Tantangan: Mencari Cinta

Tantangan romance.

Hal unik: tempat pertemuan antara tokoh cewek dan sesuatu yang dicarinya.

 

 

Mencari Cinta

 

“Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing,”

Sheila geragapan, dengan mata yang masih malas terbuka tangan kirinya meraba-raba, mencari asal bunyi. Dan hap, ia matikan jam weker bentuk hati warna pink di sebelah bantalnya.

“Mimpi itu lagi!” gumamnya, masih dalam keadaan mata tertutup.

“Duh bisa telat gue!” Sheila gegas meloncat dari istana kapuknya setelah melihat jam sudah menunjukkan pukul 06.30.

 

--------

 

Benar saja, Sheila terlambat masuk sekolah. Jam pertama ini Sheila harus berdiri di bawah tiang bendera dengan kedua tangan memegang telinga, sempurna! Sesekali dari jendela kelas, Anggi mengejeknya –menjulurkan lidah dengan kedua tangan bergoyang di telinga. Sheila mendengus.

Jam pertama selesai, Sheila akhirnya bisa masuk ke dalam kelas. Seisi kelas mengejeknya, “Huuuuu, tukang telat, huuuuuu.” “Ciyeee, yang habis dipanggang, ciyeeeee.” Bertubi-tubi suara ejekan masuk telinga kanan dan keluar dari telinga kiri Sheila.

Sheila menghempaskan pantat besarnya ke bangku, “huft!” “Kok elo telat lagi sih, Shel?” tanya Anggi, teman sebangkunya.

“Gue mimpi itu lagi!”

“Lagi?”

“Iyaaa, ntar gue ceritain lagi.”

Bel pulang menggema, para siswa berhamburan keluar dari kelas. Sheila dan Anggi berjalan berdua menyusur lorong sekolah.

“Mimpi itu datang lagi, sama persis,” ucap Sheila.

“Eh, tapi ada bedanya sih. Mimpi semalam lumayan keliatan jelas. Gue semacam gak asing sama tempat itu,” lanjut Sheila.

Anggi manggut-manggut sambil tangan kanannya memegang dagu –sok serius.

“Orangnya, sama?”

“Sama, tapi lebih jelas.”

“Trus gimana, Shel?

“Gue penasaran banget, gimana kalau elo bantuin gue mencari tempat yang ada di mimpi gue. Gimana?”

“Boleh, tapi traktir gue ya,” balas Anggi terkekeh.

 

-----

 

Malam minggu, sesuai yang telah direncanakan, Sheila menjemput Anggi dengan motor maticnya. Tujuan pertama Sheila adalah KedaiKa, tempat di mana ia pernah menyaksikan acara musik akustik.

“Benar ini tempatnya, Shel?

“Gak tahu juga gue, masuk aja dulu.”

Sheila dan Anggi bergegas masuk ke dalam kedai. Kedai belum begitu ramai pengunjung, baru beberapa meja yang terisi. Di panggung yang tak terlalu tinggi, beberapa alat musik masih menunggu para pawangnya. Lampu tidak terlalu terang, dalam temaram mata Sheila menjelajah ruangan. Sesekali pandangannya berhenti, lalu ia menggelengkan kepala.

“Cari meja dulu, Shel. Malah bengong aja dari tadi, capek tau berdiri dari tadi,” Anggi membuyarkan konsentrasi Sheila.

“Haha, iya iya. Di pojok depan saja, masih kosong tuh,” tangan Sheila menunjuk meja di mulut panggung.

Selang beberapa menit, beberapa cowok bergaya retro naik ke atas panggung. Dan pertunjukan musik akustik pun dimulai.

Sheila menatap tajam, mencari-cari sesuatu pada kelima cowok retro yang sedang asik dengan lagu pertamanya,

“Gimana, Shel, udah ketemu?”

“Gue belum menemukan tandanya, Gi. Makanya dari tadi gue celingak-celinguk.”

“Ya udah, elo cari itu tanda bintang atau tanda gambar apa itu.” suara Anggi agak kurang jelas, setengah bergumam karena ia bicara sambil mengunyah donat coklat.

Lagu kedua mulai dimainkan, meja demi meja mulai terisi dengan dua sejoli, maklum malam minggu.

Anggi manggut-manggut dengan mulut komat-kamit. Sheila mengambil satu donat, sambil mengunyah ia kembali mengedarkan pandangan. Nihil.

