Pangeran Cicak - Chapter 1 - dinasti yang terkudeta

『Sebuah proyek pembangunan besar – besaran di kuningan, tepatnya di lingkar mega kuningan Jakarta selatan mengalami banyak kendala, proyek yang rencananya akan di bangun mega land kuningan sebagai pusat bisnis terbesar di asia pun dinyatakan berhenti untuk sementara, hal ini terjadi karena ada kesalahan di konstruksi atau ke teledoran pihak kontraktor, mulai dari robohnya bangunan hingga kecelakan batanggan besi yang terjatuh hingga menewaskan puluhan  pekerja.

Pemerintah sendiri cukup prihatin atas kejadian ini dan mentri pembangunan daerahpun angkat bicara dan mengkritik agar masalah ini cepat teratasi.  』

Itulah berita di pagi hari ini. tak seperti biasanya seorang pria paruh baya duduk di meja makan denggan menatap kertas – kertas berisi data – data dari proyek yang sedang di kerjakan oleh perusahaannya. wajahnya yang biasa tersenyum ramah berubah menjadi wajah yang putus asa dan terlihat stres, rambutnya yang tadinya tertata rapi sekarang terlihat berantakan dan kusam, tangannya yang tadinya gagah perkasa menjabat tangan rekan bisnisnya, sekarang berubah menjadi lemah lemas dan gemetaran, dia mencoba meraih cangkir kopi di sebelah kanan tangannya yang disiapkan oleh istri tercinta yang selalu setia menemani, akan tetapi dia seakan tidak bisa meraihnya. tangannya tidak bisa berhenti bergetar sehingga menyengol gelas kopi itu hingga jatuhlah ke lantai.

─ Crang

Suasana yang sunyi membuat sura gelas jatuh itu memenuhi seluruh ruangan rumah dengan tiga lantai itu, suara itu mengagetkan kedua anak dan istrinya yang sedang duduk di ruang tv sehingga mereka terkejut dan berlari ke arahnya.

“papa” kata si bungsu «4thn laki – laki» dengan tangan kanan memegang sebuah mobil mainan dan tangan kiri yang di gandeng ibunya.

“papa ngak apa-apa?” kata di sulung pelan «18thn, perempuan». istrinya seakan mengerti apa yang di rasakan oleh suaminya dan dia mencoba untuk menghiburnya.

“Papa ngak sendiri, kita adalah keluarga dan kita harus menanggung beban bersama - sama” Saat seroang menjadi setres kata – kata seindah apa pun bisa menjadi buruk di telinganya.

pria paruh baya itu menengok kearah anak dan istrinya, dan gumpalan airmata terlihat di sudut matannya yang sedikit merah karena kurang tidur, dia inggin agar keluarganya tidak merasakan beban apa yang dia rasakan akan tetapi perasaan adalah cerminan diri, kita tidak bisa menutupi bahwa kita selamanya akan kuat, terkadang kita juga harus lemah dan membutuhkan usapan atau bahu orang lain, tapi itu tidak berlaku jika kita mempunyai orang yang kita cintai atau ingin lindungi.

 kemudian pria itu mengusap air matannya, dia tidak inggin menjadi lemah, karena di mempunyai orang – orang yang sanggat dia cintai, saat dirinya lemah itu lah saat orang yang dia cintai hancur, itulah yang ada di fikirannya, di berjalan dengan kepercayaan positif yang dia punya, menghantam fikiran negative dengan sebuah senyuman yang di lontarkan ke arah orang yang dia sayangi, Dia berdiri dan menegakan bahunya dan berjalan pasti kearah anak dan istrinya berada dan kemudian memeluk mereka.

Kini detik – detik berselang pria paruh baya itu merasa bahwa hidup dan jalan yang di tempu bukan lah kesalahan, dia sudah mencoba yang terbaik yang dia bisa dan dia menyerahkan sisanya kepada tuhan. Dan kemudian air matanya mengalir deras di pipinya, dia berkata dalam hatinnya bahwa ini bukan kelemahan yang dia punnya, ini adalah air mata kebahagiaan yang sejak lama di impikannya.

memiliki dua orang anak dan istri yang cantik dan setia, sekarang fikirannya terbuka bahwa dia tidak membutuhkan uang, yang dia butuhkan adalah kehanggatan sebuah keluarga, sebuah senyum lebar dari istrinya dan kemanjaan dari kedua anak nya, itu lah yang dia impikan selama ini, dia tidak mengerti kenapa hal – hal ini baru di sadari olehnya inggatan ini seperti kilas balik dari sebuah kisah masa lalu yang tiba – tiba muncul dan memberi tahu penyesalan untuknya.

