Death Note Nobita (1/2)

Nobita berjalan pulang dengan menangis seperti biasanya. Doraemon langsung tahu kalau Giant adalah masalahnya. Selalu saja itu, sampai dia bosan.

“Si Giant itu....aku hanya bilang kalau aku tak mau membagi es krim, dia langsung memukulku dan mengambil es krim itu,” isak Nobita di kamar.

“Kenapa kau tak pernah melawan sih?” Doraemon geleng-geleng melihat kelakuan sahabatnya itu.

Nobita justru melihatnya dengan galak, “Mana mungkin aku bisa melawannya!!” Lalu mukanya memelas lagi, “Tolong dong Doraemon, apa tidak ada alat yang bisa membalas Giant?”

“Membalas seperti apa?”

“Aku tidak tahu, yang bisa melenyapkan dia dengan mudah!!”

Doraemon terkejut mendengar pernyataan itu, “Kau...ingin melenyapkannya? Seperti membunuhnya gitu?”

“Ya! Biar saja, aku sudah sangat kesal dengan Giant! Orang seperti dia seharusnya tak ada di bumi ini!”

Doraemon hanya diam, mencerna ucapan Nobita itu. Sementara itu Nobita terus merengek untuk mengeluarkan alat mengerikan.

Setelah berpikir berkali-kali, Doraemon akhirnya berkata, “Baiklah. Tapi kau tanggung sendiri ya akibatnya.”

Doraemon merogoh-rogoh kantungnya, dan dengan suara serak om-om genit dia berkata, “Death Note!” Di tangannya ada sebuah buku tulis bersampul hitam.

Diberikannya buku itu pada Nobita yang bingung. “Ini seperti buku biasa,” komentar Nobita.

“Jangan salah,” kata Doraemon, “buku itu sangat berbahaya. Kau bisa membunuh orang hanya dengan menuliskan namanya di situ.”

Tentu saja Nobita terkejut, “A..apa maksudmu?”

“Kau hanya perlu menulis nama Giant di buku ini, dan selesailah.”

“Semudah itu?”

“Kau mau yang mudah kan tadi?”

Nobita melihat buku itu lekat-lekat. Hanya dengan menulis nama Giant, dan dia akan mati. Dia sempat tak tega juga, tapi setelah terbayang lagi semua sikap kasar Giant padanya, Nobita menetapkan hati.

Nobita mengambil pulpen dari mejanya, dan sebelum keraguan menghentikannya lagi, dia menulis ‘Giant’ di buku itu.

“Sudah, lalu apa?” tanya Nobita.

“Tunggu 40 detik. Giant akan mati karena serangan jantung.”

Nobita terus menerus melihat jam dengan tegang. Setelah 40 detik lewat, dia langsung ke bawah untuk menelpon rumah Giant.

“Ha...halo?”

“Ya halo,” kata seseorang di seberang. Sepertinya itu ibu Giant.

“Anu, Giant-nya ada?” tanya Nobita dengan ragu.

“Ada kok. Itu lagi nyanyi-nyanyi di kamar. Ribut banget!”

Nobita langsung menutupnya. Kok gak berhasil? Dia kembali ke kamar dan mengatakan itu pada Doraemon.

“Oh pantas saja,” kata Doraemon, “Kau hanya menulis ‘Giant’. Padahal kau harusnya menulis nama aslinya.”

“Nama asli?” Nobita baru tersadar kalau ‘Giant’ itu hanyalah nama panggilannya. Tapi siapa nama aslinya?

“Aku tidak tahu nama aslinya!” kata Nobita.

“Cari tahu dong. Tanya Suneo mungkin.”

Ide bagus, jadi Nobita turun sekali lagi untuk menelpon. Suneo langsung mengangkat telpon itu.

“Hai Suneo, aku ingin bertanya se....”

“Nobita! Coba dengar,” potong Suneo, “Aku sudah membeli game ‘Pesawat Luar Angkasa’ yang terkenal itu!”

“Benarkah? Aku ingin main!” kata Nobita yang teralihkan dari tujuan semula.

“Tidak bisa, karena ini hanya permainan tiga orang. Aku sudah mengajak Giant dan Shizuka untuk bermain nanti sore. Hahaha!”

Nobita merengut kesal. Suneo selalu seperti itu. Pamer dan sombong. Dia juga selalu mengasingkan Nobita. Nobita sudah tak tahan lagi.

Dia buru-buru naik ke atas dan mengambil Death Note. Ditulisnya ‘Suneo Himekawa’ di buku itu.

“Lho, kenapa Suneo?” tanya Doraemon.

“Percobaan,” Nobita hanya menjawab singkat.

40 detik kemudian, Nobita menelpon kembali ke rumah Suneo. Dan benar saja, sesuatu telah terjadi.

“Maaf ya, Suneo-nya sedang sakit sekarang dan mau dibawah ke rumah sakit,” kata ibu Suneo. Tapi dari nada bicaranya, sepertinya Suneo mengalami lebih daripada ‘sakit’. Nobita tahu kalau Suneo sudah tiada.

“Buku ini hebat sekali!” katanya pada Doraemon. Si robot kucing itu melihatnya dengan cemas.

“Ingat, aku memberimu buku itu hanya untuk Giant. Jangan sampai gelap mata.”

“Ya ya, tenang saja Doraemon. Nah, soal Giant. Sebaiknya aku menanyakannya pada Shizuka. Minta pintu ke mana saja dong.”

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer SalsaBhila
SalsaBhila at Death Note Nobita (1/2) (7 years 13 weeks ago)
80

tega ...

Writer citapraaa
citapraaa at Death Note Nobita (1/2) (7 years 13 weeks ago)
70

ha... benar juga. suara doraemon seperti itu.
@rian: maksudnya model kalimatnya dan kejadiannya tiba2 gt ya?

Writer maz.adhit
maz.adhit at Death Note Nobita (1/2) (7 years 14 weeks ago)
40

aku suka dengan ide ceritanya,menggabungkan 2 anime : doraemon dan deathnote. nice

Writer rian
rian at Death Note Nobita (1/2) (7 years 14 weeks ago)
80

Suka sama narasinya yang sederhana dan to the point. Meskipun,mohon maaf, saya merasa Kak Kemal nggak ada perkembangan dari posting-posting sebelumnya #inikomensotoy

Writer Balter
Balter at Death Note Nobita (1/2) (7 years 14 weeks ago)
100

tega nian si Nobita itu hehe