“Suasana dan orang-orangnya tidak seperti ini,” batin Sheila.

Investigasi pertama belum menemukan hasil, KedaiKa dicoret.

 

-----

 

Ini pencarian kedua Sheila, setelah seminggu lalu ia dan Anggi gagal dalam investigasi di KedaiKa. Dalam beberapa hari ini, Sheila masih bermimpi hal yang sama, dengan beberapa detail yang makin kelihatan terang.

“Gue udah nanya ke Bastian, katanya di sini ada live music setiap malam minggu.”

“Yakin, Shel?”

“Setidaknya begitu, Gi.”

Sheila dan Anggi sudah di dalam Kafe Kape, suasananya temaram. Sejak dari halaman depan Kafe Kape sampai di dalam, Sheila masih sama dengan seminggu kemarin, menebar pandangan. Matanya mencari sesuatu, sedang pikirannya memutar bagian demi bagian dari mimpinya. Ada beberapa tanda yang menurutnya menyerupai, tapi setelah dihampiri, hasilnya nihil. Beberapa kali Sheila menghela napas panjang, lalu Anggi menepuk-nepuk pundaknya.

Suasana Kafe Kape sedikit lebih ramai dari KedaiKa, tempatnya lebih luas dan panggungnya juga lebih besar. Kalau ada kesamaan, mungkin suasana remang-remangnya. Mumpung live music belum dimulai, Sheila sengaja menuju ke toilet –sekalian menginvestigasi. Sementara Anggi sudah nyaman di meja depan panggung, dengan menu kesukaan, donat dan lemon squash.

Seusai dari toilet, Sheila berjalan perlahan sambil mengamati gambar dan beberapa hiasan yang dipajang di dinding kafe. Di belakang meja yang Anggi pilih, Sheila berdiri mematung. Hiasan dinding berbentuk bintang berwarna merah menarik perhatiannya. Sheila mematut agak lama, matanya tak berkedip, tangannya seperti mengukur sesuatu. Lalu ia menoleh ke arah panggung yang jaraknya hanya beberapa langkah dari tempatnya berdiri.

“Gi,”

“Lho, ngapain elo di situ, Shel. Katanya ke toilet, duduk aja sini.”

“Sepertinya gue mulai menemukan titik terang. Hiasan bintang ini, seingatku sama dengan yang ada di dalam mimpiku,” tangan Sheila menunjuk ke dinding.

Anggi memiringkan tubuh dan kepalanya, karena posisi Sheila menutupi hiasan bintang.

“Yakin?”

“Sepertinya begitu, Gi. Tinggal menunggu tanda satunya lagi.”

Sheila lalu mengambil posisi duduk menghadap panggung. Setengah gelas lemon squash langsung diminumnya,

“haus gue, Gi.”

“Pantes, noh donatnya makan, gue udah abis 2, Shel.” Anggi nyengir.

Nampak beberapa remaja berkaos hitam --beberapa celananya robek di lutut, mendekat ke bibir panggung, 3 cowok dan 2 cewek. Mereka mengambil tempat duduk berjarak 2 meja dari mejaku. Dari aksesoris dan gaya berpakaiannya, sepertinya mereka fans dari band yang akan tampil malam ini. Ya, Kafe Kape memang rutin mengundang band rock untuk tampil setiap malam minggu. Selain kelima penggemar tadi, di hamparan ruang ini juga sudah menunggu para penikmat music rock lainnya, dan mungkin saja para jomblo kesepian –seperti Sheila dan Anggi.

Lampu panggung mulai menyala, 5 cowok kerempeng keluar dari balik panggung. Cowok yang berjalan paling belakang menyita perhatian Sheila.

“Gi.. Gi, iii tuu sepertinya cowok yang ada dalam mimpi gue,” tangan Sheila menepuk-nepuk paha Anggi dengan muka datar dan mata tak berkedip.

“Yang bawa stik drum itu, Shel?”

“Iya, Gi.”

“Yakin lo?”

“Sepertinya begitu.”

Kelima cowok kerempeng itu maju ke bibir panggung, berdiri sejajar lalu membungkukkan badan –tanda hormat. Dan cowok yang memegang stik berdiri tepat di depan meja Sheila.

“Tepat, memang dia cowok yang gue maksud dan terus hadir dalam mimpiku, Gi.”

