The Chosen One - Kamen Rider Kabuto Ijo

The Chosen One - Kamen Rider Kabuto Ijo

 

Mereka muncul pada kerumunan orang yang sedang berkampanye. Suasananya sangat riuh, kacau dan padat. Sangking padatnya mereka bahkan tidak memperhatikan kalau ternyata ada dua orang dan seekor kambing yang telanjang di tengah-tengah mereka. Atau mungkin mereka mengira mereka adalah sekumpulan orang golput yang berkampanye telanjang karena tidak mau memakai atribut partai manapun.

Bingkam berusaha berbicara, namun suaranya teredam oleh suara bising disekitarnya.

“JKW4P. JOKOWOW FOR PRESIDEN!” Teriak Beberapa orang yang memakai baju merah dan berlambangkan banteng.

“JKW4P. JUAL KUTANG WANITA FOR PELET!” Teriak penjual kutang bekas, memamfaatkan situasi. Kontan saja para jomlo berebutan membelinya.

“ARB... ARB...” Teriak mereka yang berbaju kuning berlambang pohon beringin, “ABU RIZAL BANCI PRESIDENKU!” Tambah mereka centil sambil mulai goyang kayang.

“AKU RAPOPO!” Teriak para jomlo karena melihat mantan bermesraan.

“YNWA. YOU NEVER WALK ALONE!” Teriak seseorang yang memakai seragam Liverpool kemudian menoleh kiri kanan, tampak kebingungan. Ternyata dia fans Liverpool yang kesasar dan mengira berada di stadion sepak bola. Akhirnya diapun mengganti bajunya dengan salah satu baju partai setelah dikasi uang lima puluh ribu dan nasi bungkus.

“Mana Hero?” Bingkam berbicara tepat ditelinga Vegampunk.

Vegampunk tampak kebingungan.

“Hero, mana Hero?” Bingkam berbicara lebih keras.

“Oh!” sahut Vegampunk, melihat kiri-kanan kemudian berkata, “Aku tidak tahu, kukira dia bersamamu.”

Bingkam menggeleng, “Sebaiknya kita mencarinya, sebelum Prof. Harry Menemukan kita.” Katanya.

Vegampunk mengangguk setuju. Mereka berhimpit-hipitan di kerumunan orang-orang yang berkampanye. Bingkam sangat menikmati saat-saat itu, bahkan dia semakin merapatkan tubuhnya jika berhimpitan dengan cewek bahenol dan baru mau bergerak jika ditarik Vegampunk atau pacar cewek itu melihatnya.

“Itu mungkin dia.” Vegampunk menunjuk sebuah sosok yang mirip Hero. Dia tengah berada di kerumunan Pasukan nasi bungkus yang mengiyakan apa saja demi nasi bungkus.

“Bukan mungkin lagi, itu sudah pasti dia.” Yakin Bigkam. Dia tahu kalau Hero tidak pernah jauh-jauh dari yang namanya makanan.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Bingkam bertanya marah kepada Hero.

“Makan...” Hero menjawab santai, “Enak loh, baru basi tujuh hari, belum cukup seminggu.”

“Oh ya... Kelihatannya memang enak. Tapi kita tak boleh makan dulu, ada hal penting yang harus kita lakukan sekarang.” Kata Bingkam.

“Oh iya. Aku lupa meminta sambal.” Hero menepuk jidatnya.

“Bukan itu! kita harus menemukan Pentungan Excalibur-mu dan mengalahkan Prof. Harry.” Bingkam mencoba mengingatkan otak Hero yang lebih bodoh dari otak Farhat Asbak.

Hero terlihat kebingungan, keringat dingin, kentut dua kali kemudian kembali menepuk jidatnya, “Kau benar, aku harus balas dendam kepada orang yang mengurungku di dalam kamar gelap tanpa makanan.”

Bingkam tersenyum menang, jarang-jarang dia berhasil membujuk Hero meninggalkan makanannya.

“Tunggu Dulu, Sebelum itu...” Seru Vegampunk

“Apa?” Bingkam bertanya jengkel.

“Kita harus mencari pakaian.”

Bingkam mengangguk, begitupun Hero. Akhirnya mereka menggunakan pakaian partai. Bingkam menggunakan pakaian partai berlambang Kerbau bertuliskan JKW4P, Hero menggunakan pakaian partai berwarna biru dan bertuliskan Nasgor, sedangkan Vegampunk memakai pakaian partai berwarna kuning, bertuliskan ARB lengkap dengan karikatur banci sedang dikejar pamong praja.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Hogsford. Perjalanan mereka bisa dibilang mulus tanpa hambatan. Bahkan para satpam sekolah itu membiarkan mereka lewat begitu saja karena mengira mereka adalah tim sukses yang akan melakukan serangan fajar. Suasana di dalam sekolah pun tampak sunyi, hanya tampak beberapa petugas kebersihan yang menggiring seorang anak lelaki ke WC sekolah.

Tak berapa lama mereka sudah berada di depan lukisan Nona Chubby yang menodong mereka untuk berpantun.

“Tong buat sebuah pantun...” Nona Chubby tampak galau. Bingkam tahu penyebabnya, di lukisan lain terlihat Neil Iamstong tengah bermesraan dengan hantu cabe-cabean.

“Ke pasar Beli kacang ijo. Sekilo harganya seribu. Dasar Jomlo. Kasihan deh lu...” Nona Chubby tampak ingin memprotes namun pintu mengayun terbuka.

