Something New, Something Cliché

Kamu menggeram kesal, tetapi Rio semakin tertawa kencang saat melihat wajah tersiksamu. Sampai detik ini kamu bingung bagaimana cara Rio membujukmu hingga kamu mau ikut dengannya ke pesta ini, padahal jelas-jelas kamu lebih memilih untuk istirahat di rumah yang telah kalian tempati berdua semenjak kuliah dulu.

 Kerja sebagai akuntan di perusahaan besar membuat matamu lelah dan kepalamu pusing, walau memang gaji yang kamu terima cukup sepadan. Tapi tetap saja, kamu butuh istirahat, dan rencananya kamu ingin menggunakan hari minggu ini sebagai hari hibernasimu.

Tapi ada daya, ketika Rio menggedor-gedor pintu kamarmu, kamu tahu impianmu untuk meringkuk di balik selimut seharian tidak akan tercapai.

Kamu tidak kenal dengan rekan-rekan kerja Rio, walau memang teman serumahmu sering menceritakan pekerjaannya sebagai game tester, kamu jarang mendengarkannya. Sebab kamu agak iri dengan Rio, dia dibayar untuk melakukan hobinya! Sementara kamu? Kamu harus melakukan pekerjaan untuk orang yang kamu benci. Dulu kamu berpikir dalam dunia pekerjaan, tidak ada yang bisa mendapatkan pekerjaan yang dia cintai dengan gaji tinggi.

Tapi Rio adalah bukti hidup untuk menyanggah pendapatmu itu.

Ketika kamu tiba, kamu sempat terkejut melihatnya. Sebab tempat ini dipenuhi dengan anak kecil, dan selama dua puluh empat tahun kamu mengenal Rio, kamu tahu betapa bencinya orang itu dengan anak kecil. Nampaknya Rio menyadari tatapan bingung dan kagetmu, buktinya dia tertawa dan mengedipkan mata.

Rio menjelaskan bahwa ini adalah pesta ulang tahun keponakan gebetan barunya. Seolah-olah dia bisa membaca pikiranmu.

Terkadang kamu sedikit takut dengan hubungan batin yang kamu miliki dengan Rio. Kalian seperti bisa membaca pikiran satu sama lain, kalian bisa langsung tahu apa yang dimaksud tanpa harus menunggu kalimat selesai diucapkan, bahkan kalian terkadang saling menyelesaikan kalimat.

Kamu berdoa semua koneksi ini tercipta karena kalian berdua tidak terpisahkan dari kecil dulu, bukan karena kalian memiliki kekuatan telekenisis atau sebagainya.

Selama kamu memikirkan apakah ada kemungkinan kamu atau Rio memiliki kekuatan telekenisis, Rio sudah menarikmu, dan kamu membiarkan dia. Menari atau ditarik, saling tarik menarik, saling mendorong, itu sudah menjadi hal biasa dalam hubungan persahabatan kalian.

Rio sempat menemanimu beberapa saat, memperkenalkanmu kepada kolega-koleganya. Sebagai seorang gamer tidak begitu sulit bagimu untuk ikut mengobrol, walau memang tidak semua percakapan tentang video game. Kamu hanya bisa menghela napas saat melihat Rio sudah sibuk dengan gebetan barunya.

Ini bukan pertama kalinya Rio meninggalkanmu di pesta yang jelas-jelas adalah pesta kenalannya, tapi tetap saja hatimu sakit saat Rio tidak berada di sebelahmu. Dan kamu sedikit ketakutan, sebab pengetahuanmu tentang video game sudah tertinggal jauh, dan kamu tidak begitu suka bermain game PC. Karena untukmu, PC adalah untuk bekerja, bukan untuk bermain game.

Mungkin setelah ini kamu akan mencoba untuk mengubah mindset kuno itu.

Matamu menatap seluruh penjuru tempat pesta dilaksanakan, yaitu sebuah halaman di rumah pribadi gebetan baru Rio. Rumahnya cukup besar, kamu lupa apa pekerjaan gebetan Rio, atau mungkin ini rumah orang tuanya.

Kamu terlalu lelah untuk mengingatnya. Toh kamu tahu itu adalah kegiatan sia-sia, untuk mengingat setiap detil kehidupan gebetan Rio. Berbeda dengan dirimu, Rio bukan tipe orang yang mudah terikat. Semua orang hanya mencap Rio sebagai playboy. Tapi kamu tahu kalau sesungguhnya Rio itu commitment-phobe. Tidak ada orang yang tahu selain dirimu dan Rio bahkan orang tuanya saja tidak tahu.

Plus kamu rasa, seandainya orang tua Rio tahu, mungkin mereka tidak akan mengerti apa itu maksudnya. Sekalinya Rio sudah menjelaskan apa itu commitment-phobe, paling-paling orang tuanya hanya akan mengatakan bahwa itu hanya dalam pikiran Rio saja atau sejenisnya.

Matamu akhirnya berhenti di satu sosok. Kamu tidak tahu siapa orang itu. Aneh sebetulnya, dari ratusan pasang mata, kamu langsung merasa tertarik sedetik setelah kamu menatap matanya.

Kamu tidak tahu apa yang membuatnya menarik perhatian hingga kamu yang biasanya tidak pernah menatap orang lebih dari sepuluh detik rela berdiam diri seperti orang bodoh dan menatap sosok itu dari kejauhan.

Apa yang membuatmu tertarik kepadanya?

