Something Funny, Something Calm

Rangga.

Akhirnya kamu mendapatkan nama pria yang sedari tadi menjadi pusat perhatianmu semenjak kamu tiba di pesta ini.

Tanpa perlu melihat kamu tahu kalau Rio sekarang sedang tersenyum, dan pasti sedang tertawa dalam hati. Nama Rangga bagi kamu dan Rio memiliki tempat tersendiri, semua karena film ‘AdaApa Dengan Cinta’. Kamu memiliki impian untuk bisa memiliki kisah cinta seperti Cinta atau setidaknya kamu memiliki kenalan bernama Rangga sehingga kamu bisa memaksa kenalanmu itu untuk pergi ke perpustakaan bersamamu atau meminta dia untuk membacakan puisi ‘Aku’ kepadamu.

Sedetik kemudian Rio tertawa kencang, wajahmu memerah karena tentu saja Rio akan tertawa. Kesal, kamu menyikut perut Rio. Tetapi hal itu malah membuat Rio semakin bahagia. Terkadang kamu berpikir kalau Rio itu masokis, karena dia selalu senang setiap kali mau memarahi atau memukulinya.

Rangga mengerutkan kening.

Belum sempat kamu menjelaskan, Rio sudah mengatakan bahwa Rangga harus berhati-hati denganmu dan buku puisi ‘Aku’. Kening Rangga semakin berkerut, wajahnya tambah bingung. Sementara gebetan baru Rio nampaknya sudah paham dengan penyebab Rio tertawa, sebab dia mengatakan ‘Ada Apa Dengan Cinta’? dan Rio mengangguk.

Sayangnya Rangga tidak paham.

Mau tidak mau kamu tertawa, bagaimana mungkin ada orang yang tidak tahu film’Ada Apa Dengan Cinta’? Itu seperti sebuah kejahatan yang tidak terampuni bagimu.

Gebetan baru Rio–kalau tidak salah namanya Kalisa. Ya, Kalisa Rosanari–menjelaskan kepada Rangga mengenai film ‘Ada Apa Dengan Cinta’ bahwa nama tokoh utama pria dalam film itu adalah Rangga dan dia memiliki buku puisi ‘Aku’, baru Rangga mengangguk paham. Kemudian dia mengatakan kalau pada tahun film itu keluar, dia tidak tinggal di Indonesia. Kamu memaafkan Rangga karena dia tidak tahu mengenai film itu.

Rangga memperkenalkan diri sekali lagi, kali ini sambil mengulurkan tangan dan mengatakan kalau dia tidak suka puisi tapi akan mencoba untuk membaca puisi ‘Aku’.

Kamu merasakan tangan hangatnya menjabat tangan kananmu, sementara tangan kirimu, tangan utamamu, masih mencengkram lengan Rio dengan erat.

Saat masih SD dulu, ada anak baru yang membentakmu karena menurutnya mengulurkan tangan kiri untuk menjabat tangan orang lain itu tidak sopan. Kamu sempat bingung, tetapi akhirnya mengulurkan tangan kananmu. Hingga sekarang kamu melakukan itu, walau kamu tidak paham kenapa jika kamu mengulurkan tangan kiri untuk berjabat tangan dianggap tidak sopan.

Langit.

Langit Pramodawardhani, kamu memperkenalkan diri kepada Rangga.

Rio sudah tidak berada di belakangmu, dia sudah berdiri di belakang Rangga, tepatnya di sebelah Kalisa. Rio memandangmu dengan tatapan bangga. Waktu kecil dulu kamu selalu kesulitan untuk menyebutkan nama lengkapmu, tetapi sekarang kamu sudah mahir melakukannya. Dan kamu selalu menyebutkan nama lengkapmu dengan bangga.

Rangga tersenyum dan bertanya apakah dia harus memberikan nama lengkapnya. Kamu mengatakan tidak perlu disaat Rio mengatakan iya. Tiga pasang mata tertuju kepada Rio, sementara yang menjadi pusat perhatian mengangkat bahu sambil menyebutkan nama lengkapnya.

Riota Nakajima.

Kamu tersentak saat dengan mudahnya Rio menyebut nama lengkapnya. Kamu tahu Rio membenci darah Jepang yang mengalir dalam tubuhnya, bekas luka di pergelangan tangannya adalah bukti sebenci apa Rio kepada darah dari pihak ayahnya. Begitu kamu mendengar Rio menyebutkan nama lengkapnya yang selama ini sangat ia benci, membuatmu bangga kepada sahabatmu itu. Kamu melempar senyum untuk mengatakan betapa bangganya kamu ke arah Rio, dan sahabatmu itu mengedipkan mata.

