Kegelapan Total

 Aku berada diruang gelap sendirian, aku berusaha mengingat kejadian kebelakang, kejadian yang membawaku sampai ketempat seperti ini, akan tetapi sekeras apapun aku berusaha tidak ada satu pun memori yang sesuai di otakku untuk kejadian yang menimpa ku saat ini. Sebagian ingatanku sudah hilang bahkan aku meragukan kesadaran diriku sendiri. Yang aku ingat hanyalah keberadaanku, bahwa aku ini adalah mahkluk hidup yang disebut manusia, aku juga ingat bagaimana rasanya sakit, bagaimana rasanya takut dan emosi-emosi lainnya yang biasa dimiliki oleh manusia, sekilas aku melihat gambaran suatu daerah di pikiranku, gambaran-gambaran tersebut seperti sudah tidak asing lagi bagiku, disitukah aku berasal ?, lalu dimanakah keberadaanku saat ini ?. ya !!, aku ingat setiap manusia akan mengalami suatu proses yang disebut kematian, dan pertanyaannya apakah aku mengalami proses tersebut ?, dan tempat aku berada saat ini adalah alam kematian ?, segenap jiwaku berusaha meyakininya dan mencoba pasrah dengan nasib yang menimpaku saat ini, tapi pikiranku selalu memberontak dan menolak segala keyakinan tersebut.

Disini sangat gelap sekali, sejauh mata memandang yang kulihat hanya kegelapan, aku mencoba berlari sekuat tenagaku namun aku tidak pernah menemukan ujung dari tempat ini, yang kutemukan hanyalah kegelapan dan aku juga meraba-raba dengan kedua tanganku, berharap menemukan sesuatu, apapun itu!, tapi tidak ada satupun benda berwujud disekitar sini, satu-satunya wujud hanyalah diriku sendiri, selain itu ditempat ini hanya ada kehampaan, kecemasan mulai menguasaiku, aku meracau sejadi-jadinya dan akhirnya aku meringkuk tidak berdaya sambil menenggelamkan kepalaku diantara celah pahaku, dan berharap semua ini tidak nyata, ya !!, aku baru ingat manusia juga mengalami proses alam bawah sadar yang disebut mimpi, mungkinkah aku mengalaminya ? dan pikiranku pun menerima kemungkinan tersebut. Jika memang semua ini hanya mimpi, aku harus bangun dan tersadar.

Aku melakukan berbagai macam cara yang aku ingat, supaya aku terbangun dan tersadar dari tempat gila ini, dan aku memulainya dengan cara yang paling sederhana, aku mencubit pipiku dengan sangat keras akan tetapi setelah melakukan beberapa kali percobaan, aku masih tidak beranjak dari tempat ini. Aku melanjutkan dengan cara yang lain, aku gigit lenganku sekuat tenagaku namun hasilnya masih tetap sama, mungkin aku terlelap terlalu dalam dan perlu cara yang tidak biasa untuk membangunkanku, kemudian aku melanjutkan dan melakukan cara yang terakhir dan aku sangat berharap pada cara ini, aku pegang leherku dengan kedua lenganku, lalu aku cekik keras-keras sampai tidak ada lagi udara yang bisa kuhirup, setelah melakukan hal tersebut sekian lama, aku hanya merasakan sensasi sakitnya saja dan aku masih belum beranjak dari tempat terkutuk ini, sebenarnya tempat apa ini ?!!, dan dimanakah sebenarnya aku berada ?, mungkinkah aku memang sudah mati seperti keyakinanku sebelumnya, jika memang begitu adanya aku hanya bisa pasrah dan menerima hukumanku.

Banyak sekali hal janggal terjadi di tempat ini, diantaranya ditempat ini tidak ada cahaya sedikitpun, dan yang kedua aku sangat yakin sekali, aku menggigit lenganku sangat kuat tapi tidak ada bekas luka gigitan sedikitpun di lenganku, aku hanya bisa merasakan sensasi sakitnya saja, tubuhku seolah-olah terbebas dari segala bentuk kerusakan, dan yang terakhir tempat ini tidak berujung, dimanapun aku pergi akhirnya selalu sama, yaitu kegelapan, dari serangkaian fakta yang bisa kutemukan akhirnya aku bisa menarik kesimpulan yang paling logis, kalau aku memang sudah mati dan berada di alam orang mati. Dan sekali lagi pikiranku menolak kebenaran yang aku temukan, aku perlu bukti lebih dan menemukan kebenaran yang bisa diterima pikiranku.