Hatinya sanggat sakit seakan sebuah pisau menacap dan menjadi duri dihatinnya, dia mencoba menahannya dangan memeluk keluarganya dengan erat bahkan lebih erat lagi dan berdo’a agar masalah yang dia dan keluarga hadapi bisa terselesaikan.

Belum selesai dia berdo’a seseorang datang mengetuk pintu rumah tiga lantai itu, dan tiba – tiba hatinya terkejut dan seakan jantungnya inggin melompat keluar.

sebelumnya dia sudah berjanji untuk melunasi hutangnya kepada depkolektor pagi hari ini. Dia mempunyai hutang sebesar 2 miliar untuk mendanai proyek besarnya, tentu itu bukan uang yang kecil, hati kecilnya merasa takut untuk menghadapi orang – orang itu akan tetapi mau tidak mau dia harus menghadapinya.

Dia melepaskan pelukan hangat pada keluarganya dan berjalan menuju pintu, dan membukakan pintu pada seorang pria yang tidak asing baginya.

“Fadian ternyata kau masih hidup…… sukurlah” kata pria itu sebut saja Bayu, dia adalah rekan bisnis Fadian dan teman terbaiknya dia orang yang selalu membantu Fadian menghadapi masalah - masalahnya.

“Apa Maksudmu?” Tanya fadian pada bayu sembari mempersilahkan nya masuk.

“aku mendengar kabar burung bahwa keluarga mu dalam keadaan buruk”

“itu tidak seburuk yang kamu kira” Fadian mencoba menutupinya agar teman terbaiknya tidak terlalu khawatir akan keadaannya sekarang ini.

“apa kamu yakin?”

“yah”

“jika kamu punya masalah jangan sungkan kepadaku aku pasti akan membantumu” kata bayu dengan tatapan serius menatap pada fadian yang tertunduk lesu.

“emm” dia mengangguk

“ayolah ceritakan padaku” bayu mendesak Fadian untuk menceritakan masalahnya dan berharap dia bisa sedikit membantu.

Fadian diam, dia menyilangkan jari jemarinya dan matanya menatap ke lantai seakan tidak kuasa untuk mengatakannya tetapi dia tetap mencoba menceritakan walau dengan suara yang terpenggal – pengal dan pelan.

“2 tahun yang lalu sebuah perusahaan besar mencari kontraktor untuk membangun proyek besar dengan dana 12 triliun dengan membangun 17 menara di atas lahan 15ha, sudah berkeliling mereka mencari dan tidak menemukan satu pun yang cocok menurut mereka, mereka menemukan sebuah gedung unik, kokoh dan menawan, dan mereka menanyai perusahaan mana yang berada di balik pembangunan gedung itu hingga akhirnya mereka melirik perusahaan kami dan menawari proyek besar ini, awalnya aku tidak tertarik untuk mengambil job ini karena kekurangan orang professional untuk membuat blue prin dan pembangunannya hingga salah seorang menyarankan untuk membuat aliansi atau kerja sama dengan perusahaan lain yang cukup terkenal juga di ibukota.”

“maksudmu KK PROJECT «Kahil Kami»?” tannya bayu yang mendengarkan dengan serius.

“yah, perusahan mereka NO1 di Indonesia dengan tenaga professional yang lebih banyak dan tenaga kerja yang juga banyak, kami membuat perjanjian untuk bekerja sama menyelesaikan proyek ini 50:50”

“lalu dimana masalahnya kau bekerja sama dengan perusahan terkemuka harusnya proyek ini berhasil dengan mudah.!”

“tidak semudah yang kau bayangkan, pembangunan di bulan pertama kami membuat pondasi untuk bangunan itu dan perusahan mereka (KK) mempinta dana di depan atau mereka tidak mau memulai konstruksi, sedangkan kami belum menerima dana sedikitpun, hingga kami ajukan permohonan dengan alasan yang banyak, hingga dana cair dan aku serahkan semuanya pada mereka dan aku mengambil bagian ku saja untuk melanjutkan tahap selanjutnya.

Dan hal janggal mulai sering terjadi, robohnya pondasi, jatuhnya batangan besi dari atas, dan banyak nya pekerja yang mati akibat kecelakaan. Pihak investor merasa kecewa dan menggugat perusahaan kami untuk mengembalikan uangnya, aku meminta sisa uang yang aku beri ke perusahan (KK) tapi mereka mengatakan bahwa uang itu habis untuk hal ini itu sebagainya hingga akhirnya aku begini” Fadian menceritakan itu denggan mata yang terkaca – kaca.