Rangga akhirnya ikut menyebut nama lengkapnya. Rangga Kusumadiningrat.

Kalian berempat kembali mengobrol. Rio menceritakan kalau kalian berdua sudah seperti anak kembar siam, selalu bersama ke mana pun kalian pergi. Rangga sempat bercanda dengan bertanya apakah Rio juga ikut masuk ke kamar mandi perempuan atau sebaliknya.

Wajah Rio sempat memerah, kamu terkekeh geli dan menyelamatkan Rio dengan menggeleng. Tapi kemudian kamu tertawa karena teringat dengan kejadian yang cukup memalukan untuk Rio.

Rio nampaknya menyadari arah pikiranmu, dia mewanti-wanti dirimu dengan matanya yang seolah-olah bisa berkata ‘Awas-Kalau-Kamu-Bilang-Soal-Kejadian-Itu’ dan kamu tambah tertawa kencang.

Kalian berempat berdiri membentuk lingkaran. Rio berada di sebelah kirimu, Rangga berada di antara Rio dan Kalisa.

Sesekali Rio melirikmu, kamu tahu kalau dia berusaha menahan senyum. Ada puluhan penjelasan dalam benakmu mengenai sikap Rio ini, mungkin nanti setelah pulang dari sini kamu akan bertanya kepada Rio.

Telepon seluler Rangga berdering, dia meminta maaf kepada kalian sebelum menjawab telepon tersebut dan menjauh dari kalian.

Rio sudah pergi sebelum Rangga selesai pamit, salah satu rekan kerja Rio memanggilnya untuk mengajak Rio bermain video game. Kamu melemparkan pandangan peringatan kepada Rio,pria itu tersenyum dan mengatakan kalau dia tidak akan main lama-lama.

Itu artinya sekarang hanya tinggal kamu dan Kalisa.

Supaya kalian tidak hanya berdiri kikuk di tengah pestanya, kamu memulai percakapan dengannya.

Kamu mencoba mengenal gebetan Rio yang baru. Keponakan Kalisa berusia lima tahun, rencananya tahun ini dia akan masuk ke taman kanak-kanak. Kamu juga mengetahui kalau Kalisa bekerja di sebuah perusahaan pakaian yang kantornya berada di gedung yang sama dengan kantor Rio.

Dia bertemu dengan Rio sekitar lima bulan yang lalu. Awalnya mereka hanya saling sapa, tapi lama-lama mereka semakin dekat.

Kamu menyembunyikan senyum dibalik gelas. Kamu ingat masa-masa itu, setiap kali Rio pulang pasti dia selalu membicarakan Kalisa. Waktu Rio belum tahu siapa nama Kalisa, dia selalu membuat nama panggilan untuk Kalisa. Kamu penasaran apakah Rio telah menceritakan hal itu kepada Kalisa atau belum.

Seorang perempuan muncul dari belakang Kalisa, ia merangkul Kalisa. Ternyata perempuan itu adalah kakak Kalisa, kamu lupa siapa namanya. Dengan buru-buru Kalisa mengatakan kalau dia harus pergi sebab keponakannya membutuhkan dirinya. Kamu mempersilahkan Kalisa dengan anggukan kepala.

Setelah Kalisa dan kakaknya pergi, kamu berusaha menemukan Rio. Ternyata dia sedang bermain basket, beberapa remaja mengeluh sebab Rio dan beberapa teman kantornya mengganggu permainan mereka.

Rangga memuji permainan Rio.

Kamu nyaris berteriak kaget dan menjatuhkan gelas yang kamu pegang. Rangga nampaknya menyadari efek kemunculannya yang tiba-tiba, dia meminta maaf. Kamu tersenyum dan mengatakan suatu hari nanti kamu akan balas mengagetkan Rangga.

Pria itu tersenyum. Mungkin ini karena faktor cahaya, wajah Rangga terlihat lebih cerah dari sebelumnya.

Dia bertanya kapan ‘suatu hari’ itu akan datang. Dalam hati kamu juga ikut bertanya, kapan ‘suatu hari’ itu akan datang. Apakah kamu bisa berjumpa dengan Rangga diluar pesta ini? Apakah dia akan mengingatmu?

Kamu belum sempat bertanya apa-apa, sebab Rangga sudah bertanya terlebih dahulu. Dia menanyakan nomor teleponmu.

Kamu memberinya dengan senang hati. Senang karena akhirnya kamu bisa berhubungan dengan Rangga setelah kalian kembali ke kehidupan masing-masing.

