami berbincang-bincang tentang game itu, Pak Dadang datang dan kami pun latihan dilatih oleh beliau. Lagu-lagu yang akan ditampilkan untuk besok adalah “Nathalie”, “Alamat Palsu”, dan “And I Love Her” . Nathalie adalah lagu dalam bahasa latin dan lagu tersebut adalah lagu klasik. Cukup sulit memainkan lagu tersebut karena banyak sekali nadanya. Nathalie itu melodi lagunya sama dengan lagu “Panon Hideung” nya orang Sunda. Sedangkan Alamat Palsu adalah lagu dangdut yang baru-baru ini terkenal karena sedang ngetop, dinyanyikan oleh Ayu Ting Ting. Dan ini adalah debut pertama kami untuk membawakan lagu milik Ayu Ting Ting tersebut. And I Love Her adalah lagu berbahasa Inggris dan dinyanyikan oleh group band asal Inggris yang melegenda, The Beatles. Lagu ini lumayan rumit karena terdapat pergantian kunci nada dasar. Pada tampil kali ini, aku memegang 4 buah angklung, bernomor 10, 12, 19, dan 26.

Setelah latihan selama 2 jam, akhirnya latihan pun selesai. Dan kami semua pun segera pulang karena hari sudah petang.

Sesampainya di rumah, aku pun langsung menunaikan sholat maghrib, makan malam, dan menyiapkan kostum untuk tampil besok. Setelah semua beres, aku pun menuju komputerku untuk online. Aku pun segera mencoba memainkan game online yang tadi Nifa ceritakan padaku. Game online tersebut terhubung dengan Facebook, jadi aku memainkan game tersebut sambil membuka Facebook ku.

Saat aku sedang asyik bermain game Ameba Pico, sebuah suara mengganggu konsentrasiku pada game tersebut. Suara itu adalah suara yang menandakan bahwa ada seseorang yang chatting padaku. Inginnya sih langsung kuabaikan dan tetap bermain game, namun aku pun merasa jantungku berdetak dengan kencang begitu melihat nama seseorang yang chatting padaku. Ari Jaya Permana. Apakah yang ingin ditanyakan Jaya dalam chatting padaku? Aku pun segera membuka pesan dari Jaya. Dan beginilah percakapanku dengannya.

Jaya : “Eh, tadi latihan angklung latihan lagu apa aja?”

Oh, ternyata Jaya yang chatting denganku sekarang ini bukan hanya mengikuti ekstrakurikuler badminton, namun juga dia adalah pemain akom di ekstrakurikuler angklung. Baru sekarang aku mengetahui Jaya yang mana orangnya. Aku pun menjawab chatting Jaya.

Nadila: “Nathalie, Alamat Palsu, dan And I Love Her. Besok dispensasi dari pagi, katanya sih mulai acaranya jam 8 pagi, tapi sebelum itu kita latihan dulu. Iya, tadi latihan angklung. Jaya tadi kenapa tidak datang?”

Jaya : “Saya sibuk. Tadi yang latihan banyak,tidak?”

Nadila: “Lumayan. Laki-laki yang hari ini latihan cuma Arif, Ahsanul, Andi, dan Kahfi. Aku juga tadi di sekolah sibuk sekali. Bolak-balik angklung dan rohis,”

Arif, Ahsanul, dan Andi adalah teman sekelasku. Arif bertubuh sangat tinggi, setinggi mantan pacarku, Wijaya. Berkulit kecokelatan dan berambut agak keriting sedikit. Ahsanul bertubuh lumayan tinggi, berkulit putih,berambut lurus pendek, dan wajahnya terlihat masih sangat muda, karena dia memang 2 tahun di bawahku namun sudah sekelas denganku, dan dia pernah mengikuti program akselesari di SMP nya. Andi bertubuh tidak terlalu tinggi, setinggi denganku, berkulit kecokelatan, dan berambut pendek. Sedangkan Kahfi adalah adik kelasku. Dia berkulit putih, berambut keriting, dan bertubuh lumayan tinggi. Sebelum Jaya add Facebook-ku, aku sudah suka dengan Kahfi duluan.