“Sialan ……..  jadi (KK) sengaja melakukan ini” dia mengepalkan tangannya dan megesekan gigi – giginya  hingga terdengar suara.

─ krekkk

Raut wajah bayu memerah terlihat emosi meluap – luap  mendegar sahabatnya di perdaya dengan cara kotor perusahaan lain, bayu berdiri dan berkata.

“baiklah aku akan membantu mu” kata bayu

“tidak perlu, aku sudah sering merepotkan mu” fadian merasa tidak enak atas bantuan yang ingin di berikan bayu.

“tidak apa – apa . ayo kit….” belum sempat bayu meyelesaikan katanya, hal yang mengejutkan terjadi, beberapa orang berotot besar mendobrak masuk rumahnya dan berteriak.

“Fadian…. Keluarlah, rumah dan seluruh harta benda rumah ini kami sita”

Dia mengintip di jendela dan melihat sekitar lebih dari 10 preman membawa golok dan pedang sedang menghancurkan halaman rumahnya,Fadian menyuruh bayu membawa istri dan anaknya pergi lewat pintu belakang dan berencana bernegosiasi kalau pun  itu masih bisa , dia ingin mengulur waktu dan menjadi umpan agar istri dan anaknya tidak di kejar saat mereka melarikan diri.

Bayu menatap mata fadian dan mereka saling menatap untuk beberapa saat, seakan mereka berkomunikasi melalu isarat matanya, bayu segera membawa istri dan kedua anak fadian menuju garasi belakang yang terdapat dua buah mobil, jalan menuju garasi belakang terdapat sebuah anak tangga untuk menuju garasi bawah, anak perempuan sulungnya berlari di depan di susul bayu yang  menggendong si bungsu, dan kemudian istri fadian.

Bayu mendengar suara benturan keras dari arah garasi  dan berfikir bahwa itu mereka, dia berlari dengan capat dan menuruni tangga akan tetapi orang – orang itu telah mendobrak dan menerobos masuk.

“Cepatlah mba ayunda «istri fadian»” teriak bayu

Orang – orang itu mulai berlari kearah mereka denggan golok di tangan mereka seakan ingin membunuh mereka, istri fadian berlari tergesa - gesa menuruni tangga sehingga dia tersandung dan terjatuh ke bawah.

Jarak bayu dengan orang – orang dengan senjata tajam itu 10 meter, dia berfikir ini tidak akan sempat dan berkata pada anak sulung fadian.

“Lulu «anak sulung» pergilah duluan bawa satu mobil, aku akan menyelamatkan ibumu”

“tapi paman” kata lulu membantah

“cepatlah atau semua menjadi semakin buruk”

Lulu membuka pintu mobil dan menyalakan mesin mobil Daihatsu Xenia XI 1.3cc milik ayahnya, dia mamasukan gigi mobilnya dan menabrak preman – preman itu dan melindas beberapa dari mereka, kemudain dia berjalan ke arah luar rumahannya.

Beberapa preman mengejar mobil yang di kendarai lulu dengan sepeda motor sehingga lulu harus menaikan kecepatannya dan pergi secepat yang dia bisa, wajah nya gelisah dan dia tidak tau harus pergi kemana terlebih lagi di belakangnya dua orang preman membuntutinya dengan sepeda motor, dia befikir dan terus befikir hingga dia mendapat ide untuk masuk ke jalan tol agar mereka tidak bisa mengikutinya lagi, dia tidak mengambil tiket masuk tol dan langsung menabrak palang kayu di pintu masuk tol di tambah di ikuti sebeda motor juga menyelinap masuk sehingga membuat petugas tol kalang kabut.

Keringat dinggin mengucur deras membasahi baju T-shirt hitamnya, pandangannya tertuju lurus pada jalan dan kendaraan di sampingnya dan seraya memacu mobilnya dengan kecepatan maksimalnya hingga dia sudah tak melihat lagi dua orang yang mengikutinya itu, 30 menit berlalu lulu menjadi pembalap di jalan tol, berlahan hatinya mulai menenang karena sudah terlepas dari kejaran kedua preman tersebut dan berfikir apa yang terjadi dengan kedua orang tua, paman dan adiknya. Saat dia sedang berfikir smartphone nya berbunyi sebuah pangilan masuk dari ibunya, dia segera mengangkatnya.

