Senin Pagi yang Mencret

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer wacau
wacau at Senin Pagi yang Mencret (7 years 8 weeks ago)

hahahaa aku kebagian judul doank ... sialan ... lempar beruang lah =))

Writer terong_ungu
terong_ungu at Senin Pagi yang Mencret (7 years 11 weeks ago)
90

Keren, unik. Punya rasa, yah gimana bilangnya. Gitu deh, hahaha.

Endingnya kirain mau apa, ada kata 'semak-semak tinggi', ternyata malah dikejar si pitak. hahahaha.

Mencret abis!

Writer rian
rian at Senin Pagi yang Mencret (7 years 11 weeks ago)
90

Ceritanya bagus, Kak. Ringan, unik, lucu juga. Cerpen ini juga jujur, tanpa tedeng aling-aling. Dapet banget feel remaja frustrasi-nya. Cerpen ini jadi ngingetin saya sama adegan pembukaaan Sang Pemimpi-nya Andrea Hirata. Tapi yang ini masih kalah bagus sih sama yang itu, hehe.

Suka sama line ini: " Untuk sesaat aku akan rela mempunyai rambut kriwel, lalu menjadi ganteng, dan gadis itu boleh memanggilku Rangga."

keren!

N.B. Btw, itu bagian yang ada anak kecilnya lagi ngeliatin si narator, ada maksudnya nggak sih? Kalau cuma sekedar numpang lewat, barangkali bisa dipotong aja? Tapi nggak penting juga sih, bukan masalah besar:)

Writer alcyon
alcyon at Senin Pagi yang Mencret (7 years 11 weeks ago)
90

Poin aja y. Menghibur n ringan

Writer ochanmercury
ochanmercury at Senin Pagi yang Mencret (7 years 11 weeks ago)

bagus..gaya bahasanya unik juga, gaul namun nggak murahan..

yang nambah plusnya, humor disini fresh juga,hahaha

Writer rian
rian at Senin Pagi yang Mencret (7 years 11 weeks ago)
90

Gaya berceritanya menarik

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Senin Pagi yang Mencret (7 years 12 weeks ago)
100

pagi2 dah mencret aja, eh, lari2 :-P
dalam tulisan akang saya lebih menyoroti penggunaan gaya bahasanya sih. macam "gondrong mengerikan" atau "gede berantakan" itu maksudnya apa, coba? hehe.
dan dalam komentar2 si penutur mengenai diri dan lingkungannya (semisal: Walau tukang dagangnya berwujud ibu-ibu gembrot tidak ramah serta berkumis. Padahal dia juga menjual cukuran kumis yang harganya seribu lima ratus. Mungkin suatu hari nanti akan kubelikan untuknya.//Untuk sesaat aku akan rela mempunyai rambut kriwel, lalu menjadi ganteng, dan gadis itu boleh memanggilku Rangga.//Raporku tak pernah merah, aku pintar matematika, andai saja dulu aku tidak rajin belajar, mungkin aku sudah bisa mencium cewek pakai lidah. Tentu saja aku meyadari ini akibat tontonan baruku yang rating ‘X’-nya berjumlah tiga), terdapat kelucuan yang sekaligus membikin dunia yang disajikan terasa hidup. ya, karena si penutur memiliki pandangan yang "khas", itu yang memberi warna. dan saya salut sama orang yang bisa membuat detail2 menggelikan seperti itu (karena saya pingin bisa, mesti bisa, tapi ya ga tahu kapan bisa, haha).
tapi menyoal penampakannya, mulai dari penulisan (EyD, dsm), cerita (yang terakhir itu harusnya juga lucu, tapi entah kenapa saya lebih terkesan sama yang di awal2 itu, bagian2 kecilnya, ktimbang cerita secara keseluruhan), barangkali akang dapat menyadarinya sendiri....
pada intinya komentar saya ini sama aja sih kayak komentar saya buat cerita2 akang yang sebelum2nya, heuheuheu. seperti yang akang bilang soal "pedang butut" itu. saya juga masih mengulangi kekurangan yang itu2 aja, seakan ga ada proses belajar. yah, baiknya itu kita jadikan perenungan bersama #halah
dan pas saya kapan itu nanya sama akang, emang cowok2 pas SMA pada ngapain sih, akang seolah menjawabnya melalui cerpen ini dengan menghadirkan satu momen seru dalam perspektif seorang Johan Permana kala SMA, makanya saya terima kasih, terlepas dari sebetulnya inspirasi cerpen ini berasal dari mana hehe.
ya udah, cukuplah kesoktahuan saya yang bingung mau komen apa :-P moga yang lain dapat memberikan masukan yang jauh lebih berguna, dan moga terus semangat menulis dengan lebih baik :-)

Writer modezzty
modezzty at Senin Pagi yang Mencret (7 years 11 weeks ago)

haha, yah Jeng Dayeuh pasti tau ini mah main sabun sambil nangis di kamar mandi tea. maksakeun. xaxa
memang kedodoran di akhir. saya juga merasakan eksekusi yang terburu-buru(terimakasih untuk menunjukan, sekaligus mengingatkan hal itu) saya jadi sedikit tahu harus bagaimana ke depannya.
Eyd, Typo, banyak yang ngawur memang, haha ampun om Badudu. beda sama c623 si Sum yang sempat diblasting olehmu, soal itunya.
mudah2an dicerita ke depan bisa beda, saya pribadi dpat pelajaran sih: kalau buat cerita jangan pas sehari lagi, deadline, jadi weh "gondrong"

saya tambah semangat malah, nuhun Jeng Dayeuh :D

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Senin Pagi yang Mencret (7 years 11 weeks ago)

aaa siap siap. sama2 kang modezzty. mudah2an semangatnya bisa dipertahankan dan kali berikutnya kita bisa lebih baik :-D