Read previous post:  
46
points
(1306 words) posted by puTrI_keg3lapaN 5 years 35 weeks ago
65.7143
Tags: Cerita | Cerita Pendek | cinta | 2nd POV | tanpa dialog
Read next post:  
Writer benmi
benmi at Something Funny, Something Calm (5 years 28 weeks ago)
70

Ak juga belum pernah nonton aadc.. wkkwkwkwk... jadi berasa terpinggirkan... *kelammm... hahahhaha... tapi ak suka ama karakter rio.. yang suka disiksa.. s&m... wkwkwkwkkw....

Kenapa banyak yang belum nonton film itu #pokerface? Uhhh, sori, setauny saia kalau S&M cuma berlaku dalam seksual konteks. Dan dalam kasus Rio, dy bukan masokis. Dy masukny self-harm, dan untuk chapter-chapter selanjutny akan saia jelasin kenapa Rio bisa sampai melakukan self-harm

Writer benmi
benmi at Something Funny, Something Calm (5 years 28 weeks ago)

Ga selalu sm itu dlm konteks seksual.. sadism lebih ke pelaku yang tukang nyiksa.. n masokis itu lebi ke org yang senang dipukul..
Kalo kasusnya pernah bunuh diri itu lain.. org yang melukai bisa krn alasan tertekan... seperti dicerita ini... self harm ato self injury
Bukan nyinggung soal mosikis cuma krn si tokoh langitnya berpikir begitu.. jdnya ak teringat aja.. hahahhah...

Oh itu, hahahaha, maaf, waktu saia bales komen kamu saia lagi dengerin OSTny fifty shade of grey, jadiny...

Writer citapraaa
citapraaa at Something Funny, Something Calm (5 years 30 weeks ago)
70

saya juga belum pernah nonton aadc, baru sekilas. takut kata org2 bagus jadinya berharapan tinggi dan kecewa dgn filmnya :P
suka walau ceritanya model yang biasanya saya gak suka. tetap suka walau tidak ada dialog, tapi kadang berasa nonton film tanpa suara. Kesannya jadi kayak lagi mengenang sesuatu. Dan seakan-akan sesuatu yang sedih akan terjadi *sotoy*
namanya keren, Riota Nakajima:3 artinya apa ya?
"Wajah Rio sempat memerah, kamu terkekeh geli dan menyelamatkan Rio dengan menggeleng." oh, masa kirain Rio malah terkekeh dan kamu memerah. Hehe. Cowok bukannya suka ketawa kalo ada hal-hal beginian *sok tau lagi*. Atau karena di sana ada Langit, sahabat baiknya, dia jadi ngerasa malu.
"Dia menanyakan nomor teleponmu. Kamu memberinya dengan senang hati." si Langit ini orang yang terbuka ya. Kayaknya dia belum terlalu ada rasa ke Rangga, karena dia memberikannya dengan senang hati.

saya dukung Langit - Rio. Kalaupun enggak, hiks, jangan sedih-sedih amat.

Film itu untuk ukuran tahun 2000-an emang bagus banget, jadi kalau kamu melihat dengan kaca mata tahun ini sih emang beda jauh banget. Tapi buat orang-orang yang udah nonton film itu waktu erany, pasti bakalan selalu bilang kalau film itu T.O.P

Entah kenapa saia lagi suka dengan cerpen tanpa dialog, hehehe. Untuk arti nama Rio, untuk saat ini belum ada artiny, tapi entah kalau nanti saia nemu arti dari nama Rio, mungkin akan saia tulis

Hahaha, iy juga sih, biasany kan cowok kalau ada yang begituan pasti seneng. Oke deh, nanti saia edit.

Sebetulny Langit udah ada perasaan sama Rangga dari awal, cuma dy emang tipe orang yang supel dan ramah, jadi dy suka main ngasih nomor telepon gitu aja, hahaha

Kalau saia dukung... Kita lihat nanti gimana kelanjutanny :p

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Something Funny, Something Calm (5 years 31 weeks ago)
100

Masih bersambung, hmmm... saya penasaran nih.
Suasananya kerasa banget. Akhirnya, ketahuan juga nama tokoh kamu. Tadi sempat kaget waktu nama lengkap Rio disebutkan, dia keturunan Jepang ya. Hehe :D
Udah lah, semua bagus. Lanjutkan Kak.