“hallo mama” sapa lulu di handphone

『 ─HUAHHHHHHHHHHH ………….  』

Suara teriakan dari seorang laki – laki terdengar seperti suara ayah lulu.

“hallo mama, mama apa yang terjadi?” seraya mengurangi kecepatan mobil yang di kendarainya dan berlahan berhenti di bahu jalan.

『lulu sayyyyang pergiilah kerummah neneek, mama – papa – adik dan paman selalu menyayangi mu』suaranya terbatah – batah dan seakan menahan sakit.

“jangan bilang begitu maammaaa apa yang.............” lulu tidak sanggup melanjutkan kata – kata nya, air matanyanya terus menetes

『Apa yang kau lakukan wanita jalang, mati lah kau …..

─ Doorrr………………..』

Suara itu terdengar seperti orang lain yang menodongkan senjata api kearah ibu lulu dan menarik pelatuk nya hingga terdengar suara letusan timah panas yang menusuk menembus kulit, begitu terkejutnya lulu dan menjatuhkan smartphonenya ke tanah yang beraspal, hatinya sesak dan terasa sakit, air matanya mengalir deras di  pipinya, lulu ingin berteriak akan tetapi seluruh tubuhnya lemas, suaranya tidak mau keluar dan seluruh tubuhnya bergetar dia terjatuh kebelakang dan punggungnya membentur pintu mobil yang berhenti di pinggir jalan tol.

**Bersambung**

 

Read previous post:  
44
points
(128 words) posted by fw506 9 years 45 weeks ago
73.3333
Tags: Puisi | filsafat | hidup | karya | pencipta
Read next post:  
Be the first person to continue this post

wuah, jadi penasaran sama kelanjutannya...

Wuichhh anak SMA udah bisa bikin cerita yang hebat seperti, kalau udah kuliah pasti lebih keren lagi ceritanya

Jamu Tradisional Madura | Cincin Palladium Jogja

aku kasih jempol 4 untuk cerita ini

Treadmill Manual Bekas | Harga Villa di Batu

40

Ceritanya menarik kk.
Menurutku ada keganjalan dengan kata inngin (ingin) hal ini diulang seterusnya dengan punnya (punya) juga kata batanngan (batangan)
Apakah kk gak sengaja membuat kata (N) ganda

Aku masih nubi dan bila ada salah kata mohon maaf ya kk hihi

aku sering lupa cara penulisan-nya kk jadi kadang begitu, (kebiasaan dari SD). maaf nanti saya belajar lagi biar bisa lebih jelas dalam penulisan kata dan ulangan yang tepat.

Menurutku keunikan itu baik koq kk. Boleh tau gak maaf utak atik hal pribadi hehe kk SMP atau SMA?
Kabuurrrr

SMA kk maaf kalo tutur katanya berantakan hehe ^_^ .aku ada lanjutan dari ini tapi masih belum bisa aku update berantakan banget.

saya boleh tanya kk. di chapter 2 saya tanpa sengaja merubah dari sudut pandang orang ke tiga menjadi orang pertama.
apa itu boleh atau melanggar aturan atau bakal sulit lanjutannya..?

Hmm maksudnya kayak ketika cinta segitiga. Aku dan cewekku bertemu dengan cewek lain dan cewek lain itu bengong sembari mengkhayal betapa cakepnya cowok itu < seperti ini ya?

Menurutku Boleh-boleh saja asalkan itu untuk memperkuat karakter utama

Kalo sulit. Itu tergantung cerita kk kayak apa.

Oohh yaa SMA ya. Pengalaman anda menulis sangat baik daripada saya hiks hiks. Terus berkarya yaa. Ehm saya kuliah. Maaf bilang kk. Oke dech mulai sekarang anda akan kupanggil kk senior hahkabuuurrr

Ehh ada Thiya. Kaburrrr

SMA kelas berapa? <---penyusup tak dikenal.
Saya juga SMA lho! Kakak kelas berapa?

kelas 11 . salam kenal kk .

Wah sama! Berarti kita seangkatan!
Akhirnya, saya menemukan juga anak yang sepantaran dengan saya di Kemudian.com.
Soalnya, yang saya tahu masih SMA di sini cuma tiga. Kak Nycto, Citrapraa, dan Rian.
.
Salam kenal juga Kakak.
Mampir ya ke ceritaku.
Kukomentari deh cerita Kakak yang ini :)