Entah sudah berapa lama aku berada ditempat ini, aku sudah mulai terbiasa dengan kegelapan total yang menyelimutiku, satu-satunya musuhku ditempat ini hanyalah kebosanan, dan hiburanku hanya pikiranku sendiri, aku sering berdialog dengan pikiranku untuk sekedar membunuh waktu. Aku semakin mengenal diriku sendiri dan memahami batasan-batasan yang aku punya, mana batasan yang bisa aku lampaui dan mana batasan yang tidak bisa aku lampaui, aku bisa melihatnya dengan sangat jelas, aku hanya wadah terbatas diantara kemungkinan yang tidak terbatas, aku tidak akan sanggup mengisinya dengan semua kemungkinan yang ada di semesta ini, karena aku hanyalah wadah yang terbatas isinya. Diriku sebagai perwujudan dari kehidupan tidak berarti apapun ditempat ini, aku hanya wujud asing yang kebetulan ada ditempat gelap ini, hukum yang dulu melekat pada diriku kini tidak berarti apapun, di kegelapan dan di kesunyian ini, semua hukum bernilai sama yaitu kosong. Dan muncul pertanyaan besar dipikiranku, PENTINGKAH AKU ?.

Cahaya yang sangat terang tiba-tiba muncul dari segala penjuru dan menghapus segala kegelapan yang ada disekitarku, kemudian aku terbangun disuatu ruangan berwarna putih, aku tertidur diatas kasur dengan benda yang sangat aneh menempel di kepalaku dan kabel-kabel beraneka warna dan bentuk, melilit disekitar tubuhku, aku merasa sangat lelah sekali, seluruh anggota tubuhku susah untuk digerakan dan kepalaku terasa sangat pusing, dunia disekitarku seperti berputar-putar dan aku menutup mataku untuk sekedar meredakan rasa pusing yang menderaku. Sesaat kemudian muncul pria asing, dia memakai seragam berwarna coklat muda, dan didadanya ada logo seperti angsa dan dibawah logo tersebut ada tulisan “HOPE”,  dia melepaskan alat aneh yang menempel dikepalaku dan mencabut kabel yang melilit disekitarku dia kemudian menawarkan bahunya, aku pun bersandar pada bahunya dan dia membawaku ke sebuah ruangan berwarna abu-abu dan ditempat tersebut hanya ada sebuah meja kecil dengan dua buah kursi yang saling berhadapan, dan dengan ramah dia menyuruhku duduk disalah satu kursi tersebut, setelah aku duduk dia pun pamit. Dari balik pintu kudengar suara langkah kaki yang semakin mendekat, kemudian diikuti dengan kedatangan wanita muda berambut pirang dan bermata biru jernih dari balik pintu, seragam yang ia pakai seperti pria yang membawaku ke tempat ini tadi. Ditangannya kulihat tiga buah amplop berwarna putih dan disampul amplop tersebut ada nomor berurutan pada masing-masing amplop  yaitu 1, 2 dan 3. Dia duduk dikursi dihadapanku dan tersenyum ramah kepadaku.

“ perkenalkan nama saya Elizabeth Dunes, panggil saja Liz “ ujarnya, tapi ada yang aneh dengan nada bicaranya seolah-olah ada kesedihan yang begitu dalam dihatinya “ anda pasti merasa kebingungan dengan apa yang menimpa anda sekarang, iya kan?. Untuk itulah saya berada disini untuk anda, inilah semua jawaban dari semua pertanyaan anda ” dia menyerahkan ketiga amplop tersebut kepadaku “ dan yang terakhir, bacalah secara berurutan isi amplop tersebut “ lanjutnya, kemudian dia kembali tersenyum untuk yang terakhir kalinya kepadaku sebelum dia berlalu.

