Harvest Moon BTN Prolog

            “Dad...kau sudah berjanji padaku” ucapku kesal

            “Aku tau” ucap dad kesal“ Tapi tiba-tiba saja semua pekerjaan ku tidak bisa di cancel”

            “Aku benar-benar minta maaf” ucap dad sambil memegang kedua bahuku “lainkali pasti akan aku ganti, aku janji”

            “tapi dad...semua teman-teman ku pergi berlibur bersama keluarganya” ucap ku hampir menagis “apakah dad tega membiarkan aku kesepian sendiri di sini?”

            “Untuk sementara...pergilah ke desa, ketempat kakek, dad akan meminta kakek untuk menjagamu” ucap dad sambil tersenyum hambar “bersantailah dan nikmati alam sekitarnya”

            “Tapi dad...”

            “Mohon mengertilah sayang, dad benar-benar sibuk”

            Itulah kata-kata terakhir dad sebelum ia meninggalkan ku sendiri dirumah. Mom menyempatkan diri untuk mengantar ku ke stasiun. Aku benar-benar kesal akan orang tua ku.

            Sesampainya di desa, kakek menyambutku dengan hangat.

            “Halo nak...apa kabarmu” ucap kakek ramah

            Aku tak menjawab...aku masih kesal

            “Bagaimana nak?” ucap kakek yg sepertinya paham keadaan hatiku “memang tak ada yang menyenangkan di kebunku, tapi kau boleh tinggal dan bermain di kebunku sesukamu”

            “Mungkin aku cukup sibuk dengan pekerjaanku, jadi aku tak bisa menemanimu” ucap kakek lagi

            “Ya...orang dewasa memang egois...tak ada yang mau menemaniku bermain” gerutuku dalam hati.

            “Tapi ada beberapa anak di desa yang bisa kau ajak bermain” lagi-lagi kakek sepertinya bisa membaca pikiranku.

            Dan begitulah, akhirnya aku tinggal di desa bersama kakek selama liburan musim panas tahun ini. Hari ini aku melihat sapi yang amat besar, aku ingin sekali menaikinya. “Yahoo...akulah sang rodeo terhebat” ucapku lantang ketika berhasil menaiki sapi itu

            Sepertinya sapi itu tidak terlalu suka ketika aku menikinya, iapun meronta dan alhasil aku terjatuh dari punggungnya.

            Keesokan harinya, sepertinya kakek mengetahui kejadian kemarin.

            “Hei nak...aku ada sedikit waktu untuk menemanimu” ucap kakek

            “Benarkah” ucapku yang tidak percaya

            “Kakek akan mengajarimu menunggangi kuda, kau mau?”

            “Ya aku mau kek!” kataku kegirangan

            Kakek mengajari ku cara-menunggai kuda, meskipun aku masih tidak paham benar bagaimana caranya menyuruh kuda yang aku tunggangi ini untuk berjalan. Kakek dengan susah payah mengajari point-point penting dalam menunggangi kuda. Pada akhirnya pun aku tetap tidak bisa membuat kuda yang aku tunggangi itu menuruti apa yang aku perintahkan.

            Keesokan harinya aku mencoba untuk memancing di sungan belakang kebun. 1 jam, 2 jam atau lebih aku menunggu, akan tetapi tak bergerak sama sekali pelampung ku. Aku pan tak bisa menahan diri lagi, ku lemparkan joran pancing ku  ke sungai dengan kesal karena tak jua ada ikan yang tertarik akan umpan ku. Dengan lemas aku merebahkan diri di samping sungai. Sambil mengamati awan yang berarak di depan mataku, pikiran ku melayang tak karuan. Suara gongongan anjing kecil membuyarkan lamunanku. Aku pun mencari sumber suara tersebut dan menyadari ada seekor anjing kecil tak jauh dari tempat aku berbaring. Dengan takut-takut aku mencoba mendekatinya. Anjing kecil tersebut tidak menunjukan reaksi penolakan, dan aku pun memberanikan diri untuk mengelusnya. Perasaan tenang yang aneh merasuk dalam batin ku ketika aku mengelus kepala anak anjing ini.