Sebetulny untuk nama lengkap si Rio sempat galau juga sih. Tapi kemudian saia pengen bikin plot buat keluarga dan masa laluny Rio, dan entah kenapa Jepang yang terlintas dalam benak saia

Makasih buat point penuhny

Writer A.Arifin
A.Arifin at Something Funny, Something Calm (5 years 31 weeks ago)
50

nice

Makasih :)

Writer vinegar
vinegar at Something Funny, Something Calm (5 years 32 weeks ago)
60

Putri, cerpenmu Kegelapan buat pembaca kayak saya :p. Sumpah, saya dibuat bingung sama siapa itu kamu, kamu dan kamu, semua seolah numpuk aja. Mungkin karena tidak pernah tahu gaya penceritaanmu kali ya, jadi nyerah duluan sebelum sampe kelar.
Oh iya, dan itu keren sekali ada anak tiga SD tahu Nazi dan Adolf Hitler, lalu soal jabat tangan pake kiri dihubungkan sama Nazi.. aduh maaf saya kok gagal ngerti maksudnya apa. Perlu baca ulang sepertinya.. Salam kenal ya.

Maaf tidak bermaksud buat bikin bingung. Si 'kamu' itu namany Langit, dy sahabatny Rio. Mungkin harus baca dari cerpen yang pertama biar gak bingung *atau nanti malah tambah bingung?*
Errr, saia kelas tiga SD udah tau siapa itu Hitler dan Nazi. Walau cuma sebatas 'kelompok jahat dari Jerman yang ingin menguasai dunia' dan kalau soal jabat tangan pake tangan kiri, saia pernah denger dari orang, tapi udah agak lupa juga. Nanti saia coba cari di google, kalau salah, nanti saia edit

Gagal paham buat cerita secara keseluruhan atau cuma yang bagian jabat tangan aja? Dan salam kenal juga :)

Writer abrhmrsya
abrhmrsya at Something Funny, Something Calm (5 years 32 weeks ago)

bagus

Makasih

Writer wiedya_sweed
wiedya_sweed at Something Funny, Something Calm (5 years 32 weeks ago)
90

eh, kak, boleh ketawa kok, aku belum pernah nonton film ada apa dengan cinta .-. tau ada filmnya aja waktu iklan sekuel filmnya itu. Ahh, jadi maluu >///<

Waaaaaaah, parah kamu! Ayo nonton film itu! Beneran film itu salah satu film terbaik Indonesia, plus Dian Sastro sama Nicholas Saputra masih muda di film ini

Writer kemalbarca
kemalbarca at Something Funny, Something Calm (5 years 32 weeks ago)
90

wih, masih ada sambungannya nih
aku akan kesal jika cerita bagus kayak gini berhenti disitu
>:(

Maaf kalau bikin kesal. Tadiny sih masih pengen lanjut, cuma saia udah mulai kehabisan ide buat interaksi empat orang dewasa di pesta anak kecil, dan kalau tiba-tiba pindah scene ke tempat lain, agak aneh buat cerpen ini. Saia lagi berusaha untuk membuat satu masalah=satu tempat, jadi gak dibawa kemana-mana

Oke, penjelasan ini agak aneh kayakny, hahahaha

Writer 2rfp
2rfp at Something Funny, Something Calm (5 years 32 weeks ago)
70

makin kesini makin suka dengan 2nd POV ini hahaha
cek cek cek
1. ebab dia mengatakan ‘Ada Apa Dengan Cinta’ dan Rio mengangguk. (lebih enak kalo ditambah tanda tanya deh put di ujung kalimat tanda petik (ide aja))
2. untuk mengatakan betapa banganya (tahulah maksud saya hehehe)
overall suka sekali, bikin tambah penasaran karena kamu menambahkan fakta-fakta baru dan samar sehingga bikin saya penasaran.
kelemahannya mungkin hanya di emosi karena kekurangan dialog, tapi tebakan saya sampai akhir cerita ini pun tetap akan kekurangan dialog karena kamu coba menyampaika cerita secara deskriptif seperti menulis di sebuah buku sakral, sehingga yang baca hanya bisa berimajinasi dan membayangkan sekelebat kejadian2 dalam cerita kamu yang menurut saya tersampaikan
hahahaha sok tau deh saya *cubit*

Saia juga, hahahaha. Walau emang buat nulisny itu agak susah. OKe, makasih buat koreksiny, nanti saia edit. Oh percayalaha, aku mulai tergoda buat bikin percakapan di cerpen ini. Pengen mengeksplor hubungan Langit sama Rio lebih dalam lagi, pengen lebih menghidupkan cerpen ini, tapi saia harus tetap teguh dengan tidak menggunakan dialog!

Writer 2rfp
2rfp at Something Funny, Something Calm (5 years 32 weeks ago)

iya keliatan susahnya. tetap semangat put!