Something Old, Something Awesome

Rio menyikut lenganmu sampai-sampai kamu nyaris menjatuhkan minuman yang sedari tadi belum kamu minum semenjak kamu melihat sosok itu.

Kamu menggeram marah, dan itu membuat Rio tertawa. Ia merangkulmu dan mengecup pelipismu.

Sekelompok rekan kerja Rio melihat itu dan mereka serempak langsung ber’awwww’ bahkan ada yang terang-terangan bertanya apakah kamu dan Rio pacaran, dan tentunya ada yang mengatakan kalau Rio itu gila karena ini adalah pesta ulang tahun keponakan perempuan yang tengah ia incar, tapi kenapa dia malah membawa perempuan lain.

Kalian saling lirik satu sama lain, bibir kalian langsung menyeringai tanpa digerakkan, kedua alis kalian naik, seolah itu adalah reaksi otomatis setiap kali mendengar orang bertanya apakah kalian pacaran atau tidak.

Sedetik kemudian, kalian tertawa terbahak-bahak. Rio sudah berdiri di belakangmu sekarang, ia memelukmu dengan erat sementara kamu menggenggam kedua tangan kokoh Rio yang berada di perutmu sekarang. Refleks, dagu Rio sudah berada di pundakmu sementara kepalamu sudah bersandar di leher Rio. Kamu bisa merasakan jenggotnya di dekat telingamu.

Sebentar, sejak kapan Rio memilik jenggot? Huh, mungkin Rio lupa untuk bercukur sebelum datang ke sini.

Wajar saja banyak orang yang berpikir kalau kamu dan Rio adalah sepasang kekasih, meingat betapa selaras, tenang dan bahagia kalian berdua.

Ya, pasti banyak orang yang mengira kalau kalian adalah sepasang kekasih. Yang tentunya saja bukan, sebab, ew. Kamu dengan Rio? Itu sama saja seperti inses. Sebab ya, bagimu Rio sudah seperti seorang kakak laki-laki yang tidak pernah kamu miliki. Terkadang kalian bingung, memangnya seorang perempuan dan pria tidak bisa memiliki hubungan persahabatan yang platonik?

Persahabatan kalian dimulai dari orang tua kalian yang merupakan teman waktu kuliah dulu. Dari kecil kalian tidak terpisahkan. Kalian masuk ke sekolah yang sama, bahkan kuliah ke universitas yang sama, yaitu universitas tempat orang tua kalian saling bertemu pasangan masing-masing.

Walau sekarang kamu menganggap Rio sebagai kakakmu, dan Rio melihatmu sebagai adik kecilnya, bukan berarti perasaan suka antara seorang perempuan kepada seorang pria tidak pernah muncul. Perasaan seperti itu pernah muncul di antara kalian, sekali. Dan kalian berdua setuju kalau itu adalah satu dari puluhan hal terbodoh yang pernah kalian lakukan.

Kamu ingat waktu itu kamu baru putus dari pacarmu, kamu menangis. Rio yang marah karena melihatmu menangis langsung menghajar cowok itu. Kamu dipanggil oleh kepala sekolah, dan kamu kaget saat melihat Rio babak belur, dan cowok yang namanya sudah kamu lupakan itu kondisinya jauh lebih parah dari Rio.

Kamu ingin marah kepada Rio, karena selama ini dia selalu mengatakan kalau kekerasan itu tidak baik. Walau dia ikut karate, Rio selalu mengatakan kalau dia belajar karate bukan untuk melakukan kekerasan, tapi untuk perlindungan diri. Kamu tertawa saat dia mengatakan kalau wajahnya mirip seperti wajah Chubby. Kucing liar gendut yang selalu datang ke rumahmu dan juga rumah Rio.

Kalian berdua pulang bersama, dimarahi orang tua kalian masing-masing. Rio dimarahi oleh orang tuamu juga, sedangkan orang tua Rio hanya menggeleng dan mengatakan mereka kecewa kepadamu karena kamu tidak menghentikan Rio.

Tapi selebihnya, mereka bangga karena Rio mau melindungimu setelah mereka tahu kalau mantanmu itu ternyata ringan tangan dan memiliki mulut yang tidak ada saringannya. Tapi kemudian mereka kembali mengingatkan kalian berdua kalau kekerasan bukan jawaban untuk segalanya.

Rio, tentunya, harus berkomentar, dia dengan santai mengatakan kalau jawabannya ada di ujung langit. Orang tua kalian tidak mengerti maksud Rio, tapi kamu dan dia mengerti, kalian tertawa bersama.

Dan ini yang membuatmu bingung. Esok harinya, semua orang di sekolah menatapmu. Dan ada gosip bahwa kamu dan Rio pacaran. Kamu tentu saja kaget. I mean, halooo, kamu baru putus dari pacarmu. Kamu bukan tipe orang yang dengan mudahnya berpaling ke orang lain, walau orang lain itu adalah Rio.

