ULANG TAHUN TERBAIK

Hari ini tanggal 14 Februari. Hari yang sangat spesial. Bukan hanya karena hari ini adalah hari kasih sayang tapi juga karena hari ini adalah hari ulang tahunku. Dan yang terpenting hari ini aku ingin mengungkapkan perasaanku pada Rika, gadis yang sudah tiga tahun ini kusukai. Aku tidak mau hanya mengungkapkannya begitu saja sehingga semuanya sudah kupersiapkan jauh-jauh hari. Harus ada skenario yang romantis dan berkesan. Segalanya telah tersiap sempurna pasti hari ini adalah hari ulang tahun terindahku.

Hingga jam lima sore, tiga jam dari waktu yang kutentukan untuk mengungkapkan perasaanku, tiba-tiba handphonku berbunyi. Di seberang sana adekku berkata panik, “Ayah hilang!” cukup dua kata yang menghancurkan hariku.

“Kok bisa?” Aku membalas.

“Nggak tahu kak, tadi masih ada!” Adekku terdengar bingung dan panik.

Aku mendesah. Dua tahun ini ayahku sudah terkena penyakit Alzheimer. Dia menderita pikun yang sangat parah. Dia bahkan lupa nama anak dan alamat rumahnya sendiri, pemarah dan susah untuk dinasehati. Entah apa yang membuatnya terkena penyakit itu. Beberapa orang mengatakan bahwa kemungkinan karena semasa mudanya dulu dia bekerja sangat keras dan terlalu memaksakan diri. Yah, tidak bisa dipungkiri kalau ayahku terlalu memaksakan diri. Sewaktu aku berumur empat tahun, ibu meninggal ketika melahirkan Andin, adikku. Saat itulah ayah membesarkan kami seorang diri sambil bekerja keras sebagai sorang buruh kasar agar kami bisa terus bersekolah dan mendapatkan makanan yang layak.

Bisa dibilang usahanya tidak sia-sia sebab kami berhasil mendapatkan gelar sarjana dan pekerjaan yang baik pada perusaan swasta. Sekarang saatnya bagi kami untuk membalas kerja kerasnya namun akhir-ahir ini dia menjadi sedikit menjengkelkan. Terutama hari ini.

“Kau sudah mencarinya di tetangga?” tanyaku kepada andin yang menyambutku turun dari mobil.

Andin mengangguk, “Sudah. Tapi tak ada yang melihatnya.”

Sebenarnya kemana orang tua itu pergi, “Ayo kita cari bersama. Mungkin dia jalan-jalan dan terseset di sekitar sini.”

Sekali lagi adikku mengangguk. Dia terlihat sangat cemas. Yah, aku bisa memaklumi perasaannya. “Tenang saja. Ayah kuat. Dia pasti tidak apa-apa.”

Dua jam berikut kami hanya berputar-putar tidak jelas. Mencari di sekitar jalan tanpa petunjuk. Kami tak punya kerabat yang tinggal sekota jadi tak mungkin ayah mengunjungi mereka. Beberapa orang yang dulu dekat dengan ayahpun telah kami hubungi namun tak ada yang mengetahui tempat ayah.

Tak lama kemudian handphonku berbunyi. Sebuah panggilan dari Rika, pasti ingin mengkonfirmasi pertemuan kita. Segera kuangkat panggilan itu.

“Halo. Rika sorry ya, kayaknya bentar malam harus batal deh. Ak...”

“Halo Bagas. Ayahmu hilang ya?” Dia tindak mendengar kata-kataku dan lansung memotong.

“Eh.. iya kok tahu?”

“Aku menemukannya.” Sebuah perasaan lega langsung mengalir dari tubuhku tatkala mendengarnya. “Dia terlihat bingung, cepatlah kemari.”

“Kau dimana?”

Kami lalu menuju ke tempat yang dijelaskan oleh Rika. Bodohnya aku tidak mencari di tempat itu. Bodohnya aku tidak mencari ke tempat tinggal kami yang lama. Kemungkinan ayah ingin kembali ke tempat itu namun tersesat.

Baru beberapa meter dari tempat itu kulihat ayah sedang berdiri dengan Rika. Ayah terlihat bingung namun Rika tetap berada di sampingnya mengulang-ulang suatu kalimat. Sepertinya Rika berusaha menenangkan.

“Itu mereka!” Seru adiku. Aku segera memarkir mobil lalu berlari ke arah meraka.

Aku baru ingin berterima kasih kepada Rika ketika ayah berbalik kepadaku. Wajahnya tampak sedikit linglung namun berusaha tersenyum. Menyodorkan dua iris semangka kemudian berkata, “Selamat ulang tahun nak.”

Seketika semua egoku menghilang tak peduli semua tatapan orang yang melihatku, tak peduli apa tanggapan Rika tehadapku. Aku menangis meraung-raung memeluk ayahku. Terlintas sebuah kenangan saat aku kecil. Saat itu aku menangis karena tak pernah mendapat hadiah ulang tahun seperti anak lainnya. Ayah kemudian membelikanku dua iris semangka lalu menggengdongku berkeliling rumah. Saat itu adalah hari ulang tahun terbaikku dan akan selalu menjadi ulang tahun terbaikku.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer azura_caelestis
azura_caelestis at ULANG TAHUN TERBAIK (6 years 47 weeks ago)
60

Kisahnya sederhana tapi sangat menyentuh. Saya menikmati ceritanya tanpa harus membaca dua kali. Bagian dialognya juga enak dibaca. Dan saya juga suka dengan judulnya. Tidak menyangka sih kalau ini akan membahas tentang ayah, tapi cerita ini dengan begitu baiknya bisa mengaitkan keduanya. Yang sedikit mengganggu di sini mungkin cuma typo-nya sih, keseluruhan ini manis banget :)

Writer citapraaa
citapraaa at ULANG TAHUN TERBAIK (6 years 47 weeks ago)
60

ceritanya sederhana... mudah dicerna

Writer terong_ungu
terong_ungu at ULANG TAHUN TERBAIK (6 years 48 weeks ago)
80

Typo "tenang" jadi "tegang"... :P
Dan, entahlah aku gak suka perumpamaan "meraung-raung"... Masalah selera sih... :3
Nice one...

Writer Shikamaru
Shikamaru at ULANG TAHUN TERBAIK (6 years 47 weeks ago)

Lansung dirubah gan. Hehehehe...
Makasih dah komen...

Writer nusantara
nusantara at ULANG TAHUN TERBAIK (6 years 48 weeks ago)
80

bagus

Writer Shikamaru
Shikamaru at ULANG TAHUN TERBAIK (6 years 47 weeks ago)

Makasih dah komen...

Writer 2rfp
2rfp at ULANG TAHUN TERBAIK (6 years 48 weeks ago)
70

shikamaru msh ada typo d beberapa tempat, tapi untuk endingnya yang bikin gua merinding krn terharu, gua kasih poin hehehe

Writer Shikamaru
Shikamaru at ULANG TAHUN TERBAIK (6 years 47 weeks ago)

Waduh... Sampe merinding... Hehehe... Makasih dah mampir ya...

Writer irzahaifany
irzahaifany at ULANG TAHUN TERBAIK (6 years 48 weeks ago)
20

Good One :)

Writer Shikamaru
Shikamaru at ULANG TAHUN TERBAIK (6 years 48 weeks ago)

Pelit banget gan. Gyahahahaha...
Btw, Makasih dah mampir...