            Penduduk desa ini sepertinya sangat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Begitu pula dengan kakek, sepertinya hari ini beliau tidak bisa menemani aku bermain hari ini. Aku pun memutuskan untuk menaiki “Bukit Ibu”. Sesampainya di kaki bukit, aku menemukan sebuah tanah lapang yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga-bunga. Sangat tenang disini, aku merasakan ketenangan yang tak kutemui di kota. Tanpa kusadari aku pun tertidur di tengah-tengah padang bunga.

            “...Nanana...Nanana...naa...naa” suara sayup-sayup yang merdu tercampur dengan desiran angin lembut membuat ku terbangun dari tidurku.

            “Anuuu, apakah kamu anak yang datang dari kota itu?”

            Aku pun beranjak bangun dan melihat ada seorang gadis kecil yang berjongkok menatap ku, gadis kecil itu sepertinya seumuran dengan ku. aku pun menjawab pertanyaannya dengan anggukan kecil.

            “Apa kamu suka tempat ini? Aku sangat suka tempat ini dan selalu bermain sendirian disini” ucap gadis itu sambil menatap bunga-bunga yang ada di sekitar kami.

            “Hei...ceritakan tentang kota tempat asalmu...dan juga tentang dirimu” lanjutnya sambil menatapku antusias.

            Sejak saat itu kami pun setiap hari bermain bersama di kaki bukit Ibu, di tempat padang bunga kami menyayi dan bermain bersama. Hari-hari ku di desa tak lagi membosankan berkat gadis itu.

            Akhirnya hari liburan musim panas ku berakhir. Gadis itu mengunjungi ku saat aku berpamitan pulang dengan kakek. Ia menatap ku dengan mata berkaca-kaca.

            “Kau akan pulang?” tanya nya.

            Aku mengangguk pelan tanpa bisa menatap wajahnya yang sedih.

            “Itu akan membuat aku kesepian” ujarnya pasrah.

            “Berjanjilah suatu saat kamu akan kembali kemari” lanjutnya sambil mengangkat jari kelingkingnya.

            Aku pun mengerti apa yang ia maksudkan. Ku sambut jari kelingkingnya dengan jari kelingkingku juga.

            “Ya aku berjanji” ujar ku sambil menunjukkan senyum ku padanya.

            Itulah kenangan yang aku miliki saat liburan musim panas ketika aku kecil. Dan sekarang aku kembali kemari untuk menggantikan mengurus perternakan peninggalan kakek. Aku tak bisa mengingat dengan jelas wajah dan nama gadis itu, akan tetapi aku sudah menepati janji ku dengannya. Aku berharap akan bertemu dengannya.

 

END

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Ichsan.Leonhart
Ichsan.Leonhart at Harvest Moon BTN Prolog (5 years 36 weeks ago)
70

Waktunya kunjungan baliiik~
:D

.

Wogh, ini nyeritain opening di game aslinya ya? yang kilas balik hitam putih itu?

.

Saya lempar kripik ya~

- Typo : Meniki = menaiki?
- setelah dialog, kalau mau dilanjut kek kalimat dialog tag, selalu gunakan koma. Kalau disambung dengan narasi selanjutnya, gunakan tanda titik sebelum tanda petik ya~
^_^

Writer duvernoy
duvernoy at Harvest Moon BTN Prolog (6 years 14 weeks ago)
80

Mnarik critanya ^^

Writer Ruen
Ruen at Harvest Moon BTN Prolog (6 years 14 weeks ago)

makasih :D

Writer augina putri
augina putri at Harvest Moon BTN Prolog (6 years 14 weeks ago)
70

Agar lebih enak dibacanya, setiap selesai 1 ucapan seorang tokoh, pakai enter saja. Hm, pemakaian kata ku dan kata kerja, sebaiknya digabung. Saya tertarik membaca cerita ini. Akhirnya ada yang nulis cerita tentang Harvest Moon Back to Nature. :D. Saya dari SD main game ini. :) Tetap semangat menulis. :)

Writer Ruen
Ruen at Harvest Moon BTN Prolog (6 years 14 weeks ago)

makasih sarannya, dikarya selanjutnya mudah2an lebih baik >.<