 

Aku membuka amplop bernomor 1 (satu) untuk aku baca, dan isinya kira-kira seperti ini :

 

23 November 2114

Untuk Diriku

Di Masa Depan                                                                                  

Halo diriku di masa depan, bagaimana keadaan mu disana ?, aku harap kamu baik-baik saja. DR. Randall menyuruhku memberitahumu segala yang aku tahu kepadamu, bukankah itu sangat aneh, aku pun berpikir demikian, tapi beliau bilang kemungkinan besar diriku dimasa depan telah kehilangan sebagian bahkan seluruh ingatannya, untuk itu aku akan menuliskan semua yang aku tahu yang berkaitan dengan pilihanku saat ini kepadamu, baiklah aku akan memulainya dengan menceritakan sebuah kejadian yang merubah pandangan seluruh umat manusia terhadap dunia yang kita tinggali ini. Tepat pada tanggal 03 Maret 2099 satelit milik NASA menangkap objek seperti lubang hitam yang besarnya tidak terhingga, dan posisi objek tersebut terletak pada galaksi Andromeda dan setelah dilakukan penelitian secara mendalam, pihak dari NASA menemukan fakta yang mengejutkan, objek tersebut terus membesar dan mengisap benda dan materi yang berada disekitarnya dengan kecepatan yang sangat luar biasa, dan pada saat aku menulis catatan ini untukmu, 80 % keberadaan benda dan materi di galaksi Andromeda sudah musnah. Dan coba tebak mengarah kemana objek tersebut?, tepat sekali !!, objek tersebut mengarah ke galaksi tempat kita tinggal yaitu galaksi bima sakti. Dan ketika hari itu datang semua materi dan benda di galaksi bima sakti akan musnah dan hanya akan menyisakan kehampaan, dan hari itu akan dikenal sebagai kegelapan total, pada saat aku menulis ini, manusia masih mempunyai waktu sekitar 30 tahun lagi sebelum menghadapi kegelapan total dan musnahnya segala bentuk kehidupan. Kemudian pada tanggal 07 Agustus 2100 para pemimpin dunia sepakat bekerjasama dan membentuk sebuah lembaga untuk mencari solusi terbaik untuk menyelamatkan umat manusia, lembaga tersebut dinamakan “HOPE” yang berarti harapan.

Untuk saat ini, hanya sebatas itu saja yang bisa kuberitahukan kepadamu. Aku pasti akan menuliskan lebih banyak lagi untukmu.

  

William Junior Dunes

 

 

Aku hanya bisa terdiam setelah membaca isi surat tersebut, kemudian aku melanjutkan membuka amplop bernomor 2 (dua) dan membaca isinya.

04 Desember 2114

Untuk Diriku

Di Masa Depan

Selamat malam diriku dimasa depan, apakah kamu percaya, kesadaran manusia bisa dipindahkan ke sebuah dunia baru. Dunia yang benar-benar berbeda dari dunia kita sekarang dan dikenal sebagai dunia non materi, dan terus berada disana walaupun tubuh fisik kita sudah musnah ?. jika kamu menganggap hal tersebut adalah hal mustahil, pada awalnya aku pun berpikir demikian, namun hal tersebut sangat mungkin untuk dilakukan, konsep tersebut pertama kali dikemukakan oleh DR Randall Young dan kemudian diputuskan menjadi solusi yang paling memungkinkan untuk menyelamatkan umat manusia dari kemusnahan. Konsep tersebut kalau disederhanakan seperti mengumpulkan semua orang dalam satu mimpi dan satu kesadaran didalam dunia non materi dengan aturan-aturan atau hukum yang berlaku didunia materi atau fisik, contohnya konsep melihat, konsep mendengar, konsep merasakan, konsep dari cahaya, konsep dari kegelapan, konsep sakit, konsep kematian dan lain sebagainya. Maka pada tanggal 09 Februari  2107 dilakukan percobaan untuk yang pertama kalinya, dengan jumlah relawan 10 orang, namun hasil dari percobaan pertama tersebut sangat mengecewakan dan kesepuluh orang relawan berakhir dengan tragis. Ada pelajaran berharga yang bisa didapat dari percobaan pertama yaitu dalam dunia non materi belum terdapat hukum atau aturan-aturan didunia materi, didunia tersebut hanya ada kehampaan dan kesunyian. Aturan-aturan atau hukum dunia materi perlu dibentuk dulu oleh kesadaran dari seseorang, setelah hukum tersebut terbentuk di kesadaran seseorang baru kemudian diterapkan ke dunia non materi dan menjadi hukum atau aturan didalam dunia non materi. Sejak saat itu, banyak sekali yang menjadi relawan dan menggunakan kesadarannya untuk membangun hukum atau aturan untuk dunia baru umat manusia dan mereka akan dikenal sebagai “Pembangun”. Namun ada harga yang sangat mahal harus dibayar oleh para pembangun, setiap melakukan proses tersebut, mereka akan kehilangan ingatannya secara drastis.