“Loe ngeliat dari apanya, Shel?”

“Tatto huruf S dengan 3 bintang kecil berwarna merah di atasnya. Itu yang gue ingat betul, Gi.”

“Loe tahu, Gi, suasana ini, sekarang ini, seperti gue pernah ngerasain dan ngalamin.”

Anggi hanya manggut-manggut melihat Sheila terbengong-bengong menatap cowok kerempeng bertatto huruf S dengan 3 bintang dan membawa stik.

“Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing,”

Sheila geragapan, dengan mata yang masih malas terbuka tangan kirinya meraba-raba, mencari asal bunyi. Dan hap, ia matikan jam weker bentuk hati warna pink di sebelah bantalnya.

“Mimpi itu lagi!” gumamnya, masih dalam keadaan mata tertutup.

 --------------

 

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer herjuno
herjuno at Tantangan: Mencari Cinta (7 years 51 weeks ago)
Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Tantangan: Mencari Cinta (7 years 51 weeks ago)
70

ah! udah hampir ketemu ternyata cuma mimpi lagi wahaha. lucu, lucu. awal bacanya agak malas karena cerita yang diawali dg adegan dering bel-bangun tidur-telat-dsb berasa udah jamak banget terutama di teenlit. tapi setelah berhasil bertahan sampai tengah mulai ada rasa penasaran apa si tokoh utama bisa bertemu dg yang dicarinya, yang ternyata cuma mimpi lagi! berasa ga habis2 aja...

Writer okaholic
okaholic at Tantangan: Mencari Cinta (7 years 51 weeks ago)

heuheu, maaf ya kakak kalau kurang greget. mohon bimbingannya.. terima kasih udah mampir...

Writer Shinichi
Shinichi at Tantangan: Mencari Cinta (7 years 51 weeks ago)
100

ini menurut saya sudah keren perulangan mimpinya. serius. hanya saja mungkin kurang greget di narasi dan alur peristiwanya. tapi ini keren menurut saya. sederhana tapi keren. ahak hak hak. semoga lulus :D
kip nulis dan kalakupand

Writer okaholic
okaholic at Tantangan: Mencari Cinta (7 years 51 weeks ago)

ajarin dong om momod burjo, heuheu. terima kasih ya..

red_rackham at Tantangan: Mencari Cinta (7 years 51 weeks ago)
30

Ah. Dreaming loop. Salah satu twist yang (sebenarnya) saia suka. Sayang disini tidak benar-benar digali.
.
Awalnya sebenarnya cukup menarik, meskipun kurangnya narasi deskriptif membuat cerita ini rasanya kelewat...kosong. Tidak ada penjelasan apapun mengenai sosok si MC ataupun teman-temannya. Tidak banyak yang bisa pembaca gali untuk menjawab sedikit pertanyaan 'siapa sih si MC ini?'.
.
Dua pertanyaan terbesar yang (seharusnya) menjadi dasar cerita ini juga sampai akhir tidak terjawab:
1. Kenapa si Sheila mimpi seperti itu?
2. Siapa cowok yang ada dicarinya?
Ini sama sekali tidak ada penjelasannya, bahkan secara sepintas pun tidak. Ini membuat esensi cerita ini hilang dan sekilas ini seperti cerita asal jadi.
.
Sekian dulu deh sambal woku-woku dari saia.
Keep on writing (o__<)b

Writer okaholic
okaholic at Tantangan: Mencari Cinta (7 years 51 weeks ago)

Harus banyak belajar lagi ini, betewe terima kasih ya. Ajarin dong.. :D

Writer citapraaa
citapraaa at Tantangan: Mencari Cinta (7 years 52 weeks ago)
2550

mencari orang kayaknya lebih tepat ._.v
sayang ada yg pake "ku" bukan "gue"

Writer okaholic
okaholic at Tantangan: Mencari Cinta (7 years 51 weeks ago)

terima kasih kunjungannya, kakak.. :)

Writer herjuno
herjuno at Tantangan: Mencari Cinta (7 years 52 weeks ago)
100

Poin 10 sebagai apresiasi karena sudah sukses mengikuti PTK! \(^o^)/

Writer okaholic
okaholic at Tantangan: Mencari Cinta (7 years 51 weeks ago)

terima kasih, mas juno. maaf kalau tidak memenuhi harapan, ajarin dong..