Di Meja Makan

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer JFMDW
JFMDW at Di Meja Makan (7 years 40 weeks ago)
60

wah ini keren, simple tapi menghibur. Tema keluarga gini udah jarang banget sih sekarang, but this one worth the read! :)

Writer raissasati
raissasati at Di Meja Makan (7 years 41 weeks ago)
80

banyakin cerita tentang kehidupan lainnya dong kak. yang Inspiratif buat kehidupan masa kini yang udah semrawutan.
keep writing!

Writer citapraaa
citapraaa at Di Meja Makan (7 years 38 weeks ago)

makasih! keepwriting juga:)

Writer jojon00
jojon00 at Di Meja Makan (7 years 41 weeks ago)

Cerita yang lucu dan lumayan bisa bikin orang ngakak yang membacanya

Mug Harga Murah | Kaos Polos Combed

Writer cherryblossoms
cherryblossoms at Di Meja Makan (7 years 41 weeks ago)
80

woah keren, lucu juga :3

Writer citapraaa
citapraaa at Di Meja Makan (7 years 41 weeks ago)

makasih:)

Writer rian
rian at Di Meja Makan (7 years 41 weeks ago)
2550

Mbak Citapraaaa, ini kereennnn!!! Gitu bilang nggak kritis, tapi bisa nulis cerita bagus macam gini. Iya sih, kayaknya Mbak Citapraaa ini jenis penulis yang nggak produktif tapi sekali nulis jadi nyentil banget. Saya suka narasinya, meskipun nggak terasa kayak ibu-ibu (nggak tahu juga sih; saya belum pernah jadi ibu-ibu kan), tapi simple dan mengena. Ini sih jauh lebih baik ketimbang narasi saya yang panjang dan (konon katanya) menghanyutkan tapi sebenarnya nggak ada isinya itu. Ini to the point, informatif, lucu, unik, efisien, pokoknya keren!

Dari segi ceritanya, lagi-lagi saya dibuat bingung. He. Tapi bingung yang bagus juga sih, bingung yang ngajak mikir. Di cerita ini seakan ada lebih dari yang tampak, disembunyikan di balik kata-kata simpel itu. Saya ngerasa begitu sejak baca cerpen “Kereta Kura-kura”, “Rafika,” sama “Toko Kue di Seberang Jalan”. Harus dibaca dua kali biar bisa ngerti.

Oke, jadi cerpen ini mau menyindir kehidupan berumahtangga, ya? Awalnya saya kira ini bakal jadi kayak “Nyonya Misti”-nya Mbak Dayeuh, cerita tentang kegetiran wanita paruh baya yang hidupnya menyedihkan. Tapi ternyata konflik di rumah itu disajikan ringan dan jenaka. Konflik antara mertua dan menantu itu juga disajikan sederhana, nggak pakai adegan berdarah-darah kayak di sinetron, hehe. Atau mungkin ini maksudnya cuma ingin menunjukkan kehidupan berumahtangga pada umumnya? Buat saya sih rasanya realistis. Ada kan, ya, mertua yang kelewat perhatian sama menantunya. Terus suami yang penyayang dan pekerja keras. Yang bermasalah kayaknya malah si Istri. Entah cuma saya atau dia kesannya kayak terlalu blak-blakan sama mertuanya sendiri? Kayak nggak ada sungkan-sungkannya gitu. Tapi itu malah membuat dia jadi unik sih.

Dan endingnya itu. Lucu. Saya pingin nanya adakah makna terselubung dari ending itu?

Kesimpulannya, saya mesti belajar banyak dari cerpen ini. Berhubung genre yang pingin saya tulis juga slice of life, dan biasanya saya gagal. Kayaknya yang jadi masalah di cerpen saya bukan cuma terlalu datar, tapi nggak ada kebulatan makna. Kayak di sini kan, endingnya menyentuh lagi permasalahan di awal, yaitu meja yang kepenuhan makanan, jadinya itu ‘bulat’. Di cerpen saya nggak ada yang begini, sehingga cerpen saya berkesan nggak selesai atau cuma sepenggal.

Oke, segitu aja. Mohon maaf kalau sotoy

Writer citapraaa
citapraaa at Di Meja Makan (7 years 41 weeks ago)

makasih:)
"ceritanya membuat bingung" hmmm. gatau mau komentar apa.
"menyindir?" malah sebaliknya..
"makna ending?" engga ada kyknya.
"ga sungkan" ...iya juga. mungkin faktor mengandung #ngarang

Writer kemalbarca
kemalbarca at Di Meja Makan (7 years 41 weeks ago)
60

aku kurang ngerti, emang orang hamil harus makan yang asin2 ya?

Writer citapraaa
citapraaa at Di Meja Makan (7 years 41 weeks ago)

kayaknya itu selera ibunya doang.
oh iya. tugas baca cerpen saya baca cerpennya ka kemal.. dan sukses ngakak. yg first world problem. parahnya ga bisa nahan ketawaaa. hehe

Writer kemalbarca
kemalbarca at Di Meja Makan (7 years 41 weeks ago)

wah makasih :D
seneng bisa bikin orang ketawa