Tidak. Justru karena orang lain itu adalah Rio. Makanya itu tidak mungkin terjadi. Rio bukan sebuah rebound, dia layak untuk mendapatkan yang lebih baik dari itu. Dia layak mendapatkan status pacar yang resmi, bukan selingkuhan, bukan one-night stand, bukan rebound, bukan teman tanpa status. Tapi partner, sahabat, pacar, kekasih, tunangan, suami, belahan jiwa.

Awalnya kamu dan Rio tidak menggubris gosip murahan itu. Kadang kamu heran, apakah teman-teman sekolahmu itu tidak pernah memperhatikan kalau jauh sebelum kejadian ini kamu dan Rio selalu ke sekolah bersama? Kadang Rio yang memboncengmu, kadang Rio menantangmu untuk memboncengnya. Itu hal yang biasa.

Tapi gara-gara Rio adu jotos dengan mantanmu, detail kecil seperti itu dilupakan dan satu sekolah mulai heboh setiap kali melihat kamu dan Rio tiba di sekolah.

Gosip itu bertahan selama tiga bulan.

Lucunya, setelah gosip itu menghilang, kalian baru benar-benar resmi pacaran.

Kalian baru saja selesai lari pagi, dan sedang tiduran di dekat kolam di kompleks perumahan kalian. Pagi itu sinar matahari tidak begitu menyengat–tidak seperti sekarang, matahari jam sepuluh pagi sudah membuat kulitmu seperti terbakar–angin berembus dengan pelan dan membius.

Rio dengan santai mengatakan kalau dia akhirnya senang gosip murahan itu sudah menghilang dari peredaran gosip di sekolah kalian, kamu yang terlalu lelah karena memaksakan diri untuk melakukan putaran lebih banyak dari biasanya hanya bisa mengangguk setuju.

Setiap kali kamu dan Rio mengenang Dark Ages– ya kalian setuju menyebut masa-masa kalian pacaran sebagai Dark Ages. Bukan dalam konteks negatif, tapi memang bagi kalian masa-masa itu adalah masa kelam, dalam arti kalian waktu itu masih belum dewasa, belum bisa mengetahui mana yang baik dan buruk untuk kalian. Malah kalian sangat bersyukur dengan semua itu, sebab kalian menjadi semakin yakin bahwa kalian memang ditakdirkan hanya untuk menjadi sahabat seumur hidup. Dan hei, itu lebih baik daripada kalian pacaran lalu putus tidak baik dan kalian saling membenci satu sama lain, sebab sekarang kamu tidak bisa membayangkan bagaimana hidup tanpa Rio–kamu selalu bertanya mengenai alasan kenapa Rio tiba-tiba menembakmu.

Jawaban Rio selalu sama, dia hanya akan tertawa selama lima menit penuh, sampai dia menangis. Setelah puas, dia hanya menggeleng, berusaha menahan senyum dan kembali tertawa lagi.

Kamu menyerah untuk mengetahui alasan Rio ketika kalian kelas dua SMA, atau sekarang disebut kelas sebelas SMA.

Hingga akhirnya dua tahun yang lalu, Rio mengatakan alasan kenapa dia memintamu menjadi kekasihnya waktu itu. Dia mengatakan kalau itu adalah hal yang wajar, dia menyayangimu, kamu menyayanginya, bukannya kalau orang saling menyayangi berarti harus pacaran?

Sekarang giliran kamu yang tertawa begitu mendengar alasan Rio, sebab alasan itu benar-benar menggambarkan Rio yang dulu. Rio yang polos dan belum terlibat banyak masalah. Rio yang belum tenggelam dalam gelapnya kehidupan.

Status pacaran kalian hanya berlangsung selama sebulan. Bahkan rasanya tidak ada yang berbeda meski status kalian sudah berbeda, kalian tetap melakukan hal yang sama seperti sebelum kalian resmi menjadi kekasih. Kamu yang pertama kali mengatakan hal itu, selanjutnya Rio langsung tertawa. Sebab kamu benar, kalian sudah memiliki apa yang selama ini dicari oleh orang-orang yang berstatus sebagai kekasih itu.

Orang untuk diajak jalan-jalan, orang yang selalu ada untukmu, orang yang selalu mendukungmu, orang yang selalu mendengarkan keluh kesalmu, orang yang selalu meingatkanmu untuk makan dan istirahat. Bahkan apa yang kamu dan Rio miliki jauh lebih indah dan baik dibandingkan hubungan dengan status itu, kalian tahu kalau status hanya akan mempersulit keadaaan.

Awalnya kamu berpikir apakah ini artinya kamu dan Rio adalah teman tapi mesra? Friend-zone, brother/sister-zone? Rio tertawa dan mengatakan kalau kalian tidak perlu pusing-pusing memberikan nama untuk hubungan kalian. Sebab tidak ada yang lebih cocok selain sahabat, dan terkadang partner-in-crime.

Terkadang kamu sering berpikir salah satu penyebab Rio menjadi commitment-phobe, tapi pria itu selalu meyakinkan dirimu bahwa Dark Ages bukanlah penyebab dia tidak bisa menjalin hubungan serius.