Dibaliknya ruang rekreasi tampak kosong. Sepertinya hampir seluruh siswa tertidur karena habis begadang nonton bola. Hanya beberapa siswa yang melakukan ritual ilmu hitam kepada boneka vodoo pemain timnas Belanda karena mengalahkan Spanyol 5 – 1. Bingkam sempat melihat salah seorang anak menusukkan pensil ke boneka vodoo bertuliskan “Roben” tepat dimana bokongnya seharusnya berada. Anak lainnya tampak sedang menikmati bermain boneka vodoo bertuliskan Van Persie dan boneka vodoo bertuliskan Justin Bieber yang seolah-olah melakukan posisi doggy style. “Whos your Father!’ Kata anak itu bahagia.

“Itu kamar Hero!” Bingkam berkata kepada Vegampunk.

Vegampunk mengangguk kemudian mengikuti Bingkam dan Hero memasuki kamar itu. di dalam kamar mereka mendapati Ron dan Hermi tidur saling berpelukan di balik selimut. Tak perlu dijelaskan apa yang mereka lakukan semalam. Hero yakin selaki mereka menonton film Teletubbies.

“Ini dia!” Kata Bingkam sambil melemparkan Pentungan Excalibur kepada Hero. Hero menangkapnya dan sekejab pentungan itu berpendar keemasan.

“Baiklah sekarang saatnya un...” Tiba-tiba pintu kamar Hero jebol. Dibaliknya ada Buto Ijo yang memudian mencekekik leher Vegampunk.

“Sial!” Bingkam mengumpat kemudian kentut di wajah Buto Ijo diikuti oleh Hantaman Pentuungan Excalibur Hero tepat di selangkangnya.

Buto Ijo tersungkur. Cepat-cepat Hero mengefakuasi Bingkam dan Vegampunk ke tempat yang aman. Kemudian kembali menghadapi Buto Ijo yang sudah kembali menguasai dirinya. Bahkan kali ini dia tampak semakin percaya diri.

“Kau pikir kau saja yang bisa bertambah cepat?” Kata Buto ijo sambil memperlihatkan sebuah alat berbentuk kumbang dan bertuliskan “Zect”.

Namun Hero tidak peduli. Tanpa dipersilahkan oleh moderator debat Capres, dia lansung menerjang Buto Ijo. Namun tiba-tiba cahaya merah muncul dibadan Buto Ijo, membuat Hero menghentikan langkahnya. Setelah itu Hero mendengar Buto ijo membisikkan kata “Cast Of!” dan bertepatan dengan itu, serpihan-serpihan logam beterbangan ke Hero.

Mudah saja Hero mengelak dari serpihan logam itu. namun betapa terkejutnya dia ketika yang berdiri di depannya adalah Buto Ijo yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Dia kini menggunakan baju baja berwarna merah, memakai helem yang bertanduk dan bermata besar berwarna hitam. Melihatnya, mata Hero menjadi terbelalak, mulutnya menganga, air liurnya menetes, perutnya keroncongan. “Ternyata kau udang raksasa!” katanya bersemangat.

Gubrak! Baru saja Buto Ijo mau berpose namun jatuh karena disebut udang raksasa. “Enak saja! Aku adalah...” Tangan kanan Buto Ijo menunjuk langit. “Kamen Rider Kabuto Ijo!” Katanya sambil berpose seperti cewek sakit perut karena datang bulan.

“Terserah apa katamu, bagiku kau tetap udang yang akan kurebus!” Kata Hero sambil kembali menerjang Buto Ijo. Pentungan Excalibur tergenggam mantap di tangannya dan kecepatannya menyaingi kecepatan Kipli menggiring bola.

“Clock Up!” Buto Ijo berguman dan diluar dugaan kecepatannya bisa menyamai kecepatan Hero. Pentungan Hero dan Pedang Buto Ijo pun berbenturan dengan hebat sehingga mengakibatkan suara yang menggelegar, jalan-jalan di Pantura rusak kembali, Rhoma Merana gagal jadi peresiden dan Naas Urbaningrum gantung diri di monas kerena SBY menolak cintanya.

Mereka terus saling menyerang dengan kecepatan tinggi sehingga tak terlihat dengan mata normal. Hanya mereka yang sudah terbiasa menonton kartun Dragon Ball dan Tendangan Si Mandul yang bisa melihat mereka. Bangunan pun hancur di sana sini.

Semakin lama, Hero semakin terdesak. Di luar dugaan ternyata Buto Ijo pernah mengikuti padepokan milik Yoda sehingga sangat ahli menggunakan pedang. Beberapa kali Hero tertusuk namun untunglah kekuatan The Chosen One-nya membuatnya hidup kembali. Sudah beberapa beberapa jurus pamungkas yang dia keluarkan, bahkan jurus kentut berangin-angin milik Bingkam namum tetap saja tidak berpengaruh kepada Buto Ijo. Hingga akhirnya sebuah serangan Buto Ijo menghempaskannya ke tembok. Dia tersungkur kemudian dijatuhi pecahan tembok yang roboh dan membuatnya tidak bisa bergerak.

Buto Ijo tertawa.” Ternyata cuma segini kekuatan The Chosen One.”

Hero berusaha bangkit namun tubuhnya benar-benar susah untuk digerakkan perutnya mules tak terhakankan. Mungkin inikah saat untuknya, katanya dalam hati, mungkin inlah saat untuknya mencret di celana...

 

Bersambung...

Read previous post:  
14
points
(1613 words) posted by Shikamaru 7 years 51 weeks ago
35
Tags: Cerita | Novel | komedi | 17++ | aneh | HERO | konyol | parodi
Read next post:  
Be the first person to continue this post

menghibur lah

70

ada bagian yang lucu, ada yang kerasa garing, waha. secara keseluruhan, terima kasih karena sudah menulis sesuatu yang menghibur dan bikin bertanya2 jadi sekarang capres ada tiga? kenapa capres ketiga tetap tak bisa dijadikan alternatif?
oya, ada baiknya mengecek kata "efakuasi" di kbbi.