Apakah senyumnya? Baik senyum dengan bibir menawannya, atau senyum bahagia dari pancaran matanya? Atau suara tawanya? Yang berhasil membuatmu merinding dan damai dalam waktu bersamaan? Atau mungkin karena sinar matahari yang menerpa wajahnya, membuatnya menjadi makhluk terindah yang pernah kamu lihat?

Klise, sangat klise memang. Tapi kamu mulai yakin kalau kamu baru saja mengalami cinta pada pandangan pertama. Mungkin kamu harus berhenti membaca novel romance diwaktu selangmu.

Saat sosok itu menatapmu dan melemparkan senyum terindah yang pernah kamu lihat kamu tahu, detik itu juga. Akhirnya kamu merasakan secara langsung apa yang selama ini hanya kamu lihat dalam film/serial televisi, atau kamu baca dalam novel/cerpen.

Kamu jatuh cinta kepadanya pada pandangan pertama.

Tidak peduli se-klise, apa ini terdengar, kamu yakin kalau kamu telah menemukan belahan jiwamu.

Read previous post:  
Read next post:  
Writer rian
rian at Something New, Something Cliché (5 years 27 weeks ago)
70

Gara-gara pakai POV 2, ini kesannya, buat saya, kayak segala informasi didiktekan ke pembaca. Cara menceritakannya kurang gereget kalau buat saya. Segala tentang si Rio kayak dituangkan secara gamblang, dia suka main game, dia commitment-phobe, dia playboy, dll.

Mohon maaf kalau enggak berkenan.

Engga apa-apa, saia emang lagi coba-coba pake PoV yang lain. Biasany saia pake 3rd PoV, sekarang pengen nyoba 2nd PoV. Lagian juga agak jarang yang pake sudut pandang ini

Hahahah, soalny awalny cerpen ini cuma one-shot, engga ada kelanjutanny. Tapi saia malah kepikiran, alhasil saia lanjutin. Makany banyak informasi soal Rio di chap ini

Engga apa-apa kok, santai :). Makasih untuk mau baca dan komen

Writer benmi
benmi at Something New, Something Cliché (5 years 28 weeks ago)
70

Ceritanya menarik.. tentang cerita cinta pandangan pertama yang datangnya ditmpt yang tidk diperkirakan sebelumnya. Kemasannya simpel.. mudah dimengerti dan mengalir aja enak.

100

Tapi kamu kalau sesungguhnya Rio itu commitment-phobe<-- ini cuma pikiran saya aja, atau memang ada yang mengganjal atau malah kurang dalam kalimat itu. Saya gagal paham.
Tapi, saya suka dengan cerpen Kakak. 2nd POV, tanpa percakapan, semuanya.
Udah deh, full point aja.
Lain kali saya mau buat kaya gini juga, semoga saya bisa membuat yang seperti ini.
Untuk Kakak, terus semangat menulis.
Empat jempol deh untuk Kakak.
Lanjut ke cerpen berikutnya...

Upppsss,iy ada yang kurang, hahaha.Makasih udah dikoreksi

Semangat buat proyek cerpen 2nd povny :). Kalau sempat nanti saia pasti baca

Yuhu... oke-oke... janji ya Kak :D Hehehe :)

Writer xenosapien
xenosapien at Something New, Something Cliché (5 years 34 weeks ago)
60

Hmm, POV II, ya. Baca lanjutannya dulu deh. :D

Writer citapraaa
citapraaa at Something New, Something Cliché (5 years 35 weeks ago)
60

hidup klise.. pov2nya bagus, konsisten. ga kayak cerita saya yg tiba2 pov1

Tadiny saia mau gonta-ganti PoV, tapi rasany ribet, jadi saia berusaha buat mempertahankan PoV 2nd dan tanpa dialog

Writer sebenarnya
sebenarnya at Something New, Something Cliché (5 years 35 weeks ago)
90

Saya suka yg klise klise...

Hidup klise, hehehe

Writer 2rfp
2rfp at Something New, Something Cliché (5 years 36 weeks ago)
50

setuju sama bang kemal ya, awal yang baru dan menarik tapi akhir yang klise. sesuai sama judul (nggak protes) hehehe.

Maaaf, ini cerpen yang saia tulis setelah hiatus lebih dari dua bulan, jadi ideny agak stuck. Walau memang cerita ini bisa dikemas lebih bagus, tapi entah kenapa saia kepikiran tema 'klise' mungkin memang karena itu yang saia rasakan waktu mengalaminy, hahahaha

Kecuali dibeberapa bagian yang tentuny harus saia edit

Writer 2rfp
2rfp at Something New, Something Cliché (5 years 35 weeks ago)

yup, selalu begitu, ini semua terserah penulisnya (mood), hahaha saya juga suka diprotes gitu kalo nulis yang kurang kembang sama kurang sajennya #loh

Writer kemalbarca
kemalbarca at Something New, Something Cliché (5 years 36 weeks ago)
70

eemmm, kayaknya kamu nulis cerita ini dua kali deh
itu ceritanya jelas2 keulang
oke selain itu, endingnya terlalu. . .biasa
aku berharap sesuatu yang lebih karena suasananya udah kebangun, tapi ternyata berhenti gitu aja
terus bereksperimen ya :)

Engga sengaja ke-paste dua kali ternyata, hehehe.

Buat ending sendiri saia emang kurang sreg, tapi karena pengen mengambil sebuah setting klise, makany endingny gitu aja