Suara seorang perempuan membuyarkan lamunanmu, kamu juga sudah tidak merasakan tubuh Rio bergetar karena tertawa di belakangmu. Yang kamu rasakan sekarang adalah tubuh Rio yang tiba-tiba tegang dan napasnya yang hangat di tengkukmu.

Kamu ingin memberikan komentar tetapi saat sosok pria yang sempat menangkap perhatianmu tadi tiba-tiba berjalan ke arahmu. Kamu tahu, kalau reaksimu sekarang sama seperti Rio.

Terkadang hubunganmu dengan Rio benar-benar mengerikan karena kalian seperti anak kembar, atau bayangan atau sejenisnya.

Read previous post:  
57
points
(765 words) posted by puTrI_keg3lapaN 5 years 36 weeks ago
63.3333
Tags: Cerita | Cerita Pendek | cinta | 2nd POV | tanpa dialog
Read next post:  
Writer benmi
benmi at Something Old, Something Awesome (5 years 28 weeks ago)
70

Ada sedikit yang aneh.. bukannya ini ulang tahun adiknya gebetan si rio. Tapi yang diundang malah tmn2 gebetannya. Kesannya aneh aja. Banyak orang dewasa yang cuma sebatas tmn menghadiri pesta anak kecil. Wajar kalo satu dua org dewasa yang akrab. Tapi setelah dibaca lebih berkesan spt pesta org dewasa smua. Hahahhah....

Long short story, keluarga Kalisa yang punya perusahaan tempat dy kerja, kakakny adalah bosny yang sekarang. Jadi mau gak mau karyawanny banyak yang ikut ke pesta ultah itu *penyalah gunaan kekuasaan*

Plus mereka mau ngincer Kalisa, hahaha

Writer benmi
benmi at Something Old, Something Awesome (5 years 28 weeks ago)

Wkwkwkkw... aku suka yg nyalahgunakan jabatan...

100

Seperti sebelumnya, full point aja deh. Suka sama gaya penceritaannya, ngalir, enak dibaca.
Selebihnya, saya suka semuanya dari cerpen ini. Bagi saya ini sudah pas. Hehe, untuk Kakak, terus semangat menulis ya :D Salam kenal dari saya.

Writer kemalbarca
kemalbarca at Something Old, Something Awesome (5 years 32 weeks ago)
80

wah, cerita ini unik
aku belum baca cerita sebelumnya sih, tapi aku tetap suka alur penceritannya
keren lah :D

Ayo baca yang sebelumny biar lebih mudeng, hehehe

Makasih. Aku agak kurang pede nulis pake PoV selain orang ketiga

Writer xenosapien
xenosapien at Something Old, Something Awesome (5 years 34 weeks ago)
70

Aku koq jadi curiga sama dua orang ini, yak. Ada yang aneh dari gelagat mereka. Tapi belum tahu pasti apa itu. ^^7

Dua orang yang mana om? Si kamu sama rio atau gebetan baru dan cowok yang diliatin kamu?

Writer xenosapien
xenosapien at Something Old, Something Awesome (5 years 34 weeks ago)

Subjek pov (kamu) sama Rio. Hehehe... Aku tunggu lanjutannya aja deh. XD

Writer Gechil
Gechil at Something Old, Something Awesome (5 years 35 weeks ago)
90

keren nih sudut pandangnya unik, plantonik itu apa sih? hehe mampir balik yaa

Makasih :). Kalau mengutip penjelasan dari wikipedia itu "Cinta platonik adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menyebut sebuah relasi yang sangat afektif, tetapi di mana unsur-unsur rasa ketertarikan secara seksual tidak terdapat, terutama apabila hal ini justru malahan diperkirakan ada."

long short story, si kamu dan Rio tidak memiliki rasa ketertarikan seksual. Tapi bukan karena mereka engga tertarik sama lawan jenis, tapi karena memang hubungan mereka sudah sedekat itu sampai-sampai ketertarikan seksual tidak ada di antara mereka

Dan hubungan platonik ini saia alami sendiri ke temen-temen kuliah seangkatan saia

Writer 2rfp
2rfp at Something Old, Something Awesome (5 years 35 weeks ago)
50

oke, pertanyaan
1. disini "Sekelompok rekan kerja Rio melihat itu dan mereka serempak langsung ber’awwww’ bahkan ada yang terang-terangan bertanya apakah aku dan Rio pacaran" kenapa ada kata aku? hehehe
2. disini " Tapi partner, sahabat, pacar, kekasih, tunangan, suami, belahan jiwa." loh suami? ini ngomongin Rio atau "kamu" jadi bingung.
overall saya suka meskipun merasa masih ada yang kurang "nendang" (jangan tendang saya ya) hehehe :D

1. Ups, sori, tadiny saia pengen gonta-ganti PoV, makany chap 2 ini awalny pengen pake PoV 1st, tapi kemudian saia pikir bakalan ribet, engga jadi deh. Makasih udah dikoreksi

2.Ini ngomongin Rio, si 'kamu' itu cewek. Di part/chapter selanjutny akan saia sebutkan nama si 'kamu'

Wah, masih kurang nendang? Saia harus nendang apa lagi nih, hehehe?