Puntung Rokok Paling Berarti

 

 

Sebenarnya siapa sih kamu?. Duduk di tepi trotoar yang kumuh sendirian sambil menghisap rokok sepanjang hari. Rambutmu gimbal. Perutmu buncit seperti paman semar. Baju militer dan celana parasut milikmu sepertinya tak pernah dicuci. Lihat disekelilingmu, disana selalu ada beberapa kantung sampah. Bahkan sampah sampah tersebut sepertinya tak pernah kau hiraukan. Tiap detik orang lalu lalang ataupun berbagai macam kendaraan yang muncul di kedua matamu kau anggap seperti angin. Selalu melamun. Tak ada semangat untuk hidup. Sepertinya juga tak mempunyai teman. Mungkin hanya asap rokok. Asap rokok jadi teman paling setia yang  ia punya. Dilihat dari sekujur tubuhnya. Bagian-bagian kulitnya sudah mengelupas. Sepertinya bekas terbakar. Atau jangan jangan ia tak pernah mandi selama beberapa hari.  

Aku adalah seorang yang penuh dengan tanya. Lalu kau yang pertama aku tanyakan. Beberapa kali aku jadi Paparazzi setiamu. Kemanapun atau gerakan apapun yang kamu perbuat akan direkam oleh kameraku. Entah apa yang membawaku untuk jadi penerormu seperti ini. Tapi rasanya kamu adalah seseorang yang harus kuketahui asal usulnya. Kehidupanmu sepertinya penuh misteri. Aku selalu suka dengan misteri. Dan kamu adalah tokoh yang aku idamkan saat ini.

Seperti sekarang. Ini hari ke 3 aku bertemu denganmu. 3 hari juga pada jam dan waktu yang sama kamu berada di tempat yang sama dan berbuat hal yang sama. Pikirku,kamu seperti orang gila. Atau aku yang sudah gila?.

Sudah 3 kali aku mengemut peppermint. Masih fokus melihat. Tepat beberapa meter didepannya. Di seberang trotoar. Jalanan ramai sesekali mengganggu. Kerap aku gemas sendiri. Objek cameraku selalu terganggu. Lama kelamaan tak fokus juga. Tak sabar aku sebenarnya ingin menghampirinya. Mendengar sedikit alasan mengapa ia seperti ini.

Sepertinya aku lupa untuk minum kopi pagi tadi. Aku mengantuk. Beranjak pergi sebentar sepertinya tak apa. Objek didepanku mungkin tak akan pergi dalam beberapa menit. Aku ingin menyeruput segelas kopi.

Dipertengahan jalan. Aku seperti mendengar bunyi klakson yang memekakkan telinga. Dilanjutkan dengan suara hantaman. Berbalik arah. Kulihat jalanan ramai. Melihat objek didepanku tak ada. Aku malah gusar. “jangan-jangan”.

Ternyata benar. Seseorang yang selama ini jadi objek dan paparazziku tergeletak di jalan. Semua badannya bersimbah darah. Hanya kulihat batang rokoknya masih menyala. Ia bunuh diri?.

Mobil pickup warna putih sepertinya adalah pelaku utama kejadian ini. Aku sempat memotret nomor polisinya, sebelum mobil itu dihentikan paksa oleh warga sekitar. Beberapa anak remaja sepertinya gemas dengan kelakuan pemilik mobil itu. Sang pengendara dipaksa turun dari mobilnya lalu dihajar habis habisan oleh warga. Sedang warga yang lain segera menolong objekku.

Tak lama ambulance datang. Aku masih sibuk memotret objekku. Untung saja aku punya ide lain. Layaknya seorang detektif. Aku ingin menemukan objek lain di dalam pakaiannya. Terutama di kantung celana. Benar saja, Ada secarik kertas.

“Ini jalan kenangan kita sayang. Jalan dimana kamu mati. Dan aku juga ingin menyusulmu pergi.”

Ternyata ini. Sesalku menjadi. Tapi kisahnya terlalu mudah ditebak. Seseorang yang mati bunuh diri karena ditinggal kekasihnya. Harian koran ternama dengan senangnya mengobral cerita sendu begini. Ngejual. Banyak peminatnya.

Tanpa rasa kesal. Aku lanjutkan mencari kedai kopi. Mencari objek lain. Atau setidaknya ada hal baru yang ingin kupelajari. Tapi sebelumnya aku ingin mengambil foto yang cantik ini sebelum ambulance membawanya pergi. Mayat lelaki malang. Seorang yang membeli cinta dengan nyawa.

