Mengapa?

Berbagai kata mengapa selalu diberikan kepadaku. mengapa? aku juga tidak tahu itu selalu jawabanku.

Seperti pada suatu hari seseorang bertanya “Mengapa kau hanya membuang waktumu untuk lelaki seperti dia?” dan aku pun menjawab “lelaki seperti apa yang kau maksud?” dia pun menatap dengan bingung “tentu saja lelaki seperti yang kau cintai itu. Bertahun-tahun kau hanya mencintainya tanpa balasan apapun, bahkan tanpa dia mengetahui bahwa kau sangat sayang padanya. Lelaki seperti itu tidak pantas mendapat kasih sayang mu, dia bertolak belakang denganmu, kau sangat berbeda dengannya.”

Aku terdiam beberapa saat mencerna sebuah kalimat yang begitu dalam tersebut. “Jika aku menjawab pertanyaan mengapa mu dengan jawaban tidak tahu, apa kau akan marah kepadaku?” aku hanya tertunduk tidak tahu lagi harus menjawab apa. “Sebelum kau menjawab pun aku sudah marah, karena kau tidak harus mencintainya banyak laki-laki lain diluar sana yang lebih pantas, kau pasti tahu itu kan?” aku sudah tidak sanggup lagi dengan pembicaraan ini, semuanya begitu menyakitkan.

“Tapi aku memang benar-benar tidak tahu, aku tidak memilih untuk mencintai dia, cinta itu sendiri yang memilihku untuk mencintai dia, jika aku punya cara untuk berhenti pasti aku akan berhenti. karena kau pun tahu bahwa aku sudah sakit dengan semua yang kurasakan. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya. Dan aku sudah memutuskan untuk membiarkan perasaan ini. Mungkin jika memang dia bukan yang terbaik untukku, aku yakin sudah ada seseorang di luar sana - yang aku sendiri pun tidak tahu siapa - akan membuat aku melupakannya, melupakan perasaan ini. Jadi aku sangat mohon kepadamu untuk tidak memberikan pertanyaan itu lagi untukku, karena itu membuatku semakin sakit.”

Aku lelah benar-benar lelah, pertanyaan ini membuatku lelah “Tapi kau tidak bisa berlarut-larut membiarkan perasaan itu. Kau harus mencoba bangkit, dan mencari seseorang yang lain.” Dan aku memutuskan untuk mengakhiri percakapan ini “Aku kira aku tidak pernah terjatuh jadi aku tidak perlu bangkit untuk apapun. Dan terkadang cinta yang baru karena dicari pun tidak selamanya akan membuat cinta yang lama hilang, aku yakin pasti masih akan tersimpan. Jadi itu tetap tidak mudah.”

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer citapraaa
citapraaa at Mengapa? (7 years 50 weeks ago)
60

"jadi itu tetap tidak mudah" #haaaaah
oh.. percakapan. ada baiknya diketik dgn baik biar enak bacanya hehe. dikasih paragraf. sama ceritanya bisa dikembangkan lagi.. kenapa si orang itu terus bertanya 'mengapa' dan kenapa jawabannya selalu sama.. #haaaaah #plak.
btw saya baru nemu kata2 bagus. intinya sih misal si A bukan jodoh kita, tapi kita tetep gak mau mengikhlaskan. gataunya diluar sana ada si B yang ditakdirin jadi jodoh kita, sedangkan kitanya masih aja pikirannya ke A. kasihan gak si B ? :( .....ha ha maaf ngelantur, semoga si tokoh tidak sampai sakit berkepanjangan.......

Writer hasrinrn
hasrinrn at Mengapa? (7 years 44 weeks ago)

Benar sekalii!!! Yang susah itu mengikhlaskan yang ternyata bukan jodoh kita, padahal kita maunya sama dia:( haha terimakasi kritik dan sarannya :)

Writer Shikaku Rinneko
Shikaku Rinneko at Mengapa? (7 years 50 weeks ago)
80

sudah baik, semangat menulis!

Writer maz.adhit
maz.adhit at Mengapa? (7 years 50 weeks ago)
30

cerita bagus,cara pengetikan pusing. gak nyaman banget untuk di baca. tolong rapikan kembali paragraf, posisikan pembaca nyaman dengan ketikan/tulisan anda.no off

Writer hasrinrn
hasrinrn at Mengapa? (7 years 44 weeks ago)

Akan saya perbaiki, terimakasih sarannya ;)

Writer Gechil
Gechil at Mengapa? (7 years 50 weeks ago)
80

Can't move on :') hahaha pengagum rahasia ya ceritanya?

Writer hasrinrn
hasrinrn at Mengapa? (7 years 44 weeks ago)

Iyaa!! Secret admirer :S