Aku pun merasa heran sendiri mengapa aku bisa merasakan detak jantungku sangat cepat saat aku melihat nama Jaya. Apakah mungkin aku mulai merasakan jatuh cinta dengannya? Tidak, tidak mungkin. Bahkan aku baru saja kenal dengannya. Mungkinkah aku akan menjadi teman dekatnya di ekstrakurikuler angklung? Aku tidak tahu. Karena baru saja hari ini aku mengetahui dia yang mana orangnya. Namun, kuharap aku dapat berteman dengannya tanpa ada permusuhan sedikit pun.

~ Bersambung ke part 3 ~ 

Read previous post:  
62
points
(1094 words) posted by augina putri 8 years 30 weeks ago
68.8889
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | cinta | persahabatan | romance | teenlit
Read next post:  
100

Keren Nad.. berapa jam ini ngetik wkwk :')

Berapa lama,ya? Ga tau juga, yang jelas sih, sehari aja, tapi ga tau berapa jam nya. Makasih komentar dan point nya. :)

80

BARU SADAR LAH ITU NAMA SI VIP DISEBUT

NABIL KERAAAAAAAAAAAAAASSS MEEEEEEENNN XDD BEHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAHAH

Iya, soalnya dia menjadi bagian dari cerita ini juga. Hehe. Ga usah dicapslock juga kali,bil. Btw, makasih komentar dan point nya. :)

60

Awalan cerita yg perkenalan terlalu panjang dan agak buat bosan, tapi ceritanya keren kok :)

Terima kasih komentarnya, untuk yang berikutnya saya berusaha agar ceritanya tidak membuat pembaca jadi agak bosan.

70

di sini juga asa masih banyak "pun" yang kalaupun (tuh jadi ikut2an pakai "pun") dihilangkan sepertinya ga kenapa2.
bagian di awal yang menjabarkan perkenalan antara Nadila dan teman2 barunya kayaknya ga perlu diungkapkan sampai sedetail itu deh. dan apakah nantinya teman2 baru Nadila tsb berperan signifikan thd cerita? kalau ga begitu penting malah ga ditampilkan juga ga apa2. penceritaan yang efisien sepertinya akan lebih baik. tiap unsur dl cerita apakah itu kejadian maupun dialog sebaiknya memiliki kegunaan dl membangun maksud cerita.
selain itu, coba pelajari cara lain dl mengenalkan karakter. ga mesti melulu dg deskripsi fisik kan? saya perhatikan di sini hampir tiap karakter diperkenalkan dg cara yang sama. penampilannya, jilbaban atau ga, rambutnya, warna kulitnya, dsb. padahal kiranya cerita akan lebih "berasa" kalau kita bisa menampilkan karakternya melalui tindakan dan dialog alih2 lewat penggambaran fisik seperti itu. malah jika mungkin biarkan pembaca yang membayangkan sendiri seperti apa kira2 "bentuk" karakter dl cerita yang dibacanya. dan akan lebih bagus lagi jikapun penggambaran fisik itu perlu, apa signifikansinya thd cerita. kalau dia digambarkan sbg orang yang "cantik", apakah "cantik"-nya itu memengaruhi dia atau orang lain melakukan tindakan tertentu? itu saya kira yang menjadikan suatu cerita terasa kuat. karena tiap unsur saling berkaitan, membentuk sebab-akibat.
"Facebook ku", "SMP nya", mestinya disambung dg tanda setrip bukan?

Terima kasih kritikannya. Kalau "Facebook ku" "SMP nya" kan ku dan nya itu menyatakan kepemilikan,memang sebaiknya disambung dengan tanda setrip,ya?