Kulihat disekitar lokasi. Masih ada sepuntung rokok yang menyala. Tetapi mengapa rokok ini masih menyala. Aku sangat penasaran. Pasti ada sesuatu yang mengganjal di puntung rokok tersebut. Rokok ini sepertinya tak bisa dipadamkan. Berkali kali aku injak dan kusiram air tetap saja tak bisa padam. Ada petujuk lainkah?.Merasa aneh kubuka bungkusan batang rokok tersebut. Ternyata ada sebuah lempengan yang memenuhi sisi rokok. Sehingga api rokok tak bisa dipadamkan.Banyak hal yang tak bisa kujelaskan mengapa ada rokok yang seperti ini. Merk rokok inipun sudah biasa kukenal. Ini kebetulan atau memang disengaja.

Mengapa ini jadi menarik?.

Mengapa hari ini jadi semakin panjang. Kuurungkan niatku lagi mencari kedai kopi. Yang ini lebih dari sekedar kopi panas. Lebih dari Surat kabar yang mengisahkan berita politik. Atau parade gosip yang tak masuk akal.

Sepertinya aku jadi seorang detektif dadakan. Kata kata “janggal” memenuhi setiap ruas di otakku. Ingin mencari sesuatu yang tak mungkin aku cerna.   

Lanjutkan lagi. Aku cari tempat yang super aman. Kalau bisa tak ada seorangpun yang tahu hal ini. Kubawa dengan tergesa puntung rokok tersebut. Seolah mayat yang sudah dibawa ambulance barusan ataupun objek yang kucerna 3 hari ini jadi berita yang basi. Kali ini ada objek yang lebih panas.

 

Aku berusaha membuka lempengan tersebut. Lempengannnya sangat keras,padahal ukurannya hanya beberap inci. 10 menit kemudian usahaku berhasil. Tembakau bertebaran dimana- mana. Tetapi ada 1 benda yang membuatku takjub. Aku menemukan secarik kertas kecil.

 

B 1782 FC

 

Sebuah nomor. Nomor polisi sebuah kendaraan sepertinya.

 

“Tak Mungkin”

 

“Ini?”

 

Kusambar cameraku dan mencocokkan nomor ini dengan sebuah kendaraan yang kukenal. Hidup ini mengapa saling berkaitan. Aku benci ini. Tapi sekaligus aku mencintai ini. Benci karena aku merasa dikerjai. Mencintai ini karena ada hal baru yang aku bisa temukan.

 

Aku berlari sekuat tenaga ketempat kejadian tadi. Setengah mati aku kaget bukan main. 12 koper diamankan oleh pihak polisi. Untung ada 1 polisi yang gegabah saat membawa koper sehingga saat terjatuh aku bisa melihat uang Ratusan ribu dengan kelipatan yang tak bisa kuhitung.

 

GILA...

 

Tak sadar aku sudah beberapa kali menyeka dahiku. Takjub bukan main.  Mungkin malam ini aku tak bisa tidur karena peristiwa ini membuatku gila.

 

Aku tertunduk lesu sekaligus marah pada diriku sendiri. Marah karena aku tak mampu mengeluarkan sesuatu atau apapun itu. Aku kehabisan kata.

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Puntung Rokok Paling Berarti (4 years 8 weeks ago)
80

bagus

Writer ivinava
ivinava at Puntung Rokok Paling Berarti (7 years 11 weeks ago)

Makasih... bagus critanya... iseng baca 1 paragraf, eh penesaran jadi keterusan sampai akhir.... Nantab!!!

_________________________
sarang semut asli | Online Bisnis

Writer vinegar
vinegar at Puntung Rokok Paling Berarti (7 years 28 weeks ago)
80

Narasinya apik, kalimat-kalimat pendek memang pas buat thriller. Ceritanya juga asik, kejutan- kejutan kecilnya berasa pas dan gak lebai. Cuma kok masih kerasa kurang gitu, pembaca gak dikasih kesempatan untuk nebak siapa si aku, si gembel dan hubungan keduanya. Gelandangan yg disebut objek itu informan ato cenayang gak ada clue sama sekali. Ato sebenernya saya aja yang kurang cerdas :p, maklum nyubi.

Writer duvernoy
duvernoy at Puntung Rokok Paling Berarti (7 years 29 weeks ago)
30

Cukup menikmati ending ceritanya... ^^

Writer AsRJr11
AsRJr11 at Puntung Rokok Paling Berarti (7 years 29 weeks ago)
40

cekep

Writer iman
iman at Puntung Rokok Paling Berarti (7 years 29 weeks ago)

trims kak

Writer 2rfp
2rfp at Puntung Rokok Paling Berarti (7 years 29 weeks ago)
60

kata setelah koma harus diberi spasi, kata yang diakhiri tanda tanya tidak perlu diberi titik lagi, bahasa asing seperti ambulance lbh baik d indonesiakan saja.

Writer akubram
akubram at Puntung Rokok Paling Berarti (7 years 29 weeks ago)
100

memikat. baru baca satu paragraf langsung ngga bisa berhenti.