Terima Kasih.

William Junior Dunes

 

Tanpa berpikir lagi aku langsung membuka amplop yang terakhir.

12 Juni 2116

Untuk Diriku

Di Masa Depan

Sebelumnya aku minta maaf padamu diriku di masa depan untuk pilihanku saat ini. Entah sudah berapa banyak ingatan yang sudah terhapus dipikiranku, kondisiku sekarang seperti mayat hidup yang tidak mengenal dirinya sendiri. Aku hanya melakukan peranku sebagai pembangun demi bentuk kehidupan baru yang akan lahir nanti di dunia yang baru dan demi hal tersebut ada harga yang harus dibayar dengan sangat mahal dan kamulah yang harus membayarnya untuk pilihanku saat ini. Jika kamu saat ini sedang membaca catatan ku ini berarti kamu sedang mengalami proses yang disebut perulangan kesadaran, proses tersebut adalah efek yang diterima oleh pemilik kesadaran ketika hukum baru yang dibuat menggunakan kesadaran miliknya diterapkan didunia baru. kamu akan terus mengulang kejadian ketika hukum baru yang kubuat diterapkan didunia baru. jelasnya kamu akan terus membaca catatan ku ini berjuta-juta kali dan terus mengulangnya sampai dengan waktu yang tidak terbatas. Dan seperti itulah hidup yang harus dijalani oleh pembangun.

Terima Kasih Diriku…..

 

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Nine
Nine at Kegelapan Total (6 years 26 weeks ago)
80

Saya ngerti sih plotny, tpi ending yg mengantung itu gimna yh? Saya ngak ngerti, contohny si tokoh utama jadi "pembangun" hukum2 materi di dunia non materi, tpi pas di awal cerita si T.U cm lari2, nyubit pipi, trus panik, trus merenung di dunia non materi. Pas ngebaca crita ini sy jdi keingat film "Inception".... tpi keseluruhan saya suka ceritanya dri awal smpe akhir... qip nulis !!

Writer Shinichi
Shinichi at Kegelapan Total (6 years 27 weeks ago)
20

masih acak-acakan. btw, ketika membaca tulisan misalnya dari buku cerita, coba perhatikan penulisan tanda bacanya juga. kapan digunakan tanda titik, koma, dll. ya, memang harus diteliti kayak meneliti apa gitu. secara, biasanya cerita yg dibuku, udah lolos editing oleh editornya. kip nulis.

Writer kemalbarca
kemalbarca at Kegelapan Total (6 years 28 weeks ago)
70

sebenarnya cerita ini bagus, aku suka!
tapi betul yang dibilang 2rfp, deskripsi di awal2 yang penuh kesalahan itu bisa bikin orang males baca
padahal kalau dibaca terus, cerita ini keren dengan ending yang menjelaskan semua dengan baik
keren pokonya
kip nulis ya :D

Writer 2rfp
2rfp at Kegelapan Total (6 years 28 weeks ago)
20

kata sebelum tanda tanya dan tanda seru tidak perlu d beri spasi, dan kata setelah tanda2 itu tdk perlu d beri tanda koma atau titik lagi. narasi pada pembukaan pun tidak menarik menurut saya terlalu bertele-tele sepertinya. ini penting dan menentukan apakah pembaca akan baca sampai akhir atau tidak

Writer vezlla_zlla
vezlla_zlla at Kegelapan Total (6 years 28 weeks ago)
20

:O