Langit Kenang

Pada senja yang tak kurencana, serumpun aksara tanggal di rindu yang jauh. Sekisah kasih menjenguk yang lalu, yang bersemayam di balik jejak sajak-sajakku. “Sudah relakah engkau menepikan air mata?” tanyamu menyapa.
 
Senja semakin dekat ketika sekujur hangat meresap di laut ingatanku. Dari sudut mataku, hujan menuang resah, memangku lelah begitu tabah. Itulah sebabnya, luka tak pernah sepi, tak pernah lupa disinggahi.
 
“Kita adalah sepasang kehilangan yang salah arah pulang,” kamu menyimpulkan. Padahal sangat bukan. “Sebab, setiap aku berkaca pada matamu. Selalu saja, aku melihat diriku terpantul di sana." Tetapi pergi terlanjur memecah sunyi, memilih sendiri-sendiri. Pelukku, pelukmu (tak) kembali lagi.
 
Segelintir senyum menembang kenang dan air mata menjadi pelengkap kehilangan. Di sederet huruf yang merangkai namamu, aku masih berusaha mengeja luka yang bahagia, bahagia yang begitu luka.
 
Usahlah menyalahkan sesiapa yang paling terluka di antara kita. "Kenangan, cukup sesekali ia diziarahi, tak perlu ada yang ikut mengubur diri," bisikku, kepada sunyi.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer siluet sendja
siluet sendja at Langit Kenang (7 years 16 weeks ago)
100

aq selalu frustasi dgn puisi yg panjang.. :(

Writer Brynhildr
Brynhildr at Langit Kenang (7 years 18 weeks ago)
80

Meresapi, menikmati dan mengendapkan dalam impresi dulu. Sudah lama tidak menyelam agak jauh ke bawah permukaan, jadi izinkan saya meresapi dan menikmati dulu.

Writer citapraaa
citapraaa at Langit Kenang (7 years 23 weeks ago)
100

ngeliat komentar cnt_69 jadi sadar kalo ngga ngerti apa2 ttg puisi.
sebagai org biasa, ini keren

Writer cnt_69
cnt_69 at Langit Kenang (7 years 37 weeks ago)
2550

hmmm... menurutku prosa liris ini agak boros, walo sebenarnya karena prosa liris, biasanya penulis cenderung suka berboros kata biar kelihatan panjang dan membuai. #eaaa
tapi emang boros sih. #bingungjelasinborosnyadimana
.
soal kalimat yang ditanda-petik alias dialog yang dikenang aku-lirik, kayaknya enakan dipisah dari narasi dibanding di-italic gitu, biar lebih rapi.
.
teruuusss... bait terakhirnya itu loh. kayak meruntuhkan bait2 sebelumnya. yang kutangkap aku-lirik lagi mengenang kamu-lirik, menangisi luka, bahkan berusaha mengeja kamu-lirik dalam luka yang bahagia. nah, sampe susah payah gitu mengenang luka, tapi akhirnya bisikan aku-liriknya itu berkesan ditujukan pada kamu-lirik. padahal menurutku, di bait2 sebelumnya aku-lirik inilah yang "mengubur diri", bukan sekadar "menziarahi luka".
.
duh panjang beut.

Writer Reborn Initial
Reborn Initial at Langit Kenang (7 years 37 weeks ago)

Bukan agak sepertinya, tapi emang boros. (mungkin) karena terlalu mengejar diksi jadinya banyak hal-hal terlewatkan oleh kami.
Jujur aja, kalau aku sendiri masih meraba-raba perihal prosa liris, jadi komentar-komentar seperti kamu ini sangat aku butuhkan. Hehehe

Writer cnt_69
cnt_69 at Langit Kenang (7 years 37 weeks ago)

nah, diksi itu penting tapi kalo dikejar2 gitu, kan kepentingannya jadi pada kabur. #eh #garuk2kuping :D
kalo dalam 1 tulisan yg bentuknya prosa liris isinya diksi yg "wah" semua, memang bisa membius pembaca, tapi maknanya?
seperti tulisan di atas, saya lihatnya dari bait 1-4 intinya sama aja, cuma dibolak-balik kayak bikin telor dadar. :p

Writer Reborn Initial
Reborn Initial at Langit Kenang (7 years 37 weeks ago)

Hooh, masih harus belajar banyak tentang efisiensi nih. *halah malah kayak bus AKAP* :))

Writer khairani
khairani at Langit Kenang (7 years 38 weeks ago)
90

Ck..ck..ck..puisi Reborn dan kak Ira...keren baaangeett :)

Writer Reborn Initial
Reborn Initial at Langit Kenang (7 years 38 weeks ago)

Makasih Rani. :)

Writer cahya
cahya at Langit Kenang (7 years 38 weeks ago)
100

Xixixi menurutku ini keren ah, kolab yg bagus juga dan aku memang selalu suka bentuk puisi seperti ini.

Salam
Cahya

Writer reen
reen at Langit Kenang (7 years 37 weeks ago)

etapi jangan salah, salah2 bikin yang begini, malah memanjang2kan kalimat. jadi muter2 gak jelas (pengalaman pribadi xixixix)

Writer Reborn Initial
Reborn Initial at Langit Kenang (7 years 37 weeks ago)

Aku biasanya sih begitu, malah jadi ngejar diksi aja.

Writer cahya
cahya at Langit Kenang (7 years 37 weeks ago)

Biasanya enaknya bikin prosa liris ato puisi prosaik bisa mengalirkan imajinasi pembaca sesuai dengan yang diinginkan yg nulis. memang kadang sering terpancing untuk "telling" dan berpanjang2 jadi engga padat makna. tp disisi lain juga jadi rada membatasi pembaca yang siapa tau memiliki persepsi atau penafsiran lain ketika membaca sebuah puisi. gitu siy, tp prosa liris emang salah satu fav aku. xixixixi....

Writer Reborn Initial
Reborn Initial at Langit Kenang (7 years 37 weeks ago)

Aku pingin banget loh bisa bikin puisi liris, tapi emang susah banget, mungkin karena belum terbiasa aja. :hammer:

Writer cahya
cahya at Langit Kenang (7 years 38 weeks ago)
100

Xixixi menurutku ini keren ah, kolab yg bagus juga dan aku memang selalu suka bentuk puisi seperti ini.

Salam
Cahya

Writer Reborn Initial
Reborn Initial at Langit Kenang (7 years 38 weeks ago)

Aku juga suka Kang, tp masih susah kalau bikin sendirian, suka ngeblank. Haha

Writer lestari jingga
lestari jingga at Langit Kenang (7 years 38 weeks ago)
90

Akhirnya kamu terlahir kembali... aku merasakan nyawa dri puisi ini kuat sekali. keren lah pokoknya dibanding puisi yg sebelumnya :D

Writer Reborn Initial
Reborn Initial at Langit Kenang (7 years 38 weeks ago)

Ini puisi sudah lumayan lama sebenarnya. Hehe
Terus ini semua juga berkat Ira, dalam puisi ini aku cuma ngekor dia. Hihihi
Btw, makasih apresiasinya. :)

Writer zasdar
zasdar at Langit Kenang (7 years 38 weeks ago)
100

cengok, gak bisa komentar. kolab yang bagus

Writer Reborn Initial
Reborn Initial at Langit Kenang (7 years 38 weeks ago)

Makasih Om. :)

Writer Putri_Pratama
Putri_Pratama at Langit Kenang (7 years 38 weeks ago)
90

Menyukai puisi ini.

Writer Reborn Initial
Reborn Initial at Langit Kenang (7 years 38 weeks ago)

Makasih :)