Spektrum Jingga

Senja menitipkan sebait rasa pada sepasang anak manusia; matang di peraduan waktu yang diam-diam melirik cemburu. Senja menggiring sepenggal kisah pada sepasang anak manusia; tiba di tepian isyarat yang diam-diam menyimpan khianat.

Pandu, Rudhira. Dua nama menggantikan makna senja.

Kaki-kaki mereka menjejak, tanpa membiarkan telinga mendengar soal jarak. Tangan-tangan mereka bertautan, tanpa membiarkan mulut bicara soal keraguan. Isi kepala mereka mendefinisikan bahagia tanpa membiarkan hati melepas keangkuhannya.

Hingga pada suatu waktu, Jingga. Sepasang anak manusia mempertanyakan makna jumlah.

Dan Pandu, terburu-buru pergi tanpa sempat membawa dosa. Dan Rudhira, terburu-buru pergi tanpa sempat membawa dosa. Senja menyisakan sepi untuk berkat yang disalahartikan, Jingga.

Sepasang anak manusia dituntun ingatannya untuk berpulang. Mencari senja, menemukan Jingga. Pandu menginginkan bagian Rudhira yang hidup pada dirinya. Rudhira menginginkan bagian Pandu yang hidup pada dirinya. Tak pernah Jingga diinginkan lebih dari senja.

Waktu terdiam memandangi sesosok Jingga yang kecantikannya perlahan-lahan menjelma luka. Senja menggugurkan waktu dengan kerelaannya.

Jingga, kembali ia ke padang saffron; di mana tiap hela nafas yang dipinjamnya berasal dan kembali.

Sebab senja tak selalu Jingga.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer moon eye
moon eye at Spektrum Jingga (7 years 17 weeks ago)
50

bahasanya puitis dan indah banget :)
tapi siapakah sebenarnya Jingga?
apakah jingga adalah wujud dari cinta murni yang malah hilang dari makhluk yang memiliki hati?
entahlah. ini masih menjadi sebuah misteri.
hehehe. tapi keren kok. diksnya manis banget. sayang kurang tersampaikan hehehe :)
semangat :D

Writer wejick
wejick at Spektrum Jingga (7 years 18 weeks ago)
30

saya gak ngerti

Writer michan
michan at Spektrum Jingga (7 years 18 weeks ago)
40

iyaa nih.... kata2 nya ribet, gak paham... mungkin karena aku nya yang teramat oon kali yah. uuuiiiih

Writer ditira
ditira at Spektrum Jingga (7 years 18 weeks ago)
70

bahasa yang digunakan benar benar bagus, layaknya membaca puisi

Writer duvernoy
duvernoy at Spektrum Jingga (7 years 18 weeks ago)
30

Wawww :V
Dari awal baca sudah ketahuan kakak pake bahasa tingkat dewa~ #apaan sih alay deh, tp emang bener kan?
Karena itu mohon petunjuk arti cerpennya kakak krn saya ndak mudeng sama skali ._.

Writer puTrI_keg3lapaN
puTrI_keg3lapaN at Spektrum Jingga (7 years 18 weeks ago)
50

Mungkin memang kosa kata saia yang sempit jadiny saia engga begitu paham cerita ini maksudny apa. Tapi bahasany indah banget, tapi saia sedih karena saia gak paham maksudny *pundung di pojokan*

Writer A.Arifin
A.Arifin at Spektrum Jingga (7 years 18 weeks ago)
60

dari segi bahasa sih keren, cakep banget.. namun menurut sy gaya bahasa yg kayak gitu lebih cocok diterapkan ke puisi dari pada sebuah cerita fiksi, apalagi nonfiksi.alasannya ga setiap orang bisa ngerti ( termasuk sy hahaha ).

mohon koreksinya suhu jika sy salah. hamba hanya seorang genin didunia kepengarangan.. hehehe

salam kenal om.

Writer MocchaFreim
MocchaFreim at Spektrum Jingga (7 years 18 weeks ago)
50

bahasanya manis bangett >_<

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at Spektrum Jingga (7 years 18 weeks ago)
40

Bahasanya keren... puitis banget... sampe saya ga ngerti maksudnya. -____-